Peliput: Alan

LABUNGKARI, BP – Guru Tidak Tetap (GTT) akhirnya bisa bernafas lega karena honor daerah tahun 2017 sudah terbayarkan. Hal ini diketahui saat 905 honor GTT memadati kantor sekretariat daerah Kabupaten Buton Tengah menunggu pencairan pada kamis (28/12).

Bupati Buton Tengah, H Samahuddin SE mengatakan dirinya sengaja mengajak seluruh para GTT untuk hadir pada hari ini agar dirinya dapat memastikan secara detail tidak adanya potongan hingga para penerima betul-betul adalah si penerima (GTT) tersebut.

“Sengaja saya ajak semua agar saya mau lihat orangnya. Insya Allah tahun 2018 mendatang kita tambah gajinya sesuai dengan kemampuan keuangan daerah, tapi kita akan seleksi,” tutur Samahuddin saat menyampaikan sepatah kata di depan ratusan guru GTT dan disambut dengan tepuk tangan meriah dari para GTT.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Buteng (Disdikbud) , Hasan Tali SPd menambahkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Buton Tengah, kesejahteraan guru memang harus diperhatikan sehingga para GTT lebih fokus mendidik siswanya menjadi generasi penerus. Untuk itu dirinya berupaya mengawal hingga GTT mendapatkan kesejahteraan yang layak.

“Guru menjadi titik sentral dan awal dari semua pembangunan pendidikan jadi saya tidak akan setengah hati untuk tetap berupaya menigkatkan kesejahteraanya,” pungkas Hasan Tali saat dikonfirmasi sambil mengawal jalannya pencairan honor daerah tersebut.

Sekedar diketahui, dari jumlah 1017 GTT yang ada di Kabupaten Buton Tengah (Buteng) saat ini, terdapat 112 orang GTT yang tidak layak dan tidak berhak menerima honor daerah tahun anggaran 2017 setelah Disdikbud memferivikasinya.

Jadi rincian jumlah penerima honor daerah berjumlah 905 orang GTT, dengan rincian GTT Taman Kanak Kanak (TK) sebanyak 170 orang, Sekolah Dasar (SD) 408 orang dan Sekolah Menengah Pertama sebanyak 170 orang dengan total anggaran penerima perorang sebesar 2,1 juta rupiah.(*)

Pin It on Pinterest