Pemkab Buteng Serahkan Sembilan Raperda ke Dewan

 

Peliput : Alan

LABUNGKARI, BP – Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Buton Tengah serahkan usulan sembilan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat untuk dibahas melalui rapat paripurna, Senin (21/5).

Sembilan Ranperda tersebut diantaranya, Raperda Hari jadi Kabupaten Buton Tengah, Raperda terkait pengelolaan Zakat, Raperda Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, Ranperda Pengelolaan Barang milik daerah, Ranperda Kawasan Tanpa Rokok, Raperda Penyelenggaraan Kearsipan, Ranperda Retribusi pelayanan pasar, Ranperda Retribusi Pelayanan Tera/Tera ulang, Ranperda Izin usaha perikanan dan tanda pencatatan kegiatan perikanan.

Bupati Buteng, H Samahuddin SE menerangkan dalam melaksanakan urusan pemerintah yang menjadi kewenangan daerah, Kepala Daerah dan DPRD membuat perda sebagai dasar hukum bagi daerah dalam menyelenggarakan pemerintah sesuai dengan karakteristik, kondisi dan aspirasi masyarakat serta kekhasan daerah.

“Penyampaian 9 (sembilan) buah Raperda ini diharapkan mamenuhi kebutuhan hukum dan penyelenggaraan pemerintah kedepan,” tutur Samahuddin.

Ditempat yang sama, Ketua DPRD Adam mengatakan pihaknya setelah menerima dokumen Ranperda tersebut akan langsung bekerja semaksimal mungkin untuk menetapkan sembilan ranperda menjadi perda kabupaten Buton Tengah, “Kita targetkan secepatnya kita tetapkan menjadi perda, ini Ranperda kan masi ada yang perlu dikonsultasikan ditingkat satu,” singkatnya.




Puasa Jangan jadi Alasan ASN Buteng Malas

 

Peliput : Alan

Labungkari, BP – BKPSDM Kabupaten Buton Tengah menghimbau para aparatur sipil Negara (ASN) dimasing masing struktur organisasi perangkat daerah (OPD) untuk tetap semangat melaksanakan aktifitas kerjannya selama bulan suci Ramadhan.

“Meski bulan puasa, ASN tetap bekerja seperti biasa dan BKPSDM Buteng berhak memberikan sanksi dan teguran bagi ASN yang nakal,” tutur Kepala BKPSDM Buteng, Samrin Saerani saat dikonfirmasi beberapa hari yang lalu.

Samrin menjelaskan, ASN sebagai pelayan masyarakat jadi jangan jadikan puasa sebagai alasan untuk malas dalam bekerja namun harus tetap bekerja secara maksimal dengan penuh ikhlas.

“Puasa tidak perlu menurunkan kinerja pegawai, kerja juga adalah ibadah, jangan dijadikan alasan puasa hingga kinerja turun apalagi malas malasan,” katanya

Menurunnya stamina saat puasa merupakan hal wajar, lanjut Samrin, untuk itulah pemerintah memberi toleransi dengan membuat kebijakan pengurangan waktu, pengurangan jam kerja yang termuat dalam Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 336 tahun 2018 tanggal 8 mei.

“Selama bulan Ramadhan ini, jam kerja ASN di lingkup Buteng dikurangi satu jam dari biasanya, yang berbeda itu jam pulang, volume kerja tetap sama, jadi puasa bukan alasan mengugurkan kewajiban,” pungkasnya.




64 Tim Dakwah Buteng Warnai Bulan Suci Ramadhan

 

Peliput : Alan

LABUNGKARI, BP – 64 pendakwah Kabupaten Buton Tengah (Buteng) siap warnai bulan suci ramadhan tahun ini,
64 pendakwah tersebut akan dibagi menjadi dua zona yang masing masing berjumlah 32 orang yang seluruhnya berasal dari para Kepala Organisasi Perangkat Daerah Buton Tengah

.

Kepala badan kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Buteng La Ode Abdullah saat dikonfirmasi diruangannya, Kamis (17/5) menjelaskan berdakwah merupakan usaha membina masyarakat untuk dapat berkelakuan baik

“Selain bertugas untuk berdakwah, para pendakwah (OPD) wajib dituntut dapat mensosialisasikan semua program kerjanya kedepan, agar semua masyarakat dapat mengetahui program yang mereka kerjakan selama ini,” jelasnya.

Setiap tim dakwah yang mempunyai tugasnya malam ini, lanjut Abdullah berharap kepada setiap OPD untuk dapat berkomitmen menjalankan amanah baru yang mereka emban saat ini.

“Karena sifatnya ini sangat penting bagi pemerintah dan masyarakat, saya berharap semua bisa menjalankannya dengan baik,” harapnya.

Untuk diketahui, Kecamatan yang masuk dalam zona 1 yakni kecamatan Gu, Kecamatan Lakudo dan Kecamatan Sangia Wambulu, sedangkan zona II yakni kecamatan Mawasangka Timur, Kecamatan Mawasangka Tengah, Kecamatan Mawasangka Induk serta Talaga Raya.




Pemkab Buteng Gelar Pawai Ta’aruf Sambut Ramadhan 1439 H

 

Peliput : Alan

LABUNGKARI, BP – Dalam rangka menyambut Puasa Ramadhan 1439 H/2018 M, Pemerintah Kabupaten Buton Tengah (Buteng) gelar Pawai Ta’aruf di Halaman Kantor Bupati Buteng, Rabu (16/5).

Kegiatan pawai ini merupakan wujud, cerminan dan ekspresi suka cita, rasa gembira dan suatu kebahagian bagi kita semua dalam menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan dan juga suatu bulan yang ditunggu-tunggu karena bulan ini penuh dengan kebaikan.

Bupati Buteng H Samahuddin SE mengatakan Pelaksanaan Pawai Ta’Aruf sebagai bentuk ungkapan syukur kita dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1439 H, serta kita harus mempersiapkan diri dalam menghadapi datangnya bulan suci ramadhan tersebut dengan melakukan peningkatan amal ibadah kepada Allah SWT.

“Dengan digelarnya Pawai Ta’Aruf ini dapat menggugah dan mengajak umat muslim untuk lebih meningkatkan lagi ibadahnya sepanjang Bulan Suci Ramadhan kedepan,” harap Samahuddin saat memberikan sambutannya.

Untuk diketahui, pelaksanaan ibadah puasa akan dimulai besok, Sabtu 27 Mei 2017.




BKPSDM Buteng Akan Sidak Kedisiplinan ASN

 

Peliput : Alan

LABUNGKARI – Untuk meningkatkan kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) Lingkup Pemerintah Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Buteng berencana akan lakukan Inspeksi dadakan (Sidak) baik itu untuk pegawai struktural maupun pegawai fungsional tanpa terkecuali.

Kepala BKPSDM Buteng, Samrin Saerani saat dikonfirmasi diruangannya pada Senin, (14/5) mengungkapkan kinerja yang baik merupakan suatu syarat untuk tercapainya tujuan organisasi sehingga perlu diupayakan agar kinerja pegawai dapat ditingkatkan.

Untuk itu, BKPSDM Buteng akan Inspeksi Dadakan (Sidak) kedisiplinan pegawai mulai dari struktur terbawah misalnya dari tingkat kelurahan.

“Kedisiplinan Pegawai di Buton Tengah ini masih kurang dan berdampak pada efektifitas kinerja dan BKPSDM sudah mempunyai program untuk melakukan sidak dan mungkin kami mulai dari sturuktur yang langsung bersentuhan langsung dengan masyarakat misalnya tingkat kelurahan dan kecamatan,” bebernya.

Samrin menjelaskan, memiliki sifat disiplin ini merupakan sebuah keharusan agar dapat menjadi seorang pekerja yang baik yang akan berdampak positif kepada capaian kerja. Namun dalam hal ini, peningkatan kinerja bukanlah hal yang mudah karena banyak faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya kinerja seseorang.

“Karena kita adalah badan yang menangani kepegawaian maka kami harus lakukan itu, jadi kita harus serius serta objektif dalam menilai karena akan ada sanksi yang akan diberikan,” jelasnya.

Persoalan sanksi, lanjut Samrin menjelaskan lagi bahwa sanksi tersebut ada beberapa tahap misalnya dari pemberian sanksi teguran (peringatan), penundaan kenaikan gaji berkala hingga ketahap penundaan kenaikan pangkat.

“Intinya kami akan turun lakukan sidak agar kedisiplinan pegawai dapat terukur baik, karena ini adalah tugas kami,” pungkasnya.




Samahuddin : Asuransi Nelayan Harus jadi Modal Usaha

 

Peliput : Alan

Labungkari, BP – Bupati Buton Tengah (Buteng), H Samahuddin SE menyerahkan secara resmi klaim asuransi nelayan baik meninggal akibat kecelakaan di laut maupun sakit. Bupati definitif itu berharap dana asuransi yang diterima ahli waris dimanfaatkan sebagai modal usaha.

“Artinya, kami berharap dana asuransi ini bisa dimanfaatkan sebagai modal usaha oleh para ahli waris. Selain bisa mendukung kesejahteraan mereka kedepan, juga dapat menjamin pendidikan anak-anak mereka kejenjang yang lebih tinggi,” kata, Samahuddin saat menyerahkan Dana asuransi tersebut di Pantai Mutiara (12/5).

Samahuddin menambahkan, dua klaim yang diserahkan itu atas nama dafit Rp 160 juta dan Jadil Rp 200 juta. Perlu diketahui penyerahan klaim asuransi tersebut tidak terlepas dari peran serta yang dilakukan Dinas Perikanan Buteng.

“Artinya, hal ini tidak terlepas bekerja keras Dinas Perikanan yang berjuang agar dana asuransi nelayan segera dinikmati ahli waris. Kami berharap dinas lainnya dapat mencontoh kinerja yang dilakukan Dinas Perikanan ini,” harapnya.

Ditempat yang sama, Kadis Perikanan Buteng, Rijal SE menjelaskan, dua nelayan yang akan menerima klaim asuransi itu adalah Jadil dan Dafid.

Jadil yang berdomisili di Mawasangka meninggal akibat kecelakaan di laut sementara Dafid warga Mawasangka Timur, meninggal karena sakit. Saat ini pihaknya sementara mengupayakan pencairan klaim asuransi untuk nelayan lainnya yang meninggal karena sakit. Hanya saja tidak disebutkan secara pasti data dua nelayan yang akan segera mendapatkan klaim asuransi nelayan tersebut.

“Jumlah nominal asuransi yang diterima para nelayan disesuaikan dengan penyebabnya. Kalau meninggal karena kecelakaan di laut maka akan mendapat asuransi sebanyak Rp 200 juta. Kalau meninggal karena sakit jumlah asuransi yang diberikan disesuaikan dengan usia para nelayan. Untuk usia 17-45 tahun Rp 160 juta, usia 46-55 40 juta dan usia 56-65 sebesar 20 juta,” urainya.

Dia mengungkapkan, bagi nelayan yang berhak mendapat asuransi nelayan itu adalah mereka yang mengantongi kartu nelayan. Untuk memiliki kartu itu, nelayan memasukan foto copy KTP dan kartu keluarga di dinas perikanan agar diusulkan di kementerian.

“Kami sudah membuat berita acara agar pencairan diatas Rp 10 juta harus melalui rekomendasi dinas perikanan, agar dananya tidak disalahgunakan,” katanya.

Salah seorang penerima klaim, Hasriana mengungkapkan, pihaknya sangat terbantu dengan dana asuransi nelayan tersebut. Pasalnya, selain menjadi penopang kehidupan keluarga, juga bisa menjadi tabungan pendidikan dan modal usaha.

“Saya sudah buka usaha aksesoris, tapi sulit dapat modal. Alhamdulillah dana ini bisa menjadi modal untuk meningkatkan usaha,” tutupnya.




Bupati Angkat Bicara Soal Isu Pemindahan Ibukota Buteng

 

Peliput : Alan

LABUNGKARI, BP – Bupati Buton Tengah (Buteng), H Samahuddin SE akhirnya angkat bicara terkait isu isu yang tidak sedap yang sering menjadi perbincangan ditingkat masyarakat dan sosial media (sosmed).

Selama ini isu-isu yang dihadapi antara lain, tuduhan Bupati akan memindahkan ibukota Labungkari ke Mawasangka serta tuduhan Bupati Buteng sering keluar daerah tanpa memikirkan pembangunan di Buton Tengah tapi untuk kepentingan pribadi saja.

Samahuddin dengan tegas membantah tuduhan itu, bahwa isu itu tidak berdasar dan tidak benar adanya, dimana dirinya selama ini terus bekerja dan berpikir untuk pembanguna Buton Tengah.

“Saya melihat di facebook, katanya Bupati sering jalan tanpa memikirkan pembangunan dan masyarakat Buton Tengah. Memang saya sering jalan keluar daearah tapi saya jalan itu adalah semata-mata untuk masyarakat Buton Tengah bukan untuk kepentingan pribadi saya, apalagi isu memindahkan Ibukota, itu tidak benar,” tepisnya dengan tegas saat memberikan sambutan pemberian Asuransi Nelayan di pantai Mutiara desa Gumanano Kecamatan Mawasangka, Sabtu (12/5).

Untuk itu, Samahuddin menghimbau kepada seluruh masyarakat Buton Tengah jangan mudah terprovokasi dengan isu isu yang tidak berdasar, tapi mari bersama sama membangun daerah ini kearah yang lebih baik lagi.

“Jadi saya minta kepada semua masyarakat Buton Tengah, kalau ada isu isu seperti itu, sudahlah dengar dengar saja dan marilah kita berdoa dan berjuang bersama untuk membangun Buton tengah ini kearah yang lebih baik lagi,” himbaunya.




Jumlah Formasi CPNS Buteng Tahun 2018 Bertambah

 

Peliput : Alan

LABUNGKARI, BP – Pemerintah Kabupaten Buton Tengah (Buteng) melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) akhirnya menambah jumlah formasi usulan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 ke Menpan RB.

Usulan sebelumnya hanya berjumlah 550, kini bertambah hingga mencapai 840, terdiri dari penerimaan tenaga Guru sebesar 300, tenaga kesehatan berjumlah 150 dan perkantoran berjumlah 390.

Kepala Dinas BKPSDM, Samrin saat dikonfirmasi via telepon selulernya, Selasa (8/5) membenarkan hal tersebut dimana baru-baru ini pihaknya menambah jumlah formasi CPNS tersebut saat dihitung kembali jumlah beban APBD terkhusus beban belanja pegawai Kabupaten Buton Tengah.

“Usulan kami itu, sudah masuk sejak 31 januari kemarin, setelah diproses ada perbaikan data dan kemudian pada akhir Ferbuari kami masukan kembali perbaikannya, misalnya kami diminta untuk memasukan peta jabatan hingga menghitung kembali beban APBD, jadi setelah kami hitung masih memungkinkan untuk ditambah jumlah formasi CPNSnya,” jelasnya.

Iapun membeberkan bahwa kejelasan penerimaan CPNS tahun 2018 ini akan diketahui usai pelaksanaan pilkada serentak, 27 juni 2018.

“Dalam waktu dekat ini, kami akan koordinasi kembali ke Kemenpan RB, menanyakan kembali apakah usulan kami sudah benar atau belum, dan waktu penerimaannya CPNS itu setelah pilkada baru dapat digelar,” bebernya.

Selain itu, Sarmin menegaskan kembali kepada seluruh masyarakat terkhusus Buton Tengah yakni jangan sekali kali menerima telepon atau janji janji yang mengatasnamakan pegawai Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Buteng terkait penerimaan CPNS maupun tenaga honorer karena itu penipuan.

“Kami akan informasikannya melalui media, jadi jangan sekali kali percaya orang lain,” pungkasnya.(*)




Peringati Hardiknas, Dinas Pendidikan Buteng Gelar Seminar Bersama 5 Profesor

 

Peliput : Alan

LABUNGKARI, BP – Seminar Nasional bertema “Menggagas Sumber Daya Manusia (SDM) Buton Tengah, menjadi rangkaian peringatan hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang dilaksanakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buton Tengah, di Gedung Azahrah Kecamatan Lakudo, Kamis (3/5).

Bekerjasama dengan 5 Profesor asal putra daerah, seminar berlangsung diikuti sekitar 200 peserta yang berasal dari guru SMA, SMP, SD, TK lingkup Buton Tengah. Pemateri kunci yang membawakan materi mengenai pendidikan yaitu Prof Dr H Djaali, Prof H Zalili Sailan MPd, Prof Dr H Manan Sailan M Hum, Prof Dr Ir H La Sara MS, Dr Adul Kadir MPd.

“Kita bersyukur menjadi warga Buton Tengah karena kita masih bisa menikmati Pendidikan dengan baik, serta saya sangat beryukur kepada putra daerah yakni kepada 5 profesor yang sempat hadir dalam memberikan pemahaman kepada guru guru dengan tujuan memberikan ilmu serta membangun karakter anak menjadi sumber daya yang berkualitas,” kata Bupati Buton Tengah, H Samahuddin SE saat dikonfirmasi usai membuka acara seminar.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Buton Tengah, Hasan Tali SPd mengatakan hari Pendidikan adalah bagian serta momen yang tepat, untuk mengingat betapa pentingnya peran dari pendidikan sebagai sektor pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), “Hardiknas dirayakan sebagai prioritas yang beperan aktif dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” tuturnya.

Dilanjutkan, dirinya juga memberikan banyak apresiasi kepada seluruh tenaga pendidik yang hingga saat ini masih berkerja keras demi menciptakan, serta selalu memberikan kontribusi dalam mendidik anak-anak daerah agar lebih berguna dimata daerah, bangsa dan negara serta mampu bersaing secara Nasional.

“Didunia Pendidikan Buton Tengah terkhusus bagi tenaga pendidik harus terus menerus dan mampu memajukan rasa percaya diri disetiap anak didiknya, karena ini juga merupakan salah satu wujud dari tanggung jawab kita dalam membangun daerah sesuai dengan visi misi Bupati,” terangnya.

Selain itu, mantan Kepala Dinas Peizinan inipun membeberkan bahwa kegiatan seminar ini berasal dari anggaran dinas pendidikan.

“Anggaran seminar ini bersumber dari Anggaran Dokumen pelaksanaan Anggaran (DPA) dinas Pendidikan dan Kebudayaan Buton Tengah,” tutupnya.




Peringati Hari Buruh, Polsek Mastim Gelar Aksi Bersih Pantai

 

-Tingkatkan Rasa Gotong Royong Dimasyarakat

Peliput: Fardhyn

LABUNGKARI, BP – Hari buruh sedunia atau may day yang jatuh pada tanggal 1 Mei, dimanfaatkan Polsek Mawasangka Timur (Mastim) dan masyarakat bersama-sama melaksanakan kegiatan bersih Pantai Kubahi di Desa Lasori, Kecamatan Mawasangka Timur, Kabupaten Buton Tengah.

Kapolsek Mastim Iptu La Ode Made Sh, saat dikonfirmasi Baubau Post di Mako Polres Baubau, mengatakan dalam kegiatan bersih pantai pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat dari Desa La Sori dan Desa Inulu dan berkeja sama dengan pemerintah Kecamatan untuk melaksanakan bersih pantai. Tidak hanya itu, seluruh kepala Desa di Kecamatan Mawasangka Timur juga turut berpartisipasi dalam melaksanakan giat bersih pantai tersebut.

“Kegiatan tersebut sebagai wujud penghargaan hari Buruh Internasional. Saya juga ingin membangkitkan kembali semangat gotong royong ditengah – tengah masyarakat sebagai bagian dari Budaya Negara Rupublik Indonesia,” jelasnya.

Kata dia, tujuan kegiatan bersih pantai itu yakni untuk menjaga keindahan pantai juga mengajak masyarakat untuk mencintai lingkungan yang bersih. Selain itu pula, semangat rasa gotong royong dimasyarakat akan kembali muncul.(*)