Bupati Buton Selatan H Muh Adios Perkuat Reformasi Birokrasi Dengan Lantik Sembilan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Hasil Seleksi Terbuka 2026, Ini Dia Nama-namanyaBupati Buton Selatan H Muh Adios Perkuat Reformasi Birokrasi Dengan Lantik Sembilan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Hasil Seleksi Terbuka 2026, Ini Dia Nama-namanya

BUTON SELATAN, BAUBAUPOST.COM – Bupati Buton Selatan, H. Muhammad Adios, resmi melantik dan mengambil sumpah/janji sembilan Pejabat Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama hasil Seleksi Terbuka Tahun 2026. Prosesi pelantikan yang dipusatkan di Gedung Lamaindo, Kecamatan Batauga, Senin (20/7/2026). “Bupati Buton Selatan H Muh Adios Perkuat Reformasi Birokrasi Dengan Lantik Sembilan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Hasil Seleksi Terbuka 2026, Ini Dia Nama-namanya,”

Bupati Buton Selatan H Muh Adios Perkuat Reformasi Birokrasi Dengan Lantik Sembilan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Hasil Seleksi Terbuka 2026, Ini Dia Nama-namanya
Bupati Buton Selatan H Muh Adios Perkuat Reformasi Birokrasi Dengan Lantik Sembilan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Hasil Seleksi Terbuka 2026, Ini Dia Nama-namanya

Pelantikan tersebut berlangsung secara khidmat dan menjadi bagian dari penguatan birokrasi berbasis sistem merit di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buton Selatan.

Pelantikan ditandai dengan pengambilan sumpah jabatan, penandatanganan berita acara pelantikan, serta penyerahan dokumen pelantikan kepada masing-masing pejabat yang disaksikan oleh para undangan.

Kegiatan tersebut dihadiri Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekretariat Daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta para camat di lingkup Pemerintah Kabupaten Buton Selatan.

Dalam sambutan Bupati Buton Selatan H. Muhammad Adios menegaskan bahwa, pelantikan bukan sekadar agenda seremonial ataupun mengisi kekosongan jabatan. Pelantikan tersebut merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, transparan, dan berbasis sistem sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Pelantikan dan pergantian pimpinan ini merupakan hasil Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Tahun 2026. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bagian dari upaya membangun birokrasi yang profesional dan berintegritas,” ujar Adios.

Ia menjelaskan, seluruh tahapan seleksi telah dilaksanakan secara objektif, transparan, kompetitif, dan profesional. Para peserta mengikuti proses mulai dari seleksi administrasi, tes kompetensi berbasis komputer, penulisan makalah, wawancara, hingga penilaian rekam jejak oleh panitia seleksi.

Dari seluruh rangkaian tersebut, panitia menetapkan tiga peserta terbaik untuk setiap jabatan yang diperebutkan. Berdasarkan hasil penilaian objektif dan rekomendasi teknis, pemerintah kemudian menetapkan pejabat yang dinilai paling memenuhi syarat untuk menduduki jabatan strategis tersebut.

“Seleksi ini menghasilkan kader-kader terbaik yang dimiliki Kabupaten Buton Selatan. Mereka memiliki kemampuan yang mumpuni sesuai jabatan yang akan diemban. Penempatan pimpinan benar-benar didasarkan pada kompetensi, integritas, dan rekam jejak kinerja,” katanya.

Bupati mengingatkan bahwa jabatan yang diemban bukanlah bentuk penghargaan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan kepada Allah SWT.

Ia meminta seluruh pejabat yang baru dilantik mampu menjadi pemimpin yang profesional, berprestasi, serta menjadi motor penggerak perubahan dan inovasi di masing-masing organisasi perangkat daerah.

“Pastikan pelayanan publik berjalan cepat, mudah, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat Buton Selatan. Bangun budaya kerja yang kolaboratif, disiplin, dan tertib administrasi. Saya tidak menginginkan pejabat yang hanya pandai membuat laporan, tetapi minim aksi. Saya ingin saudara hadir di tengah masyarakat dan menyelesaikan persoalan yang dihadapi warga,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta Seleksi Terbuka JPT Pratama, termasuk mereka yang berhasil masuk tiga besar namun belum memperoleh kesempatan untuk dilantik.

“Saya mengucapkan terima kasih atas dedikasi, semangat, dan sportivitas seluruh peserta. Bagi yang belum terpilih, tetaplah memberikan pengabdian terbaik karena kompetensi saudara tetap dibutuhkan untuk membangun Kabupaten Buton Selatan,” ujarnya.

Prosesi pelantikan ditutup dengan penandatanganan berita acara, pemberian ucapan selamat, dan sesi foto bersama. Para pejabat yang baru dilantik diharapkan segera menyusun program kerja, memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah, serta bersinergi dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

baca juga:

  1. Dana Abadi Pendidikan Rp195,8 Triliun, LPDP Perluas Akses Beasiswa, UM Buton Gelar Seminar Sosialisasi Tahap II
  2. Pengawasan Pemilu Berbasis Kearifan Lokal, Kabhanti Dinilai Efektif Bangun Budaya Demokrasi di Buton

 

Berikut Sembilan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang Dilantik:

1. La Ode Bariu – Kepala Dinas Pendidikan.

2. dr. La Ode Achmad Amanah Maulana – Kepala Dinas Kesehatan.

3. Iwan Mulyawan – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.

4. La Ode Muhammad Ilmayang Amli – Kepala Dinas Perhubungan.

5. Rusman Alam Purnama – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

6. Madina Hasmar – Kepala Dinas Perikanan.

7. La Ode Muhamad Hidayat – Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan.

8. Hasmin Joko – Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah.

9. Haida – Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

 

baca beria lainnya:

 

BAUBAU, BAUBAUPOST.COM – Pemerintah Kota Baubau melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Baubau terus memperluas program pendidikan kebencanaan dengan menggelar Sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Kesiapsiagaan Bencana bagi 100 siswa SMP Negeri 7 Baubau, Selasa (21/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sekolah yang siaga sekaligus memperkuat budaya mitigasi bencana sejak usia dini. “Gandeng BMKG dan PMI, Plt Kalaksa BPBD Baubau Dr Moh Tasdik Buka Sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi Kebencanaan Bagi Siswa SMP Negeri 7 Baubau, Pelajar Menjadi Agen Edukasi Kebencanaan,”

 

Gandeng BMKG dan PMI, Plt Kalaksa BPBD Baubau Dr Moh Tasdik Buka Sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi Kebencanaan Bagi Siswa SMP Negeri 7 Baubau, Pelajar Menjadi Agen Edukasi Kebencanaan
Gandeng BMKG dan PMI, Plt Kalaksa BPBD Baubau Dr Moh Tasdik Buka Sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi Kebencanaan Bagi Siswa SMP Negeri 7 Baubau, Pelajar Menjadi Agen Edukasi Kebencanaan

Sosialisasi yang dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pelaksana BPBD Kota Baubau, Dr. Mohamad Tasdik, M.Si., mewakili Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim, S.E., menghadirkan narasumber dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Palang Merah Indonesia (PMI). Para peserta memperoleh materi mengenai potensi bencana, langkah mitigasi, kesiapsiagaan, hingga tindakan penyelamatan diri saat terjadi keadaan darurat.

Dalam sambutannya, Tasdik menegaskan bahwa penguatan kapasitas masyarakat menghadapi bencana tidak dapat dilakukan secara instan, tetapi harus dimulai melalui pendidikan yang berkelanjutan di lingkungan sekolah. “Sosialisasi KIE kebencanaan bagi siswa SMP ini merupakan bagian tidak terpisahkan dari upaya membangun sekolah-sekolah yang siaga dan tangguh bencana di Kota Baubau,” ujarnya.

Menurutnya, BPBD Kota Baubau terus mengembangkan sistem penanggulangan bencana yang terintegrasi, mulai dari tahap prabencana, tanggap darurat hingga pascabencana. Sistem tersebut dibangun melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan agar mampu meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

5

Tasdik juga mengingatkan para siswa agar tidak hanya memahami materi yang diberikan, tetapi mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. “Ikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, pahami materi dari para narasumber, jangan ragu bertanya, dan praktikkan pengetahuan yang diperoleh di sekolah maupun di rumah,” pesannya. Ia menambahkan, “Kalian adalah bagian penting dari upaya bersama membangun Kota Baubau yang tangguh bencana.”

Program tersebut merupakan implementasi kerangka operasional SIGAP yang dikembangkan BPBD Kota Baubau. Melalui program ini, pelajar diposisikan sebagai agen penyebar informasi kebencanaan sehingga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran keluarga dan masyarakat terhadap pentingnya mitigasi risiko bencana.

3 7

Secara historis, pendidikan kebencanaan semakin mendapat perhatian dunia setelah Konferensi Dunia Pengurangan Risiko Bencana di Kobe, Jepang, pada 2005 melahirkan Hyogo Framework for Action 2005–2015, yang menempatkan pendidikan sebagai salah satu strategi utama pengurangan risiko bencana. Komitmen tersebut kemudian diperkuat melalui Sendai Framework for Disaster Risk Reduction 2015–2030 yang mendorong setiap negara membangun masyarakat tangguh melalui peningkatan literasi kebencanaan, khususnya di lingkungan pendidikan. Di Indonesia, penguatan edukasi kebencanaan juga menjadi bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, yang menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas masyarakat sebagai salah satu pilar utama pengurangan risiko bencana.

baca juga:

  1. Kabhanti Dinilai Efektif Perkuat Budaya Demokrasi dan Pengawasan Pemilu di Buton …
  2. SMA Negeri 1 Baubau Terima 432 Siswa Baru Pertahankan 12 Rombel, SPMB Berjalan Transparan Tanpa Intervensi

Kegiatan di SMP Negeri 7 Baubau turut dihadiri unsur BPBD Kota Baubau, jajaran BMKG dan PMI sebagai narasumber, serta kepala sekolah bersama dewan guru. Pemerintah Kota Baubau menyatakan akan terus memperluas jangkauan program edukasi kebencanaan ke seluruh satuan pendidikan sebagai langkah mewujudkan Baubau sebagai kota tangguh bencana (resilient city) sekaligus memperkuat budaya kesiapsiagaan masyarakat sejak usia sekolah.(*)

Visited 128 times, 10 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *