Site icon BAUBAUPOST.COM

Distan Busel Tampilkan Ragam Hasil Pertanian di Pameran HPS

F2.1 Distan Tampilkan Aneka Hasil Pertanian Busel di Pameran HPS

Distan Tampilkan Aneka Hasil Pertanian Busel di Pameran HPS

BATAUGA , BP – Dinas Pertanian (Distan) Buton Selatan (Busel) merupakan salah satu OPD yang akan menampilkan aneka ragam hasil pertanian di pameran Hari Pagan sedunia (HPS) ke-39, yang akan dipusatkan di lapangan eks MTQ, Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra) pada tanggal 2-6 November 2019.

Kepala Distan Busel Muhammad Syafir melalui Kabid Prasarana, Sarana dan Penyuluhan La Ode Mustari SP MSi mengatakan, saat ini pihaknya sedang mempersiapkan aneka ragam hasil pertanian Busel yang akan disiapkan untuk ditampilkan dalam stand pameran HPS ke-39 di Kendari.

Kata dia, pihaknya tidak sendiri dalam berpartisipasi di pemeran HPS ke-39 di Kendari. Ada beberapa stacholder saling berkolaborasi, misalnya Dinas Ketahanan Pangan, Dinas UKM, Koperasi dan Perindustrian dan Perdagangan. Contoh Dinas Pertanian menampilkan bahan baku pertanian seperti ubi kayu, maka Dinas Ketahanan Pangan pada pengolahannya akan menampilkan Kaopiku serta produk turunannya, sementara Dinas UKM, Koperasi, Perindutrian dan Perdagangan pada sisi pengemasannya hingga pemasarannya.

“Hasil pertanian yang ditampilkan dari hulu hingga hilir.” ucap La Ode Mustari saat dikonfirmasi belum lama ini.

Selain bahan baku ubi kayu, ada beberapa ragam hasil pertanian yang akan diboyong ke Pameran HPS ke-39 di Kendari. Mulai dari tanaman pangan yakni, empat jenis varietas padi beserta tangkainya, kacang tanah dari Desa Hendea dan Siompu. Keunikan kacang tanah dari Siompu memiliki ciri khas yakni setiap satu buahnya memiliki keseragaman banyaknya biji, antara tiga hingga empat.

Kemudian jagung merah lokal dari Lapandewa dan jangung three in one dari Kadatua juga akan ditampilkan. Kata Mustari disebut jagung three in one karena dalam satu tongkol jagung memiliki tiga warna, merah, ungu dan putih.

“Jagung tiga warna tersebut merupakan jagung lokal asli dari Kadatua,” katanya.

Untuk hasil perkebunan, akan menampilkan kopi Robusta dari Desa Hendean hasil holtikutura ada bawang merah Lapandewa dan Masiri Kecamatan Batauga. Bawang merah Lapandewa ciri khasnya dari ukuran umbinya lebih kecil, warna merah lebih menyolok, aromanya lebih tajam, sementara dari bawang budidaya dari Masiri, umbi lebih besar dan aroma tajam.

“Kalau jeruk Siompu kita hanya akan membawa bibit asli dari penakaran. Kemudian peternakan kami membawa telur itik asin,” tukasnya

Peliput : Amirul

This website uses cookies.

This website uses cookies.

Exit mobile version