Surat Suara Akan Dicetak Usai Pleno Surat Suara Tingkat Nasional

Peliput: Zul
BAUBAU, BP- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Baubau saat ini tengah melaksanakan apat pleno terbuka terkait rekapitulasi dan Penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan kedua (DPTHP-2) tingkat Kota Baubau. Surat suara akan dicetak usai KPU RI melaksanakan Pleno Surat Suara tanggal 15 Desember 2019.

Hal ini diungkap oleh Ketua KPU Kota Baubau Edi Sabara saat ditemui Baubau Post, Senin (10/12).

” Pleno secara nasional itu kira-kira tanggal 15 Desember, dan setelah ditetapkan secara nasional, dari situlah KPU RI akan memproduksi surat suara,” ujarnya.

Dikatakan, Logistik dibagi tiga kategori, yakni logistik pengadaanya yang dilakukan oleh KPU RI, KPU Provinsi dan KPU Kota dan Kabupaten, khusus logistik surat suara Kota Baubau yang pengadaannya dilakukan oleh KPU RI, harus berdasarkan jumlah Daftar Pemilih Kota Baubau. Dan hari ini pihaknya sedang mengusahakan untuk penetapan DPTHP-2 Kota Baubau.

” Mungkin kalau kita sudah tetapkan sebentar baru kita tahu jumlahnya, karena untuk suarat suara itu adalah berdasarkan jumlah DPT ditambah dua persen dari jumlah DPT,” jelasnya.

Pihak KPU Kota Baubau sendiri mentargetkan penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan kedua (DPTHP-2) tingkat Kota Baubau rampung tanggal 10 Desember 2019. Rapat pleno terbuka terkait rekapitulasi dan penetapan DPTHP-2 dilakukanoleh pihaknya sejak tanggal 08 Desember 2019.




Hari Anti Korupsi Empat Lokasi “Diserbu” Massa Aksi

Peliput: Ady Cacung

BAUBAU,BP- Peringatan Hari Anti Korupsi sedunia 9 desember diwarnai beberapa aksi massa. Dalam aksi massa yang terdiri dari sejumlah elemen mahasiswa mendatangi empat lokasi berbeda yakni Kantor Walikota Baubau, Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Mapolres Baubau dan Kantor Kejaksaan Baubau.

Beberapa tuntutan yang disuarakan mahasiswa yakni mengenai penuntasan kasus paket sembilan, pembangunan Kantor Bappeda Baubau, kasus islamic center maupun kasus penyelewengan dana BOS di SMAN 5 Baubau.

Pantauan Baubau Post massa aksi yang tergabung dalam suatu organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND), Koalisi Pemuda Kepulauan Buton (KPK), dan Fakultas Hukum Unidayan. Massa aksi secara bergantian mendatangi empat lokasi kantor Walikota Baubau, Mapolres, DPRD dan berakhir di kantor Kejari Baubau.

Di kantor Walikota Baubau, massa HMI menyampaikan aspirasinya di halaman kantor. Massa sempat menerobos masuk namun berhasil dihalau Satpol PP dan aparat kepolisian yang berjaga. Usai menyampaikan aspirasinya massa langsung meninggalkan kantor Walikota Baubau tanpa diterima oleh pejabat.

Sementara di kantor Kejari Baubau, sejumlah elemen bertemu dan saling bergantian berorasi untuk menyampaikan aspirasinya. Mulai dari KPK berlanjut LMND, Fakultas Hukum Unidayan dan terakhir HMI.

Orasi yang dilakukan Fakultas Hukum Unidayan sempat diwarnai aksi tarik menarik ban bersama pihak kepolisian. Pasalnya mahasiswa Fakultas Hukum Unidayan ingin membakar ban, namun tetapi dilarang pihak kepolisian.

“Tidak perlu bakar ban kalau ingin orasi, orasi saja, kalau bakar ban asapnya mengganggu pengguna jalan lain,” kata salah satu petugas kepolisian.

Salah satu orator dari Koalisi Pemuda Kepulauan Buton Safitra, mengatakan menggelar aksi untuk meminta kejelasan mengenai penanganan kasus yang terjadi di Kota Baubau. Termasuk penyelewengan dana BOS yang dilakukan Kepala SMAN 5 Baubau yang sudah jelas tersangkanya La Ode Hane dan bendahara.

Sementara itu untuk menjawab keluhan dari para mahasiswa Kepala seksi Itelijen (Kasi Intel) Ruslan, menjelaskan kasus penyelewengan Dana Bos yang terjadi di SMA 5 Kota Baubau yang melibatkan kepala sekolah SMA 5 La Ode Hane beberapa waktu lalu sudah masuk tahap penuntutan.

“Kepala sekolah dan bendaharanya, dua minggu yang lalu sudah tahap dua dan dijadwalkan hari kamis kami sudah limpahkan ke tipikor kendari untuk ditindaklanjuti,” jelasnya.

Setelah dari Kantor Mapolres Baubau, sebagian massa aksi yang menyuarakan aspirasinya di Tugu Pelabuhan Murhum. (#)




Aswad, Guru Harus Fokus di Dunia Pendidikan

Peliput: Arianto W

BAUBAU, BP- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Baubau berharap kedepannya peran dewan guru di Kota Baubau, lebih terfokus untuk mengajar, memberi pendidikan kepada peserta didik, dan tidak terlibat pada hal-hal yang bukan Tupoksinya sebagai pengajar.

Plt Kepala Disdikbud Kota Baubau Aswad saat diwawancarai Baubau Post usai pelaksanaan rapat Evaluasi Tahap Akhir 2018, Senin (10/12) mengatakan tugas utama guru untuk memberi pendidikan dalam bentuk pengajaran kepada generasi penerus bangsa, dan hal tersebut harus menjadi prioritas utama.

” Para guru harus fokus mengajar, mereka harus berada direl masing-masing untuk memberikan pendidikan dan pengajaran kepada siswa,” kata Aswad.

Ia menegaskan, jika beban guru kedepan sangatlah berat, terutama menghadapi kemajuan teknologi yang jika disalah gunakan maka akan memberikan dampak negatif kepada perkembangan generasi muda, khususnya Kota Baubau. Apa lagi hingga melkukan aktifitas diluar tupoksinya, seperti terlibat dalam dunia politik praktis saat ini.

Ia berharap, kedepan guru di Kota Baubau semakin meningkatkan profesionalismenya dalam membimbing generasi muda, serta mampu menjaga solidaritas antar sesama guru, baik disekolah maupun diluar sekolah.

“Guru tidak usah ikut-ikutan bermain didunia politik, diluar tupoksinya. Harapan saya kepada guru agar tetap berprestasi, jaga solidaritas,” tutupnya. (#)




Tingkatkan Nilai Moral Pendidikan, Disdikbud Baubau Akan Terapkan PO5

Peliput: Arianto W

BAUBAU, BP– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Baubau bakal meningkatkan kapasitas pendidikan moral kepada peserta didik, melalui penerapan falsafah pomaa-maasiaka, poma-maeyaka, popia-piara, poangka-angkataka, dan pobinci-binciki kuli (PO5).

Plt Kepala Disdikbud Baubau Aswad saat dikonfirmasi Baubau Post, Senin (10/12) mengatakan sejak beberapa tahun lalu pemerintah, melalui Dinas Pendidikan Kota Baubau telah mencoba meningkatkan pendidikan berbasis moral kepada peserta didik di Kota Baubau. Namun hal tersebut dinilainya belum maksimal, pasalnya peran serta orang tua di lingkungan keluarga juga sangat penting untuk menanamkan moral yang baik sebagai penyaring dari dampak negatif budaya luar.

“Pendidikan sekarang sudah tinggi namun moralnya masih perlu untuk menjadi tugas guru dan orang tua,” jelasnya.

Ia berharap, penanaman moral dan etika yang baik bukan hanya menjadi tugas dan tanggung guru, melainkan juga menjadi orang tua yang merupakan lingkungan terdekat para generasi muda. Sehingga peningkatan moral siswa yang bermuatan lokal (PO5-red) tidak hanya menjadi slogan, namun dapat melekat pada diri, sikap dan tingkah laku dalam menjalankan aktifitas baik disekolah maupun di lingkungan masyarakat.

“Kalau berbicara moral tidak bisa sepenuhnya diserahkan kesekolah karena tanggung jawab disekolah hanya enam sampai tujuh jam, selebihnya dirumah. Diharapkan agar ada progres dari penerapan PO5 dalam aktfitas sehari-hari,” tutupnya (#)




DPM-PTSP Baubau Sosialisasikan Perizinan Usaha Berbasis Online

Peliput: Zaman Adha

BAUBAU, BP – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Baubau menggelar sosialisasi perizinan usaha berbasis elektronik atau Online Single Submission (OSS) di aula salah satu hotel, Senin (10/12). OSS merupakan transformasi dari Surat Izin Tempat Usaha (SITU) yang dahulu masih berbasis manual.

OSS diatur dalam PP No 24/2018 tentang pelayanan perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik atau OSS. Penerapan sistem OSS sebagai bentuk penyederhanaan perizinan usaha yang sejalan dengan kebijakan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

Ini pula sebagai upaya pemerintah dalam mempermudah investasi, sehingga menarik lebih banyak minat investor untuk menanamkan modalnya di daerah. Selain di daerah, sistem ini juga telah lebih dulu diterapkan di kementerian maupun lembaga, yang selama ini dilakukan melalui PTSP.

Selain mempermudah pengurusan usaha, penerapan OSS juga dapat memfasilitasi pelaku usaha untuk terhubung dengan semua stakeholder dan mempermudah izin secara aman, cepat dan real time. Memfasilitasi pelaku usaha dalam melakukan pelaporan dan pemecahan masalah perizinan dalam satu tempat, juga memfasilitasi pelaku usaha untuk menyimpan data perizinan dalam satu identitas Nomor Induk Berusaha (NIB).

Kabid Pelayanan Perizinan dan Pelayanan Tertentu La Harmasi, dalam materinya menjelaskan karakteristik pelaku usaha yang dapat menggunakan OSS, yakni berbentuk badan usaha maupun perorangan, usaha mikro, kecil, menengah dan besar, serta usaha perorangan/badan usaha yang sudah berdiri sebelum operasionalisasi OSS.

“Termasuk juga usaha dengan modal yang seluruhnya berasal dari dalam negeri, maupun terdapat komposisi modal asing,” jelasnya.

Sementara untuk prosedur menggunakan OSS, pelaku usaha harus membuat user-ID, kemudian log-in ke sistem OSS dengan menggunakan user-ID. Selanjutnya diminta untuk mengisi data untuk memperoleh NIB. Untuk usaha baru, melakukan proses untuk memperoleh izin dasar, izin usaha dan izin komersial, berikut dengan komitmennya.

“Kalau usaha yang telah berdiri, melanjutkan proses untuk memperoleh izin berusaha baru yang belum dimiliki, memperpanjang izin berusaha yang sudah ada, mengembangkan usaha dan memperbarui data perusahaan,” tuturnya.

Sebelum membuat user-ID, pelaku usaha harus memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK). Khususnya yang berbentuk badan usaha, NIK yang didaftarkan adalah penanggung jawab badan usaha. Pelaku usaha berbentuk PT, yayasan, koperasi, firma, CV, dan persekutuan perdata menyelesaikan proses pengesahan badan usaha di KemenkumHAM melalui Administrasi Hukum Umum (AHU) online sebelum mengakses OSS.

Merujuk pada lampiran PP No 24/2018 tentang pelayanan perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik, sejumlah perizinan yang harus diurus melalui OSS yakni perizinan berusaha Sektor Ketenagalistrikan, Sektor Pertanian, Sektor Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Sektor Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Sektor Kelautan dan Perikanan, Sektor Kesehatan, Sektor Obat dan Makanan, Sektor Perindustrian, Sektor Perdagangan, Sektor Perhubungan, Sektor Komunikasi dan Informatika, Sektor Keuangan, Sektor Pariwisata, Sektor Pendidikan dan Kebudayaan, Sektor Pendidikan Tinggi, Sektor Agama dan Keagamaan, Sektor Ketenagakerjaan, Sektor Kepolisian, Sektor Koperasi UMKM, dan Sektor Ketenaganukliran. (**)




Pemkot Susun Dokumen Analisa RP3KP

Peliput: Gustam

BAUBAU, BP- Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) menggelar seminar penyusunan buku fakta dan analisa Rancangan Pembangunan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP) di salah satu restoran di Kota Baubau, senin (10/12).

Seminar yang dihadiri sejumlah camat, lurah dan mahasiswa itu dibuka resmi Walikota Baubau Dr HAS Tamrin MH. Dalam sambutannya, AS Tamrin berharap seminar tersebut berdampak positif untuk pembangunan Kota Baubau.

“Dokumen ini bisa menghasilkan sebuah produk untuk kemudian harus dilaporkan, guna menunjang pembangunan Kota Baubau ke depan,” kata orang nomor satu di Kota Baubau itu.

AS Tamrin mengimbau semua sektor turut aktif berkoordinasi membangun Kota Baubau. Khusus masalah kawasan permukiman kata AS Tamrin, perlu sinkronisasi antara dinas terkait dan lurah setempat.

“Untuk menanggulanginya (kawasan permukiman-red) harus ada koordinasi yang baik anatara DPRKP dan lurah setempat,” ungkapnya.

Kepala DPRKP Kota Baubau melalui Sekretarisnya Yulia Widiarti, menjelaskan seminar tersebut merupakan kegiatan wajib DPRKP Kota Baubau dalam upaya pemetaan kawasan perumahan.

“Ini merupakan dokumen wajib DPRKP untuk skala 20 tahun. Ini merupakan turunan semacam dokumen RT/RW bagaimana pemetaan kawasan perumahan,” jelasnya.

Ia berharap, dokumen hasil seminar tersebut dapat menjadi acuan untuk pengembangan kawasan pemukiman.

“Dengan buku ini akan menjadi acuan kita dalam pengembangan kawasan permukiman. Bagaimana tingkat kepadatannya, drainasenya dan lainnya,” tuturnya.

Lebih lanjut Yulia menegaskan, hasil seminar RP3KP tersebut ke depan akan dibuatkan regulasi untuk pengaturannya.

“Muaranya ini akan ada Peraturan Daerah (Perda)nya yang mengaturnya lebih lanjut,” tandasnya. (*)




BMKG Prediksi Minggu Ini Baubau Potensi Hujan Ringan

Peliput: Gustam/Zul

BAUBAU, BP- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca di Kota Baubau untuk minggu ini potensi hujan dengan intensitas ringan.

Tiga hari ke depan pada pagi dan siang hari bakal cerah berawan.
“Pada pagi sampai siang diperkirakan cuacanya akan cerah berawan, sedangakan untuk malam dan dini hari diperkirakan cuacanya hujan ringan,” ungkap Prakirawan BMKG Stasiun Betoambari Maria Roswita Imelda S saat dikonfirmasi, Senin (09/12).

Ditambahkan, cuaca stabil tidak akan mengganggu lalu lintas udara. “Masih normal-normal saja dan tidak akan mengganggu penerbangan,” pungkasnya.

Sementara itu dalam rilisnya di grup WhatsApp Info Cuaca Baubau, Senin (10/12), BKMG Stasiun Betoambari Kota Baubau memprediksi hingga tanggal 13 Desember 2018, kecepatan angin 2-15 Knot dari Barat Daya ke Barat Laut.

Sedangkan daerah di luar Kota Baubau juga potensi hujan ringan dan berawan, dengan kecepatan angin 2-10 dan 2-15 Knot. Di wilayah Kepulauan Wakatobi, Laut Banda, dan Perairan Kepulauan Sula hujan ringan. Perairan Manui Kendari, Teluk Tolo, dan Kepulauan Banggai berawan.

Dalam rilis tersebut turut dicantumkan tinggi gelombang laut yang mencapai 1,0-1,25 meter. (*)




Pemkot Bakal Siapkan Layanan Kesejahteraan untuk Warga Terlantar

Peliput: Gustam

BAUBAU, BP- Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau akan memberi perhatian khusus bagi masyarakat lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, dan anak-anak terlantar. Dinas Sosial (Dinsos) Kota Baubau akan menyiapkan layanan kesejahteraan sosial terpadu khusus warga terlantar tahun depan.

Kepala Bidang Rehabilitasi Dinsos Kota Baubau Lia Amalia, mengungkapkan layanan kesejahteraan sosial terpadu itu bakal berpusat di Kantor Kecamatan Murhum. Mengingat Kantor Kecamatan Murhum tahun depan berpindah.

“Kantor Kecamatan Muruhum kan tahun depan pindah, jadi kita bisa gunakan gedungnya sebagai pusat layanan kesejahteraan sosial terpadu,” ungkapnya.

Seribu lebih masyarakat terlantar yang terdiri dari 400 lebih lansia, 500 lebih penyandang disabilitas dan 100 lebih anak-anak terlantar bakal diberikan tunjangan kebutuhan pokok tiap hari dalam pusat layanan tersebut.

Tunjangan yang diberikan mulai dari makanan, pakaian dan perbekalan obat-obatan.

“Pada tujuannya untuk mensejahterakan mereka,” tutupnya. (*)




Cabor Atletik Baubau Sumbang Delapan Medali

Peliput: Fardin JS

KOLAKA, BP – Tim atletik Kota Baubau berhasil mengumpulkan delapan medali dipersembahkan untuk Kota Baubau. Delapan medali yang didapatkan yakni empat emas, tiga perak dan satu perunggu.

Pelatih Atletik Kota Baubau Amir, saat dikonfirmasi, mengatakan delapan medali yang berhasil didapatkan terdiri dari beberpa nomor lomba atletik yang dipertandingkan. Untuk kelas atletik lompat jauh mempersembahkan satu emas dan satu perak, jungkit putri satu emas dan saru perak.

Lanjutnya, lari 10 kilometer putri satu emas, lari 4×1 putri satu emas dan 4×1 putra perak.

“Kami sudah berjuang semaksimal mungkin untuk meraih yang terbaik,” ungkapnya.

Kata dia, ada keunikan tersendiri dari tim atletik putri lari 10 kilometer. Pasalnya atlet yang diturunkan merupakan atlet termuda yang diikuti seluruh peserta Porprov dan berhasil meraih juara pertama. Tidak ada pembinaan khusus yang diberikan kepada atlet termuda tersebut, semua latihan yang diberikan sama dengan atlet-atlet atletik Kota Baubau.

“Dia memang mantap, apapun program latihan yang diberikan tetap dia ikuti,” tandasnya. (**)




Pebasket Putri Baubau Harus Puas dengan Medali Perunggu

Pelatih Akui Ada Kemunduran

Peliput: Fardin JS

KOLAKA, BP – Harapan cabang olahraga (cabor) basket putri Kota Baubau untuk meraih emas harus pupus. Tim ini harus puas dengan medali perunggu setelah menumbangkan tim basket putri Kabupaten Muna di semifinal Basket Porprov Sultra, Senin (10/12).

Pelatih tim Basket Putri Baubau Wayura saat dikonfirmasi usai pertandingan di Stadion Gelora Kolaka, mengatakan timnya menargetkan emas pada kejuaraan basket ini. Namun setelah ditumbangkan tim basket putri Kabupaten Konawe, sehingga harus memperebutkan medali perunggu melawan Kabupaten Muna.

Ia mengakui, jika tim pebasket Putri didikannya mengalami kemunduran dari Porprov Sultra ke XII di Kabupaten Butur lalu dengan meraih juara pertama.

“Kemarin kami kalah tiga poin melawan Konawe dan kami harus puas dengan posisi ketiga di Porprov ke XIII ini,” katanya.

Setidaknya, pihaknya masih dapat mempertahankan tradisi untuk mendapatkan medali meskipun hanya perunggu. Wayura berharap pertandingan ini menjadi titik awal untuk pebasket Baubau bersaing di iven-iven selanjutnya. (**)