Peliput: Duriani

WAKATOBI, BP – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Wakatobi tahun 2017 menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya. Penurunan APBD itu ada pada kisaran Rp 50 Milyar lebih.
Plt Sekda Wakatobi, Juhaidin SE, mengatakan penyebab menurunnya APBD Wakatobi karena dana transfer pusat seperti Dana Alokasi Khusus (DAK) dan dana perimbangan menurun akibat kebijakan pemerintah pusat dalam hal ini pendapatan negara mengalami penurunan. Namun itu berlaku diseluruh indonesia.
“Kenapa APBD 2017 turun karena transfer dana pusat seperti DAK dan dana perimbangan turun juga. Tapi itu bukan hanya Wakatobi tapi seluruh indonesia,” ucap Juhaidin, saat membacakan penjelasan pemkab Wakatobi dalam rapat paripurna dengan DPRD terkait pembahasan APBD 2017, Kamis. (24/11).
Penurunan APBD 2017 itu lanjut Juhaidin, terbantu dengan dengan meningkatnya Anggaran Dana Desa (ADD). Sehingga jika dikumulatif maka penurunan itu tidak terlalu signifikan. Termasuk terjadinya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“APBD tahun sebelumnya sekitar Rp 780 Milyar lebih. Untuk APBD 2017 yakni Rp 721 Milyar lebih. Selisih sekitar Rp 50 Milyar lebih ini terbantu dengan meningkatnya dana ADD dan PAD. Sehingga jika dikumulatif tersisa Rp 24 Milyar lebih,” ujar Juhaidin.
Terkait dampak penurunan APBD tersebut, Juhaidin, menjelaskan bahwa kedepan akan berdampak pada belanja daerah yang harus melihat skala prioritas. Sehingga tujuan seperti visi misi daerah bisa terlaksana.
“Penurunan ini akan berdampak pada belanja sehingga kita harus melihat skala prioritas. Karena tujuan pembangunan itu untuk kesejahteraan masyarakat. Begitu pula kantor-kantor harus merujuk pada pagu anggaran yang disetujui, tidak bisa lagi menambah program,” tutup Juhaidin. (***)

Pin It on Pinterest