www.baubaupost.com

 

Peliput : Amirul

BATAUGA,BP-Pengembangan potensi pariwisata, seperti tari tradisional khas Buton Selatan sebagai cagar budaya yang masih tersimpan dalam ingatan kolektif masyarakat mesti dihidupkan kembali serta tumbuh kembangkan

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Busel, Mukmin mengaku pengembangan pariwisata mencakup objek wisata alam, cagar budaya, kesenian dan adat istiadat serta lainnya. Misalnya pengembangan kesenian tari-tarian khas Buton Selatan merupakan omset pariwisata sebagai wadah guna mempromosikan khasnah budaya yang masih eksis dan memiliki nilai jual untuk dinikmati oleh masyarakat, baik dalam negeri maupun internasional

“Kita sedang mempersiapkan itu, memang itu gawean Dinas Kebudayaan. Namun kebudayaan dan pariwisata itu seperti satu badan bayi yang memiliki satu nafas. Maka kolaborasi kedua intansi ini perlu dipadukan,” ucap Mukmin saat ditemui beberapa waktu lalu

Lanjutnya, khasanah tari-tarian khas Buton Selatan cukup kaya, itu merupakan omset pariwisata, tinggal bagaimana meramunya sehingga layak mempromosikan Busel

“Tinggal mendata berapa sanggar seni yang ada disini, kemudian kita saksikan seni tari apa yang dibawakan, jika dipandang bisa laku dipasaran, itu yang kita genjot mempromosikan Buton Selatan,” tuturnya

Menurut Mukmin, tempo tari-tarian tradisional gerakannya lambat, ini yang harus dimodifikasi sehingga gerakan tari itu agak cepat dan menyimpan kesan lebih energik. Namun memodifikasi tari bukan berarti menghilangkan keasliannya

“Jadi seperti tari Linda pada waktu Baubau menjadi sister citynya korea, konfigurasi gerakan tarinya agak dipercepat dan terlihat lebih energik. Tari khas Buton Selatan juga sudah mesti dihidup kembangkan,” katanya

Tambahnya, ia memimpinya jika kekayaan budaya khas Buton Selatan dalam hal ini tari-tarian dapat eksis dan berkembang mendatang

“Kedepan saya memimpikan jika kantor permanen Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebelahnya ada bangunan khusus untuk menampung putra-putri Busel belajar tari-tarian khas daerah ini,” harapnya (*)

Visited 2 times, 1 visit(s) today