F01.2 MHI saat melakukan aksi di depan Kampus UM ButonMHI saat melakukan aksi di depan Kampus UM Buton

Peliput: Gustam

BAUBAU, BP – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Baubau, menuding Pemerintah Daerah (Pemda) ada dibalik kriminalitas yang akhir-akhir ini terjadi di Kota Baubau.

Tudingan tersebut diungkapkan HMI saat menggelar aksi damai, senin (12/03). Kader HMI menilai, Peraturan Daerah (Perda) tentang pengawasan Minuman Keras (Miras) tidak berjalan efektif.
Seorang peserta aksi, Dalman mengatakan, masyarakat Kota Baubau sejatinya kuat akan persatuan. Falsafah budaya Buton mengajarkan tentang moral dan tenggang rasa untuk saling menghargai sesama manusia.

“Akhir-akhir ini Kota Baubau tidak lagi dikenal sebagai daerah yang damai. Hal itu dikarenakan banyaknya kejadian kriminalitas yang meresahkan masyarakat,” kata Dalman dalam orasinya.
Menurut pihak kepolisian, lanjut Dalman, pemicu utama terjadinya kriminalitas adalah miras. Namun ironisnya, peredaran miras seakan tanpa pengawasan Pemda.
“Perda No 5 Tahun 2012 terkait pengawasan miras seakan tidak berfungsi dan dijadikan kambing hitam oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk mengedarkan miras di Kota Baubau,” paparnya.

Dalman menambahkan, rawannya Kota Baubau saat ini berdampak pada perkembangan pariwisata. Mengingat, Kota Baubau mempunyai peradaban yang tinggi di masa lalu. Benteng Keraton Buton yang merupakan benteng terluas di dunia menjadi bukti nyata peradaban Kesultanan Buton.

“Tentu ini akan menjadi tanggung jawab kita bersama dalam menciptakan kedamain dan ketertiban di lingkungan kita,” tandasnya. (*)

Visited 2 times, 1 visit(s) today