Site icon BAUBAUPOST.COM

Monianse: PO5 Bukan Nilai Baru, Jangan Diperdebatkan

F01.4 La Ode Ahmad Monianse

La Ode Ahmad Monianse

BAUBAU, BP – Konsep PO5 yang diperkenalkan Walikota Dr AS Tamrin belakangan menjadi perbincangan maupun perdebatan di media-media sosial. Konsep ini lahir dari hasil kajian ilmiah berdasarkan kearifan masyarakat Buton yang dikenal dengan Sara Pataanguna.

Menanggapi hal ini, Wakil Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse meminta agar masyarakat tidak perlu memperdebatkan nilai-nilai yang dirangkum dalam PO5. Menurutnya, nilai itu lebih baik diterapkan dalam kehidupan, daripada terus diperdebatkan.

“Tidak ada yang salah dengan PO5, yang salah itu kalau kita terus memperdebatkan tanpa mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” katanya saat ditemui belum lama ini.

Lanjutnya, PO5 yakni Pamaa-maasiaka, Pomae-maeka, Poangkaangkataka, Popia-piara dan Pobinci-binciki kuli, bukanlah nilai yang baru dibuat-buat. Konsep ini telah ada sejak lama dan berkembang dalam kehidupan masyarakat Buton.

“Itu nilai kebenaran, kalau ada perdebatan yang menyatakan pak Wali membuat nilai baru saya kira tidak. Empat nilai itu sudah tumbuh berkembang, dan Pobinci-binciki kuli itu juga sudah lama berkembang,” ujarnya.

Penerapan nilai Sara Pataanguna ini dalam kehidupan sehari-hari memiliki banyak manfaat. Berkaitan erat dengan nilai luhur kepancasilaan.

Sehingga kata Monianse, PO5 coba dirumuskan kembali, tanpa menambah maupun mengurangi nilai yang telah ada. “Beliau mencoba merumuskannya dengan semangat yang baru di dalam menyemangati pembangunan,” katanya.

Peliput: Zaman Adha

This website uses cookies.

This website uses cookies.

Exit mobile version