• Karena Menyebut DPRD Provinsi Asal Butur Lembek

Peliput: Kasrun — Editor: Ardi Toris

BURANGA,BP-Anggota DPRD provinsi Abdul salam Sahadia menunding Bupati Butur Abu Hasan Ngawur dan menyebar hoax. Pernyataan itu sebagai tanggapan terhadap pernyataan Abu Hasan yang menyebut DPRD Provinsi asal Butur lembek karena belum ada jalanan Provinsi yang diperbaiki selama ini di Buton Utara.

“Yang saya tahu Tahun 2019, Buton Utara mendapat Alokasi Anggaran jalan pada empat ruas jalan,” ungkapnya saat dihubungi melalui WhatsApp, Jumat(19/06).

Anggota DPRD Provisni asal Buton Utara Abdul Salam Sahadia Foto Kasrun–BaubauPost

Dia juga membeberkan ruas jalan provinsi yang mendapatkan anggaran peningkatan dan sudah dikerjalkan pada tahun 2019 lalu.

“Yakni peningkatan jalan Poros batas buton-Bubu, peningkatan jalan poros Bubu-Ronta, peningkatan jalan Poros Ronta-Lambale-Ereke dan peningkatan jalan poros Lambale-Ereke,” bebernya.

Lanjut Salam Sahadia, jalan tersebut sudah sering dilewati Abu Hasan jika melakukan sosialisasi di daerah Bonegunu, Kulisusu Barat, dan Kambowa.

“Mungkin jalanan ini sudah dilewati Pak Abu Hasan kalau pergi sosialisasi di daerah kulisusu Barat dan Bonegunu Kambowa,” Singgungnya dengan nada sinis.

Salam Sahadia mengatakan tahun anggaran 2020
ini Buton Utara mendapat anggaran pembangunan jalan dan jembatan.

Yakni peningkatan jalan poros Bubu-Ronta, Rp 3,8 M panjang 1,2 km sambungan dan peningkatan jalan poros Maligano Ronta Rp 18,8 M.

Dan beberapa jalan yang longsor dan harus mendapat perbaikan seperti, pembangunan Jembatan Langkumbe anggaran Rp 2.5 M, Rehab jembatan sungai Laginto anggaran Rp 253 juta dan rehab jembatan sungai Kambowa Rp 451 juta.

“Saya kira fakta ini tidak bisa dibantah oleh Abu Hasan, sekaligus saya tunjukan jalanan provinsi yang diperbaiki. Jangan sampai beliau belum tahu. Karena dalam pernyataannya beliau bertanya mana jalanan provinsi yang diperbaiki itu dan apa yang dilakukan oleh anggota DPRD Provinsi utusan Buton Utara,” beber Abdul Salam

Lebih lanjut Abdul Salam Sahadia menyampaikan bahwa Abu Hasan belum memahami mekanisme pembahasan APBD,
karena saya yakin kalau beliau paham mekanisme pembahasan ABPD beliau pasti tidak ngawur buat pernyataan.

“Apalagi pernyataan itu disampaikan ditengah dia bersosialisasi untuk menjadi bupati lagi, kan kasihan masyarakat kalau disuguhkan dengan pernyataan yang tidak benar alias hoax,” tutupnya.(*)

Pin It on Pinterest