Busel Keciprat Mesin Pabrik Es Balok

 

Peliput : Amirul

BATAUGA,BP-Kabupaten Buton Selatan (Busel) keciptrat bantuan mesin pabrik es balok dari Kementerian Perindustrian

Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Busel, Amril Tamim mengatakan mesin es balok bantuan Kementerian Perindustrian berkapasitas produksi es balok perhari mencapai 10 ton atau 400 balok perhari. Berat es perbalok kurang lebih 25 kilogram

Hadirnya mesin es balok bantuan Pusat tersebut menunggu bangunan pabrik es balok yang dibangun di Desa Katilombu, Kecamatan Sampolawa kelar, yang dianggarkan melalui APBD Busel tahun 2018

“Insya Allah jika tidak ada hambatan,akhir tahun 2018 ini pabrik es balok telah memulai produksi,” ucap Amril Tamim saat ditemui beberapa waktu lalu

Lanjutnya, dengan hadirnya pabrik es balok di Buton Selatan akan menjawab keluhan masyarakat nelayan serta dapat meningkatkan kualitas ikan hasil tangkapan nelayan

“Kita memperhatikan nelayan di Buton Selatan untuk tidak jauh lagi mengambil es balok di Buabau, kita berharap dengan adanya produksi es balok di Buton Selatan, mutu ikan nelayan Buton Selatan semakin baik. Nelayan pergi bawa es sehingga pulang membawa ikan yang kualitasnya tetap terjaga saat terjual,” tuturnya

Tidak dipungkiri, nelayan Buton Selatan merupakan salah satu penyumbang ikan terbesar yang dijual di Kota Baubau. Perairan Buton Selatan diketahui memiliki potensi ikan yang cukup tinggi, maka tidak menutup kemungkinan kebutuhan es balok akan meningkat

“Kita coba dulu jika hasil pabrik es balok 10 ton perhari tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan nelayan maka kita akan usulkan lagi untuk ada penambahan mesin es,” katanya
Terkait instasni mana yang akan mengelola pabrik es balok, Amrin Tamim belum dapat memberikan penjelasan detail, karena tergantung pemerintah daerah

“lembaga atau instansi yang ditetapkan untuk mengelola pabrik es belum
ditetapkan, opsinya bisa kita sendiri bekerjasama dengan Dinas Kelauatan dan Perikanan, bisa koperasi, bisa juga Perusda atau dipihak ketigakan, tergantung pemerintah daerah. Intinya diantara pilihan itu dapat berkontribusi dengan pemerinta daerah melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD),” jelasnya

Ditambahkannya, sebelum dioperasikan pabrik es balok tersebut sudah seharusnya ada studi banding didaerah yang telah berhasil mengelola es balok, sehingga dapat menjadi acuan dalam memanajemen pengelolaan pabrik es balok.

“Daerah yang telah berhasil itu Lamongan dan Kabupaten Gorontalo, yang awalnya memiliki satu pabrik es balok sekarang sudah menjadi dua pabrik,” tukasnya (*)




Dosen TI Unidayan Ciptakan Sistem Pendingin Kandang Ayam Broiler Berbasis Android

 

Peliput : Amirul

BATAUGA,BP-Dosen Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Dayanu
Ikhsanuddin (Unidayan) Baubau bersama mahasiswa yang tergabung dalam
UKM Robotic Infotech Community (RIC) menciptakan sistem pendingin
kandang ayam broiler berbasis android

Ery Muchyar Hasiri S.Kom,MT mengatakan dibuatnya alat pendingin
kandang ayam broiler otomatis berbasis android ini untuk menjawab
masalah yang terjadi bagi peternak unggas pada sistem perkadangannya
secara tertutup.

Diketahui, dalam sistem perkadangan unggas tertutup pada daerah tropis
selalu dihadapkan dengan permasalahan tingginya suhu lingkungan hingga
mencapai suhu 31-34 derajat celsius saat musim kemarau atau pancaroba.
Pada dasarnya ayam ternak atau unggas tergolong dalam hewan berdarah
panas yang tidak mempunyai kelenjar keringat serta hampir seluruh
tubunya tertutup bulu.

Kondisi biologis seperti itu mengakibatkan unggas dalam kondisi panas
mengalami kesulitan untuk membuang panas tubuhnya ke lingkungan, jika
suhu tiba-tiba naik maka unggas mudah mengalami stres panas (heat
stress) hingga berakibat pada kematian.

“Alat ini idealnya digunakan pada musim kemarau sehingga dapat menjaga
suhu ideal ayam broiler didalam kadang tertutup,” ucap Ery Muchiar
saat ditemui dirumah penerima pada kegiatan Program Kemitraan
Masyarakat (PKM) Lingkungan Batuatas, Kelurahan Lakambau, Kecamatan
Batauga, Minggu (22/7)

Dijelaskan, penerapan alat ini hanya pada ayam broiler umur diatas 14
hari. Karena suhu ideal ayam diumur tersebut yakni 28-30 derajat
celsius. Sitem ini beroperasi secara otomatis melakukan pendinginan
ketika suhu kadang diatas suhu 30 derajat keatas, dan berhenti pada
suhu ideal ayam.

“Pada saat suhu meningkat diatas 30 derajat celsius, secara otomatis
dari beberapa sprayer nozzle ukuran 0,2 mikron yang telah terpasang
disetiap sudut kandang, akan menyemprotkan kabut air dan berhenti
secara otomatis setelah suhu kadang kembali ke suhu ideal,” tuturnya

Lanjutnya, kabut air yang diseprotkan oleh sistem ini tidak akan
membasahi ayam broiler, karena ukuran nozelnya 0.2 mikron, namun hanya
mengikat partikel panas dalam udara. Sistem pendingin kandang ayam
broiler atau Poultry Cooling System dapat juga diterapkan untuk
beberapa jenis kandang peternakan.

Poultry cooling System melingkupi perangkat hadware berupa perangkat
sistem mikrokontroller, pompa fogging, wadah air serta filter dan
pendukung lainnya yaitu sofware yang disebut eFoggerFarmHouse. Sistem
pompa menggunakan arus DC 24 volt atau 100 watt sehingga hemat listrik
karena bekerja hanya pada suhu tertentu yang diseting melalui aplikasi
smart phone dengan koneksi blutooth

“Aplikasi ini eFoggerfarmhouse versi 1.0 ini dikoneksikan menggunakan
bluetooth pada smart phone dengan alat poultry cooling system.
Operasinya aplikasi ini juga dapat dilakukan secara manual dan mode
automatic,” ujarnya

Eric Muchyar yang juga Kepala laboratorium Komputer Teknik Informatika
Fakultas Teknik Unidayan ini mengharapkan alat diberikan kepada Fajar,
ST selaku peternak ayam broiler sebagai mitra PKM dan telah dicoba
berhasil di Lingkungan Batuatas, Kelurahan Lakambau, Kecamatan
Batauga, Kabupaten Buton Selatan, dapat menjawab permasalahan stres
panas ayam broiler yang diternaknya serta dapat peningkatan hasil
produktifitasnya

Sementara Ketua Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik
Asniati,ST, MT mengatakan kegiatan pengadian kemitraan masyarakat
antara masyarakat yakni peternak dan pihak program studi teknik
Informatika Fakultas teknik Unidayan yang disponsori oleh Kementerian
Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Ristek
Dikti)

“Sebelumnya kami mengajukan proposal ke Ristek Dikti terkait pembuatan
alat ini yang sesuai dengan kebutuhan peternak, setelah di ACC tentang
pedanaan, kemudian setelah dibuat langsung diserahkan kepada
peternak,” tuturnya

Asniati menambahkan setelah alat pendingin kandang ayam broiler ini
akan ada inovasi-inovasi lainnya, misalnya alat pengatur suhu panas
ideal otomatis ayam broiler untuk umur ayam nol sampai 14 hari
“Sebelumnya juga kami juga telah membuat alat yang diterapkan pada
bidang pertanian, yakni penyiraman dan pemupukan tanaman secara
otomatis berbasis android. Jadi sistem alat itu akan melakukan
penyiraman secara otomatis ketika tanahnya kering. Diterapkan pada
tanaman holtikultura seperti sawi,tomat,” tukasnya

Sementara, Fajar selaku peternak ayam broiler mengaku sangat berterima
kasih telah mendapat bantuan kemitraan ini berupa alat poultry cooling
system. Dia berharap dengan adanya alat ini dapat memberikan hasil
produktifitas ternak semakin meningkat dan kedepan ada inovasi-inovasi
terbaru untuk mengatasi permasalahan bagi peternak ayam broiler

“Selain alat ini, semoga kedepan ada inovasi yang menjawab
permasalahan dunia usaha peternakan, selain sistem pendingin kandang
ayam broiler berbasis android, misalnya mesin penetas telur otomatis
berbasis android,” tukasnya (*)




Genjot Kemampuan Petani dan Nelayan, Distan Gelar Mimbar Sarasehan KTNA

Peliput : Amirul

BATAUGA, BP – Meningkatkan kemampuan Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Buton Selatan (Busel) menggelar Mimbar Sarasehan KTNA tingkat Kabupaten Busel Tahun 2018.

Plt Bupati Busel H La Ode Arusani diwakili Sekda Drs La Siambo sebelum membuka kegiatan tersebut mengatakan pembangunan pertanian secara luas di Busel mesti diarahkan pada peningkatan kemampuan sumberdaya manusia, sehingga dalam pengelolaan dan memanfaatan sumberdaya alam yang tersedia dilakukan secara baik dan optimal.

“Forum ini akan ada proses timbal-balik antara pelaku pertanian dan pemangku kebijakan sehingga melahirkan solusi-solusi yang terjadi di lapangan,” ucap La Siambo di aula Dinas Pertanian, Kecamatan Batauga, Kamis (19/7).

Lanjutnya, keberhasilan pembangunan pertanian pada hakekatnya ditentukan oleh peran serta dan kemampuan pelaku utama yakni para petani dan nelayan serta didukung oleh Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) yang berkompeten.

Memang tidak dipungkiri Busel merupakan daerah baru dan tidak dipungkiri masih banyak potensi sumberdaya alam pertanian yang belum maksimal dikelola seperti daerah lain yang lebih dulu maju. Namun pemerintahan Busel bersama masyarakat khususnya petani dan nelayan terus berupaya untuk mengejar ketertinggalan dengan inovasi.

“Saya melihat di Dinas Pertanian sudah memiliki alat pertanian modern seperti traktor dan lainnya. Kedepan dengan menggunakan teknologi ini dapat menggenjot tumbuh kembangnya pembangunan dibidang pertanian yang akan sejalan dengan kesejahteraan masyarakat petani dan nelayan,” tukasnya

Sementara, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindag Busel, Drs Amril Tamim selaku pemateri mengatakan program Dinas Koperasi UKM dan Perindag memiliki banyak keterkaitan beberapa program dengan Dinas Pertanian untuk saling mengisi. Misalnya mendorong hadirnya koperasi petani dan nelayan, pengadaan pasar modern sebagai wadah transaksi jual beli hasil pertanian di Busel dan lain sebagainya.

Menjawab pertanyaan berbagai kalangan pelaku pertanian dan nelayan terkait pasar di Buton Selatan guna meningkatkan transaksi jual beli hasil pertanian dan nelayan. Pihaknya telah melalukan berbagai upaya salah satunya membangun pasar modern dan higenis di Bandar Batauga melalui anggaran pusat.

Kata dia, memang saat ini pasar di Bandar Batauga belum dimanfaatkan karena masih ada beberapa pertanyaan dari kalangan masyarakat terkait ketersediaan listrik dan air bersih serta akses jalan dan pelaku pasar masih mendiami pasar Laompo yang saat ini sudah tidak representatif sebagai wadah transaksi pelaku pasar, karena telah mengganggu pengguna jalan.

“Insya Allah jika tidak ada halangan, akhir tahun Pasar Bandar Batauga sudah bisa ditempati, karena sejumlah fasilitas penunjang telah dituntaskan. Air sudah masuk begitu juga listrik, tinggal menunggu pelebaran akses jalan, setelah itu rampung pelaku pasar sudah bisa menempatinya,” tuturnya

Kemudian terkait adanya infomasi, di wilayah kelurahan Lawele ada kelompok masyarakat yang telah melakukan kegiatan swadaya pengolahan biji jambu mete hingga puluhan ton, namun kesulitan dalam pemasarannya serta belum adanya teknologi pengupasan kulit jambu mete serta pengemasan yang modern dengan label Busel. Kata Amril Tamim, pihaknya
akan melakukan meninjau dan membantu pengadaan alat pengupas kulit jambu mete modern.

“Kami akan cek terkait informasi ini, sehingga ada solusi permasalahan,” tukasnya

Kegiatan Mimbar Sarasehan tersebut dihadiri perwakilan kelompok Tani dan Nelayan di tujuh kecamatan Buton Selatan, serta sejumlah penyuluh pertanian dan pelaku usaha(*)




Pegiat Pendidikan Berprestasi Busel Bakal Diberi Penghargaan

Peliput : Amirul

BATAUGA,BP-Pegiat pendidikan mulai dari guru, kepala sekolah, pengawasan dan tidak terkecuali siswa di Buton Selatan yang dinilai memiliki prestasi yang berprestasi bakal diberi penghargaan oleh Pemerintah Buton Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Olarahraga Busel

Kepala Dikmudora Busel H La Ode Darmin SH MSi mengaku, program itu telah dicanangkan Bupati Busel yang bertujuan untuk memberikan dorongan serta motivasi kepada seluruh pelaku pendidikan di Busel untuk berbuat yang terbaik.

“Bupati Busel tahun ini mencanangkan lomba pegiat pendidikan berprestasi. Diberikan penghargaan sebagai guru berprestasi, siswa berprestasi, Kasek berprestasi, beasiswa prestasi, pengawas berprestasi. Ini dalam upaya memotivasi dunia pendidikan di Busel,” kata Darmin beberapa waktu lalu

Pemberian penghargaan sebagai pegiat pendidikan berprestasi itu, merupakan perhatian dinas pendidikan sebagai instansi teknisnya yakni meningkatkan kualitas, kuantitas pendidikan di Busel.
Lanjutnya, tentu dengan harapan yang besar kedepan, bahwa seluruh guru, kasek dan pengawas terus menerus berupaya meningkatkan kualitas diri untuk terus berprestasi serta memberikan warna didalam dunia pendidikan. Begitupun kepada siswa agar terus belajar agar berprestasi baik akademik maupun moral dan akhlak.
“Ini juga merupakan janjikan politik Bupati,” harap Darmin.

Ditambahkannya, dengan adanya perubahan bertahap dunia pendidikan di Buton Selatan melalui program tersebut maka ditahun-tahun mendatang Sumber Daya Manuasi (SDM) Buton Selatan dapat berdaya saing, sehingga dapat mewujudkan program pemerintah Busel Beradat menuju masyarakat yang sejahtera (*)




Pegiat Pendidikan Berprestasi Busel Bakal Diberi Penghargaan

 

Peliput : Amirul

BATAUGA,BP-Pegiat pendidikan mulai dari guru, kepala sekolah, pengawasan dan tidak terkecuali siswa di Buton Selatan yang dinilai memiliki prestasi yang berprestasi bakal diberi penghargaan oleh Pemerintah Buton Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Olarahraga Busel

Kepala Dikmudora Busel H La Ode Darmin SH MSi mengaku, program itu telah dicanangkan Bupati Busel yang bertujuan untuk memberikan dorongan serta motivasi kepada seluruh pelaku pendidikan di Busel untuk berbuat yang terbaik.

“Bupati Busel tahun ini mencanangkan lomba pegiat pendidikan berprestasi. Diberikan penghargaan sebagai guru berprestasi, siswa berprestasi, Kasek berprestasi, beasiswa prestasi, pengawas berprestasi. Ini dalam upaya memotivasi dunia pendidikan di Busel,” kata Darmin beberapa waktu lalu

Pemberian penghargaan sebagai pegiat pendidikan berprestasi itu, merupakan perhatian dinas pendidikan sebagai instansi teknisnya yakni meningkatkan kualitas, kuantitas pendidikan di Busel.
Lanjutnya, tentu dengan harapan yang besar kedepan, bahwa seluruh guru, kasek dan pengawas terus menerus berupaya meningkatkan kualitas diri untuk terus berprestasi serta memberikan warna didalam dunia pendidikan. Begitupun kepada siswa agar terus belajar agar berprestasi baik akademik maupun moral dan akhlak.
“Ini juga merupakan janjikan politik Bupati,” harap Darmin.

Ditambahkannya, dengan adanya perubahan bertahap dunia pendidikan di Buton Selatan melalui program tersebut maka ditahun-tahun mendatang Sumber Daya Manuasi (SDM) Buton Selatan dapat berdaya saing, sehingga dapat mewujudkan program pemerintah Busel Beradat menuju masyarakat yang sejahtera (*)




Tingkatkan Kemampuan CPNS, GSM Gelar Meet Up

 

Peliput: La Ode Qunhalaqa AS – Editor: Zaman Adha

BATAUGA, BP – Gerakan Sampolawa Mengajar (GSM) menggelar Meet Up Forum Diskusi bertemakan “Rahasia sukses CPNS dan kekuatan kolaborasi, Rabu (20/06). Kegiatan ini sebagai sharing informasi bagi CPNS.

Kegiatan yang menghadirkan dua pemateri handal ini juga bertujuan untuk meningkatkan persaudaraan antar pegiat literasi di Buton Selatan serta saling menginspirasi antara GSM dan alumni SMAN 1 Pasarwajo.

Salah satu pemateri Lm Insaf Al Fian Rihani mengatakan, sebagai kecamatan tertua di Kabupaten Buton Selatan, Sampolawa perlu dimajukan. Pasalnya diakuinya daerah ini masih cukup trtinggal.

“Tujuannya tercapai walau belum mksimal karema adanya keterbatasan,” kata peraih nilai tertinggi CPNS 2014 di Sultra ini.

Dirinya berharap, dengan kegiatan ini Kecamatan Sampolawa dapat maju seperti kecamatan lainnya di Buton Selatan. Selain itu, Insaf mengajak masyarakat agar berkunjung ke Kecamatan Sampolawa.

“Olehnya kami selalu menggaungkan hastag, gerakan sampolawa mengajar dalam perubahan salam literasi, sampolawa bangkit. Di Sampolawa oragnya ramah dan akan banyak pelajaran yang akan diperoleh,” imbuhnya.

Pemateri lainnya Andini Claudia dari Alumni YSEALI Arizona State University (Volunteer American Corner) berharap, kegian serupa dapat terus digelar. Sehingga dapat meningkatkan kemampuan bagi calon-calon abdi negara.

“Ini bisa menjadi space buat adik-adik meningkatkan kemampuan mereka, baik hard skill dan soft skill. Saya tidak sangka di sana ada komunitas keren kayak GSM. Semoga lebih baik lagi,” harapnya. (*)




Menggali Peningkatan PAD, DPRD Busel Belajar Ke Kota Depok

 

Peliput: Amirul

BATAUGA, BP-Kota Depok Propinsi Jawa Barat (Jabar) memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang cukup signifikat dari tahun ke tahun. Untuk itu sejumlah anggota DPRD Busel melakukan kunjungan kerja guna mempelajarinya untuk dapat diterapkan di Busel

Kunjungan itu, dipimpin langsung Ketua DPRD Busel La Usman, dan diterima Kabag protoler, Sekretariat DPRD Kota Depok Endang Nugroho, beberapa waktu lalu

Diterima protokoler, karena seluruh anggota DPRD Depok juga melakukan kunjungan studi di Bandung dan daerah lain diluar Kota Depok

Dalam kesempatan itu pula, Endang juga bergiliran menerima kunjungan kerja dari anggota DPRD Kabupaten Blitar Jawa Timur dan anggota DPRD daerah lain dari pulau Sumatera.

Beberapa daerah ini menggelar kunjungan kerja ke Depok karena beberapa alasan. Diantaranya Depok memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang cukup tinggi. Sebelum diterima, anggota DPRD Busel diminta agar berkunjung juga di Kabupaten Blitar.

“Kami harap anggota dewan Busel berkunjung juga ke Kabupaten Blitar. Kami tunggu kedatangannya di Kabupaten Blitar,” kata mereka, seperti dikutip La Witiri, salah seorang anggota DPRD Busel yang juga Ketua Baleg itu.

Sementara Wakil Ketua DPRD Busel Aliadi memaparkan tujuan kunjungan di kota Depok, yakni ingin mempelajari cara penggalian pendapatan asli daerah (PAD) di Kota Depok, yang termasuk sudah cukup tinggi.

“Karenanya kami datang belajar di kota depok,” ujar Aliadi, legislator Partai Hanura, putra asal Batuatas itu.

Menurut Endang Nugroho, sumber APBD kota Depok yang menonjol, diantaranya, bersumber dari pajak bumi dan bangunan (PBB) dan PBHTB. Cukup menonjol PAD dari PBB dan PBHTB,” tandasnya.

Sebelumnya, anggota DPRD Busel juga pernah berkunjung ke Kabupaten Takalar, Sulsel, mempelajari cara pelayanan kesehatan. Kabupaten Takalar telah berhasil melakukan pelayanan kesehatan terbaik nasional.

“Pada tahun 2019 ini, Bupati Takalar akan menerima penghargaan dalam bidang pelayanan BPJS terbaik di Indonesia. “Sekitar 95 persen masyarkat sudah memiliki kartu BPJS,” kata asisten 1 Setda Takalar H Basri Suleman didampingi Kadis Kesehatan dr Nilal Fauziah dan direktur RSUD Takalar dr Yulianti Novita (*)




PNS Busel Wajib Zakat Fitrah Diwilayah Tugasnya

 

Peliput : Amirul

BATAUGA,BP-Pemerintah Buton Selatan mengimbau agar setiap PNS muslim di Busel, walau berdomisili diluar Buton Selatan (Busel) diwajib bayar zakat fitrah dan infaq diwilayah tempat tugasnya

Sekretaris Daerah Busel Drs La Siambo mengatakan PNS nilai berkecukupan, sementera zakat fitrah merupakan zakat diri yang diwajibkan atas diri setiap individu laki-laki dan perempuan muslim yang berkemampuan. PNS muslim yang tidak membayar zakat fitrah diwilayah tugasnya, dianggap tidak mendukung program Pemkab Busel

“Pegawai Negeri Sipil yang bertugas di Busel diwajib mengeluarkan zakat fitrah disini, karena mereka mendapatkan rezeki atau pengasilan dari daerah ini,” ucap Siambo saat ditemui di ruangannya, Senin (6/4)

Lanjutnya, misalnya PNS yang bertugas di Lapandewa sementara yang bersangkutan warga diluar Busel, maka sepantasnya mengeluarkan zakat fitrah dan infaq di lokasi dia bertugas

Sesuai keputusan Bupati Buton Selatan nomor 240 tahun 2018 tentang penetapan besaran zakat fitrah dan infaq berbeda-beda setiap kecamatan. Nilai kadar zakat fitrah ditentukan untuk beras 3,5 liter perjiwa begitu pula jagung 3,5 liter

Di kecamatan Batauga nilai kadar zakat fitrah beras 3,5 liter perjiwa atau Rp 31.500, jagung Rp 17.500. Untuk Kecamatan Sampolawa untuk beras Rp 28.000 dan jagung Rp 14.000

“Kalau di kecamatan Lapandewa untuk beras Rp 31.500 dan jagung Rp 15.750. Di kecamatan Kadatua untuk beras dinilai Rp 28.000 dan jagung Rp 14.000,” tuturnya

Sementara Kecamatan Siompu untuk beras 29.750 dan jagung Rp 17.500. Berbeda dengan Kecamatan Siompu Barat untuk beras Rp 31.500 dan jagung 21.000 sementara Batuatas untuk beras Rp 31.500 dan jagung 22.750

“Untuk infaq ditujuh kecamatan itu nilainya sama yakni Rp 3.000,” katanya

La Siambo menambahkan waktu dimulainya membayar zakat fitrah dan infaq 4 hari sebelum hari lebaran idul fitri

“Kami mengimbau agar empat hari sebelum hari H, pengurus masjid yang tersebar di Busel untuk membuka penerimaan zakat fitrah dan infag dari masyarakat,” tukasnya (*)




Sambut Idul Fitri, Polsek Batauga Bagi Sembako ke Fakir Miskin

 

Laporan: Hasrin Ilmi

BATAUGA, BP – Momen bulan Ramadhan dan menyambut hari raya idul fitri, Polsek Batauga membagikan bingkisan sembako kepada fakir miskin dan janda-janda yang ada di Kecamatan Batauga, Senin(04/06).

Kapolsek Batauga Iptu Najamudin SH, dikonfirmasi media ini, mengatakan Polsek Batauga dan pengurus Bhayangkari memberikan sembako kepada janda-janda dan fakir miskin di Kelurahan Lakambau dan Kelurahan Laompo, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan. Sembako yang diberikan berupa minyak goreng, gula pasir, susu, teh dan kue.

Kegiatan itu merupakan salah satu bentuk silahturahmi dan rasa kepedulian sesama manusia ciptaan tuhan, terlebih dibulan ramadhan seperti saat ini. Kata dia, kegiatan itu juga sekaligus menyambut hari bhayangkara yang ke 72.

“Bingkisan sembako diberikan kepada 31 orang warga kurang mampu terdiri dari sembilan orang di Kelurahan Lakambau dan 22 orang di Kelurahan Laompo,” bebernya.

Pemberian sembako itu mendapat antusias dari masyarakat serta keluarga yang mendapat bingkisan dan mengucapkan terima kasih kepada pihak Polsek Batauga serta Bhayangkari Ranting Batauga. (***)




Pesan Agus Faisal Kepada Masyarakat dan Pemerintah Busel

BAUBAU, baubaupost.com- Selepas resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus OTT oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan mendekam dirumah tahanan KPK, Agus Faisal Hidayat (AFH) melalui kuasa hukumnya ia menitipkan sejumlah pesan kepada masyarakat dan pemerintah Kabupaten Buton Selatan. Hal itu diungkapkan Imam Ridho Angga Yuwono ( Angga) selaku Kuasa hukum Agus Feisal Hidayat, S.Sos., M.Si saat dihubungi Baubau Post Via What Sapp, jumat (01/06) “Hari ini saya baru tiba di Baubau, beberapa hari yang lalu saya ke Jakarta untuk menemui Bupati Buton Selatan Non Aktif.

Dalam pertemuan tersebut AFH kerap bercanda ria menyikapi masalah yang ia hadapi sehingga pertemuan kami sangat santai dan suasananya begitu ceria, selain berdiskusi terkait masalahnya ada beberapa pesan beliau kepada beberapa pihak yang harus saya sampaikan apabila saya bertemu dengan awak media,” kata Angga. Dikatakan, pesan yang ingin disampakaikan AFH antara lain, Ia sangat menghormati proses hukum yang dilakukan oleh KPK dan akan berupaya mempermudah urusan penyelidikan dan penyidik KPK. Dan ia meminta maaf kepada seluruh masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Buton Selatan, terkait persoalannya apabila persoalannya mengganggu pemikiran dan perasaan, serta memohon doanya agar ia dapat segera menyelesaikan masalahnya dengan baik.

Selain itu, tidak menutup kemungkinan ada masalah dengan kubu politik yang lain, pasalnya karena AFH adalah seorang politisi. Maka melalui moment bulan suci ramadhan kliennya meminta maaf kepada kubu politik lainnya apabila ada hal yang tidak berkenan dan melukai hati, selama ia berkiprah dalam dunia politik hingga saat ini. Tak lupa pula ia meminta maaf kepada seluruh Anggota DPRD Kabupaten Buton Selatan, Pegawai dan Anak Magang dalam Lingkup Pemerintahan Kabupaten Buton Selatan beliau meminta maaf atas kejadian ini dan meminta maaf apabila ada hal-hal yang tidak berkenan semasa kepemimpinannya di Kabupaten Buton Selatan.

AFH memohon doa dan dukungannya agar masalah yang dialaminya cepat selesai. “Selanjutnya beliau juga berpesan agar Pegawai Negeri dan Anak Magang dalam Ruang Lingkup Pemerintah Kabupaten Buton Selatan tetap menjalankan proses pemerintahan dengan tertib dan baik di bawah komando bapak Haji La Ode Arusani sebagai Plt. Bupati Buton Selatan,” ujarnya. Sementara itu terkait munculnya konsultan politik yang disebut-sebut adalah murni inisiatif dari AFH. Konsultan politik tersebut dikontrak secara pribadi oleh AFH untuk mengetahui sejauh mana kondisi Pilgub Sultra 2018 dan hal ini tidak diketahui dan tanpa ada kontrak dengan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur RM-SK.

Ia menambahkan, selaku Penasihat Hukum Agus Feisal Hidayat dan Tony Kongres, meminta agar masyarakat dan seluruh pihak termasuk KPK agar mengedepankan Asas Praduga Tak Bersalah. Dan berdasarkan hasil rembuk pihaknya tidak akan mempersulit upaya KPK dalam melakukan penyelidikan dan penyidikan perkara tersebut, berpikir untuk mengajukan praperadilan. “Mereka berdua belum tentu bersalah melakukan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana di duga oleh KPK, karena harus di uji di Sidang Pengadilan Tipikor sampai pada putusan ingkracht,” tutupnya.(Prasetio M)