Sosialisasi, KPU Wakatobi Go To School

Peliput: Duriani

WAKATOBI, BP – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) melaksanakan sosialisasi di kampus Sekolah Menengah Umum Negeri (SMUN) sederajat. Diantaranya, SMUN 1 Wangi-Wangi Kamis (18/10/2018).

Sosialisasi dengan mengusung tema KPU go to school itu dikhususkan untuk pemilih pemula jelang pemilu 2019 nanti. Dengan harapan target 75 persen secara nasional untuk pemilih pemuka dapat tercapai.

Amatan Baubau Post, komisioner KPU Wakatobi secara bergantian memberikan materi kepada puluhan siswa peserta sosialisasi yang masuk kategori pemilih pemula. KPU dengan tupoksinya memberikan pemahaman tentang pentingnya berpartisipasi menyalurkan hak pilihnya. Karena hak pilih pemilih pemula ikut menentukan masa depan bangsa.

“Kita berharap bahwa pemilih pemula dapat memahami tata cara pencoblosan dan pentingnya menyalurkan hak pilihnya. Karena pemilih pemula ikut menentukan nasib bangsa kedepannya,” ujar Abdul Rajab Ketua KPU Wakatobi usai sosialisasi itu.

Tampak pula puluhan siswa-siswi SMUN 1 Wangi-Wangi antusias mengikuti kegiatan tersebut. Hal itu bisa dilihat dari sejumlah siswa dengan bergantian bertanya terkait materi yang dibawakan komisioner KPU Wakatobi.

KPU Wakatobi dengan agenda yang sama akan mengunjungi semua SMU sederajat di Wakatobi. Hingga berita ini diturunkan sosialisasi sementara berlangsung. (*)




KPU Butur Laksanakan Gerakan Melindungi Hak Pilih

Masyarakat Diharap Proaktif Cek DPT

Peliput: Darson

BURANGA, BP – Dalam rangka upaya penyempurnaan Pendataan dan Penyusunan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu Tahun 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buton Utara (Butur) melaksanakan Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP) Pemilu 2019, Rabu, 17 Oktober 2018.

Selain di Kantor KPU Butur sendiri, posko GMHP dibuka di seluruh sekretariat PPK dan PPS di desa/kelurahan.

Komisioner KPU Butur Miswar Adhi Putra diterima, Rabu (17/10) mengatakan, GMHP dilaksanakan secara serentak se Indonesia. Giat ini berdasarkan tindak lanjut surat edaran Ketua KPU RI nomor : 1099/PL.02-1-SD/01/KPU/IX/2018 yang diteruskan dengan surat KPU Sultra nomor 705/PL.02.1-SD/74/Prov/X/2018.

“Posko GMHP melayani dari tanggal 1-28 Oktober 2018. Tapi untuk kegiatan cek NIK serentak dilaksanakan tanggl 17 Oktober 2018. Puncaknya jam 10.00 waktu setempat,” terang Miswar.

Dengan adanya kegiatan ini, tambah Kordiv Program dan Data KPU Butur ini mengharapkan, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa/kelurahan, tokoh politik, masyarakat umum untuk datang berkunjung ke posko GMHP Kantor KPU Butur, PPK dan PPS untuk mengecek namanya, apa sudah masuk didaftar pemilih Pemilu 2019.

“Kami mengharapkan semua pihak termasuk masyarakat secara keseluruhan untuk bersama-sama menyukseskan acara ini, dengan secara suka rela mengecek data pribadi apakah sudah terdaftar sebagai Pemilih Pemilu Tahun 2019 atau belum,” terangnya.

Jika warga belum terdaftar, maka dapat membawa KTP elektronik untuk didaftarkan sebagai wajib pilih. “Jika belum terdaftar maka melapor di KPU, PPK dan PPS setempat dengan membawa KTP elektronik untuk didaftar sebagai wajib pilih Butur. Bersama kita lindungi hak pilih untuk pemilu yang berkualitas,” imbuh dia. (*)




Pemkot Baubau Apresiasi Program UHC BPJS Kesehatan

Peliput: Gustam

BAUBAU, BP – Program Universal Health Coverage (UHC) BPJS Kesehatan dalam meningkatkan capaian semesta kepesertaan JKN-KIS, mendapat apresiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau.

Wali kota Baubau Dr H AS Tamrin MH mengungkapkan, UHC merupakan salah satu upaya BPJS Kesehatan dalam menciptakan layanan kesehatan yang baik kepada masyarakat. Untuk itu, program pencapaian semesta kepesertaan JKN-KIS itu, mesti mendapat suport pemerintah.

“Ini merupakan upaya kepedulian pemerintah terhadap jaminan kesehatan masyarakatnya,” ungkap As Tamrin dalam sambutannya pada acara penanda tanganan perjanjian UHC, jumat (19/10).

Untuk itu, orang nomor satu di Kota Baubau itu meminta kepada semua pihak, untuk ikut mendukung program BPJS Kesehatan dalam mewujudkan sistem pelayanan kesehatan yang baik dan terjangkau bagi masyarakat.

“Mari kita bersama-sama, meningkatkan kualitas, sinergitas dalam meningkatkan pelayanan kesehatan yang baik kepada masyarakat,” pungkasnya. (*)

Sementara itu dirilis dari Kominfo Baubau, kehadiran Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) pusat, Fachmi Idris merupakan kali pertama di Kota Baubau. Hal ini pula diapresiasi oleh orang nomor satu di Kota Baubau itu.

“Beliau hadir di Baubau karena kekompakan kita semua, para kepala daerah dan segenap jajaran. Memang penyelenggaran pemerintahan harus dilaksanakan kompak, bersama-sama dengan penuh tanggung jawab, agar masyarakat kita benar-benar mendapat manfaat besarnya,” katanya.

Wali Kota juga mengucapkan apresiasinya kepada Wakil Bupati Buton Utara, Sekda Buton, Sekda Wakatobi, Sekda Muna, Sekda Muna Barat, Sekda Buton Selatan yang berkenan hadir ke Baubau untuk hadir langsung melakukan penandatanganan Universal Health Coverage (UHC) anatara pihak BPJS dan 7 daerah yang dipusatkan Balai Palaigimata Baubau.

Fachmi mengingatkan, meski BPJS hadir untuk memberikan jaminan sosial kesehatan, tetapi ia tetap mengimbau segenap masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan. “Sebab tidak ada yang meminta-minta untuk sakit, jadi jika peserta BPJS tetap sehat, maka dana BPJS juga akan membantu warga lainnya yang mengalami gangguan kesehatan,” imbuhnya.

Dirut BPJS juga mengapresiasi kepemimpinan AS Tamrin yang dinilainya sebagai pamong sejati yang sebanarnya kepemimpinannya di Baubau sekadar mewakafkan dirinya di daerah. “Beliau sebenarnya sagat kenyang pengalaman, jadi di kota ini sekadar mewakafkan diri untuk kemajuan Kota Baubau,” tuturnya. (*)




Kecamatan Betoambari Bakal Programkan Kampung KB

Peliput: Arianto W

BAUBAU, BP – Kecamatan Betoambari melaksanakan program Kampung Keluarga Berencana (Kampung KB) di Kelurahan Labalawa. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Camat Betoambari, Drs La Kaju saat dikonfirmasi diruangan kerjanya, mengatakan program Kampung KB diprioritaskan pada permukiman yang berada di perbatasan kota. Terkhusus untuk Kecamatan Betoambari akan dipusatkan di Labalawa, mengingat lokasinya berdekatan dengan perbatasan Kota Baubau dan Buton Selatan (Busel).

“Ada kriteria dari pusat yang memprioritaskan program ini pada lokasi kelurahan di perbatasan,” jelasnya.

Dilihat dari segi sosial, masyarakat Labalawa memiliki sejumlah pekerjaan yang terintegrasi oleh semua program, salah satunya pertanian, perternakan serta program sosial lainnya. Namun, pada penggunaan KB belum terintegrasi dengan baik, maka dari itu pihak pemerintah memusatkan program tersebut di Labalawa.

“Kondisi sosial masyarakat di Labalawa, terkait penggunaan KB belum terintegrasi dengan baik. Sehingga kurang capaiannya,” ungkapnya.

Pihaknya berharap agar seluruh masyarakat Labalawa dapat memahami manfaat penggunaan KB.

“Jika program ini bisa tersentuh semua maka semakin banyak kesejahteraan masyarakat,” tutupnya (#)




Balitbang Sebut Tiga Aspek Utama Pembentukan Smart City

Peliput: Gustam

BAUBAU, BP – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) menjadikan Baubau sebagai kota cerdas (smart city) mendapat respon dari banyak pihak. Berbagai kajian mulai dilakukan.

Salah satunya oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kota Baubau. Balitbang menilai, ada tiga aspek utama pembentukan smart city, yakni aspek sosial, ekonomi dan tatanan pemerintahan.

Kepada Baubau Post di kantornya, rabu (12/09), Kepala Balitbangda Kota Baubau Mustafa Zain menjelaskan, aspek sosial menjadi penting mengingat masyarakat wajib dipenuhi haknya oleh pemerintah.

“Smart dalam bidang sosial itu bagaimana memenuhi hak-hak dasar masyarakat. Kemudian smart dalam ekonomi, bagaimana sumber daya ekonomi mampu mendukung terciptanya lapangan kerja,” jelasnya.

Terakhir, aspek pemerintahan. Kata Mustafa, pemerintah wajib memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Dengan demikian, Kota Baubau layak menjadi smart city.

“Dalam bidang pemerintahan, setiap daerah harus konsen, paling tidak tata kelola pemerintahan mengutamakan pelayanan yang baik kepada masyarakat,” tandasnya. (*)




Promosi Sekolah, SDN 3 Katobengke Harap Partisipasi Masyarakat

Peliput: Arianto W

BAUBAU, BP – SDN 3 Katobengke mengharapkan partisipasi masyarakat untuk mempromosikan sekolahnya. Pasalnya lokasi sekolah tersebut berada di tengah perumahan warga.

Dikatakan oleh kepala SDN 3 Katobengke, Sukmawati, keberadaan sekolahnya tidak diketahui oleh masyarakat luar yang beraktifitas dihulu jalan. Jarak sekolah dan jalan poros cukup jauh, sekitar 50 meter.

“Sekolah kita tidak terlihat oleh masyarakat yang beraktifitas di pinggiran jalan poros,” jelasnya.

Lanjutnya, pihaknya sempat memajang papan pemberitahuan sekolah yang diletakan di pinggiran jalan, namun tidak berlangsung lama. Sebab tempat penancap papan pemberitahuan tersebut telah masuk di areal tanah milik warga.

Pihaknya berniat mengajak warga untuk berpartisipasi dalam ajang promosi sekolah dengan memperbolehkan pemasangan papan pemberitahuan, namun tertunda karena beresiko terjadi kesalahpahaman.

“Kita mau konfirmasi kepada masyarakat, namun takutnya ada kesalahpahaman antara sekolah dan masyarakat,” ujarnya.

Namun ia akan berupaya keras untuk membujuk warga, dengan tujuan agar masyarakat luar dapat mengetahui keberadaan sekolah yang tertutupi oleh perumahan warga.

“Saya akan tetap mencoba bagaimanapun caranya agar bisa memajang papan pemberitahuan sekolah kita agar masyarakat luar bisa tau bahwa ada SDN 3 Katobengke di sini,” tutupnya (#)




Wujudkan JKN-KIS Berkesinambungan Tujuh Daerah Kerjasama UHC dengan BPJS

Peliput: Gustam

BAUBAU, BP – Tujuh daerah, yakni Kota Baubau, Kabupaten Buton, Buton Selatan, Buton Utara, Muna, Muna Barat dan Wakatobi menandatangani perjanjian kerjasama Universal Health Coverage (UHC) bersama BPJS Kesehatan. Kegiatan yang di gelar di Aula Kantor Palagimata Kota Baubau, jumat (19/10).
Dalam sambutannya Direktur Utama (Dirut) BPJS Kesehatan Prof Dr dr Fachmi Idris MMKes menjelaskan, UHC merupakan program nasional yang bertujuan meningkatkan capaian semesta kepesertaan JKN-KIS.

Penandatanganan UHC bersama tujuh daerah ini merupakan upaya peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat Sultra secara menyeluruh.

“Program ini adalah program strategis nasional. Ini menunjukkan komitmen dari kepedulian pemerintah terhadap kesehatan masyarakatnya,” jelasnya.

Disebutkan, masyarakat Sultra yang ikut BPJS mencapai 276.374 orang. Menuruntya, angka ini cukup signifikan untuk mencapai 95 persen target dari Presiden RI tentang penggunaan BPJS masyarakat Indonesia.

Lanjutnya, sudah terdapat 125 Kabupaten Kota yang menandatangani UHC dan empat provinsi di Indonesia. “Kami harap Sultra menjadi provinsi kelima yang akan menandatangani UHC ini,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Sultra dr Zuhuddin Kasim MM mewakili Gubernur mengatakan, program UHC sangat tepat, karena merupakan salah satu upaya meciptakan lingkungan yang sehat. Ketujuh daerah tersebut, kata Zuhuddin, merupakan salah satu daerah di Sultra yang berkontribusi meningkatkan jumlah peserta JKN-KIS.

“UHC adalah konsep reformasi pelayanan kesehatan yang berkualitas dengan tujuan mengurangi batasan finansial masyarakat,” tuturnya.

Pihaknya selaku Pemerintah Provinsi mendukung penuh program tersebut. Olehnya kehadiran Dirut BPJS di Kota Baubau dalam kegiatan ini akan semakin meneguhkan Sultra sebagai provinsi yang akan mendorong segenap warganya untuk ber-BPJS, sebagai salah satu jaminan kesejhteraan masyarakat di bidang pelayanan kesehatan.

“Saya atas nama Pemerintah Provinsi mengapresiasi ke tujuh daerah ini yang telah mencapai semesta kepesertaan JKN-KIS,” tandasnya.

Beberapa perwakilan daerah yang menghadiri kegiatan ini diantaranya, Buton Selatan diwakili Asisten II Drs Maharuddin, Muna Barat diwakili Sekda Drs LM Husain Tali MPd, Wakatobi diwakili Sekda Muhammad Ilyas Abibu SE MDM, Muna diwakili Sekda Nurdin Pamode SH MAP, Buton diwakili Kedis Kesehatan H Sumardin SIp MKes, serta Buton Utara diwakili langsung Wakil Bupati Ramadio SE. (*)




Wawali Minta OPD Kuasai TI

Editor: Zaman Adha

BAUBAU, BP – Perkembangan teknologi saat ini menuntut aparatur sipil di daerah harus menguasai Teknologi Informasi (TI). Wakil Wali Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse meminta jajarannya di bidang perencana masing-masing OPD dan juga pengelola pengadaan barang dan jasa lingkup Pemerintah Kota Baubau menguasai perkembangan TI.

Pasalnya, sistem perencanaan termasuk pengelolaan barang dan jasa tidak lagi dikerjakan secara manual tetapi dengan pendekatan teknologi informasi. Demikian diungkapkan La Ode Ahmad Monianse dalam pembukaan Pelatihan Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) versi 2.3 Kota Baubau tahun 2018, Jumat (19/10)

“Para perencana di masing-masing OPD dan pengelola barang dan jasa lebih menguasai dan mengikuti perkembangan TI, sebab ini menyangkut transparansi, kecepatan, keterbukaan dan lebih muda. Karenanya infrastruktur teknologi informasi di kota ini juga harus menjamin pelayanan antar instansi pemerintah,” ujarnya dikutip dari Kominfo Baubau

Dikatakan, pelatihan versi 2.3 ini merupakan pengembangan versi sebelumnya, 2.2 yang dinilai akan mampu memberikan percepatan pelayanan. “Memang perencana dituntut lebih profesional, apalagi versi 2.3 ini masih asing bagi Pengguna Anggaran (PA), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan PPK dan Admin RUP di masing-masing OPD,” tandasnya.

Sebagai pemateri utama di pelatihan ini adalah Himawan Giri Dahlan dari LKPP Pusat. Diikuti oleh seluruh sub bagian perencana di semua OPD dalam wilayah Pemkot Baubau. Pelatihan ini digelar pihak Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Baubau, berlangsung dalam waktu dua hari, yakni Jumat dan Senin mendatang. (**)




Santiago, Ritual Penghormatan Jasa Leluhur

Liputan: Arianto

Santiago, merupakan salah satu tradisi yang dilakukan unsur pemerintah daerah maupun Forkopimda mengunjungi makam Sultan Murhum di kompleks Keraton Buton. Prosesi ini biasanya menjadi salah satu rangkaian dalam kegiatan akbar Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Baubau.

Menurut Wali Kota Baubau, AS Tamrin Santiago merupakan ritual menyiram kubur pahlawan yang telah tiada. Hal itu diyakini sebagai bentuk penghormatan masyarakat kepada jasa para leluhur yang membangun Kota Baubau, hingga kesejahteraan masyarakat dapat terimbas sampai saat ini.

“Ritual itu adalah penghargaan kita kepada Tuhan, termaksud leluhur kita yang meletakan dasar-dasar keberadaan kota Baubau,” jelasnya.

Meski ada beberapa kalangan yang menilai ritual Santiago sebagai kegiatan syirik, karena terkesan menyembah kuburan, hal ini dibantahnya.

Menyiram kubur ialah ritual mengirim doa kepada para leluhur. Sehingga segala rahmat dari sang pencipta dapat terlimpahkan kepada mereka yang terdahulu. Kegiatan itu juga dilakukan dengan cara islam, yaitu dengan menggunakan perangkat masjid sebagai landasannya.

“Intinya, kita menyiram dengan perangkat masjid jadi jangan disalah tafsirkan keyakinan kita,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, ada yang berbeda dari Santiago dengan ziarah kubur pada umumnya. Prosesinya cukup panjang dibandingkan ziarah makam lainnya.

Mengutip rilis Diskominfo, Wali Kota Baubau sebagai pemimpin daerah bersama segenap unsur pimpinan lainnya, memulai perjalanan ziarah dari Kamali Kara atau kawasan kediaman sultan masa lalu di Buton. Yang unik selama perjalanan menuju Baruga Keraton Buton, para pemimpin daerah dikawal oleh penari kesultanan Buton membawakan tari Mangaru. Tidak terkecuali para penari, para unsur pimpinan daerah juga menggunakan baju kebesaran khas Buton.

Dari Baruga Keraton Buton, selanjutnya menuju Makam Sultan Murhum yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Baruga. Pengawal dari pasukan penari Mangaru ini baru berhenti menjalankan aktivitasnya ketika para pemimpin daerah itu, sudah memasuki areal makam Murhum.

Usai prosesi nyekar, umumnya juga mengunjungi ‘batu yi gandangi’ atau orang Buton umumnya menyebut sebagai Batu Wolio. Tak ada prosesi lebih di sana.

Istilah batu Yigandangi dikenal, karena batu ini menjadi tempat menabuh atau membunyikan gendang menjelang pelantikan raja atau Sultan di masa lalu.

Seorang penyimpan naskah-naskah Buton, Al Mujazi Mulku Zahari menuturkan bila Batu Wolio merupakan batu peninggalan Kesultanan Buton yang dipercaya masyarakat sebagai tempat pertama kali ditemukan Putri Wakaka oleh Tentara Kubilai Khan. Batu tersebut juga dijadikan tempat pertama kali putri Wakaka diangkat menjadi Raja Pertama di Pulau Buton. Batu ini juga biasa disebut juga batu Yi Gandangi karena di batu Wolio ini dibunyikan gendang menjelang pelatikan raja atau sultan.

Sehari sebelum sultan dilantik, empat orang Bonto Siolimbona mengambil air di tempat yang dianggap suci lalu memasukkannya ke dalam ruas bambu sebanyak tujuh ruas. Air suci tersebut kemudian ditempatkan di atas batu Wolio. Berkait istilah ‘Santiago’ tidak banyak pendapat yang menjelaskannya secara detail, dari mana asal usul kata ini. Namun prosesi ini umumnya berjalan sekitar dua jam lamanya dari awal hingga akhir. (#)




HUT Baubau Ditutup, Wali Kota: Masa Lalu Sebagai Introspeksi

Malam Puncak Dimeriahkan Gigi Band

Editor: Zaman Adha

BAUBAU, BP – Seluruh rangkaian acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 17 dan hari jadi Kota Baubau ke 477 telah usai. Pemerintah Kota Baubau selaku penyelenggara, mampu mengemas, serta melaksanakan tuntas seluruh rangkaian acara yang dimulai 11 Oktober sampai malam penutupan, Rabu (17/10) malam di Kotamara.

Beberapa rangkaian kegiatan peringatan akbar di Kota Baubau itu diantaranya, karnaval budaya, ritual adat, pemberian penghargaan kepada para tokoh, berbagai lomba, kreasi, juga pameran Baubau Expo, yang menjadi magnet utamanya.

Wali Kota Baubau Dr H AS Tamrin MH dalam sambutannya mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh pimpinan OPD yang menghadiri undangan. Seluruh tamu undangan dari luar daerah, unsur Forkopimda, instansi terkait, pelaku usaha. Terkhusus TNI/Polri yang telah mengamankan Kota Baubau selama ini.

“Melalui sambutan ini tak lupa pula saya berterimakasih atas upaya Pemerintah Daerah (Pemda) baik itu kepton maupun yang dari luar Kepton, beserta tamu kehormatan lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu,” sebutnya.

Tiada pula hentinya Wali Kota yang gemar berpantun diakhir, penutup kata sambutan ini, mengajak masyarakat Kota Baubau untuk bersama memperingati HUT Kota Baubau yang begitu penting. Untuk mengenang masa lalu sebagai intropeksi, untuk peningkatan pembangunan di masa depan.

“Mengenang masa lalu dalam seremoni seperti ini memang perlu, tapi tidak kalah pentingnya dengan bagimana kita mampu mengaktualisasikan warisan masa lalu tersebut ke dalam aksi nyata,” pungkasnya.

Sebagai malam puncak HUT Kota Baubau Gigi band menghibur masyarakat Kota Baubau hingga penghujung acara dengan menyanyikan lagu-lagu Gigi yang telah populer. Perform Gigi berlangsung aman dan damai.

Aksi panggung sang vocalis Arman Maulana, lengkap berpadu skill sang guitarist Dewa Bujana, Basist Thomas, dan gebukan drum Hendy, tak terasa melarutkan pengunjung dalam kegembiraan, persatuan malam tadi.

Salah seorang pengunjung malam puncak (penutupan) Ani mengaku, sangat menikmati perform Band papan atas tersebut. Menurutnya, Band Gigi memiliki cerita tersendiri dengan Kota Baubau, yakni kehadiran band ibu kota ini dalam Kampanye Akbar TAMPIL MANIS dalam perhelatan Pilwali Baubau beberapa waktu lalu.

“Lagu-lagunya kan banyak yang tau, saya juga dengan teman-teman kita ikut nyanyi dengan lompat-lompat,” semangatnya.

Diakhir perform, seluruh personil Band Gigi mengenakan kampurui (sejenis penutup kepala khas tenun Buton/Baubau). Kemudian mengajak ribuan penonton untuk berfoto bareng, dari atas panggung. Mengundang teriakan histeria dari depan panggung. (tribunbuton)