Upacara HUT RI ke-73 di Butur Berjalan Khidmat dan Lancar

 

Peliput: Darson

BURANGA, BP- Upacara pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang ke-73 di Kabupaten Buton Utara (Butur) berjalan dengan khidmat dan lancar. Upacara tersebut dipusatkan di Pelataran Halaman Islamic Center Minaminanga Kecamatan Kulisusu.

Dari pantauan awak media ini, penggerek bendera atau Paskibraka berhasil menyesuaikan waktu antara lagu Indonesia Raya dengan tempo pengibaran bendera. Alhasil, bendera pun tepat sampai di puncak tiang seiring habisnya lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Bupati Butur bertindak sebagai inspektur upacara. Sementara Ketua DPRD Butur Muh Rukman Basri Zakariah bertindak sebagai pembaca teks Proklamasi.

Hadir di dalam barisan peserta upacara dari berbagai unsur, seperti pelajar, pegawai negeri sipil, pemuda, dan TNI Polri.

Pada pelaksanaannya, upacara juga diikuti Wakil Bupati Butur Ramadio, Wakil Ketua DPRD Abdul Salam Sahadia, dan anggota dewan lainnya, Danramil Kulisusu, Pabung Kulisusu, Kapolsek Kulisusu, jajaran pimpinan OPD Pemkab Butur, para camat, lurah dan kepala desa, serta beberapa tamu VIP di daerah tersebut.

Selain itu, upacara HUT RI ke 73 ini diikuti pula puluhan warga asing atau turis manca negara. Mereka merupakan peserta Waonderful Sail.

Usai upacara pengibaran bendera, dilanjutkan dengan upacara tabur bunga di Pelabuhan Lasora.




Upacara HUT RI Ke – 73 Di Wakatobi Berlangsung Di Darat dan Laut

 

Peliput: Duriani

WAKATOBI, BP – Bupati Wakatobi, H Arhawi bertindak sebagai inspektur upacara pada peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke -73 Tahun 2018. Bertempat di lapangan Merdeka Wangi-Wangi, Jumat (17/8/2018).

Momen sakral peringatan detik-detik Proklamasi RI di Kabupaten Wakatobi berlangsung seperti biasa pada setiap tahunnya.

Pantauan Baubau Post, selain Bupati dan Wakil Bupati Wakatobi. Terlihat juga di Tribun anggota forum komunikasi pimpinan daerah, pimpinan lembaga vertikal, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Wakatobi, kepala OPD, tokoh Adat, tokoh agama.

Begitu pula seluruh perangkat pelaksana upacara berjalan normal tanpa ada kesalahan. Seperti kelompok Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) sukses menjalankan tugasnya.

Upacara peringatan HUT RI Ke – 73 Tahun 2018 di Kabupaten Wakatobi, juga dilaksanakan dibawah laut. Dimana seluruh perangkat upacara terdiri dari gabungan komunitas penyelamatan Wakatobi, Basarnas, Polres, TNI, Dan Pos AL serta perwakilan Pemkab Wakatobi.

Upacara di bawah laut bertempat di di sekitar pantai Cemara Desa Waha Kecamatan Wangi-Wangi. Upacara di bawah laut seringkali dilaksanakan di Kabupaten Wakatobi, dan menjadi tontonan menarik sejumlah wisatawan asing yang sedang berwisata di Wakatobi.




200 Anak Ikut Sunatan Masal di Gedung Wakaaka

 

Peliput: Alyakin

PASARWAJO, BP – Sebanyak 200 anak di wilayah Kabupaten Buton mengikuti Sunatan masal/tandaki. Kegiatan ini diselenggarakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Buton di Gedung Wakaaka pada Kamis (16/08).

Kepala Seksi pelayanan dan rujukan Dinkes Kabupaten Buton, Mustafa mengatakan, kegiatan sunat/ tandaki yang dilaksanakan pada pukul 09.00 Wita ini melibatkan tenaga medis setempat. Dinas Kesehatan bekerja sama dengan pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasarwajo serta tiga Puskesmas yakni Puskesmas Banabungi, Pasarwajo dan Puskesmas Wakokili.

“Ini sebagai tindak lanjut dari pimpinan daerah, surat dari Sekertariat daerah, untuk membantu mensukseskannya, Tenaga medis diminta dari RSUD Kabupaten Buton,” katanya.

Terdapat 150 anak yang disunat pada kegiatan ini dari target sebanyak 200 anak.

“Berdasarkan pendaftaran kurang lebih 100 yang mengikutinya, dan diupayakan selesai hari ini, (Kamis-Red),” tandasnya. (*)




71 Anngota Paskibra Wakatobi Dikukuhkan

Peliput: Duriani
WAKATOBI, BP – Bupati Wakatobi, H Arhawi, mengukuhkan anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) yang akan bertugas pada upacara Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke – 73 Tahun 2018, Rabu (15/8/2018).
Dalam sambutannya, Arhawi memberikan apresiasi dan motivasi kepada anggota Paskibra yang terdiri dari siswa-siswi SMA sederajat. Menurutnya, anggota Paskibra yang juga generasi penerus Bangsa dituntut untuk menghargai perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan.
“Adik-adik sekalian merupakan pilihan dari 120 ribuan masyarakat Wakatobi. Momen ini harus dimaknai sebagai ajang mengenang para pejuang dalam merebut kemerdekaan. Isilah kemerdekaan ini dengan mengembangkan bakat dimiliki sehingga mengharumkan nama Bangsa Indonesia,” ungkap Arhawi.
Arhawi, meminta anggota Paskibra untuk terus belajar dan menguasai ilmu pengetahuan serta teknologi. Karena semua itu merupakan perjuangan mengisi kemerdekaan. “Perjuangan fisik telah usai, sekarang generasi muda harus mengisi kemerdekaan dengan rasa tanggung jawab. Upacara hanya simbolis dan secara hakiki meletakkan sang merah putih pada letaknya yang terhormat, sesuai perjuangan para pahlawan,” pinta Bupati Wakatobi.
Mengisi kemerdekaan lanjut Arhawi, generasi muda khususnya di daerah dituntut untuk kreatif mengembangkan potensi yang dimiliki daerahnya. Harus bahu membahu membangun daerah melalui kreativitas masing-masing.
“Daerah kita di Wakatobi menyediakan keindahan dengan potensi alam yang unik dan menarik untuk diolah. Perkembangan teknologi saat ini membutuhkan olah rasa dan karsa. Marilah kita bahu membahu membangun daerah, kita harus bangga menjadi masyarakat Wakatobi,” katanya.
Arhawi, juga pada kesempatan itu memberikan apresiasi dan penghargaan kepada semua pihak terkait yang telah melakukan penggodokan kelompok Paskibra. “Terimakasih dan penghargaan kepada anggota Paskibra, orang tua siswa anggota Paskibra, kasek, pelatih dan pihak terkait lainnya atas partisipasinya dalam memeriahkan upacara peringatan HUT RI ke – 73 Tahun 2018 tingkat Kabupaten Wakatobi,” ucapnya.
Untuk diketahui, anggota Paskibra Kabupaten Wakatobi berjumlah 71 orang, yang terdiri dari utusan SMA sederajat yang tersebar di Kabupaten Wakatobi.




Masyarakat Buton Harap Festival Budaya Tua Dilestarikan

 

Peliput: Alyakin

PASARWAJO, BP – Sejumlah masyarakat di Kecamatan Pasarwajo berharap agar kegiatan Festival Budaya Tua (FBT) di Kabupaten Buton terus berlanjut. Sehingga kebudayaan-kebudayaan yang hampir punah dapat terus dilestarikan.

Sunatan Masal yang digelar pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton, Kamis (16/08) merupakan proses tandaki yang bakal ditampilkan pada ivent kelendar nasional. Mereka sangat memahami atau mengerti pada kegiatan tersebut, karena kegiatan (FBT) bukan tahun 2018 dilakukan melainkan sudah dilaksanakan pada tahun – tahun sebelumnya.

Salah satu warga Desa Banabungi, Bintang mengatakan, kegiatan FBT agar diteruskan seperti sunat/tandaki yang juga merupakan salah satu budaya atau adat Buton. Karena setiap tahun anak-anak semakin tumbuh dan perlu dilakukan sunat/Tandaki

“Sunatan massal entah dia secara agama dan kesehatan itu baik jadi memang bagus jika diadakan tiap tahun,” katanya.

Dikatakan, kegiatan ini sangat membantu masyarakat kurang mampu.

Hal senada dikatakan salah satu warga desa Dongkala, Ana usai anaknya disunat oleh Dokter RSUD Kabupaten Buton di Gedung Wakaaka. Dirinya bersyukur karena anaknya mendapatkan pelayanan secara baik oleh dokter dan anaknya sangat senang ketika disunat.

“Kegiatan ini tidak ada pengeluaran biaya, Gratis, ini anak saya dapat Snack (Kue-Red) dan obat dari dokter, dan saya berharap kegiatan festival budaya Tua Tetap dilanjutkan jangan sampai berhenti di tahun ini,” ujarnya. (*)




La Bakry Beri Penghargaan kepada Parabela, Kades, Babinsa dan Babinkamtibmas

Peliput: Alyakin

PASARWAJO, BP – Dimoment HUT RI ke 73, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton memberikan penghargaan terhadap sejumlah parabela, kepala desa (kades) dan anggota Babinkamtibmas. Penghargaan diberikan karena telah berhasil menciptakan situasi kondusif di Desa Kondowa, Desa Dongkala, Desa Wabula dan Desa Wabula Satu, Jumat (17/08).

Berdasarkan keputusan Bupati Buton No 340/2018 tentang pemberian penghargaan kepada para penggerak dan pelapor program kampung bebas Miras di Kabupaten Buton, kepada Babinkamtibmas Desa Dongkala dan Desa Kondowa Bripda Husni Mbakai, Babinsa Desa Dongkala dan Desa Kondowa Pelda Rahman Usman, Kades Kondowa Husni Ali, Kades Dongkala La Ode Mukmin, parabela Desa Dongkala dan Desa Kondowa La Simu, Camat Wabula Muhammad Basri, Babinkamtibmas Desa Wabula Brigadir La Sahari, Babinsa Desa Wabula Serka La Hira, dan Parabela Desa Wabula La Tube.

Kapolres Buton, AKBP Andi Herman Sik mengapresiasi anggotanya dan tokoh masyarakat yang diberikan penghargaan oleh pemerintah daerah. Pemerintah daerah menghargai kinerja anggotanya, maupun kades dan parabela dengan memberikan penghargaan saat hari Kemerdekaan RI Ke 73.

“Yang pertama saya sangat mengapresiasi, terhadap anggota Babinkamtibmas dan tokoh masyarakat yang diberikan penghargaan,” ujarnya.

Menuruntya penghargaan yang diberikan oleh pemerintah daerah sangat layak didapatkan. Sebab dalam menciptakan situasi dan keamanan tidaklah mudah, karena masyarakat masih suka mengkonsumsi minuman keras.

“Mereka akan bekerja lebih semangat untuk melanjutkan kerjanya, kemudian membuat inovasi selanjutnya,” katanya.

Andi juga berpesan agar masyarakat jangan mudah berpuas diri, karena tugas ke depan makin berat dalam menjaga kampung bebas Miras yang sudah terbentuk. Namun sejak adanya kampung bebas Miras diempat desa wilayah Kabupaten Buton, tidak ada lagi kriminalitas yang terjadi di masyarakat.

“Alhamdulillah sampai sekarang memang efektif, ke depan diharapkan Kabupaten Buton bebas Miras bukan hanya di kampung tersebut,” tandasnya. (*)




HUT RI ke-73, Dr HAS Tamrin Diundang ke Istana Merdeka

Sebagai Dewan Pembina FSKN, AS Tamrin Kenakan Baju Adat Kesultanan Buton

BAUBAUPOST.COM, JAKARTA- Dr HAS Tamrin menghadiri undangan Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo bersama Ibu Hj Iriana Joko Widodo dalam rangka upacara peringatan HUT RI ke-73 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Jumat (17/08), di Halaman Istana Merdeka, Jakarta.


Walikota terpilih periode 2018-2023 itu diundang sebagai Dewan Pembina Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN). Disampul undangan tertulis nama Yang Mulia (YM) Dr AS Tamrin. dr Izat Manarfa merupakan Sultan Budaya Buton yang juga hadir dalam peringatan proklamasi RI tahun 2018.

Dalam acara itu, Dr HAS Tamrin terlihat mengenakan pakaian adat kesultanan Buton. Demikian pula dengan Sultan dan raja yang juga hadir sebagai undangan dari Presiden RI mengenakan pakaian khas adat mereka.

Presiden Joko Widodo sendiri mengenakan pakaian adat Aceh saat memimpin Perayaan Upacara Hari Kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/8).


Tidak ada alasan secara khusus Presiden mengenakan pakaian adat Aceh, dimana dirinya hanya menyebut pakaian adat di Indonesia sungguh sangat banyak.

“Negara kita kan adat dan tradisinya banyak sekali, pakaian adat ada ratusan, bahkan mungkin ribuan, jadi banyak pilihan dan yang kita pilih ini (adat Aceh),” ujar Jokowi. (AT/ISTIMEWA)




DPRD Baubau Paripurnakan Paslon Walikota-Wawali Terpilih

BAUBAUPOST.COM, BAUBAU- Pasca KPUD Kota Baubau menetapkan pasangan calon (Paslon) Walikota dan wakil Walikota Baubau terpilih, sesuai dengan prosedur, maka giliran DPRD Kota Baubau yang melakukan sidang paripurna penetapan Paslon Walikota-Wakil Walikota terpilih periode 2018-2023.

Ketua DPRD Baubau H kamil Ady Karim dan partai pengusung ketika menghadiri penetapan Walikota-Wawali Baubau di KPUD Baubau. Foto Ardi Toris

Ketua DPRD Kota Baubau H Kamil Ady Karim mengatakan sidang paripurna penetapan Paslon terpilih sudah dilakukan DPRD Kota Baubau pada Kamis (16/08). Kamil Ady Karim yang memimpin langsung sidang paripurna itu dan dihadiri Wakil Walikota terpilih La Ode Ahmad Monianse.

“Selanjutnya hasil surat penetapan DPRD itu akan dikirim ke Pemprov Sultra untuk kemudian diteruskan ke Kemendagri. Alhamdulilah dalam sidang paripurna di DPRD tidak ada kendala dan berjalan lancar. Saya berharap proses selanjutnya juga akan berjalan lancar sehingga Walikota dan Wakil Walikota terpilih bisa dilantik sesuai tahapan Pilkada yaitu tanggal 20 September 2018,” tuturnya.

La Ode Ahmad Monianse ketika dihubungi via ponselnya membenarkan telah dilakukan penetapan Paslon Walikota-wakil Walikota terpilih oleh DPRD Kota Baubau melalui sidang paripurna. Monianse, sapaan akrab La Ode Ahmad Monianse mengatakan dasar mendagri memproses surat dari pihak provinsi Sultra nantinya adalah melihat hasil surat penetapan dari DPRD Kota Baubau itu.

“Saya kira prosesnya dari MK, lalu ke KPUD, kemudian ke penetapan DPRD semua dilalui dengan baik. Selanjutnya diserahkan ke Provinsi untuk disampaikan ke Kemendagri. Saya berharap tahapan selanjutnya tidak ada kendala sehingga Kota Baubau kembali dipimpin Walikota-Wakil Walikota yang definitif,” ucapnya. (AT/ISTIMEWA)




KAPMEPI Gelar Donor Darah 18 Agustus

Peliput: Ady Cacung

BAUBAU, baubaupost.com – Kader Pengembang Moral Etika Pemuda Indonesia (KAPMEPI) Kota Baubau bersama Palang Merah Indonesia (PMI) akan menggelar donor darah tanggal 18 Agustus 2018 di Lippo Plaza Buton.

Ketua DPD KAPMEPI Kota baubau Prihartini Said mengatakan, kegiatan ini akan dimulai pada pukul 13.00 Wita. Sehingga masyarakat diharapkan untuk sukarela mendonorkan darahnya.

“Kegiatan yang adakan dari divisi jaringan lembaga KAPMEPI Baubau yang turun langsung mengurus semua persediaan untuk menyukseskan kegiatan,” katanya.

Lanjutnya kegiatan donor darah ini merupakan rogram kerja KAPMEPI masa bakti 2018/2020. Salah satunya untuk kebutuhan masyarakat akan darah dan sebagai wujud kepedulian pemuda Kota Baubau di bidang kesehatan.

“Program ini guna menjalin hubungan silaturahim yang baik dengan berbagai pihak baik pemerintah, swasta maupun antar organisasi kepemudaan.,” ujarnya.

Ketua Divisi Jaringan Lembaga KAPMEPI Kota Baubau Muchlis SKM menambahkan, darah yang terkumpul sebagai tambahan persediaan darah bagi Unit Tranfusi Darah Palang Merah Indonesia (UTD PMI) Baubau dalam menyambut HUT RI tahun 2018. “Sehingga dapat meningkatkan solidaritas dan kepedulian kepada saudara kita yang membutuhkan darah,” tutupnya. (#)




Polisi Tangkap Pelaku Curanmor di Tempat Parkir RSUD Muna

 

Peliput: Iman Supa – Editor: Fardhyn JS

RAHA, BP – Anggota Timsus Polres Muna berhasil menangkap pelaku pencurian motor (Curanmor) di parkiran RSUD Muna, Selasa(14/08).

Kasat Reskrim Polres Muna, Iptu Fitrayadi yang ditemui Mako Polres, Rabu 15 Agustus 2018 mengungkapkan Kemarin Selasa, 14 Agustus 2018 pukul 11:00 Wita anggota Polres Muna menemukan pelaku curanmor yang selama ini dicari dari bulan april yang melaporkan kehilangan motor dari warga Desa Parida kecamatan Lasalepa.

“Anggota Timsus menemukan motor yang dicari selama 4 bulan sedang parkir di RSUD Muna, tersangka MA (20) ditunggu keluar dari Ruang RSUD lalu ditangkap dan dibawah di Polres Muna untuk dilakukan pemeriksaan,” jelasnya.

Diketahui Kadir T pemilik motor Merek Satria Full warga Desa Parida Kecamatan Lasalepa Kabupaten Muna telah melaporkan kehilangan di Polres Muna April lalu. Korban melaporkan kehilangan motornya di samping rumah sekitar pukul 02:00 Wita.

Lanjutnya, setelah dicocokkan nomor mesin dengan BPKB pemilik sebenar ternyata identik,

“Ada sebagian beberapa sepeda motor yang telah dirubah yang diantaranya Bodi, felek motor hingga DTnya telah dirubah, namun setelah mencocokkan nomor mesin dengan STNK pemilik (Kadir) ternyata miliknya,”Katanya.

Ia menambahkan, dengan ditemukan alat bukti yang cukup sehingga dilakukan penangkapan dan penahanan terhadap tersangka.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, tersangka mengaku tidak melakukan sendiri namun bersama dua rekannya dan hari ini anggota berhasil menangkap Kedua rekan tersangka yang ditangkap di rumah masing-masing dengan inisial TFK (18) dan M AR (16) ,

Ia menyebutkan, M AR berstatus sebagai pelajar di bangku SMA yang masih dibawah umur.

“Otak pelaku (MA) mengaku telah membuat STNK palsu yang dikaitkan dengan sepeda motor yang dicurinya,serta dalam Periksaan sebelumnya, pelaku mengaku membeli motor hasil curian di Kendari melalui jual beli Online,”Ucapnya.

Fitrayadi menegaskan pelaku disangkakan Pasal 363 ayat (1) ke-3 dsn ke-4 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara.(*)