Festival Budaya Bongka’a Ta’u akan Digelar Febuari 20

Peliput: Anton

LABUNGKARI, BP – Pelaksanaan acara Festival Budaya Bongka’a Ta’u Rumpun Bombonawulu direncanakan akan diselengarakanr pada 13-14 Februari 2019 mendatang, panitia kegiatan festival mulai dibentuk beberap waktu lalu.

Selaku penanggung jawab dan penasehat kegiatan, Camat Gu Amir SPd saat dikonfirmasi oleh Baubau Post mengatakan wilayah cakupan rumpun Bombonawulu terdiri dari Kelurahan Bombonawulu, Desa Rahia, Kamama, Wakeakea, Waliko, Matawine, Walando, Kampung Tanjung, Kampung Baru Lakudo. direncanakan kegiatan itu akan berlangsung di bulan Febuarti mendatang.

“Kegiatan bongka’a ta’u nanti rencananya dimulai dari tanggal 13 hingga 14 Februari, namun acara puncaknya pada 14 Februari 2019,” Amir .

Pada hari pelaksanaan festival Bongka’a Ta’u, pihaknya berencana akan mengundang Bupati Buton Tengah H Samahuddin SE, untuk secara resmi membuka kegiatan tersebut.
“Nanti kalau hari ‘H’ nya baru kita undang pak Bupati yang akan memberikan sambutan sekaligus membacakan sinopsis budaya bongka’a ta’u rumpun Bombonawulu,” ujarnya..

Dalam kegiatan pembentukan panitia Festival Budaya Bongka’a Ta’u Rumpun Bombonawulu tbeberapa waktu lalu, Kepala Desa Walando Mursidin terpilih menjadi Ketua Panitia, Ketua Rumpun Bombonawulu La Basisa SPd dipercaya sebagai Sekretaris Panitia, sedangkan Bendaharanya adalah Lurah Bombonawulu, H Asmin Maa ST.

Pembentukan panitia kepengurusan festival budaya Bongka’a Tau tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Buton Tengah (Wabup Buteng) Kapten Inf (Purn) La Ntau. Selain itu hadir pula Camat Gu Amir SPd selaku salah satu Badan penasehat, sejumlah pimpinan Kelurahan/Desa yang tergabung dalam kesatuan rumpun Bombonawulu, para tokoh adat, tokoh masyarakat, serta para pemuda lainnya.

(*)




Tabrakan Maut Vixion VS Revo, Satu Meninggal Ditempat

Peliput: Anton

LABUNGKARI, BP – Tabrakan yang berujung maut antara motor merk Yamaha Vixion warna hitam versus Honda Revo hitam (Keduanya tanpa nomor plat) di perbatasan Desa Kamama Mekar dan Kolowa Kecamatan Gu, Kabupaten Buton Tengah pada Sabtu sore (26/01).

Akibat tabrakan yang terjadi sekitar kurang lebih pukul 17.00 Wita tersebut, pengemudi Honda Revo, La Hadi (40) warga asal Desa Rahia, pekerjaan wiraswasta, meninggal di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sementara pengendara Yamaha Vixion Irvan Imadudin (17) pelajar yang merupakan warga asal Desa Kamama Mekar berboncengan dengan Jabir (18) mengalami cedera berat.

Informasi yang dihimpun oleh aparat Polsek Gu, kronologis kejadian berawal saat Yamaha Vixion warna Hitam dikemudikan oleh Irvan Imadudin yang berboncengan dengan Jabir melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Desa Kolowa menuju Desa Kamama Mekar Kecamatan Gu, namun na’as sesampainya disekitaran tikungan perbatasan Desa Kamama Mekar dan Desa Kolowa terjadi tabrakan dengan Honda Revo yang dikemudikan oleh La Hadi dari arah yang berlawanan (Arah Desa Kamama Mekar menuju Desa Kolowa).

Dari kecelakaan maut tersebut, nyawa La Hadi (Pengemudi Honda Revo, red) tidak tertolong setelah mengalami luka robek pada beberapa bagian di kepala bagian belakang, pelipis kanan, dahi kanan, serta telinga mengeluarkan darah. La Hadi sempat dibawa ke Puskesmas Rahia, selanjutnya diantar ke rumah duka di Desa Rahia Kecamatan Gu.

Sementara pengemudi Yamaha Vixion, Irvan Imadudin mengalamai patah pada pergelangan tangan kanan, serta sesak dada. Sementara Jabir yang saat itu dibonceng oleh Irvan Imadudin mengalamai luka robek pada dahi, pendarahan pada hidung, luka robek pada pelipis Kanan, mulut mengeluarkan darah dan mata Kanan tampak memar.

Setelah di rawat di puskesmas Rahia, kedua korban (Irvan Imadudin dan Jabir, red) kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palagimata Kota Baubau.

Kapolsek Gu AKP Suriadin SSos MH saat dimintai tanggapannya oleh Baubau Post mengatakan, anak muda tidak bisa mengontrol diri dalam berkendara di jalan yang mulus, sehingga mengakibatkan rawan terjadi kecelakaan lalulintas.

“Ini juga susahnya anak muda sekarang, setelah mereka lihat jalan sudah mulus diaspal, mereka seenaknya balap-balap walaupun di tikungan, padahal di area tikungan itu kita harus ekstra hati-hati, karena jangan sampai ada juga kendaraan lain yang mau lewat,” ucapnya.

Atas peristiwa tersebut pria dengan tiga balak dipundak ini menghimbau, agar masyarakat selalu berhati-hati dan tidak terlena dengan kondisi jalan aspal yang mulus saat mengemudikan kendaraan bermotor.

“Pada kesempatan ini, saya selaku Kapolsek Gu menghimbau kepada seluruh masyarakat pengguna jalan di Kabupaten Buton Tengah khususnya Kecamatan Gu, agar mengemudikan kendaraan dengan penuh kehati-hatian dan selalu waspada saat menghadapi area tikungan maupun persimpangan jalan, hal ini bertujuan untuk meminimalisir tabrakan kendaraan bermotor,” pungkasnya. (*)




Panitia Festival Budaya Bongka’a Ta’u Rumpun Bombonawulu Dibentuk

Peliput: Anton

LABUNGKARI, BP – Dalam rangka untuk memaksimalkan pelaksanaan acara Festival Budaya Bongka’a Ta’u Rumpun Bombonawulu yang rencananya digelar pada 13-14 Februari 2019 mendatang, panitia kegiatan festival mulai dibentuk pada Sabtu (26/01).

Selaku penanggung jawab dan penasehat kegiatan, Camat Gu Amir SPd saat dikonfirmasi oleh Baubau Post mengatakan wilayah cakupan rumpun Bombonawulu terdiri dari Kelurahan Bombonawulu, Desa Rahia, Kamama, Wakeakea, Waliko, Matawine, Walando, Kampung Tanjung, Kampung Baru Lakudo.

“Kegiatan bongka’a ta’u nanti rencananya dimulai dari tanggal 13 hingga 14 Februari, namun acara puncaknya pada 14 Februari 2019,” ujarnya.

Amir juga menambahkan, pada kegiatan pembentukan panitia tersebut belum ada sambutan resmi dari Wakil Bupati Buteng.

“Nanti kalau hari ‘H’ nya baru kita undang pak Bupati yang akan memberikan sambutan sekaligus membacakan sinopsis budaya bongka’a ta’u rumpun Bombonawulu,” tambahnya.

Dalam kegiatan pembentukan panitia Festival Budaya Bongka’a Ta’u Rumpun Bombonawulu tersebut, Kepala Desa Walando Mursidin terpilih menjadi Ketua Panitia, Ketua Rumpun Bombonawulu La Basisa SPd dipercaya sebagai Sekretaris Panitia, sedangkan Bendaharanya adalah Lurah Bombonawulu, H Asmin Maa ST.

Pembentukan panitia kepengurusan festival budaya Bongka’a Tau tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Buton Tengah (Wabup Buteng) Kapten Inf (Purn) La Ntau. Selain itu hadir pula Camat Gu Amir SPd selaku salah satu Badan penasehat, sejumlah pimpinan Kelurahan/Desa yang tergabung dalam kesatuan rumpun Bombonawulu, para tokoh adat, tokoh masyarakat, serta para pemuda lainnya.

Dari keterangan beberapa tokoh masyarakat kepada media ini, dalam acara tersebut Wakil Bupati Buteng Kapten Inf (Purn) La Ntau rela menyumbangkan dana pribadi untuk membiayai berbagai kebutuhan selama proses berlangsungnya kegiatan hingga hari pelaksanaan festival Bongka’a Ta’u nantinya. (*)




Laporan Keuangan Buteng Bakal Diperiksa BPK, Semua Camat Diundang

Peliput: Anton

LABUNGKARI, BP – Laporan keuangan Kabupaten Buton Tengah (Buteng) bakal diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Menyikapi perihal tersebut, Pemerintah daerah (Pemda) Buteng mengundang semua Camat melalui rapat bersama di aula kantor Bupati guna mendengarkan arahan maupun petunjuk dari BPK, Rabu (23/01).
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Buteng Kapten Inf (Purn) La Ntau menyinggung maksud dan tujuan menghadirkan seluruh Camat pada kegiatan tersebut. ia mengatakan untuk meminimalisir tingkat kesalahan dalam proses pelaporan keuangan di Buteng maka Pemda mengundang seluruh camat lingkup Pemerintah Kabupaten Buton Tengah.

“Harapan kita laporan keuangan tidak terdapat kesalahan, olehnya itu para pak camat, ibu camat harus mengikuti petunjuk dari BPK,” ujarnya.

Dikatakan, atas nama Pemda Buteng, ia juga menginginkan agar prestasi yang telah diraih dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam pelaporan keuangan 2017 bisa dipertahankan kembali. “WTP itu perlu kinerja yang baik dalam menyusun laporan keuangan,” ucap La Ntau.

Dalam kesempatan itu Kepala BPK wilayah Sultra, Suprianto juga banyak memaparkan trik untuk mencapai kestabilan setiap pelaporan keuangan.

“Laporan keuangan akan stabil bila memperhatikan tiga hal, kita harus perhatikan tupoksi, kinerja, dan keuangan itu sendiri,” tuturnya.

Selain perihal tersebut, ia juga mengarahkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemda Buteng untuk selalu mengikuti petunjuk yang diberikan oleh BPK, dalam proses pemeriksaan laporan keuangan.

“Kita juga akan periksa tiga hal seperti, pertama laporan keuangan, laporan kinerja, juga laporan tujuan lain,” imbuhnya.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, empat anggota BPK wilayah Sultra tersebut siap menetap di Buteng terhitung sejak 23 Januari hingga 15 Februari 2019. (*)




Pemda Buteng Bantu Korban Puting Beliung di Wambuloli

Peliput: Anton

LABUNGKARI, BP  – Pemerintah Kabupaten Buton Tengah (Pemkab Buteng) melalui Dinas Sosial (Dinsos) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyalurkan bantuan guna meringankan beban yang dialami oleh empat Warga yang terkena musibah angin Puting Beliung di Desa Wambuloli, Kecamatan Mawasangka Timur (Mastim), Selasa (22/01).
Pemerintah Buton Tengah melalui Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Buton Tengah, Sahar Ibnu Isnain SPi MSi mengatakan, di tahun 2019 ini terdapat anggaran yang diperuntukkan sebagai solusi penanganan kasus bencana, terutama untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi-potensi timbulnya bencana, utamanya angin puting beliung.

“Himbauan kita, bagaimana masyarakat itu bisa waspada, kemudian bagi para nelayan untuk hati-hati dalam memperhatikan kondisi cuaca yang ada,” pungkasnya.

Salah satu korban Wa Ana , Selasa (22/01) menceritakan, jika sekitar pukul 16.00 Wita pada Senin kemarin (21/01), angin puting beliung langsung menyambar dan memporak-porandakan atap rumah warga di Desa Wambuloli, Kecamatan Mastim.

“Masih beruntung saya bisa selamat, karena saat ada angin puting beliung saya berada di teras luar rumah, kalau saya berada di dalam rumah saat datang angin puting beliung maka mungkin saya sudah meninggal,” ungkapnya.
Ditempat yang sama, Camat Mastim Simuddin SE MM mengungkapkan jika kemarin ia menerima informasi melalui telpon sekitar pukul 16.00 dari Kepala Desa Wambuloli yang memberitahukan terkait bencana angin puting beliung yang menghantam empat buah rumah.

“Kemarin saya lagi memimpin rapat para Kepala Desa dan pengurus PKK, setelah itu saya langsung melakukan peninjauan ke sini (Lokasi terjadinya bencana, red). Setelah melakukan peninjauan saya langsung berkoordinasi lewat telepon dengan pihak Dinas Sosial, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah saya langsung telepon Kadisnya, kemudian saya juga langsung telepon ajudan Bupati,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Desa Wambuloli, Arfin saat dimintai tanggapannya, ia menuturkan bahwa taksiran kerugian materil pada peristiwa tersebut mencapai angka puluhan juta.

“Kalau kita perkirakan taksiran kerugian materil dalam musibah angin puting beliung tersebut, yaitu berkisar kurang lebih 25 Juta rupiah,” tuturnya.

Bantuan yang disalurkan kepada para korban puting beliung berupa total uang tunai jutaan rupiah, beras dan ditambah dengan satu paket lauk-pauk. (*)




Samahudin Resmikan Destinasi Wisata Jembatan Singku

 Masyarakat Jaga Destinasi Wisata Buteng

Peliput: Anton

LABUNGKARI, BP- Bupati Buton Tengah (Buteng) H Samahuddin SE secara langsung meresmikan destinasi wisata Jembatan Singku yang terletak di Desa Lowu-lowu Kecamatan Gu, Kabupaten Buton Tengah (Buteng).

H Samahuddin SE usai meresmikan Jembatan Singku beberapa waktu lalu menginginkan masyarakat setempat mampu memajukan dan menjadi pelaku sadar wisata di Kabupaten Buteng. Pemerintah hanya mampu menyiapkan fasilitas pendukung, Sehingga masyarakat buteng yang berperan penting penting untuk menjaga dan melestarikan pariwisata kedepannya.
“Masyarakat harus memiliki kesadaran dengan pentingnya wisata. Harus ada rasa memiliki untuk menumbuhkan tanggung jawab,” kata Samahuddin.

Dikatakan, sektor Pariwisata mampu menjadi sumber ekonomi berkelanjutan untuk masyarakat setempat dengan menjual produk khas daerah kepada para wisatawan yang datang berkunjung. Sehingga ia kembali menegaskan agar masyarakat mampu menciptakan suasana aman dan nyaman kepada para wisatawan.

Ia menghimbau, agar masyarakat selalu menjaga sikap dan tingkah laku, salah satunya dengan cara menjauhi minuman keras (Miras)’
“Tidak akan berguna jika wisata itu sepi, wisata harus ramai pengunjung. Untuk itu masyarakat harus menjaga perilaku. Oleh karena itu jangan ada lagi alkohol,” tegasnya.




Warga Desa Lowu-lowu Keluhkan Air Bersih, Bupati Buteng Geram

Peliput: Anton Editor: Hasrin Ilmi

LABUNGKARI, BP – Masyarakat Desa Lowu-lowu Kecamatan Gu Kabupaten Buton Tengah (Buteng) Keluhkan air bersih PDAM. Pasalnya, dalam beberapa bulan terakhir macet dan tidak bisa dinikmati masyarakat. Keluhan ini langsung disampiakan kepada Bupati Buteng H Samahuddin SE saat meresmikan Kantor Desa Lowu-lowu kemarin.
Menanggapi kondisi tersebut, Samahuddin geram, ia mengatakan jika Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Unit yang ada di Kelurahan Watulea (Lombe), Kecamatan Gu, saat ini masih dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Buton, sehingga ia selaku Bupati Buteng hanya berharap agar Pemerintah Kabupaten Buton segera melakukan penyerahan aset.

Samahuddin bahkan mengajak masyarakatnya agar mempertanyakan langsung ke kantor PDAM Unit Lombe, perihal macetnya air di Desa Lowu-lowu.

“PDAM Unit Lombe itu saat ini masih dikelola oleh Buton induk, padahal kita kan sudah mekar, seharusnya mereka adakan penyerahan aset agar kita juga bisa mandiri kelola air bersih. Kalau begitu caranya sama saja mereka hanya mengambil hasil dari Kabupaten Buteng, sementara kerusakan pipa mereka tidak bisa perbaiki,” ungkapnya saat menghadiri peresmian gedung Kantor Desa Lowu-lowu, Senin (21/01).

Lanjut ia mengatakan jika beberapa waktu lalu dirinya sudah meminta pihak penyuplai air (PDAM Unit Lombe) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, namun mendengar keluhan masyarakat, Samahuddin menuturkan bahwa hal tersebut akan dikomunikasikan kembali dengan pihak PDAM.

“Saya sudah komunikasikan sama PDAM bulan lalu, mereka sudah menjamin. Tapi kalau masih belum cukup nanti kita komunikasikan lagi,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, orang nomor satu di Buteng ini juga menyampaikan ketidak berdayaannya menghadapi pihak PDAM. Pasalnya penyuplai air di Buteng masih di bawah kendali Kabupaten Buton.

Menyikapi hal ini, Samahuddin berencana segera membangun UPTD PDAM di Buteng. Menurutnya wilayahnya harus mandiri dalam menyuplai air.

Lanjut dari itu, dengan adanya PDAM sendiri, hasil pembayaran rekening air akan dinikmati sendiri warga Buteng melalui peningkatan kapasitas dan kualitas pelayanan.

“Saya sudah pikirkan solusinya. Saya sudah tidak tahan dengan perilaku orang di seberang sana (Buton). Kita sudah bayar tapi tidak dikasi air. Untuk itu, saya akan membangun UPTD PDAM untuk Buteng agar kita mandiri,” pungkasnya. (*)




Mahasiswa UNG Gelar Sosialisasi di SMK Perikanan Wakeakea

Peliput: Anton

LABUNGKARI, BP – Empat mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar sosialisasi di SMK Perikanan Wakeakea. Keempat Mahasiswa tersebut yaitu, Hatija Daud (Mahasiswi Semester VI Jurusan Sosiologi), Hasrifita (Mahasiswi Semester VI Jurusan Manajemen Pendidikan), Hasan (Mahasiswa Semester VI Jurusan PKN), serta Ayya (Mahasiswi Semester VI Jurusan Manajemen Pendidikan), merupakan putra daerah asal Kecamatan Gu, Kabupaten Buton Tengah.
Saat dikonfirmasi oleh Baubau Post beberapa waktu lalu, Ketua Panitia Hatija Daud, mengatakan jika target yang hendak dicapai pihaknya dalam kegiatan sosialisasi tersebut, adalah menarik minat siswa-siswi kelas XII SMK Perikanan Wakeakea untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas Negeri Gorontalo.

“UNG merupakan salah satu kampus yang jauh dari Buton Tengah, sehingga sosialisasi yang kami adakan ini untuk memberikan kesempatan kepada teman-teman, siapa tahu ada yang berminat untuk kuliah di Gorontalo, kalau warga Buton Tengah yang pernah kuliah disana hingga sekarang, baik yang masih aktif kuliah maupun yang telah menamatkan studinya sudah mencapai 100 lebih,” kata dia.

Hatija juga menuturkan berdasarkan data yang ada, saat ini jumlah mahasiswa UNG secara keseluruhan berkisar kurang lebih 20 ribu orang yang tersebar di empat lokasi tempat perkuliahan.

“Kalau motonya UNG adalah Kampus Peradaban, atau biasa disebut juga kampus Merah Maron, kampus ini pertama didirikan pada tanggal 1 September 1963 dan sekarang sudah terakreditasi A,” tuturnya.

Untuk diketahui, UNG saat ini membina 11 Fakultas diantaranya: Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Ilmu Sosial, Fakultas Matematika dan IPA, Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Teknik, Fakuktas Peternakan, Fakultas Sastra dan Budaya, Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Fakuktas Pertanian, serta Fakultas Kedokteran.

Kegiatan sosialisasi tersebut dibuka langsung oleh Kepala SMK Perikanan Wakeakea Ratman Muin SPi yang didampingi staf dewan guru serta diikuti oleh seluruh siswa-siswi kelas XII.
Pemaparan materi dalam kegiatan itu dimulai dari pengenalan dan prosedur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), persyaratan pelamar Program Bidik Misi, peluang bergabung dalam organisasi kampus maupun luar kampus, hingga pemberian motivasi dan semangat belajar kepada seluruh siswa kelas XII. (*)




Wabup Buteng Jadi Irup Peringatan HAB ke-73 Kemenag

Peliput: Anton

LABUNGKARI, BP – Wakil Bupati (Wabup) Buton Tengah (Buteng) Kapten Inf (Purn) La Ntau menjadi Inspektur Upacara (Irup) pada peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-73 Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), yang digelar di pelataran Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Buteng, Kecamatan Lakudo, Kamis (03/01).

Upacara peringatan HAB Kemenag tersebut dihadiri oleh Kepala Kemenag Kabupaten Buton Tengah Drs Muchtar SAg MA bersama jajarannya, Sekretaris Daerah (Sekda) Buton Tengah Drs H La Ode Hasimin MM, Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan Drs Herman M, para Kepala OPD dan para Kepala Bagian lingkup Pemda Buteng, para Kepala Madrasah (MA, MTs, MI dan RA), para Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), Penyuluh, guru dan karyawan lingkup Kemenag Buteng, serta siswa-siswi MA, MTs dan MI.

Wabup Buteng La Ntau dalam amanatnya membacakan salinan sambutan Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin, salah satunya menyebutkan bahwa, berdirinya Kementerian Agama adalah untuk menjaga dan memelihara sekaligus mengembangkan kualitas pendidikan keagamaan masyarakat yang kian naik peringkat.

“Agar tetap dan terus terjaga kerukunan hidup antar umat beragama, yang kian rekat dan pada akhirnya agar kualitas kehidupan keagamaan segenap bangsa makin meningkat,” ujar La Ntau menirukan penyampaian Menteri Agama RI.

Melalui peringatan HAB Kemenag kata dia, bangsa Indonesia diingatkan kembali tentang arti pentingnya jaminan hak beragama dalam pelaksanaan pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, terutama sila Ketuhanan Yang Maha Esa pada pembukaan dan pasal 29 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia.

“Dalam negara kita berdasar Pancasila, bukan hanya jaminan untuk mengamalkan ajaran agama yang dilindungi negara, bahkan kebijakan pemerintah tidak boleh bertentangan dengan ajaran dan kaidah agama,” ulasnya.

Sejalan dengan tema HAB Kemenag tahun 2019 yaitu ‘Jaga Kebersamaan Umat’, di tahun politik seperti saat ini ia juga mengajak seluruh jajaran Kemenag Buteng untuk senantiasa menebarkan energi kebersamaan, merawat kerukunan, menempatkan diri diatas dan untuk semua kelompok maupun golongan kepentingan.

“Mari jaga kebersamaan, keutuhan sesama anak bangsa. Segala ujaran, perilaku dan sikap yang bisa menimbulkan luka bagi sesama saudara, mari kita hindari, mari jauhi saling menebar kebencian, saling melempar fitnah keji yang menyuburkan penyakit hati, serta hindari saling melukai hati antar sesama anak negeri,” ujarnya.

Disebutkan pula, pemerintah melalui peran dan fungsi Kementerian Agama hadir memberikan pelayanan keagamaan bagi semua umat beragama dengan berbagai fasilitas. Disamping itu, Kementerian Agama juga menyelenggarakan pelayanan publik di bidang keagamaan dengan tiada henti melakukan inovasi.

Wabup Buteng mengatakan pula, memasuki tahun 2019, enam sasaran strategis program Kementerian Agama telah digariskan yakni, meningkatnya kualitas kehidupan umat beragama, meningkatnya harmoni sosial dan kerukunan umat beragama, meningkatnya kualitas pelayanan keagamaan, meningkatnya akses layanan pendidikan, meningkatnya mutu pendidikan agama dan keagamaan, serta peningkatan kualitas tata kelola pembangunan bidang agama.

“Enam sasaran tersebut harus tercermin dalam program kerja pusat dan daerah. Disamping itu pembinaan toleransi dan kerukunan antar umat beragama, pengembangan moderasi beragama, dan pembangunan akhlak bangsa perlu disuarakan lebih nyaring di ruang-ruang publik,” pungkasnya. (*)




Rancang Tugu Persatuan Buteng, Samahuddin akan Datangkan Konsultan Handal

Peliput: Anton

LABUNGKARI, BP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Tengah (Buteng) di bawah kepemimpinan H Samahuddin SE-La Ntau saat ini gencar melakukan pembenahan berupa pembuatan jalan poros utama di pusat ibu kota. Tak hanya itu, saat ini Pemkab Buteng juga sedang merancang pembangunan tugu di persimpangan Labungkari.

“Saya akan datangkan konsultan yang handal untuk mendesain tugu persatuan Buton Tengah, karena di sini adalah jantung ibu kota,” kata Bupati Samahuddin, Jumat (28/12).

Dijelaskan, pembuatan jalan di tahun 2018 dirancang dengan lebar rata-rata berkisar antara 10 hingga 15 meter, baik untuk jalur Waara-Lakapera, jalur menuju Mawasangka, Lombe-Tolandona, Kolowa-Wadiabero, serta jalur Kolowa menuju perkantoran.

“Jalan dari Waara ke Labungkari itu kita perlebar karena merupakan jalan nasional, daerah kita ini adalah Kabupaten bukan lagi Kecamatan, saya akan rancang Buton Tengah bagaimana caranya agar bisa sejajar dengan daerah lain,” jelasnya.

Dikatakan pula, perekonomian sebuah daerah makin maju apabila ditunjang dengan penyediaan sarana transportasi yang cukup memadai.

“Saya mau rancang Kabupaten Buton Tengah ini bagaimana caranya agar bisa sejajar dengan daerah lain, oleh karena itu hari ini saya masih fokus pada pengerjaan jalan, setelah itu baru kita tata perkantorannya,” pungkasnya. (*)