Site icon BAUBAUPOST.COM

Walikota Baubau Sebut Revitalisasi Solusi Tepis Isu Buruk Lapas

F4.1 AS Tamrin didampingi ajudannya

AS Tamrin didampingi ajudannya

BAUBAU, BP – Revitalisasi menjadi program pemasyarakatan yang dapat menjadi solusi untuk menepis isu yang beredar di masyarakat tentang buruknya pelayanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Hal itu diungkapkan Walikota Baubau AS Tamrin dalam sambutannya pada upacara pemberian remisi di Lapas Baubau kelas IIa Baubau pekan lalu.

Menurutnya, program revitalisasi penyelenggaraan pemasyarakatan sangat sesuai dengan tema HUT RI yang ke 64 dengan misi Sumber Daya Manusia (SDM ) Unggul Indonesia Maju. Sama-sama memiliki fokus dalam upaya peningkatan kualitas SDM yang baik.

“Revitalisasi menjadi pilihan solusi penyelesaian permasalah-permasalahan di Lapas. Dimana Lapas harus mampu menyentuh berbagai program, sehingga dapat mengantarkan mereka menjadi manusia yang berkualitas, terampil. Sehingga mereka mampu memberikan kontribusi dalam peningkatan SDM yang mendukung dan menumbuhkan perekonomian,” ungkap orang nomor satu di Kota Baubau itu.

Lanjutnya, seluruh masyarakat yang ada di Lapas itu merupakan SDM yang terabaikan. Dimana Lapas memiliki aset dan potensi yang luar biasa untuk mendukung jalannya perekonomian kreatif.

“Itu merupakan sektor strategis dalam meningkatkan perekonomian nasional ke depan, karena masyarakat di Lapas memiliki potensi yang dapat mendukung ekonomi kreatif yang sifatnya masal,” nilainya.

Industri kreatif terkait dengan kebudayaan dan kearifan lokal karena itu tersebar di seluruh pelosok provinsi di Indonesia. Dengan itu, merupakan potensi yang digali untuk membentuk industri kreatif SDM di Lapas.

“Modal, kebudayaan dan kearifan lokal tersebut dapat menjadi sumber kekuatan ekonomi kreatif yang tidak dimiliki oleh bangsa yang lain,” ungkapnya.

Dikatakan, bina kepribadian harus jadi tolak ukur untuk mengantarkan warga binaan di Lapas jadi manusia yang taat dan mandiri, sehingga bisa hidup lebih baik lagi dan dapat ikut serta berkontribusi dalam pembangunan. Lapas harusnya jadi transformasi institusi yang mampu mempersiapkan masyarakat tangguh berketerampilan dan memiliki produktifitas tinggi sehingga mampu berkompetisi dalam persaingan global.

“Lapas harus jadi transformasi institusi yang mampu persiapkan masyarakat tangguh,” pungkasnya. (*)

Peliput : Asmaddin

This website uses cookies.

This website uses cookies.

Exit mobile version