Kunjungan Menteri Haji dan Umroh Buka Jalan Ekspor Ikan Baubau ke Arab Saudi Sekaligus Bidik Jadi Hub Maritim NasionalKunjungan Menteri Haji dan Umroh Buka Jalan Ekspor Ikan Baubau ke Arab Saudi Sekaligus Bidik Jadi Hub Maritim Nasional

BAUBAU, BAUBAUPOST.COM  – Pemerintah Kota Baubau mulai mematangkan langkah besar menjadikan daerah tersebut sebagai pusat maritim di kawasan timur Indonesia dengan memanfaatkan peluang ekspor produk perikanan ke Arab Saudi. Peluang itu mengemuka setelah kunjungan kerja Menteri ke salah satu perusahaan pengolahan ikan di Kelurahan Sulaa, Sabtu (11/7/2026), yang membuka kesempatan penyediaan bahan pangan bagi jemaah haji asal Indonesia sekaligus memperluas akses pasar internasional bagi produk perikanan Baubau. “Kunjungan Menteri Haji dan Umroh Buka Jalan Ekspor Ikan Baubau ke Arab Saudi Sekaligus Bidik Jadi Hub Maritim Nasional,”

 

Kunjungan Menteri Haji dan Umroh Buka Jalan Ekspor Ikan Baubau ke Arab Saudi Sekaligus Bidik Jadi Hub Maritim Nasional
Kunjungan Menteri Haji dan Umroh Buka Jalan Ekspor Ikan Baubau ke Arab Saudi Sekaligus Bidik Jadi Hub Maritim Nasional

Peluang tersebut dinilai sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Kota Baubau yang menargetkan daerah ini menjadi Hub Maritim dalam dua dekade mendatang. Untuk mewujudkan target tersebut, Dinas Perikanan Kota Baubau tidak hanya menyiapkan kapasitas daerah sendiri, tetapi juga membangun kolaborasi dengan wilayah penghasil ikan di sekitar Kepulauan Buton, seperti Kabupaten Buton dan Kabupaten Buton Selatan, sehingga pasokan ikan dapat terjaga secara berkelanjutan ketika permintaan ekspor meningkat.

Kepala Dinas Perikanan Kota Baubau, Hj. Yulia Widiarti, ST., M.Si., mengatakan peluang ekspor tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sektor perikanan lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan dan pelaku usaha. Menurutnya, langkah yang ditempuh saat ini merupakan investasi jangka panjang bagi pengembangan ekonomi maritim daerah.

“Saat ini kita sedang meletakkan dasar-dasarnya. Kita perbanyak fasilitas penyimpanan (cold storage), tingkatkan kapasitas nelayan serta pelaku usaha, dan kita perkuat pemenuhan administrasinya,” ujar Yulia.

Ia menjelaskan, salah satu tantangan utama menuju ekspor adalah memastikan kualitas hasil tangkapan tetap terjaga. Karena itu, Pemerintah Kota Baubau memprioritaskan pembangunan sistem rantai dingin (cold chain) melalui penyediaan fasilitas cold storage, optimalisasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI), kesiapan produksi tuna loin melalui Buton Tuna Loin, serta dukungan cadangan pasokan sekitar 40 ton dari para pelaku usaha perikanan.

“Ketersediaan ikan kita melimpah. Tantangannya adalah bagaimana menjaga kualitasnya saat produksi melonjak. Kuncinya ada pada fasilitas cold storage. Dengan rantai dingin yang baik, pasokan kepada pembeli dapat terjamin dan harga ikan di tingkat nelayan tetap stabil,” katanya.

Untuk memperkuat infrastruktur tersebut, Pemkot Baubau tengah mempercepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Dari empat lokasi yang diajukan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), tiga lokasi yakni Kelurahan Sulaa, Bone Bone, dan Lowu-Lowu telah resmi berkontrak sejak 22 Juni 2026 dan kini memasuki tahap pembangunan. Sementara lokasi di Kelurahan Lakologou masih dalam proses pengalihan aset dari Pemerintah Provinsi kepada Pemerintah Kota Baubau sebelum kembali diusulkan kepada KKP.

Yulia mengungkapkan, selama ini produk perikanan Baubau sebenarnya telah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia, namun ekspor langsung masih sangat terbatas, kecuali komoditas ubur-ubur yang sebelumnya berhasil menembus pasar luar negeri. Karena itu, Dinas Perikanan terus melakukan pendampingan kepada pelaku usaha untuk melengkapi seluruh dokumen administrasi ekspor sekaligus mengatasi kendala kepastian pembayaran dan jaringan bisnis internasional melalui skema kerja sama yang difasilitasi kementerian.

“Selama ini produk perikanan kita sudah banyak keluar daerah, tetapi ekspor langsung secara mandiri memang belum berkembang. Pendampingan administrasi menjadi fokus kami agar pelaku usaha siap memasuki pasar internasional,” ujarnya.

baca juga:

  1. Nilai Pelayanan 98 Persen, Dukcapil Kota Baubau Raih Predikat Memuaskan, Terbaik di Sulawesi
  2. Jelang PPDB, Dukcapil Baubau Percepat Digitalisasi Dokumen Kependudukan dengan Dokumen Berbarcode

Secara historis, sektor perikanan merupakan salah satu kekuatan utama ekonomi Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17 ribu pulau dan potensi sumber daya laut yang sangat besar. Pemerintah Indonesia dalam beberapa tahun terakhir juga terus mendorong hilirisasi hasil perikanan serta peningkatan nilai ekspor ke berbagai negara, termasuk kawasan Timur Tengah yang menjadi pasar potensial bagi produk pangan halal. Di tingkat internasional, kebutuhan logistik pangan bagi jutaan jemaah haji setiap tahun menjadikan Arab Saudi sebagai salah satu pasar strategis bagi produk perikanan berkualitas, sehingga peluang yang kini dibuka melalui kunjungan kerja kementerian dinilai dapat menjadi pintu masuk bagi Baubau untuk memperkuat posisinya sebagai pusat distribusi perikanan di kawasan timur Indonesia.(*)

baca berita lainnya:

BAUBAU, BAUBAUPOST.COM —Pemerintah Kota Baubau mendorong Karang Taruna menjadi motor penggerak pembangunan sosial, penguatan nilai-nilai kebangsaan, sekaligus garda terdepan dalam upaya penanggulangan bencana. Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Peningkatan Nilai-Nilai Kebangsaan dan Kebijakan Bidang Kesejahteraan Sosial yang diselenggarakan Karang Taruna Kota Baubau di Nirwana Buton Villa Tamimu Ballroom, Jalan Dayanu Ikhsanuddin, Kelurahan Sulaa, Kecamatan Betoambari, Jumat (10/7/2026). “Karang Taruna Baubau Perkuat Nilai Kebangsaan, Pemkot Ajak Pemuda Jadi Garda Terdepan Kesejahteraan Sosial dan Tanggap Bencana,”

Karang Taruna Baubau Perkuat Nilai Kebangsaan, Pemkot Ajak Pemuda Jadi Garda Terdepan Kesejahteraan Sosial dan Tanggap Bencana
Karang Taruna Baubau Perkuat Nilai Kebangsaan, Pemkot Ajak Pemuda Jadi Garda Terdepan Kesejahteraan Sosial dan Tanggap Bencana

Kegiatan bertema “Sinergi Kebangsaan dan Transformasi Sosial melalui Penguatan Karang Taruna” itu dibuka Staf Ahli Wali Kota Baubau Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum, Dr. Mohamad Tasdik, M.Si., mewakili Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim, S.E. Forum tersebut menjadi ruang konsolidasi antara pemerintah, organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta perangkat daerah untuk memperkuat kolaborasi dalam pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Tasdik menegaskan bahwa pembangunan tidak lagi dapat sepenuhnya bertumpu pada pemerintah, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran nasional. Karena itu, keterlibatan organisasi kepemudaan menjadi faktor penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat sebagaimana menjadi prioritas Pemerintah Kota Baubau dalam RPJMD 2025–2029.

“Di banyak daerah organisasi kepemudaan menunggu digerakkan oleh pemerintah. Di Baubau justru pemudanya yang bergerak lebih dahulu dan mengundang pemerintah untuk bersinergi. Inilah wajah kepeloporan yang sesungguhnya,” ujar Tasdik.

Menurut Tasdik, penguatan nilai kebangsaan tidak dapat dipisahkan dari pembangunan kesejahteraan sosial. Kebangsaan, katanya, harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Sebaliknya, pembangunan kesejahteraan juga harus tetap berpijak pada semangat persatuan agar tidak kehilangan arah dalam pelaksanaannya.

“Kebangsaan tanpa kesejahteraan hanya akan menjadi slogan, sedangkan kesejahteraan tanpa semangat kebangsaan akan kehilangan arah,” katanya.

Ia menjelaskan Karang Taruna memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam mengatasi berbagai persoalan sosial, mulai dari pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi pemuda, pencegahan kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba, hingga pendampingan kelompok rentan. Menurutnya, organisasi kepemudaan harus terus memperkuat kapasitas kelembagaan hingga tingkat kelurahan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.

Tasdik juga mengingatkan bahwa tantangan generasi muda saat ini jauh berbeda dibandingkan masa-masa sebelumnya. Jika dahulu perjuangan bangsa dilakukan melalui perlawanan fisik terhadap penjajahan, kini ancaman hadir melalui ruang digital dalam bentuk penyebaran hoaks, ujaran kebencian, polarisasi sosial, serta berkembangnya paham radikalisme. Karena itu, nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika harus terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Nilai-nilai kebangsaan harus menjadi fondasi karakter generasi muda agar mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Tasdik yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kota Baubau mengajak Karang Taruna berpartisipasi aktif dalam pengurangan risiko bencana. BPBD Kota Baubau saat ini mengembangkan budaya kerja SIGAP yang merupakan akronim dari Siaga, Informasi, Gerak Cepat, Aman, dan Pulih. Melalui program tersebut, BPBD membuka kesempatan bagi pemuda untuk mengikuti pelatihan, simulasi, hingga pembentukan jejaring relawan di setiap kelurahan.

“Pemuda Karang Taruna merupakan potensi besar yang dapat menjadi garda terdepan saat terjadi bencana. BPBD membuka ruang pelatihan, simulasi, dan pembentukan jejaring relawan pemuda tangguh bencana,” ujarnya.

Secara historis, peran pemuda telah menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Momentum Kebangkitan Nasional tahun 1908, Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, hingga Reformasi 1998 menunjukkan bahwa perubahan besar selalu melibatkan generasi muda sebagai pelopor. Di tingkat internasional, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga menetapkan 12 Agustus sebagai International Youth Day (Hari Pemuda Internasional) sebagai pengakuan atas kontribusi strategis pemuda dalam mendorong pembangunan berkelanjutan, perdamaian, dan ketahanan masyarakat menghadapi berbagai tantangan global.

Selain menanamkan semangat kebangsaan, Tasdik mengajak generasi muda Baubau menghidupkan kembali falsafah masyarakat Buton “Bolimo Karo Somanamo Lipu”, yang mengandung makna mendahulukan kepentingan daerah dan masyarakat di atas kepentingan pribadi. Nilai lokal tersebut dinilai tetap relevan sebagai landasan moral dalam membangun karakter pemuda yang berintegritas, peduli, dan memiliki jiwa pengabdian.

baca juga:

  1. Kolaborasi Warga Antar Kelurahan Tampuna Raih Juara I Lomba KEDAI Kota Baubau …
  2. Wali Kota Baubau H Yusran Fahim Ajak Warga Perkuat Ketahanan Pangan dari Pekarangan Saat Serahkan Serahkan Hadiah Lomba Kebun Dapur Ibu

Mengakhiri sambutannya, Tasdik menitipkan tiga pesan kepada seluruh pengurus Karang Taruna, yakni menjadikan nilai-nilai kebangsaan sebagai fondasi karakter organisasi, memperkuat kelembagaan hingga tingkat kelurahan, serta melahirkan program kerja yang terukur dan berkelanjutan. Ia menegaskan transformasi sosial tidak lahir dari seminar atau diskusi semata, melainkan dari aksi nyata yang mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Baubau beserta jajaran perangkat daerah, camat dan lurah se-Kota Baubau, pengurus Karang Taruna, narasumber, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda.(*)

 

Visited 194 times, 3 visit(s) today
One thought on “Kunjungan Menteri Haji dan Umroh Buka Jalan Ekspor Ikan Baubau ke Arab Saudi Sekaligus Bidik Jadi Hub Maritim Nasional”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *