BOMBANA, BP – Masyarakat yang mengatasnamakan Aliansi Pemuda Kabaena (APK) bakal melakukan aksi demonstrasi turun ke jalan, meminta Bupati Bombana agar serius membenahi akses jalan di pulau Kabaena. Aksi tersebut, ditenggarai karena selama masa kepemimpinan Tafdil sebagai Bupati Bombana dinilai kurang serius dalam menangani infrastruktur jalan, yang kondisinya saat ini semakin fatal.
Salah satu Inisiator aksi yang juga Ketua Dewan Pembina di Lembaga Kajian Dan Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara (LKPD-SULTRA) Muhammad Arham mengungkapkan kondisi jalan di Seantero Kabaena saat ini sudah sangat memprihatinkan. Sehingga wajib direspon dengan keberpihakan kebijakan anggaran pembangunan jalan yang dinilai signifikan melalui Pemerintahan Daerah (Pemda), dalam hal ini Bupati dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DRP) Kabupaten Bombana.
Lanjutnya, gerakan tersebut digagas secara kolektif oleh pemuda Kabaena, sebagai bentuk aspirasi masyarakat yang sangat mengaharapkan perbaikan jalan di pulau yang menghasilkan pendapatan daerah tertinggi di Bombana.
Selain itu, ia juga mengungkapkan gerakan pemuda Kabaena merupakan gerakan intelektual, bertujuan untuk memberikan penegasan kepada pemerintah baik itu kabupaten, provinsi maupun nasional. Bahwa masyarakat Kabaena memiliki hak yang sangat mendesak untuk memperoleh akses jalan yang baik guna menghubungkan seluruh desa dan kecamatan di Pulau Kabaena dalam menggerakkan ekonomi, sosial dan politik masyarakat secara Universal.
” Gerakan pemuda Kabaena adalah gerakan terorganisir satu tema, yaitu: “masalah jalan” bukan yang lain. Hal ini wajib saya tegaskan agar menyatukan persepsi kita bahwa gerakan ini adalah gerakan moral untuk kepentingan masyarakat secara keseluruhan,” tegas Arham melalui pesan singkat, Sabtu, (07/09).
Terakhir, Arham sampaikan bahwa warga Kabaena akan mendukung semua program pembangunan Pemerintah Daerah yang bertujuan untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat kabupaten Bombana secara umum.
” Yah, Betul, Namanya G30.S-PK yaitu Gerakan 30 September Pemuda Kabaena, karena kami akan turun ke jalan mulai tanggal 14 September dan tanggal 30 September 2019.” tandasnya.
Peliput : Agus Saputra

