Site icon BAUBAUPOST.COM

DLH Busel Sigap Jaga Kebersihan Batauga

F2.4 Tenaga Kebersihan DLH sedang membersihkan sampah di tepi pantai Laompo

Tenaga Kebersihan DLH sedang membersihkan sampah di tepi pantai Laompo

BATAUGA,BP-Kurangnya sarana dan prasarana serta fasilitas kebersihan bukan menjadi kendala bagi tenaga kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buton Selatan (Busel) untuk membuat ibu kota Kabupaten yakni Batauga tampak bersih dari sampah.

Sedikitnya 15 orang tenaga kebersihan yang belum lama direktrut DLH sigap membersihkan sampah masyarakat ibu kota Busel.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup La Ode Mpute melalui Kabid Pengelolaan Sampah Limbah Bahan B3 dan Peningkatan Kapasitas, La Rumu mengatakan tenaga kebersihan DLH direktrut berdasarkan wilayah kerjanya. Dari warga Laompo, Lakarambau, Busoa, dan Lawela. Tugas tenaga kebersihan tersebut bertanggung jawab membersihkan wilayahnya masing-masing, misalnya menyapu ditepi jalan ibu kota agar tampak bersih setiap hari.

“Terkecuali diwaktu-waktu tertentu atau ada kegiatan kabupaten, tenaga kebersihan diturun walau dihari libur. Misalnya membersihkan sampah kegiatan acara HUT RI yang dipusatkan di ibu kota kabupaten,” ucap La Rumu saat ditemui di ruangannya, Senin (19/08).

Lanjutnya, terkhusus di hari Jumat, biasanya tenaga kebersihan dikerahkan untuk membersihkan lokasi-lokasi tertentu. Misalnya sampah masyarakat yang telah menumpuk di tepi pesisir pantai Laompo.

“Jadi Jumat itu biasanya dikerahkan membersihkan sampah dipesisir pantai, atau lokasi tertentu yang dilihat sampah telah menumpuk, memang biasanya masyrakat masih membuat sampah di laut dan tepi sungai,” ujarnya.

Kata La Rumu, minimnya fasilitas dan anggaran yang disediakan untuk menangani sampah menjadi kendala tersendiri bagi DLH Busel dalam mengelola sampah secara profesional. Saat ini DLH Busel belum memiliki truk sampah, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) belum juga rampung, begitupula Tempat Pembuangan Sementara (TPS) belum disediakan ditengah-tengah masyarakat.
“Saat ini tenaga kebersihan masih menumpuk sampah lalu dibakar, memang langkah ini disadari telah menyalahi aturan, namun minimnya sarana dan prasana yang difasilitasi pemerintah daerah memaksa langkah ini dilakukan. Untuk itu menjadi PR bagi daerah, bagaimana menyikapi pengelolaan sampah daerah secara profesional,” katanya.

Dalam perencanaan ditahun 2020, DLH meminta disediakan truk pengangkut sampah serta penambahan personil 10 orang tenaga kebersihan. La Rumu juga berharap TPA yang berlokasi di Kelurahan Busoa ditahun depan sudah dapat digunakan sehingga sampah masyarakat khususnya di wilayah ibu kota kabupaten sudah dapat diangkut ke lokasi TPA, bukan lagi dibakar. Selain itu ketersedianya bak-bak TPS dibeberapa titik ibu kota sudah harus diadakan, sehingga sampah rumah tangga masyarakat Batauga diharapkan tidak lagi dibuang ditepi laut atau sungai.

“Batuaga merupakan ibu kota Kabupaten Buton Selatan, sudah selayaknya penataan, penanganan sampah masyarakat serta pengelolaannya sudah seharusnya dilakukan secara profesional,” tukasnya

Peliput : Amirul

This website uses cookies.

This website uses cookies.

Exit mobile version