Miras Jadi Atensi Polsek Murhum

Peliput : Ady Cacung

BAUBAU, BP- Minuman Keras (Miras) masih menjadi atensi Polsek Murhum. Dalam rapat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang akan digelar dalam waktu dekat, Polsek Murhum akan membahas terkait pengawasan dan penertiban miras.

Kapolsek Murhum IPDA Marvi Oksiriana C STrK mengatakan, pihaknya telah diberikan atensi oleh Kapolres AKBP Hadi Winarno SIK untuk jaga wilayah. Namun dalam pengawasan dan penertiban miras masi perlu dikoordinasikan dulu.

“Kami telah bertemu Walikota dan Wakil Walikota, Sekda, Camat Murhum, Kejari, dan kita akan koordinasikan lebih lanjut untuk ke depan kita akan lebih merapatkan barisan lagi,” tandasnya.

Lebih lanjut dikatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan adakan rapat yang membahas masalah di wilayah murhum, upaya mengawasi dan menertibkan miras, serta menjaga kondusifitas di wilayah murhum. (#)




Penuhi Tuntutan Pelayanan Kesehatan Daerah Pelosok, Dinkes Buka Puskesmas Baru

Peliput: Arianto W

BAUBAU, BP- Sekretaris Daerah Kota Baubau Dr Roni Mukhtar SPd MPd sukses membuka peresmian Puskesmas Lowu-lowu pada Sabtu (02/02). Kegiatan itu diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Baubau.

Amatan Baubau Post, Peresmian Puskesmas Lowu-lowu turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Roni Mukthar, Asisten Satu La Ode Aswad, Kepala SKPD, Forkopinda, dan Kepala Puskesmas Kota Baubau.

Kepala Dinkes Kota Baubau Edy Natsir saat membawakan sambutannya, ia mengungkapkan bahwa tuntutan masyarakat akan peningkatan akses layanan kesehatan sangatlah tinggi. Untuk itu, pemerintah melalui Dinkes Kota Baubau telah mengakomodir fasilitas pelayanan kesehatan dengan membuka Puskesmas baru yang diberada di Kecamatan Kalea-lea, Kelurahan Lowu-lowu. Hal itu didukung oleh Permenkes nomor 75 tahun 2014, terkait pelayanan kesehatan yang telah memenuhi syarat sesuai dengan tata gerahan dan tata pelaksananaannya.

” Tuntutan masyarakat akan peningkatan akses layanan kesehatan sangat tinggi. Maka dari itu melalui kegiatan ini, tentunya pemerintah sudah menjawab. Peresmian Puskesmas Lowu-lowu, merujuk pada Permenkes nomor 75 tahun 2014 terkait pelayan kesehatan,” jelasnya.

Dikatakannya, pemerintah selalu berusaha untuk mendekatkan fasilitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Tidak hanya untuk orang sakit, melainkan juga untuk orang sehat. Untuk itu, Puskesmas Lowu-lowu telah dilengkapi oleh tenaga tenaga medis dan sumber daya kesehatan yang memadai. Diantaranya, dua orang dokter umum dan dokter gigi.

” Puskesmas ini juga hadir sebagai tempat, dimana masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas pelayanannya bukan hanya untuk orang sakit, tapi orang sehat juga bisa datang disini untuk mendapatkan konsultasi kesehatan guna mempertahankan kesehatan kita. Sebab, puskesmas ini sudah ada dua orang dokter umum, dokter gigi dan berbagai profesi lain. Sehingga bisa memberikan pelayana kesehatan sesuai harapan kita,” ungkapnya.

Ditambahkan, sejak tahun 2005 lalu, Puskesmas Lowu-lowu merupakan puskesmas pembantu yang sudah terstandarisasi sejak masih menjadi puskesmas pengembangan dari Puskesmas Bungi.

” Puskesmas ini merupakan pengembangan dari puskesmas pembantu yang sudah terstandarisasi untuk wilayah Kecamatan Bungi,” tutupnya (#)




Dinkes Kota Baubau Apresiasi Prestasi Integritas Puskesmas Lowu-lowu

Peliput: Arianto W

BAUBAU, BP- Dinas Kesehatan (Dinkes) Baubau sebut Puskesmas Lowu-lowu sebagai salah satu Puskesmas berprestasi yang memberikan pelayanan kesehatan secara terintegritas. Pasalnya, puskesmas tersebut selalu meminimalisir angka penyakit yang berujung kematian, diantaranya proses kelahiran dan capai target Measles Rubella (MR).

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinkes Kota Baubau Edy Natsir saat membawakan sambutannya pada acara Peresmian Gedung Baru Puskesmas Lowu-lowu (02/02). Dikatakannya, program imunisasi MR di Puskesmas Lowu-lowu bisa telah memenuhi target capaian. Bahkan melebihi, karena standar capaian program imunisasi MR yakni 95 persen. Puskesmas tersebut berhasil menunjukan eksistensinya dengan berhasil melebihi target sampai 97 persen capaiannya.

” Pelaksanaan program MR di Puskesmas Lowu-lowu mencapai target atau melebihi karena berada dikisaran 97 persen,” jelasnya.

Selain itu, Puskesmas Lowu-lowu juga bisa meminimalisir angka kematian ibu hamil sampai dengan tahun 2018 lalu. Karena data laporan yang masuk menunjukan presentasi nol persen.

” Angka kematian ibu melahirkan diwilayah ini nol persen,” ungkapnya.

Ditambahkan, wilayah Kelurahan Lowu-lowu pernah mendapatkan juara Nasional sebagai lingkungan. Sehingga diharapkan agar Puskesmas Lowu-lowu bisa lebih meningkatkan kinerja seluruh petugas dan tenaga kesehatan. Guna memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan.

” Kelurahan ini pernah menorehkan prestasi sebagai juara Nasional Kesehatan Lingkungan, Mudah-mudahan mereka bisa lebih meningkatkan kinerja seluruh petugas dan tenaga kesehatan,” tutupnya. (#)




Sekda Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Nurul Zamil Kolese

Editor: Zaman Adha

BAUBAU, BP – Sekretaris Daerah (Sekda) Baubau Roni Muhtar meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Nurul Zamil Kelurahan Kolese, Kecamatan Lea-lea, Sabtu (02/02) mewakili Walikota AS Tamrin. Peletakkan batu pertama ini menjadi simbol dimulainya pembangunan masjid.

Dirilis Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Baubau H Idrus Taufiq Saidi SKom MSi, Roni Muhtar dalam sambutannya, menyatakan rasa syukurnya karena dipercayakan oleh Walikota Baubau dalam kegiatan ini. Sekaligus menetapkan hati untuk melangkah hadiri di tempat pembangunan Masjid Nurul Zamil.

Ketua Panitia Pembangunan, La Ode Aswad SSos, masjid ini dibangun atas swadaya masyarakat. Mulai dari lahan masjid hingga dana material pembangunan masjid, semua berasal dari masyarakat.

“Dari segi desain, alat, bahan dan tenaga pekerja semua bersumber dari masyarakat. dimana masjid ini di bangun di atas tanah yang hibahkan oleh Ibu Zamila, sehingga masjid tersebut di beri nama nurul zamil yang di ambil dari penggalan asmaul husnah (nurul) dan Zamil di ambil dari nama ibu yang telah dengan sukarela menghibahkan tanahnya untuk di bangun masjid, sehingga mempunyai arti cahaya dari keluarga yang telah menghibahkan tanahnya yang berukuran kurang lebih 20m x 50m,” jelas La Ode Aswad.

Direncanakan masjid ini dengan konstruksi yang unik, terdiri atas 99 jendela sebagai simbol 99 asmaul husnah (sifat-sifat Allah), 5 qubah yang merupakan tanda sholat 5 waktu dalam sehari semalam. 12 tiang utama yang mewakili 12 Rakaat dalam shalat 5 waktu sehari semalam.

Acara diakhiri dengan pemberian sumbangan oleh Sekda Kota Baubau. Kegiatan pula dihadiri Kadis Kominfo, Plt Kadis Dikbud, Kadispora, Kadis Koperasi dan UKM, Plt Kadis Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Kadis Perindag, Kadis Tenaga Kerja, Kasatpol PP. Kapolsek Lea-lea, Camat Murhum, Camat Bungi, RT/RW se-Kecamatan Lea-lea, serta tokoh-tokoh masyarakat. (**)




Roni Muchtar Tegaskan Puskesmas seKota Baubau Tingkatkan Pelayanan

Peliput: Gustam

BAUBAU, BP– Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Baubau Roni Muchtar menegaskan seluruh puskesmas memaksimalkan pelayanannya. Kenyamanan pelayanan kesehatan untuk masyarakat Kota Baubau menjadi prioritas.
Hal itu disampaikan Roni Muhtar saat meresmikan gedung baru Puskesmas Lowu-lowu mewakili Walikota Baubau Dr HAS Tamrin MH yang tidak sempat hadir, Sabtu (01/02).

“Saya meminta kepada puskesmas untuk meningkatkan pelayanan masyarakat. Buat masyarakat merasa terbantu untuk hidup sehat, dan berada dalam taraf hidup yang sehat,” imbaunya.

Tak main-main akan imbauannya, Roni menegaskan kepada seluruh kepala puskesmas (kapus) yang hadir dalam peresmian tersebut untuk mematuhi imbauannya.

“Saya berharap pimpinan puskesmas mencamkan ini. Pelayanan itu harus diutamakan,” tegas mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kota Baubau itu.

Kata Roni, akan jadi percuma jika suatu puskesmas memiliki bangunan megah, sementara pelayanannya tidak maksimal. (*)




Update Cuaca BMKG, Baubau Berawan dan Hujan Ringan

Peliput: Gustam

BAUBAU, BP– Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan, cuaca di Kota Baubau berawan berotensi hujan dengan intensitas ringan.

Sedangkan daerah sekitar Kota Baubau seperti Langara Wawonii, Perikanan Samudera KDI, Torobulu, Tampo, Wanci dan Amolengo berpotensi hujan sedang.

“Cuaca banggai, berawan. Raha, hujan ringan. Sikeli, berawan. Baubau, hujan ringan. Dongkala Kabaena, hujan ringan. Luwuk, berawan,” rilis BMKG dalam grup WhatsApp Info Cuaca BMKG Baubau, minggu (03/02).

Sedangkan untuk kodisi gelombang, BMKG memperkirakan masih normal, dengan tinggi maksimal 1,0 meter. Dan kecepatan maksimal angin mencapi 15 knot yang bertiup dari barat ke timur.

Meski saat ini cuaca tidak se ekstrime beberapa minggu lalu, masyarakat tetap mawas diri akan kemungkinan yang akan terjadi, mengingat musim saat ini memasuki masa transisi. (*)




Per Hari Masyarakat Baubau “Ciptakan” 80 Ton Sampah

 

SAMPAH menjadi atensi bersama bukan hanya untuk pemerintah, namun juga masyarakat. Untuk Kota Baubau, sampah yang dihasilkan per harinya sudah mencapai 80 ton.

Catatan: Ady Cacung

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Wakonti, 80 ton sampah menjadi nilai stabil yang pasti akan didapatkan dalam satu hari, diantaranya sampah rumah tangga yang mendominasi, mencapai 50 ton per harinya. Angka ini juga akan meningkat jika sudah memasuki H-1 lebaran maupun pasca lebaran.

Truk-truk pengangkut sampah mulai diantarkan setelah mengangkut sampah dari Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang tersebar di beberapa titik di Kota Baubau mulai sekitar pukul 09.00 pagi hingga pukul 09.00 malam. Namun jika sebelum dan sesudah lebaran, eskavator yang mengatur sampah di TPA Wakonti dapat bekerja hingga subuh.

“33 kali mobil truk sampah aktif keluar masuk membuang sampah di TPA per hari jika dikalkulasi. Semua sampah rumah tangga, sampah pasar hingga sampah Kapal Pelni dibuang di TPA wakonti ini, bahkan sampah medis juga dibuang disini yang seharusnya pembuangannnya terpisah,” aku salah satu petugas di TPA Wakonti yang enggan dikorankan namanya.

Sudah dua zona TPA yang digunakan yakni zona A dan zona B. Sekarang telah ditutup kembali dengan menggunakan tanah karena sudah cukup banyak menumpuk sampah. Kedua zona yang telah tertutup tersebut mengangkut sampah kisaran di bawah 75 ton sampah. Namun zona C yang beraktifitas hari ini capai 80 ton setiap harinya. Zona yang seluas kurang lebih 100×50 meter ini aktif menampung sampah mulai tahun 2017 lalu, dan kini diperkirakan hampir full.

Namun belum ada perencanaan ke depan untuk membuka lahan baru, tempat menimbun sampah selanjutnya, karena tidak sembarang untuk menentukan lahan untuk dijadikan pembuangan sampah. Karena jika terkena sumber air masyarakat maka akan berbahaya.

“Empat tahun diperkirakan akan full untuk penggunaan tiap zona pembuangan sampah,” katanya.

Air lindi yang dihasilkan dari tumpukan sampah pada zona A dan B yang tidak digunakan lagi itu ada empat kotak bak. Tak ada solusi untuk penggunaan air lindi tersebut dan jika hujan akan meluap dan terbuang percuma. Padahal air lindi itu sangat berfungsi jika diolah dengan baik. Hanya gas metan yang dihasilkan dari sampah tersebut yang digunakan untuk memasak seadanya oleh para pekerja di TPA Wakonti.

Selain itu, sampah yang berserakan di pesisir laut Kota Baubau menjadi atensi bagi pemerintah dan pemerhati lingkungan ekosistem laut. Karena sampah plastik yang berserakan itu dapat merusak karang indah di laut Kota Baubau. Kesehatan masyarakat pesisir pantai juga harus menjadi perhatian pemerintah.

Untuk membantu pekerjaan para petugas sampah di Kota Baubau, masyarakat perlu untuk memilah sampah sebelum di buang ke TPS. Hal ini pula telah disampaikan beberapa kali oleh Dinas Lingkugan Hidup (DLH) terkait pemilahan sampah.

“Sebelum membuang sampahnya, masyarakat diwajibkan untuk memilah dahulu barang apa yang bisa didaur ulang, lalu kemudian sampahnya dibuang,” imbau Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sunarto La Nae.

Terkait kinerja petugas kebersihan (pasukan kuning dan hijau), mendapat apresiasi dari Walikota Dr HAS Tamrin MH saat penyambutan piala adipura keempat Kota Baubau belum lama ini. Petugas kebersihan diajak untuk tetap saling kompak dalam bekerja untuk memberikan hasil terbaik untuk kebersihan Kota Baubau.

Pemerintah Kota Baubau telah menargetkan untuk meraih piala adipura kencana, yang merupakan penghargaan secara khusus diberikan kepada kabupaten atau kota yang dinilai telah memenuhi syarat dalam mengelola kebersihan dan lingkungan secara berkelanjutan. (#)




Disdukcapil Baubau Intens Sosialisasi Antisipasi Padatnya Perekaman KTP-el Siswa

Peliput: Gustam

BAUBAU, BP– Mengantisipasi padatnya pengurusan administrasi kependudukan oleh para siswa jelang penglulusan ujian nanti, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Baubau kini gencar sosialisasi.

Kepala Disdukcapil Kota Baubau melalui sekretarisnya Arlis mengatakan, pihaknya akan mendatangi semua sekolah di Kota Baubau.

“Kami sudah komunikasi ke sekolah-sekolah, sebagai informasi awal sebelum nanti kami susul dengan surat resmi, guna mengantisipasi penumpukan pelayanan perekaman siswa,” katanya.

Arlis menjelaskan, sebelum dan sesudah pelulusan SMA nanti, para siswa akan memadati Kantor Disdulcapil Kota Baubau mengurus administrasi kependudukan guna mengikuti pendidikan lanjut.

“Khusus di bulan-bulan Februari, Maret dan April itu, banyak siswa yang melakukan perekaman KTP-el untuk keperluan tes TNI, Polri atau sekolah kedinasan,” jelasnya.

Untuk itu, kata Arlis, Disdukcapil Kota Baubau terus menyisir sekolah-sekolah mensosialisasikan mekanisme tahapan kepengurusan administrasi kependudukan.

“Makanya kami terus berkomunikasi dengan pihak sekolah, sebagai langkah awal,” pungkasnya. (*)




Warga Ajukan Kredit Dengan Jaminan Sertifikat Bangunan, Wajib Punya IMB

Peliput: Zukman

Buranga, BP- Dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu (PMPTSP) Kabupaten Buton Utara (BUTUR) bakal menerapkan kewajiban mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB), bagi warganya yang akan mengajukan kredit di Bank maupun Pegadaian dengan menjaminkan sertifikat bangunan.

Kepala Dinas PMPTSP
Butur Alimin SSOs M Eng saat ditemui diruang kerjanya beberapa waktu lalu, mengatakan bagi warga Butur yang ingin mengajukan pinjaman ke Bank pemerintah maupun swasta, dan pegadaian dengan jaminan sertifikat bangunan, wajib memiliki IMB.

” Warga yang ingin mengajukan kredit ke Bank pemerintah maupun swasta atau pengadaian , maka harus memiliki IMB,” kata Alimin.
Dikatakan, dengan adanya IMB maka akan memudahkan pihak Bank untuk menentukan besaran pinjaman yang disetujui.

” Dalam IMB sudah dicantumkan rincian anggaran dan biaya setiap bangunan. Sehingga RAB itu akan memudahkan pihak Bank menyetujui besaran kredit dan menghitung nilai susut. Sebagian Bank sebenarnya sudah menerapkan ini, jadi kita tinggal memperkuat saja dengan aturan.” katanya.
Program tersebut nanti akan dikuatkan dengan surat edaran Bupati Buton Utara (Butur), sehingga bagi bank yang belum menerapkan hal itu, dapat menyesuaikan setelah ada surat edaran bupati.
“Kalau di daerah lain ini sdh dilakukan ,hanya di buton utara belum,” tutur mantan sekretaris dewan Butur tersebut

Diungkapkannya, target Prigram tersebut bertujuan agar masyarakat taat terhadap aturan dengan mengantongi IMB setiap akan mendirikan bangunan. Selain itu juga Pendapatan Asli Daerah PAD dapat meingkat.

“Jika wajib IMB ini berjalan dengan baik, maka PAD Butuh bisa lebih meningkat. Apalagi masih banyak warga butur yang belum mengantongi IMB,” tandasnya.
Olehnya itu ia menghimbau agar warga yang ingin mengurus dan berkonsultasi terkait IMB, dapat mendatangi kantor Dinas PMPTSP Butur. Pihaknya akan memberikan petunjuk dan pelayanan maksimal kepada masyarakat. (*)




DKP Busel : Percepatan SKPT Mesti ‘Dikeroyok’

Peliput : Amirul

BATAUGA,BP-Pemerintah Kabupaten
Buton Selatan telah menetapkan sektor
kelautan dan perikanan merupakan
prioritas pembangunan daerah.

Hal itu sejalan dengan visi misi awal
pasangan Agus Faisal Hidayat dan La Ode
Arusani (Agusani) dalam kampanye
sebelum menjadi Bupati dan Wakil Bupati
Buton Selatan (Busel) defenitif, bahwa potensi
kelautan dan perikanan Buton Selatan
sebagai penopang utama untuk
mensejahterakan masyarakat . Hasilnya, saat ini Buton Selatan telah
mendapat persejutuan dukungan
pemerintah pusat hingga ditetapkan
sebagai lokasi Sentra Kelauatan dan
Perikanan Terpadu (SKPT), sesuai Keputusan Menteri
Kelauatan dan Perikanan nomor 51/2016.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan H.
La Ode Taatlan SH mengatakan untuk
mempercepat pembangunan pendukung
SKPT di Buton Selatan, bukan hanya
tugas Dinas Perikanan dan Kelautan
(DKP) Busel, tetapi menjadi perhatian
bersama Oganisasi Pemerintah Daerah
(OPD) lingkup Busel, terkait untuk
mensinkronkan programnya dalam
memberi dukungannya.

“Dalam waktu dekat ini DKP akan
melakukan rapat sosialisasi dengan OPD
terkait tentang dukungan percepatan
pembangunan SKPT di Busel,” ucap
Taatlan saat ditemui belum lama ini

.

Dengan, diadakannya rapat sosialisasi
SKPT lintas OPD lingkup Busel, bertujuan
untuk menyamakan pemahaman,
mengetahui tugas dan fungsi OPD, serta
memberi dukungan penuh dalam
menggenjot laju pembangunan SKPT di
Buton Selatan.

“Kami mengimbau OPD terkait tentang
pelaksanaan dukungan percepatan SKPT
agar kita keroyok atau kerja bersama,
SKPT sejalan dengan visi misi awal Bupati
dan Wakil Bupati Buton Selatan,
bagaimana potensi kekayaan laut kita
menjadi penopang kesejahteraan bagi
masyarakat,” imbaunya

Sebelumnya untuk mendukung
pelaksanaan SKPT, Pemerintah Buton
Selatan telah menyiapkan lahan seluas
100 hektar yang tersebar di 4 titik lokasi
strategis yakni, Sampolawa, Siompu,
Kadatua, dan Sampolawa

Untuk wilayah Sampolawa, lahan yang
disiapkan oleh pemerintah daerah telah
terbangun lokasi Tempat Pelelangan Ikan
(TPI) dan pabrik es balok dengan
kapasitas 10 ton perhari. Kemudian PDAM
telah membangun jaringan pipa air bersih
diseluruh wilayah Busel yang
juga menjadi sarana dan prasana
pendukung percepatan SKPT

.

Kata Taatlan, untuk dukungan percepatan
SKPT, pihaknya akan membentuk tim-tim
ahli membuat masterplan secara detail.
Kemudian mensingkronkan program-
program daerah, propinsi hingga pusat. Ia
menargetkan dukungan percepatan SKPT
ini akan tuntas dibahas dalam waktu
dekat sehingga di bulan Juni tahun ini
program SKPT sudah berjalan

“Insya Allah, target kita bulan Juni sudah
eksen,” katanya

Ditambahkannya, potensi kekayaan hasil
laut Buton Selatan sangat besar, saat ini
tinggal menunggu dukungan fiskal
pemerintah pusat.(*)