Peliput: Amirul
BATAUGA, BP – Sistem penyaluran gaji pokok guru secara konvensional melalui bendahara sekolah akan diubah, Dinas Pendidikan Kabupaten Buton Selatan bakal menggandeng pihak perbankan yakni BNI 46 Cabang Baubau.
Dalam kerjasama itu, pihak BNI 46 Cabang Baubau akan menyalurkan gaji guru lingkup Pemkab Buton Selatan langsung melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM) masing-masing.
Kepala Dinas Pendidikan Buton Selatan Safilin mengatakan, pada prinsipnya bentuk kerjasama ini sebagai tindaklanjut kebijakan Bupati Buton Selatan Agus Feisal Hidayat, bahwa kedepan gaji PNS lingkup Dinas Pendidikan Busel menggunakan fasilitas sistem BNI 46 Baubau.
“Sehingga teman-teman guru itu nanti menerima gaji gajinya langsung ke ATM, memang ada pertanyaan dari guru yang ada di kepulauan terkait sistem itu yang akan menyulitkan mereka, karena akan berbodong-bondong ke ATM,” jelas Safilin saat ditemui di ruang pertemuan SMK Al Safitri beberapa waktu lalu.
Kata dia, untuk mengurai persoalan itu, pihak BNI akan menyiapkan perwakilannya disetiap pulau sebagai langkah antisipasi, sehingga memang pihak BNI harus melakukan sosialisasi kesetiap sekolah.
“Tinggal menunggu kesimpulan akhir Bupati untuk memulai langkah ini,” ucapnya.
Dijelaskan, total jumlah guru lingkup Dinas Pendidikan Kabupaten Buton Selatan minus SMA dan SMK kurang lebih 700 guru, dan total pencairan total gaji guru setiap bulan kurang lebih mencapai Rp 4 miliar.
“Tidak terhitung guru SMA dan SMK karena sekarang sudah menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi (Sultra),” katanya.
Ditambahkan, selama ini proses penyaluran gaji guru melalui BPD ke bendahara masing-masing sekolah, namun dengan hadirnya BNI 46 Cabang Baubau, maka akan memudahkan sistem penyaluran gaji guru, dan pihak BNI juga bakal memberikan fasilitas lainnya.(*)

