Peliput : Prasetio M

BAUBAU, BP – Menjelang pergantian tahun 2017, Polres Baubau melakukan press rilis terkait tindak kejahatan dan pelanggaran yang ada di wilayah hukumnya. Sejumlah tindak kejahatan dan pelanggaran di tahun 2017 menurun di bandingkan tahun 2016.

Kapolres Baubau AKBP Daniel Widya Mucharam SIk MPA saat melakukan press rilis, minggu (31/12) mengatakan, tindak pidana secara umum yang terjadi di Kota Baubau tahun 2016 berjumlah 818 tindak pidana, dan di tahun 2017 tindak pidana tersebut menurun menjadi 658 tindak pidana.

“Ini disebabkan oleh tingkat kesadaran masyarakat dan upaya dari pihak kemanan dalam menekan tindak pidana di kota Baubau,”kata Daniel.

Dikatakan, dari 10 kasus konvensional kasus terbesar, kasus penganiayaan berada di ranting yang tertinggi, yaitu di tahun 2016 berjumlah 169 dan tahun 2017 turun menjadi 101 kasus. Salah satu penyebab terjadinya kasus penganiayaan yang terjadi di Kota Baubau dikarenakan konsumsi minuman keras (Miras), sehingga di tahun 2017 pihaknya memfokuskan kepada Miras dan terlihat penigkatan dari tahun 2016, penanganan miras dari 96 kasus naik menjadi 141 kasus.

“Bukan karena, jumlah penguna miras yang naik, namun karena jumlah penegakan hukum penegakan miras kita tingkatkan,”ujarnya.

Ranking kedua dari tindak pidana ditahun 2017 yang mendapat perhatian yakni pelaku pencurian, yang mana pencurian tersebut mendominasi di wilayah perumahan, tahun 2016 tindak pencurian berjumlah 116 dan tahun 2017 turun menjadi 106 kasus. Ditahun 2018, pihaknya akan meningkatkan kegiatan penaggulangan ketiga kasus tersebut yakni, Penganiayaan, Miras dan pencurian.

Sementara, untuk kasus Lakalantas ditahun 2017 meningkat, dari jumlah 88 kasus di tahun 2017 naik menjadi 118 kasus, hal terseut dikarenakan menigkatnya jumlah kendaraan di Kota Baubau, selain itu juga dikarenakan meningkatnya mobilitas ekonomi. Dari 118 kasus, korban yang meniggal akibat Lakalantas naik menjadi 72%, dari 18 ornag di tahun 2016 menjadi 31 orang ditahun 2017.

“Ini akan menjadi perhatian dari kita, selaian Lakalantasnya turun, vitalitas akibat lakalantasnya juga akan menurun,”ungkapnya.

Lanjut kerugian materil dari Lakalantas di tahun 2017 berjumlah 265 juta dari 118 Lakalantas tersebut, yang mana naik 2 juta dari tahun 2016. Hal menarik kata perwira berpangkat dua tersebut, di tahun 2017 yakni, tentang unjuk rasa, yang mana mendapat peringkat tertinggi yakni unjuk rasa dibidang sosial budaya yang mana tahun 2016 berjumlah 97 dan ditahun 2017 berjumlah 103.

“Ditahun 2016, kami bagi menjadi empat yakni nuansa politik sisoal budaya, ekonomi dan penegakan hukum, dan sosial budaya mendapat peringkat teringgi”tutupnya.

Pin It on Pinterest