F2.1a Sekda Busel La Siambo membuka secara resmi Mimbar Sarasehan Kontak Tani Andalan yang digelar di aula Dinas Pertanian BuselSekda Busel La Siambo membuka secara resmi Mimbar Sarasehan Kontak Tani Andalan yang digelar di aula Dinas Pertanian Busel

BATAUGA, BP-Untuk yang kesekian kalinya, Pemerintah Kabupaten Buton Selatan (Busel) menggelar mimbar Sarasehan Kontak Tani Andalan (KTA) antara pemerintah dan para petani. Acara yang dikuti puluhan orang perwakilan dari kelompok petani se-Busel itu dibuka langsung oleh Sekertaris Daerah Busel La Siambo, serta dihadiri dari beberapa pejabat penting dari beberapa stakholder dari pemeritah daerah yang erat kaitannya dalam mengambil kebijakan terhadap kemajuan sektor pertanian antara lain Bappeda, Dinas Perindustian, Perdangan UKM dan Koperasi, Dinas Ketahanan Pangan.

Dalam sambutannya, Sekda Busel La Siambo mengatakan, Musyawarah perencanaan pembangunan pertanian (musrembangtan) tahun 2019 di Bogor, fokus prioritas tahun 2020 adalah peningkatan Sumber Daya Manusia dan infrastruktur, olehnya itu kabupaten Busel merupakan salah satu bagian terpenting dari pembangunan pertanian daerah yang sebagian besar penduduk menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian dan perikanan.

“Berdasarkan data dinas pertanian Buton Selatan diketahui produksi sektor tanaman pangan tahun 2017 adalah 28.562 ton dan tahun 2018 adalah 30.000 ton, data produksi tanaman pangan diatas menunjukkan terjadi kenaikan 1.438 ton yang hampir semua komoditas tanaman pangan,” ucap Siambo beberapa waktu lalu.
Sementara, pada sektor perkebunan produksi tahun 2017 adalah 2.124 ton dan tahun 2018 adalah 2.120 ton, data tersebut terjadi penurunan produksi kurang lebih 4 ton yang terjadi pada komoditas kopi dan kelapa, hal ini disebabkan adanya perubahan iklim dan Organisme Penganggu Tanaman (OPT).

Sektor hortikultura produksi tahun 2017 adalah 392 ton dan tahun 2018 yaitu 261 ton, data tersebut terjadi penurunan produksi berupa komoditas jeruk 121 ton, hal ini disebabkan oleh penurunan luas tanam dan OPT.
Dan pada sektor peternakan produksi daging tahun 2017 adalah 237.630 kg dan tahun 2018 249.511 kg, data tersebut menunjukkan terjadinya kenaikan 11.811 kg yang hampir semua jenis ternak.

Tetapi data jumlah penyuluh tahun 2017 adalah 39 orang dan tahun 2018 adalah 28 orang. ini menunjukkan terjadinya penurunan tenaga penyuluh yang seharusnya satu desa satu penyuluh, sehingga perlu adanya perhatian dari pemerintah daerah untuk melakukan rekrutmen tenaga penyuluh dalam memaksimalkan pelayanan kepada petani.

Dari data tersebut kenaikan atau penurunan produksi sektor pertanian merupakan isu strategi perencanaan pembangunan kedepan. Untuk melaksanakan pembangunan pertanian diperlukan SDM yang berkualitas, terutama pelaku (aktor) dalam pembangunan pertanian tersebut.

 

F2.1b Ketua Panitia Mimbar Sarasehan KTA La Ode Mustari SP MSI
Ketua Panitia Mimbar Sarasehan KTA, La Ode Mustari SP MSI

“Tanpa tersedia sumber daya manusia yang berkualitas, pembangunan pertanian tidak akan mencapai hasil seperti yang kita harapkan. maka peranan penyuluh pertanian sangat diperlukan sebagai pendamping petani karena mempunyai pengetahuan dan wawasan yang lebih dalam tentang usaha tani yang dilakukan oleh petani,” ujarnya.
Selain itu, kata Siambo, penyuluh pertanian dapat memberikan saran/solusi pemecahan masalah bila petani mengalami kendala atau hambatan dalam usaha tani.
Pembangunan bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh komponen masyarakat.

“Oleh karena itu saya mengajak para kontak tani untuk berperan aktif dalam proses pembangunan pertanian, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengawasan serta pemanfaatan hasil-hasil pembangunan. peran aktif para kontak tani dalam forum mimbar sarasehan seperti ini mutlak diperlukan karena kontak tanilah yang menguasai akar permasalahan yang ada di petani,”
saudara-saudara sekalian.

Ia berharap apa yang telah dicapai saat ini dapat menjadi salah satu wujud komitmen bersama dalam pembangunan pertanian di daerah kabupaten Busel.

Sementara ketua panitia Mimbar Sarasehan KTA, La Ode Mustari, SP MSi mengatakan kegiatan tersebut untuk menjaring aspirasi petani tanaman pangan, peternakan, maupun perkebunan, holtikultura, serta menjaring aspirasi penyuluh hasilnya tersebut akan dimasukan dalam rancangan 2020.

Didalamnya mimbar sarasehan KTA ini juga beberpada stakholder membedah sejumlah masalah yang dihadapi oleh petani dan memberikan solusi.

“Jadi untuk mempertemukan penyuluh dan petani, kemudian jika ada yang dihadapi berupa kebijakan, juga dihadirkan beberapa stakholder antara lain Bappeda, Dinas Ketahana Pangan dan Dinas Perdangan, perindustrian, UKM dan Koperasi, ” tutur Mustari saat ditemui disela-sela kegiatan.
Misalnya kendala pada soal hama bawang yang sering ditemukan petani, maka dalam sarasehan KTA itu akan ditemukan solusinya, dan berbagai persoalan akan dibahas disitu. Hasilnya nantinya diajukan kepada dinas yang berkompeten untuk ditindak lanjuti hasil tersebut.

“Ada beberapa stakholder yang kita datangkan tadi dari Bappeda sebagai penentu kebijakan anggaran, kemudian Dinas Perdagangan yang dimana hasil panen petani dibuatkan akses pada soal pemasaran maupun kemasannya produk,” ujarnya

.

Kata Mustari, kegiatan tersebut dilakukan setiap tahun dan dari tahun ketahun perkembangan disektor pertanian, maupun sumber daya manusia semakin berkembang. Misalnya budidaya bawang merah dari segi lokasi yang beberapa tahun lalu hanya dikembangkan di Lapandewa, kini budidaya dan pengembangan bawang merah telah merambah diwilyah lain Buton Selatan, yakni Sampolawa, Batauga, dan Siompu Barat.
“Pengembangan dan budidaya tanaman tersebut berhasil diterapkan dibeberapa wilayah di Busel,” tuturnya

.

Bukan hanya itu, jagung hibrida yang hanya diketahui dapat dikembangkan di wilayah daratan Busel, kini juga telah merambah di wilayah kepulauan yang diketahui memiliki tektur tanah yang dipandang kurang baik, namun dengan ketekunan dan kerja keras baik penyuluh dan petani, hasil akhirnya didaerah itu dapat berkembangan.

Mimbar sarasehan KTA ini menjadi ajang menjaring aspirasi antar kelompok tani se-Busel. Sejauh ini jumlah kelompok tani hanya 120 dengan penyuluh 29 orang, idelanya penyuluh itu satu desa satu orang. Saat ini penyuluh dari ASN hanya 10, kemudian penyuluh yang menggunakan APBN hanya 5 orang ditambah penyuluh pembantu yang dibiayai oleh APDB sebanyak 14 orang.

“Penyuluh yang dianggarakan dari APBD setiap dua minggu digejot pengetahuannya akan lebih paham dalam menjalan tugas dan fungsinya ditengah-tengah petani Busel,” katanya.

Ia berharap, usai mengikuti mimbar sarasehan KTA, baik petani maupun penyuluh serta stakholder bersama-sama membangun sektor pertanian sehingga dapat meningkatkan laju perekonomian, baik masyarakat petani maupun pemerintah daerah

Peliput : Amirul

Visited 1 times, 1 visit(s) today