Peliput : Amirul
BATAUGA,BP-badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan terus berupaya mensosialisasikan kepada masyarakat mengenai pentingnya jaminan sosial bagi tenaga kerja. Pasalnya kecelakaan kerja bisa saja terjadi kapan pun, sehingga tenaga kerja harus mendapatkan perlindungan sosial

BPJS Cabag Baubau bakal menggandeng pemerintah desa Kabupaten Buton Selatan untuk mengambil bagian sebagai peserta BPJS Ketegakerjaaan. Di Busel ada 60 Desa tersebar di tujuh kecamatan

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Drs La Siambo mengatakan kepala desa, sekretaris, perangkat dan kepala dusun anggaran menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dapat diambil dari Alokasi Dana Desa. Namun hal itu harus dibuatkan regulasinya dengan Peraturan Bupati (Perbub)

“Dulu pernah dilakukan kerjasama seperti ini, namanya Jiwa Seraya melalui Tapem Rp 50ribu perkepala mulai dari Kepala Desa hingga Kepala Dusun,” ucapnya

Dikatakannya, program BPJS Ketenagakerjaan lebih komplit karena dapat mengatur dan menjamin berbagai macam kondisi ketenagakerjaan, misalnya meninggal, catat, dan lainnya
“Tadi itu masih sebatas sosialisasi dari BPJS Ketenagakerjaan dan kepala desa akan berembuk kembali untuk meyetujui sekaligus ada regulasi dari Pemerintah Daerah karena melekat di ADD,” ujarnya

Lanjutnya, ada 60 desa di Buton Selatan, misalanya jika setiap desa memasukan 4 jiwa di BPJS Ketenagakerjaan maka 240 jiwa yang akan diberi jaminan ketenagakerjaan

“Selain itu jika kepala desa atau lainnya memiliki usaha maka karyawannya bisa dimasukkan didalam BPJS Ketenagakerjaan. Nominalnya disesuaikan dengan tingkat gajinya,” ucapnya

Ditambahkannya, kerjasama pemerintah desa dan BPJS Ketenagakerjaan direncanakan akan berlaku mulai awal Januari 2018
“Setelah rampung regulasinya baru bisa dimulai, Bupati sudah merespon hal ini,” tukasnya (*)

Pin It on Pinterest