F4.3 Wa Radjafffffffffffffffff

Peliput: Gustam

BAUBAU, BP- Dinas Perpusatakaan dan Kearsipan Kota Baubau berencana membangun kantor baru tahun depan. Sesuai fungsinya sebagai tempat menyimpanan dokumen daerah, kantor baru tersebut didesain berlantai tiga.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Baubau Wa Radja menyebut Kota Baubau merupakan eks pusat Kesultanan Buton zaman dulu. Untuk itu dokumen-dokumen sejarahnya mesti terarsip rapi di Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Daerah.

“Di daerah ini kan banyak sejarah-sejarah yang kita tidak tahu dimana tersimpan buku-bukunya, seharusnya kan diarsipan, karena kita ini punya kebudayaan yang bagus. Kita sebenarnya sudah punya lemari arsip, cuma gedung kami ini belum memadai,” katanya kepada sejumlah wartawan, jumat (05/04).

Tahun ini, lanjut Wa Radja, Dinas Perpusatakaan dan Kearsipan Kota Baubau fokus menggagas perencanaan kantor barunya. “Mudah-mudahan tahun 2020 nanti, akan ada pembangunan kantor. Karena tahun 2019 ini sudah ada perencanaannya,” ucapnya.

Dengan optimis, Wa Radja menargetkan anggaran pembiayaan dari Pemerintah Pusat. Dikatakannya, Pemerintah Pusat menyiapkan anggaran hingga Rp 20 miliar untuk pembangunan kantor kearsipan.

“Kami juga berupaya mengusulkan anggaran ke pusat, karena di sana ada disiapkan untuk daerah Rp10-20 miliar. Untuk lokasinya nanti di sini (kantor dinas perpustakaan saat ini-red), karena kantor perpusatakaan itu harus di tengah kota,” jelas mantan sekretaris dewan (sekwan) Kota Baubau itu.

Rencana Wa Radja, lantai satu kantor barunya nanti bakal difungsikan sebagai ruang kerja dan area parkir. Lantai dua, difungsikan sebagai area perpustakaan, teman dimana masyakat membaca. Dan lantai tiga, difungsikan sebagai ruang bermain anak.

“Desain kantornya tiga lantai. Lantai satu itu kantor dan parkiran, lantai dua ruang baca, dan lantai tiga tempat bermain anak, karena kita siapkan juga buku-buku cerita untuk anak,” pungkasnya. (*)

Visited 1 times, 1 visit(s) today