Peliput: Zaman Adha — Editor: Ardi Toris

BAUBAU, BP – Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Kota Baubau telah memiliki tim evakuasi korban sendiri. Tujuannya untuk respon cepat, jika ada jenazah atau orang meninggal di tengah pandemi Covid-19.

Kepala Pelaksanan BPBD Kota Baubau, La Ode Muslimin Hibali menjelaskan, tim ini dibentuk atas inisiatif karena adanya seorang pria berKTP Muna Barat meninggal dalam Mobilya di Pasar Wameo beberapa waktu lalu. Saat itu evakuasi jenazah terlambat.

“Dari pada saling mengharap antara instansi terkait maupun kepolisian, maka kita bentuk tim evakuasi korban,” katanya.

Dijelaskan, pembentukan tim merupakan hasil diskusi di Gugus Tugas. Sesuai Standar of Procedure (SOP) tim ini akan bekerja dari lokasi penemuan jenazah hingga dibawa ke ruang jenazah di rumah sakit.

Selanjutnya, jika tidak ada keluarga dari jenazah, maka tim evakuasi korban ini akan mengantar jenazah hingga ke kuburan untuk dimakamkan oleh instansi terkait.

“Akhirnya ada beberapa orang yang mau menjadi tim evakuasi seterusnya di Kota Baubau dan itu mungkin nanti akan di SK-kan oleh Walikota. Tim ini sudah dilatih oleh dr Lukman,” jelasnya.

Tim evakuasi korban terdiri dari dua regu. Masing-masing regu terdiri dari 10 orang. Dalam tugasnya terdapat enam orang yang mengangkat jenazah, dua orang yang menyemprotkan disinfektan, satu orang driver, serta satu orang sebagai cadangan.

“Sementara regu lainnya terdapat pula perempuan, karena jangan sampai ada jenazah perempuan,” ujarnya.

Tim ini sebelumnya telah bekerja mengevakuasi jenazah di Kuda Putih, Kelurahan Tarafu, Kecamatan Batupoaro belum lama ini. Untuk mempercepat respon tim, pihaknya berencana untuk melengkapi dengan alat komunikasi. (**)

Pin It on Pinterest