Bupati Adios- Wali Kota Yusran Perkuat Konektivitas Pulau Buton, Bandara dan Infrastruktur Jadi Fokus Utama, Baubau dan Buton Selatan Satukan LangkahBupati Adios- Wali Kota Yusran Perkuat Konektivitas Pulau Buton, Bandara dan Infrastruktur Jadi Fokus Utama, Baubau dan Buton Selatan Satukan Langkah

BUTON SELATAN, BAUBAUPOST.COM – Penguatan konektivitas kawasan menjadi agenda utama Pemerintah Kabupaten Buton Selatan dan Pemerintah Kota Baubau. Bupati Buton Selatan Muhammad Adios dan Wali Kota Baubau Yusran Fahim membahas keberlanjutan penerbangan, pengembangan Bandar Udara Betoambari, serta pembangunan jaringan jalan saat keduanya bertemu di Rumah Jabatan Bupati Buton Selatan, Rabu (19/8/2026). “Bupati Adios- Wali Kota Yusran Perkuat Konektivitas Pulau Buton, Bandara dan Infrastruktur Jadi Fokus Utama, Baubau dan Buton Selatan Satukan Langkah,”

Bupati Adios- Wali Kota Yusran Perkuat Konektivitas Pulau Buton, Bandara dan Infrastruktur Jadi Fokus Utama, Baubau dan Buton Selatan Satukan Langkah
Bupati Adios- Wali Kota Yusran Perkuat Konektivitas Pulau Buton, Bandara dan Infrastruktur Jadi Fokus Utama, Baubau dan Buton Selatan Satukan Langkah

Pertemuan itu menempatkan Bandar Udara Betoambari sebagai salah satu simpul penting mobilitas masyarakat Pulau Buton. Adios mendukung keberlanjutan penerbangan yang menggunakan pesawat Boeing dan berharap pemerintah daerah dapat bersama-sama menjaga layanan tersebut karena manfaatnya tidak hanya dirasakan warga Baubau, tetapi juga masyarakat Buton Selatan dan daerah lain di kawasan Kepulauan Buton.

“Kita harus bahu-membahu, terutama dalam membahas kepentingan masyarakat di Pulau Buton,” kata Adios. Menurut dia, keberadaan Betoambari merupakan kepentingan bersama karena Baubau dan Buton Selatan memiliki keterkaitan wilayah, mobilitas penduduk, serta aktivitas ekonomi.

Secara historis, Betoambari bukan fasilitas baru dalam menopang konektivitas kawasan. Kementerian Perhubungan mencatat lapangan terbang perintis tersebut mulai dibangun pada 1975/1976 dan diresmikan pada 22 Oktober 1976 dengan landasan awal 820 x 23 meter. Pengelolaannya kemudian beralih kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara pada 1978 dan pada 1984 resmi dikenal sebagai Bandar Udara Betoambari Baubau.

Perkembangan tersebut menunjukkan bagaimana infrastruktur udara secara bertahap menjadi bagian penting dari konektivitas antardaerah kepulauan. Dalam konteks Indonesia sebagai negara kepulauan, penguatan jaringan transportasi udara juga menjadi bagian dari upaya mengatasi hambatan jarak dan geografis. Kementerian Perhubungan mencatat bahwa pada awal masa kemerdekaan 1945–1949, transportasi darat menjadi perhatian utama pemerintah karena sarana perhubungan laut dan udara belum optimal.

Kini, kebutuhan pengembangan Betoambari kembali mengemuka. Dalam pertemuan tersebut dibahas rencana penambahan panjang landasan sekitar 400 meter agar kapasitas pelayanan bandara dapat ditingkatkan dan peluang bagi lebih banyak jenis pesawat terbuka. Adios berharap pengembangan itu dapat memperkuat akses transportasi masyarakat Pulau Buton. “Harapan kita, bandara bisa dikembangkan sehingga pesawat-pesawat lainnya juga dapat masuk dan melayani masyarakat di wilayah Pulau Buton,” ujarnya.

Selain penerbangan, kedua kepala daerah membahas pembangunan dan penyambungan jalan selebar sekitar 30 meter dari kawasan Batalyon 871 Lamaindo menuju wilayah Kota Baubau. Jalan tersebut diproyeksikan menjadi akses strategis untuk memperkuat konektivitas sekaligus menunjang perkembangan kawasan pemerintahan Buton Selatan, termasuk menuju Kantor Bupati Buton Selatan yang tengah dibangun.

Bagi Adios, percepatan pembangunan infrastruktur harus menjadi prioritas karena dampaknya berkaitan langsung dengan mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat. “Daerah kita harus cepat membangun infrastruktur. Infrastruktur harus menjadi perhatian agar daerah kita bisa segera mengalami perubahan dan masyarakat merasakan manfaatnya,” katanya.

baca juga:

  1. PTSL Tembus 4.200 Bidang di Busel, 371 Warga Gaya Baru Terima Sertifikat
  2. Wali Kota H Yusran Fahim Luncurkan Bantuan Pangan Untuk 14.850 KPM Yang Disalurkan Bulog Baubau Berupa Beras Sebanyak 445,5 Ton Tiga Bulan Sekaligus

Sinergi kedua pemerintah daerah tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pengembangan konektivitas Pulau Buton tidak dapat hanya dipandang sebagai kepentingan satu wilayah administratif. Dengan Betoambari telah beroperasi sejak 1976 dan terus mengalami pengembangan, serta adanya rencana penguatan jaringan jalan, kerja sama Baubau dan Buton Selatan diarahkan untuk menjadikan transportasi dan infrastruktur sebagai fondasi pertumbuhan kawasan.(*)

baca berita lainnya:

 

BUTON SELATAN, BAUBAUPOST.COM – Pantai Singku di Desa Gerak Makmur, Kecamatan Sampolawa, Buton Selatan, menjadi ruang perjumpaan lintas bangsa ketika 29 peserta Sail to Indonesia disambut Pemerintah Kabupaten Buton Selatan melalui Gala Dinner dan South Buton Cultural Night, Selasa (18/8/2026) malam. Perhelatan itu sekaligus dimanfaatkan untuk memperkenalkan kekayaan bahari dan budaya daerah kepada para pelayar mancanegara. “Bupati Buton Selatan H Muh Adios Sambut 29 Peserta Sail to Indonesia di Pantai Singku Buton Selatan, Dorong Dampak Ekonomi untuk UMKM,”

Bupati Buton Selatan H Muh Adios Sambut 29 Peserta Sail to Indonesia di Pantai Singku Buton Selatan, Dorong Dampak Ekonomi untuk UMKM
Bupati Buton Selatan H Muh Adios Sambut 29 Peserta Sail to Indonesia di Pantai Singku Buton Selatan, Dorong Dampak Ekonomi untuk UMKM

Kegiatan yang digelar dalam suasana peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut mengangkat tema “Semangat Kemerdekaan RI ke-81, Mengikat Persaudaraan Antarbangsa melalui Pesona Bahari dan Budaya Buton Selatan”. Pemerintah daerah menempatkan kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, tetapi sebagai sarana membangun jejaring persahabatan sekaligus membuka peluang promosi pariwisata Buton Selatan.

Bupati Buton Selatan Muhammad Adios mengatakan kehadiran para peserta memberikan warna tersendiri bagi masyarakat, terutama warga Desa Gerak Makmur dan wilayah sekitarnya. Menurut dia, interaksi antara peserta dan masyarakat dapat menjadi pengalaman yang memperkenalkan karakter alam serta kebudayaan Buton Selatan kepada komunitas internasional.

“Atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Buton Selatan, saya mengucapkan selamat datang dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada para peserta Sail to Indonesia yang telah berlabuh dan tinggal bersama kami di Desa Gerak Makmur,” kata Adios.

Selain menikmati panorama pesisir, para peserta memperoleh kesempatan mengenal potensi wisata bahari dan budaya setempat. Pemerintah Kabupaten Buton Selatan berharap pengalaman tersebut dapat memperluas promosi destinasi daerah sekaligus menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat yang terlibat dalam aktivitas pelayanan wisata dan usaha mikro, kecil, dan menengah.

“Kedatangan peserta Sail to Indonesia ini akan membawa dampak positif bagi perputaran ekonomi yang dirasakan oleh UMKM Buton Selatan,” ujar Adios.

Kehadiran rombongan itu juga memiliki konteks historis dalam perkembangan wisata bahari Indonesia. Sail Indonesia tercatat mulai berlangsung pada Juli 2001, sementara gagasan pengembangan reli pelayaran internasional tersebut telah dirancang sejak 2000. Dalam perjalanannya, kegiatan ini berkembang menjadi sarana memperkenalkan destinasi maritim Indonesia kepada pelayar internasional. Pada 2006 tercatat 96 yacht mengikuti kegiatan tersebut, meningkat menjadi 123 yacht pada 2007. Hingga 2022, penyelenggara mencatat lebih dari 1.200 yacht telah mengikuti rangkaian pelayaran Sail Indonesia.

Sejumlah pejabat turut menghadiri acara tersebut, antara lain Ketua DPRD Buton Selatan Dodi Hasri, Dandim 1413/Buton Letkol Inf Yoni, Kapolres Buton AKBP Ali Rais Ndraha, Kapolres Baubau AKBP Nur Alam, Kepala Kejaksaan Negeri Buton Sterry Fendy Andih, Danyon TP 871/La Maindo Letkol Inf Wahyu Dwi Kriswanto, serta perwakilan Danpos AL Baubau Paur Ops Kamla Lettu Laut (E) Umar Hatib. Hadir pula Sekda Buton Selatan La Ode Harwanto, Ketua KPU Hastun, Kepala BPN Asnani, anggota DPRD, kepala OPD, para camat, Ketua TP PKK Sitti Norma Adios, Ketua Persit KCK Cabang 48 Kodim 1413/Buton Ny. Anggit Yoni, dan sekitar 100 tamu undangan.

baca juga:

  1. 500 Pelajar Buton Selatan Ikuti Taptu HUT Ke-81 RI, Bupati H Muh Adios Serukan Persatuan …
  2. Bupati Adios Pimpin Upacara HUT RI, Serukan Kerja Nyata untuk Buton Selatan Maju, 72 Paskibraka Sukses Kibarkan Merah Putih

Adios mengapresiasi Dinas Pariwisata Buton Selatan dan seluruh panitia yang menyiapkan kegiatan beserta fasilitas pendukung. Sebagai bentuk penghargaan, pemerintah daerah menyerahkan plakat kepada perwakilan peserta sebelum rombongan melanjutkan pelayaran menuju check point berikutnya di Kabupaten Muna Barat. Dengan demikian, persinggahan di Pantai Singku menjadi bagian dari perjalanan panjang Sail to Indonesia yang memadukan pelayaran, pertukaran budaya, promosi pariwisata, dan interaksi ekonomi masyarakat pesisir.(*)

 

Visited 85 times, 1 visit(s) today
One thought on “Bupati Adios- Wali Kota Yusran Perkuat Konektivitas Pulau Buton, Bandara dan Infrastruktur Jadi Fokus Utama, Baubau dan Buton Selatan Satukan Langkah”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *