Foto bersama usai peserta pemandu wisata di Busel mengikuti uji kompetensi kepemanduan

Peliput : Amirul

BATAUGA,BP-Sedikitnya 50 pemandu wisata di Buton Selatan disertifikasi Kementerian Pariwisata (Kemenpar) setelah mengikuti uji kompetensi kepemanduan, di Gedung Wisata, Batauga

Foto bersama usai peserta pemandu wisata di Busel mengikuti uji kompetensi kepemanduan
Foto bersama usai peserta pemandu wisata di Busel mengikuti uji kompetensi kepemanduan

Perwakilan LSP Pramindo sebagai lembaga pelaksana Sertifikasi dari Kemenpar, Supriatna Amiputra mengatakan uji kopetensi kepemanduan dianggap penting bagi para pemandu pariwisata. Mengingat kopetensi kerja seorang pemandu wisata diukur dengan adanya lisensi yang berupa sertifikat kompeten.

Lanjutnya, lisensi tersebut didapatkan setelah mengikuti uji kopetensi yaitu melalui assesment yang dipimpin seorang penguji.

“Pengakuan pemandu wisata yang telah melewati uji kompetensi adalah sertifikat kompeten. Sertifikat kompeten ini hanya diberikan kepada para peserta yang mengikuti uji kopetensi kepemanduan yang dinyatakan telah memenuhi standar kemampuan di bidang kepemanduan,” ucap Supriatna Amiputra belum lama ini

Menurutnya, sertifikasi juga merupakan bentuk pelaksanaan amanat Undang-Undang tentang kepariwisataan dan Keputusan Menteri Pariwisata nomor 4 dan nomor 8 tahun 2014, yang menekankan bahwa setiap profesi di bidang kepariwisataan harus mempunyai sertifikat.

“Para pemandu wisata ini memiliki SOP tertentu dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Setidaknya semua aturan main itu bisa dilaksanakan paling tidak sesuai standar minimal yang ditetapkan.,” tuturnya

Olehnya itu, kata Suptriana dalam asesmen atau uji kopetensi tersebut para penguji akan menguji pengetahuan dan pengalaman para assesi atau peserta uji kopetensi untuk diketahui sejauh mana mengetahui kemampuannya.

Ia merincikan, beberapa tahapan asesmen yang dilakukan selama proses pelaksanaan uji kopetensi yakni pengumpulan berkas dalam hal ini portofolio dan dokumen pendukung lainnya sebagai bukti bahwa peserta betul-betul pemandu wisata.

“Kemudian wawancara yang intinya menjelaskan gambaran apa yang dilakukannya ketika sedang mengantar wisatawan dan terakhir adalah tes pengetahuan umum yang berkaitan dengan ilmu kepemanduan,” ujarnya.

Sementara Kepala Seksi (Kasi) Pengembangan SDM dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Sultra, La Ode Ali Ahmadi mengaku senang dengan adanya sertifikasi di Buton Selatan

Dikatakannyan terlaksannya uji kometensi pemanduan serta tersertifikasinya 50 pemandu wisata di Busel karena terjalin koordinasi dan kemitraan yang baik antara pemerintah kabupaten bersama pemerintah provinsi.

Ali Ahmadi menambahkan, kegiatan sertifikasi kepemanduan di Sultra telah diseriusi sejak tahun 2013 lalu dan hasilnya untuk jumlah pemandu wisata yang ada di Sultra telah mencapai angka lebih 7.000 orang.

Sementara itu, Ketua Himpunan Pramuwisata Indoensia (HPI) Busel , Andi Ahmad mengatakan berterimakasih kepada Kemenpar, pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten yang telah serius memfasilitasi para pemandu wisata di Busel untuk mendapatkan lisensi kepemanduannya.

“Saya berharap semangat dan keseriusan para pihak ini tidak pernah surut sehingga roda pengembangan pariwisata khususnya di bidang SDM terus semakin berdaya saing,” singkatnya. (*)

Nonton Video Berikut dari YouTube BaubauPost TV Channel:

BANTU NELAYAN TERDAMPAK COVID-19 BHABINKAMTIBMAS PASARWAJO BUAT PENANGKARAN IKAN AIR ASIN

Bhabinkamtibmas Kelurahan Pasarwajo Briptu Aswin Ismar, mengajak sejumlah nelayan membuat penangkaran ikan air asin dengan menggunakan Keramba Jaring Apung (KJA) yang terbuat dari bahan High Density Polyethylene (HDPE) Aquatech. Jenis ikan yang dipelihara adalah jenis ikan Bubara, dengan jumlah bibit 10.000 ekor. Aktifitas tersebut sudah berjalan hampir empat bulan, dan akan panen saat sudah delapan atau 12 bulan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest