F01.1 Wakil Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse tengah Berbicang dengan Dua Orang Tim Verifikasi Kota SehatWakil Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse (tengah) Berbicang dengan Dua Orang Tim Verifikasi Kota Sehat

BAUBAU, BP- Tiba di Kota Baubau, Tim Verifikasi Kota Sehat Nasional diterima langsung Pemerintah Kota (Pemkot), di Aula Kantor Walikota Baubau, kamis (22/08). Selama dua hari, tim tersebut akan meninjau lokasi yang berkaitan dengan penilaian kota sehat.

Banyak hal yang menjadi penilaiannya, diantaranya kebersihan fasilitas umum, permukiman warga, hingga kebersihan wisata. Secara dokumen, Kota Baubau dinyatakan layak oleh tim verifikasi.

“Sementara untuk yang di dokumen ini kami lihat bagus, tapi kita mau lihat secara nyatanya. Kerena di Kota Baubau ini, khusus kita mau lihat adalah yang kategori wiwerdanya,” kata seorang anggota Tim Verifikasi Kota Sehat, Hendra Jamal.

Menurut Hendra, predikat kota sehat bukan merupakan hal utama, karena yang terpenting adalah bagaimana koordinasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

“Yang terpenting dari kota sehat ini adalah bukan mencari juaranya, tetapi bagaimana hubungan kemitraan dengan baik antara pemerintah dan masyarakat dalam pembangunan daerah,” kata Jalam dalam sambutannya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Baubau Wahyu mengatakan, predikat kota sehat yang diraih baubau di tahun 2017 lalu adalah kategori Swasti Saba Padapa. Sedangkan di tahun ini, pemkot menargetkan untuk yang kategori Swasti Saba Wiwerda.

Dua aspek inilah yang tengah digenjot tim Kota Sehat Kota Baubau. Direncanakan tim Verivfikasi Kota/Kabupaten Sehat (KKS) tingkat pusat yang dijadwalkan kedatangannya sekitar tanggal 21, 22 hingga 23 Agustus 2019.

Untuk aspek yang akan dinilai nantinya yakni pariwisata sehat dan transportasi sehat. Dinkes akan menyiapkan dua lokasi, yakni Benteng Keraton Buton dan terminal di Pasar Wameo. Sementara untuk indikator penilaiannya seperti kebersihan lokasinya, ketersediaan fasilitas toilet umum, ketersediaan pelayanan kesehatan terdekat, dan indikator pendukung lainnya.

“Jadi penilaian kota sehat ini luas, karena dari segala aspek,” tuturnya.

Tahapan ini, lanjut Wahyu, telah dimulai sejak diterimanya penghargaan Kota Sehat tingkat pertama tahun 2017. Bahkan kelembagaannya telah dibentuk beberapa tahun lalu.

“Tingkat kelurahan ada pokja, di kecamatan forum kecamatan sehat, untuk tingkat kota ada Forum Baubau sehat. Tetapi pemerintah juga membentuk tim sendiri yakni tim akselarasi, para pejabat membentuk juga yakni forum pembina kota sehat,” pungkasnya.

Peliput: Gustam

Visited 1 times, 1 visit(s) today