Satu Napi Dapat Remisi Natal

Peliput : Ady Cacung

BAUBAU, BP– Lapas Kelas II A Kota Baubau akan beri remisi satu orang warga binaanya di Hari Natal yang jatuh pada tanggal 25 Desember 2018. Hal itu diungkapkan oleh Kalapas Kelas IIA Kota Baubau Wahyu Prasetyo Bc IP SSos saat ditemui Baubau Post, Sabtu (15/12).

“Dari tiga orang warga binaan beragama Nasrani, yang mendapat remisi sesuai kriteria satu orang saja,” ungkapnya.

Dikatakan, pihaknya telah mengusulkan satu nama warga binaanya yang mendapatkan remisi hari Natal 2018. Sedangkan dua orang lainnya akan bebas dalam beberapa waktu ke depan karena telah menjalani masa kurungannya.

“Karena sudah hampir bebas dari menjalani pidana kurungan, jadi tidak bisa lagi diberikan remisi,” pungkasnya.

Lebih lanjut dikatakan, jika sudah keluar SK yang diajukan oleh pihaknya, akan ditampilkan secara online berdasarkan persetujuan dari pusat. Para napi tidak akan tahu hasil persetujuan remisi sebelum SK nya keluar. Napi tidak perlu meminta untuk diusulkan remisi, karena pihaknya telah memantau napi yang pantas mendapatkan program tersebut.

“Sekitar tanggal 23 atau 24 akan dimunculkan siapa yang akan menerima remisi di website resmi Lapas Baubau, bisa dicek sendiri secara online,” tutupnya. (#)




Gunakan Mesin X-Ray, Polsek Kawasan Jaring 70 Botol Arak

Miras Dibawa Seorang Ibu Tujuan Papua

Peliput : Ady Cacung

BAUBAU,BP– Belum cukup sehari dioperasikan, mesin pendeteksi X Ray oleh Polsek Kawasan
Polres Baubau berhasil menjaring 70 botol Minuman Keras (Miras) oplosan jenis arak. Barang
haram itu dibawa oleh seorang Ibu WI (30) dengan tujuan Papua.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan AKP Bayu Laras Tutuka SIK kepada Baubau Post saat ditemui
diruang kerjanya Sabtu malam (15/12) membenarkan hal tersebut. Sekitar pukul 20.45 Wita,
pihaknya berhasil menjaring WI bersama anak balitanya yang hendak berangkat naik KM
Dorolonda.

“Saat melewati mesin X Ray ada barang mencurigakan, setelah kami periksa ternyata barang
bawaanya berisi arak,” kata Bayu Laras Tutuka.

Dikatakan, saat diproses dan dimintai keterangan, WI mengaku jika barang haramnya tersebut
diperoleh dari temanya di Muna. Rencananya puluhan botol miras itu akan dipasarkan di Papua.

“Suaminya tahu soal perkara ini yang sedang menunggunya di Papua,” ungkapnya.

Untuk mengelabuhi petugas, sebanyak 70 botol ukuran 600 ml miras disimpan dalam dua koper
dan satu kantong plastik besar bersama tumpukan baju agar tak terlihat. Pihaknya telah
berkoordinasi dengan pihak syahbandar untuk segera melapor jika mencurigai adanya benda
terlarang pada barang bawaan penumpang.

“Mesin X Ray yang digunakan ini sengaja dioperasikan untuk mencegah barang berbahaya yang
dibawa oleh penumpang kapal. Sasaran utamanya adalah sajam, miras dan narkoba,” terangnya.

Pelaku WI berikan sanksi Tindak Pidana Ringan (Tipiring) dengan denda yang telah ditentukan
oleh pengadilan, dandiberikan surat peringatan, jika yang bersangkutan kembali kedapatan
membawa miras, maka akan dikenakan sanksi kurungan penjara.

Pihaknya, berharap agar para calon penumpang tidak membawa benda-benda berbahaya dan
melanggar hukum. Sehingga tercipta situasi kondusif dan nyaman untuk masyarakat di wilayah
kawasan pelabuhan. (#)




Reuni Alumni Angkatan 88 Eks SMPN 3 Baubau Anjangsana ke Panti Asuhan dan Beri Cinderamata Kepada Guru

Laporan: Hasrin Ilmi

BAUBAU, BP- Reuni alumni angkatan 88 eks SMPN 3 Baubau yang saat ini berganti menjadi SMPN 4 Baubau berjalan penuh dengan keakraban. Puncak reuni yang di pusatkan di Pantai Nirwana Kota Baubau minggu (16/12) diikuti puluhan alumni.

Ketua Panitia Reuni La Awu kepada Baubau Post kemarin mengatakan, reuni angkatan 88 eks SMPN 3 Baubau yag saat ini berubah nama menjadi SMPN 4 Baubau baru pertama kali dilakukan. Meski demikian, kegiatan ini mendapat respon positif dari hampir semua alumni.

“Ini menjadi yang pertama bagi alumni 88 eks SMPN 3 Baubau dan akan menjadi agenda rutin,”kata La Awu.

Dikatakan, kegiatan ini menjadi ajang silaturahim sesama alumni yang selam ini memiliki kesibukan masing-masing. Selain temu alumni, kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk mempererat silaturahim dengan keluarga besar alumni.

“Ide ini lahir dari kebersamaan alumni untuk merajut silaturahim yang selama ini disibukan dengan pekerjaan. Kita juga bersyukur ide ini mendapat respon dengan kehadiran teman-teman,”katanya.

Hal senda diungkapakn Muliyadi ST salah satu alumni, kegiatan reuni ini diawali dengan melakukan kunjungan atau anjangsana ke psalah satu panti asuhan di Kota Baubau. Dalam kunjungannya para alumni menyisikan bantuan kepada panti asuhan agar bisa dimanfaatkan dengan baik.

“Kita lakukan anjangsana di Panti Asuhan dengan memberikan sedikit bantuan sehingga bisa bermanfaat. Bukan besar atau kecilnya tapi niat teman-teman alumni untuk berbagi kepada sesama begitu besar,”katanya.

Puncak reuni alumni eks SMPN 3 Baubau angkatan 88 ditutup dengan pemberian cinderamata kepada guru dan Wali kelas yang pernah mengajar di sekolah tersebut. (***)




Lambat Mengolah Nilai, Sekolah Beri Nilai Rekap Kepada Siswa

Peliput: Arianto W

BAUBAU, BP– SMKN 2 Baubau belum memberikan nilai pasti pada penerimaan raport siswa yang berlangsung beberapa waktu lalu. Hal itu disebabkan oleh keterlambatan proses pengolaan nilai, sehingga pihak sekolah hanya memberikan rekapan nilai tiap perolehan siswanya, untuk diketahui oleh masing-masing orang tua siswa.

Kepala SMKN 2 Baubau La Safini SPd saat dikonfirmasi Baubau Post, Minggu (16/12) mengatakan hingga sampai saat ini proses penilaian belum tuntas dikerjakan, sehingga penerimaan raport yang berlangsung pada 15 Desember lalu, pihak sekolah hanya memberikan rekapan nilai perolehan hasil ujian semester, sebagai nilai manual untuk diketahui oleh orang tua/wali siswa.

” Orang tua harus tahu bahwa secara manual nilai anak-anaknya seperti ini,” jelasnya.

Dikatakannya, rekapan nilai yang diberikan pihaknya adalah perolehan nilai keseluruhan mata pelajaran, namun prosedur persyaratan peniaian raport harus disertakan dengan beberapa penilaian lain seperti nilai praktek, akademik, ekstrakulikuler, sikap, dan kepribadian, serta biodata siswa. Sehingga diperlukan proses panjang dalam mengolah nilai untuk mendapatkan nilai ril.

” Nilai rekap itu sudah nilai keseluruhan, namun berdasarkan persyaratan yang ditetapkan dalam proses pengolaan nilai harus ada biodata pribadi siswa beserta nilai-nilai lainnya,” ungkapnya.

Diakuinya, keterlambatan pada pengolaan nilai rapor menjadi kelemahan pihak sekolah, sehingga sampai saat ini belum menyelesaikan proses pengolaan secara maksimal. Padahal semestinya proses penilaian sudah harus dikerjakan saat Proses Belajar Mengajar (PBM) berlangsung dalam setiap kali tatap mata di kelas.

” Kelemahan kita karena baru mau mengola nilai setelah selesai ulangan, yang sebelumnya sudah harus dilaksanakan prosesnya pada saat kompetensi dasar dalam satu kali tatap muka di kelas,” tutupnya (#)




SMAN 4 Baubau Sulit Koordinasi Orang Tua Siswa di Luar Kota

Peliput: Arianto W

BAUBAU, BP– SMAN 4 Baubau menjadi salah satu sekolah besar di Kota Baubau, dengan jumlah siswa yang cukup banyak. Peserta didik kebanyakan didominasi oleh remaja yang berasal dari luar Kota Baubau.

Hal itulah yang mengakibatkan pihak sekolah cukup kesulitan menjalin koordinasi dengan orang tua/wali siswa. Padahal peran orang tua dalam membina dan mendidik anak sangat penting, untuk membatasi kecenderungan siswa melakukan aktifitas yang berdampak buruk bagi siswa tersebut.

Kepala Sekolah SMAN 4 Baubau Drs Arif Tasila saat dihubungi Baubau Post, Minggu (16/12) mengatakan pihaknya terus memantau aktifitas dan memberikan pembinaan kepada siswanya yang membuat pelanggaran di sekolah. Namun hal tersebut dirasa kurang efektif, sebab tidak didorong oleh peran yang sangat penting oleh orang tua siswa. Hal itu disebabkan kesibukan pekerjaan orang tua siswa, baik yang bekerja di Kota Baubau maupun yang bekerja di luar Kota Baubau, masalah finansial orang tua, hingga status perceraian orang tua.

” Hampir 70 persen siswa kami berasal dari luar Kota Baubau. Sehingga ketika ada siswa yang bermasalah, terkadang setelah kita surati kedua orang tuanya mereka tidak datang karena orang tuanya merantau ke luar kota, ada yang broken home, ada yang punya masalah ekonomi, ada yang masih kerja dan lain-lain,” jelasnya.

Sehingga, ia mengimbau agar orang tua mampu berperan aktif dalam memperhatikan perkembangan anaknya di sekolah. Salah satunya dengan menjalin koordinasi baik itu melalui kepala sekolah, wali kelas, ataupun guru kelas.

” Kalau orang tua menghendaki anaknya sukses maka perlu perbanyak komunikasi dengan pihak sekolah untuk mengetahui perkembangan anaknya di sekolah,” tutupnya (#)




Pasca Ulangan Siswa Pulang Kampung, Nilai Raport Tidak Tuntas

Peliput: Arianto W

BAUBAU, BP- Beberapa siswa SMAN 4 Baubau tidak memperoleh nilai tuntas pada hasil
penerimaan raport yang berlangsung serentak di seluruh sekolah di Kota Baubau, pada 15
Desember lalu. Hal itu disebabkan oleh sejumlah siswa yang nilainya tidak mencukupi standar lebih
memilih pulang kampung, dibandingkan mengikuti kegiatan perbaikan nilai yang dilaksanakan oleh
pihak sekolah.

Kepala SMAN 4 Baubau Drs Arif Tasila saat dikonfirmasi Baubau Post, Minggu (16/12)
mengatakan jumlah siswa yang mendapatkan nilai tidak tuntas di sekolahnya cukup banyak dan
didominasi oleh siswa kelas dua dan siswa kelas satu. Tercatat sebanyak 50 siswa yang tidak
mendapatkan nilai tuntas yaitu, terdiri atas 22 siswa kelas satu, 27 siswa kelas dua, satu orang
siswa kelas tiga, namun setelah dilakukan tes remedial, jumlahnya siswanya menurun kurang dari
20 siswa.

“Setelah mereka mengikuti remedial, jumlah siswa kami yang tidak tuntas menurun. Siswa kelas
satu yang sebelumnya mencapai 22 berkurang menjadi enam siswa, kemudian siswa kelas dua
yang sebelumnya 27 berkurang menjadi 10, sedangkan siswa kelas tiga yang sebelumnya hanya
satu orang kini telah tuntas semua,” jelasnya.

Dikatakan, rata-rata perolehan hasil nilai raport siswa yang tidak memenuhi standar minimal. Hal itu
disebabkan siswa yang nilai ulangannya rendah tidak mengikuti perbaikan nilai pada saat setelah
selesai melaksanakan kegiatan ulangan semester, dan lebih memilih untuk pulang ke kampung
halaman.

“Semua siswa yang tidak tuntas itu permasalahannya sama, yaitu ketika selesai ulangan langsung
kabur pulang kampung dan tidak mengikuti remedial,”

Untuk meminimalisir perolehan nilai di bawah standar minimal, ia mengimbau seluruh siswa yang
yang memiliki nilai di bawah standar untuk segera berkoordinasi dengan pihak sekolah saat masuk
semester berikutnya, serta turut menghadirkan kedua orang tuanya, agar persoalan tersebut bisa
terselesaikan dengan baik.

“Untuk siswa yang tidak mengikuti perbaikan maka pada saat semester berikutnya harus ketemu
saya, kemudian saya akan koordinasikan dengan orang tua masing-masing,” tutupnya. (#)




Gelar Rapat Koordinasi RT/RW Walikota Ajak Masyarakat Bangun Daerah dengan PO5

Peliput: Zul

BAUBAU, BP – Pemerintah Kota (Pemkot) menggelar rapat koordinasi Ketua Rukun Warga (RW) dan ketua Rukun Tetangga (RT) se- Kota Baubau di Aula Walikota Baubau, Minggu (15/12). Kegiatan ini sekaligus menjadi eveluasi tahunan bidang penyelenggaraan pemerintahan.

Dalam sambutannya Walikota Baubau Dr HAS Tamrin MH mengajak seluruh RT/RW dan masyarakat Kota Baubau untuk membangun daerah dengan berlandaskan PO5. Menurutnya falsafah PO5 merupakan warisan leluhur yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Aman bila membangun daerah ini dengan tertib, leluhur kita telah mewarisakan daerah ini yang setelah itu saya kemas dengan PO5,” pungkasnya.

Hal lain yang disampaikan Walikota mengenai kekompakan dalam membangun koordinasi bila terdapat masalah dalam wilayah RT/RW. Sehingga setiap RT/RW harus mengetahui kejadian maupun peristiwa yang terjadi di wilayah kerjanya.

“Setiap RT dan RW harus mengetahui seluruh kejadian yang terjadi di wilayahnya, bertemu dan melaporkan kejadian di kelurahan agar dapat diselesaikan secara bersama,” ungkapnya.

Dijelaskan pula tentang tugas Walikota dan pendelegasian kewenangannya kepada jajaran di bawahnya. Kehadiran dinas-dinas dan perangkat kelembagaan pemerintahan lainnya adalah bentuk pendelegasian tugas dan tanggung jawab itu.

“Semua kegiatan penyelenggaraan pemerintahan dan sosial kemasyarakatan adalah tugas Walikota yang dikerjakan tanpa batas waktu tertentu,” katanya.

Lanjutnya, tugas pemerintahan luas maka dibagi dalam beberapa tugas vertikal maupun horizontal. Sementara tugas kepala daerah dibagi secara horizontal dan diserahkan kepada masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Itu separuh tugasnya Walikota yang diserahkan kepada mereka untuk dikerjakan,” terangnya.

Walikota pada kesempatan itu meminta agar rakor ini menjadi kesiapan pemerintah dalam memasuki tahun 2019. Sehingga kinerja aparatur sipil perlu ditingkatlkan.

“Pastikan pekerjaan berjalan dengan penuh tanggung jawab, berdedikasi khususnya tugas dan tanggung jawab berkaitan kehidupan sosal masyarakat,” pintanya. (*)




Nenek Fatiah Akhirnya Dapat Santunan Dari Dinsos Baubau

Peliput: Zul

BAUBAU, BP – Sempat viral, Fatiah yang merupakan nenek terlantar dan memiliki rumah tidak layak huni di Kelurahan Tampuna akhirnya mendapat santunan dari Dinas Sosial (Dinsos) Kota Baubau. Nenek Fatiah diketahui bukan merupakan penduduk Kota Baubau.

Hal ini diungkap Walikota Baubau Dr HAS Thamrin MH saat membawa sambutan dalam kegiatan Hari Disabilitas tingkat Kota Baubau, Minggu (15/12). Nenek Fatiah sempat viral karena seakan tidak mendapat perhatian dari pemkot di tengah kondisinya yang memperihatinkan.

“orang tersebut datang di kampung itu sudah lama sehingga dia mendirikan rumah-rumah terpal. Seolah-olah tidak ada perhatian pemerintah, padahal pemerintah dalam melakukan sesuatu ada rambu-rambu. Misalnya harus ada tanahnya dan harus masyarakat di situ,” jelasnya.

Selain penyandang disabilitas dan rumah yang tidak layak huni, Nenek Fatiah juga merupakan pasien sakit jiwa. Walikota berharap agar lurah-lurah dapat bekerja lebih baik lagi dalam menganstispasi hal seperti ini.

“Karena ini mendiskreditkan harga diri daerah kita” ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Lia Amalia, menjelaskan setelah mendengar informasi terkait Nenek Fatiah, pihaknya langsung turun ke lapangan dan memberikan santunan.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan panti jompo Kendari, karena kami pikir beliau lansia, ternyata pasien sakit jiwa. Itulah kendalanya karena panti jompo tidak menampung pasien yang sakit jiwa,” jelasnya.

Ditambahkan, pihaknya tidak berhenti untuk menangani Nenek Fatiah. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait, agar Nenek Fatiah dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa. (*)




KKMG-L Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H

Peliput: Zul

BAUBAU, BP – Kerukunan Keluarga Besar Masyarakat Gu-Lakudo (KKMG-L) gelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H/ 2018 M dengan tema merajut cinta, “Mendamba syafaatmu ya Rasulallah” bertempat di aula MAN 1 Baubau, Sabtu (15/12).

Saat sambutannya Ketua KKMG-L Dr H Radeni MMKes, mengungkapkan terdapat perbedaan peringatan maulid tahun ini dengan tahun lalu sekalipun keduanya berada dalam tahun politik.

“Tahun lalu merupakan pemilihan walikota maka yang kami hadirkan hanya sebatas sahabat dan rekan-rekan kami, tidak menghadirkan kandidat Walikota agar tidak terdapat gesekan di antara kerukunan,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse dalam sambutannya mengungkapkan Pemerintah kota Baubau benar-benar merasakan partispasi masyarakat Lakudo di Kota Baubau. Menurutnya ini merupakan pilar yang tidak kalah pentingnya dalam membangun peradaban di Kota Baubau.

“Dari sisi ekonomi, sisi keagamaan dan semua pesona kemasyarakatan di Kota Baubau, masyarakat lakudo dapat dijadikan contoh teladan untuk yang lainnya,” ulasnya.

Ditambahkan, peringatan maulid ini akan menjadi pembakar semangat mengembangkan kembali syiar-syiar islam di Kota Baubau. (*)
.




NE Fatimah Azahra: Sistem LPSE Telah Digunakan 127 Pemda

Peliput: Zul

BAUBAU, BP – Kepala Pusat Pengadaan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) NE Fatimah Azahra, menyebutkan beberapa pemerintah daerah (Pemda) telah menggunakan sistem keuangan LPSE. Terdapat 127 daerah di seluruh Indonesia.

Selain Pemda, sistem ini juga telah digunakan di beberapa kementerian maupun lembaga negara lainnya.

“Sebanyak 17 kementerian dan lembaga negara seperti MK, KPK, BPK dan lainya dan 127 pemda telah menerapkan LPSE,” ungkapnya saat ditemui di ruang rapat Kantor Walikota Baubau, Sabtu (15/12).

Dijelaskan, dengan mengunakan LPSE dapat menjaga pengadaan barang yang bersih, efektif, efesien, dan tentunya dapat belanja barang yang lebih murah.

“Karena LPSE ini sudah menjaga bagaimana pengeluaran anggaran lebih bersih karena prosesnya yang sudah panjang, misalnya dimulai dengan perencanaan umum,” ujarnya.

Menurut Fatimah orang-orang yang bekerja di pengadaan adalah orang-orang yang berintegritas tinggi. (*)