Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 02 Juni 2026
baca Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 02 Juni 2026 Versi PDF
baca Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 02 Juni 2026

baca juga Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi lainnya:
baca berita lainnya:

Kepala UPTD Labkesda Kota Baubau Asriani Lanto AMK menjelaskan bahwa pemeriksaan tersebut merupakan salah satu syarat utama bagi relawan sebelum terlibat langsung dalam pelayanan makanan.
“Pemeriksaan yang dilakukan meliputi tes TST atau tes mantoux untuk mendeteksi TB serta pemeriksaan hepatitis A melalui sampel darah,” ujar Asriani pada media Baubau Post, Jumat (22/5/2026).
Ia menjelaskan, pemeriksaan hepatitis A menjadi perhatian khusus karena penyakit tersebut dapat menular melalui makanan, sehingga sangat penting bagi relawan yang berhubungan langsung dengan pengolahan dan distribusi makanan.
“Tujuan pemeriksaan hepatitis A ini sebagai langkah pencegahan, karena relawan MBG bersentuhan langsung dengan makanan,” katanya.
Sebanyak 40 relawan mengikuti pemeriksaan kesehatan tersebut. Dari hasil pemeriksaan laboratorium, seluruh peserta dinyatakan negatif hepatitis A dan memenuhi syarat untuk menjadi relawan MBG.
“Alhamdulillah hasil pemeriksaan hepatitis A semuanya negatif, jadi memenuhi syarat untuk menjadi relawan,” jelasnya.
Sementara itu, untuk hasil pemeriksaan TST atau tes mantoux, pembacaan dilakukan Dua hari setelah pemeriksaan dan berada di bawah penanganan Puskesmas bersama Dinas Kesehatan.

Asriani menambahkan, pemeriksaan kesehatan bagi relawan MBG dilakukan secara berkala setiap enam bulan selama program berjalan.
“Dalam satu tahun dilakukan dua kali pemeriksaan atau setiap enam bulan, baik tes TB maupun hepatitis A,” ungkapnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya pemeriksaan relawan lebih difokuskan pada hepatitis B. Namun, seiring meningkatnya perhatian terhadap keamanan makanan, kini pemeriksaan hepatitis A diwajibkan bagi seluruh relawan MBG.
“Karena mereka berhubungan langsung dengan makanan, maka pemeriksaan hepatitis A diwajibkan,” katanya.
Menurutnya, pernah ditemukan satu kasus relawan yang terdeteksi positif hepatitis A. Relawan tersebut langsung dirumahkan sementara dan menjalani terapi pengobatan selama enam bulan.
BACA JUGA:
- Ny Siti Norma Adios Pastikan Posyandu 6 SPM Berjalan Rutin di Desa
- Ketua TP PKK Baubau Hj Sitti Aryati Yusran Serukan Perangi Zero-Dose Melalui Imunisasi Demi Generasi Emas 2045
“Kalau setelah pengobatan hasilnya sudah negatif, maka bisa kembali bekerja tergantung kebijakan SPPG,” jelasnya.
Asriani juga menyebutkan bahwa pemeriksaan hepatitis A di Kota Baubau saat ini hanya dapat dilakukan di Labkesda Kota Baubau karena fasilitas pemeriksaannya belum tersedia di tempat lain.
“Kalau hepatitis A, pemeriksaannya hanya ada di Labkesda,” tutupnya.(*)


