Kapolsek Gu Tengahi Masalah Pemindahan Lapak di Labungkari

Peliput: Anton

LABUNGKARI, BP – Kapolsek Gu AKP Suriadin SSos MH akhirnya menyelesaikan permasalahan yang menghambat proses pengerjaan dan pelebaran jalan persimpangan Labungkari, Minggu malam (09/12).

Pemilik pondok, Alisiu dengan lapang dada mau dipindahkan beberapa meter ke belakang dari tempat sebelumnya.

Padahal sebelumnya, Alisiu enggan untuk memindahkan pondok tempat jualan miliknya yang terkena pelebaran jalan.

Wa Abe yang merupakan istri Alisiu bahkan nekat menghampiri alat berat yang sementara bekerja meratakan batu dan tanah timbunan di sekitaran pondok jualan miliknya.

“Bunuh saya, timbun saya saja dengan anak-anakku kalau kami punya sumber kehidupan selama ini mau digusur, kami sudah tidak punya lahan di pinggir jalan untuk mau dirikan tempat jualan. Di belakang ini lahannya orang, kami ini masyarakat miskin tapi kenapa malah mau dihancurkan,” teriak Wa Abe histeris, Minggu malam (09/12).

Sementara itu suami Wa Abe, Alisiu mengatakan, sudah sejak lama ia dan keluarganya bermukim di sekitar persimpangan Labungkari. Selama ini ia hanya berjualan aneka makanan ringan dan kebutuhan dapur untuk menyambung hidup bersama anak istri.

“Saya sudah lama bermukim di Labungkari ini sejak tahun 2001, Buton Tengah belum mekar saat itu. Saya hanya minta agar kami juga masyarakat yang lemah ini tolong dipikirkan dengan kelangsungan hidup kami,” pintanya dengan nada memelas sambil mengucurkan air mata menatap pondok miliknya yang harus dipindahkan.

Melihat Alisiu yang merasa terpukul dengan penggeseran pondok miliknya, Kapolsek Gu AKP Suriadin SSos MH langsung mendekati Alisiu sambil memberikan penguatan dan motivasi untuk tetap tegar dan sabar dalam menghadapi kenyataan.

“Pak Ali, saya mohon dengan hati yang ikhlas, dengan kebesaran hati, anggap saja ini cobaan, Insya Allah nanti rezekinya pak Ali dan anak-anak akan dimudahkan oleh Allah SWT setelah pondoknya digeser ke belakang,” ujar Kapolsek Gu sambil berusaha menenangkan Alisiu.

Di hadapan media ini Kapolsek Gu menuturkan, pihaknya turut merasa prihatin atas apa yang menimpa Alisiu. Namun sebagai warga negara yang baik, maka pihaknya menyarankan Alisiu untuk menaati dan mematuhi imbauan pemerintah daerah.

“Saya sampaikan pada Alisiu, nanti kita carikan solusi bersama agar dia juga bisa menyambung hidup bersama keluarganya, yang penting dia harus mau dengan ikhlas untuk menggeser pondoknya ke belakang, karena lahan yang di depan ini terkena pelebaran jalan. Alhamdulillah dia bersama istrinya juga tadi sudah legowo dan ikhlas,” tutur AKP Suriadin.

Amatan media ini, tidak lama kemudian Kapolsek Gu berhasil menguasai keadaan, sehingga Alisiu bersama istrinya rela pondok tempat jualannya digeser mundur beberapa meter dari tempat semula. Pondok milik Alisiu berhasil dipindahkan dengan bantuan beberapa orang warga yang didatangkan oleh Kapolsek Gu. (*)




KPU Buteng Gelar Rakor Sinkronisasi Data Penyempurnaan DPTHP-2

Peliput: Anton

LABUNGKARI, BP– Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Buton Tengah (KPU Buteng) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) sinkronisasi data berita acara dengan Sistem Informasi Daftar Pemilih (Sidalih) penyelesaian penyempurnaan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan ke-2 (DPTHP-2) bertempat di Warkop Garasi Kelurahan Lakudo, Kecamatan Lakudo, Jumat (07/12).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh semua Komisioner KPU Buteng, Bawaslu Buteng, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), partai politik peserta pemilu Kabupaten Buteng, serta Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kabupaten Buteng.

Ketua KPU Buteng La Ode Nuriadin ketika dikonfirmasi usai kegiatan mengatakan, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin untuk melindungi hak pemilih, sepanjang yang bersangkutan masih memenuhi persyaratan berdasarkan koridor dan peraturan dalam Kepemiluan. Kegiatan tersebut merupakan penyelesaian penyempurnaan DPTHP-2 berdasarkan hasil rekomendasi Bawaslu yang menyebutkan, masih terdapat 765 orang yang dianggap belum melakukan perekaman e-KTP di Kabupaten Buteng.

“Kemudian rekomendasi itu kita koordinasikan dengan Disdukcapil Buteng untuk dilakukan penyandingan data, juga ada beberapa orang yang ditemukan belum melakukan perekaman e-KTP, ada juga yang sudah ditemukan datanya dalam Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK), tetapi ada juga yang tidak ada datanya sama sekali di Disdukcapil yaitu berjumlah 68 orang,” papar La Ode Nuriadin.
Pihaknya juga intens melakukan pendataan dengan cara pemilahan data, baik yang telah terdata maupun yang belum terdata di Disdukcapil. Masyarakat diminta untuk melakukan perekaman e-KTP untuk pemenuhan data administrasi kependudukan.

“Termasuk mereka yang tidak ada data kependudukannya sama sekali di data SIAK tadi,” ujarnya.

Selain itu, dalam kegiatan sinkronisasi tersebut pihaknya juga menyelesaikan data pemilih dengan kategori usia 70 tahun ke atas yang didata secara khusus. Termasuk menyelesaikan data pemilih ganda luar negeri.

“Di Buteng itu terdapat 97 orang data pemilih ganda luar negeri berdasarkan data yang diturunkan dari KPU RI. Setelah dilakukan verifikasi faktual ternyata beberapa orang itu sudah kembali ke Buteng, untuk itu PPK dan PPS kami melakukan pendataan bahwa yang bersangkutan memenuhi syarat melakukan hak pilihnya nanti,” jelasnya.
KPU Buteng juga menyelesaikan kategori Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), sehingga para penyelenggara di tingkat bawah juga melakukan verifikasi faktual dengan klasifikasi bahwa, bila gangguan jiwa secara permanen tidak memenuhi syarat sebagai pemilih. Sedangkan bila penderita gangguan jiwa yang belum lama dikarenakan depresi atau stres dan masih dalam tahap penyembuhan maka yang bersangkutan masih bisa terdaftar sebagai pemilih.

“Kalau untuk pemilih disabilitas, misalnya yang tuna netra, tuna rungu, tuna wicara, tuna grahita itu ada alat bantu berupa surat suara ‘Braile’ yang akan disiapkan pada setiap TPS,” tambahnya.

Sementara itu, Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Ridwan SPd menyebutkan, terkait dengan data pemilih, Disdukcapil hanya bisa meluruskan, karena semua data berasal dari KPU. Namun demikian pihaknya juga tetap memberikan bantuan yang berkaitan dengan data kependudukan bila diminta oleh KPU Buteng.

“Bila belum ada data kependudukannya, maka yang bersangkutan harus berusaha menghadap ke kades/lurah untuk meminta surat keterangan domisili dan mengisi format F101. Kemudian langsung datang ke Dinas Dukcapil untuk dilengkapi datanya dan langsung melakukan perekaman dan pencetakan e-KTP,” pungkasnya. (*)




Kepala Desa Moko Diminta Mundur

Peliput: Anton

LABUNGKARI, BP– Puluhan massa yang menamakan diri Aliansi Pemuda Pemerhati Desa menggelar aksi demonstrasi di Kantor Bupati Buton Tengah, Kamis (06/12). Massa menyuarakan tuntutan agar Kepala Desa (Kades) Moko segera mundur dari jabatannya.

Dalam pernyataan sikapnya, massa aksi menilai dalam beberapa bulan terakhir Kades Moko La Upa tidak lagi berkantor di Desa Moko, melainkan telah berkantor di rumah pribadinya.

Menurut massa aksi, kades merupakan pimpinan tertinggi di sebuah desa yang harus menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai seorang pemimpin yang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 pada Pasal 26 ayat 1, 2 dan 4 serta pada Pasal 28 ayat 1 tentang Desa.

Tiga tuntutan inti yang sempat disuarakan massa aksi yakni, meminta kepada Kepala Desa (Kades) Moko agar mundur dari jabatannya, meminta kepada Bupati Buteng agar memberikan sanksi kepada Kades Moko berupa lisan atau tulisan agar Kades tersebut mundur dari jabatannya, serta meminta kepada pihak DPRD Buteng agar memanggil Kades Moko untuk diperiksa dan membuat surat rekomendasi kepada Bupati tentang pemberhentian Kades Moko.

“Kita lakukan demonstrasi pada intinya meminta agar Kades Moko harus mundur dari jabatannya, karena kami menilai sejak beberapa bulan ini Kades Moko sudah tidak melakukan pelayanan di kantornya, masyarakat juga ada yang mengeluh ketika mereka mau berurusan di Kantor Desa tidak ada Kepala Desa,” ungkap Rizal selaku perwakilan massa aksi saat dikonfirmasi oleh awak media, Kamis malam (06/12).

Mewakili Kades Moko, Sekretaris Desa (Sekdes) Adnan Ubran SKep Ners ketika dimintai tanggapannya menjelaskan, persoalan tersebut hanyalah miskomunikasi. Pihak demonstran tidak menelusuri lebih jauh tentang keadaan dan kondisi di Kantor Desa Moko.

“Ini tidak benar kalau mereka mengatakan sejak beberapa bulan terakhir Kepala Desa tidak berkantor, buktinya dua Minggu lalu dia (Kades, red) datang juga di kantor, kalau mereka mau tahu pak Kades juga sedang sakit sejak beberapa bulan terakhir. Memang pak Kades juga agak jarang ke kantor karena selain beliau sakit itu hari, juga sering memenuhi panggilan Kepolisian sejak beliau dilaporkan beberapa waktu lalu,” pungkas Adnan ketika dikonfirmasi via telepon selulernya, Kamis malam (06/12). (*)




Peningkatan Kualitas SDM Kemenag Buteng Terkendala Anggaran

Peliput: Anton

LABUNGKARI, BP– Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Buton Tengah (Buteng) memiliki banyak rancangan program maupun kegiatan yang berkaitan erat dengan upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) aparaturnya. Namun untuk mewujudkannya, terkendala keterbatasan anggaran.
“Untuk peningkatan kualitas SDM, terus terang kami terkendala dengan penganggaran, rata-rata kegiatan kan dipusatkan di provinsi, misalnya terkait dengan penyuluh atau pelatihan guru-guru itu terbatas,” ungkap Kepala Kantor Kemenag Buteng Muchtar SAg MA ditemui, Rabu (05/12).

Sebelumnya lanjut Muchtar, di Kantor Kemenag seringkali digelontorkan dana kegiatan, baik yang berkaitan dengan pembangunan fisik maupun non fisik.

Seperti pada pembinaan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pengurus masjid maupun pengajar.

“Kalau dulu kan banyak dana-dana untuk membiayai kegiatan, seperti para imam mesjid, atau berkaitan dengan penyelenggaraan jenazah itu dibebankan kepada Kemenag kabupaten. Kalau terkait dengan pengembangan mutu itu ditempatkan di provinsi, misalnya guru matematika, guru fisika, dan lain sebagainya,” paparnya.

Meskipun demikian, pihaknya memahami bila minimnya bantuan anggaran kegiatan saat ini, salah satunya disebabkan banyaknya pembangunan infrastruktur yang sedang di genjot oleh pemerintah pusat maupun provinsi, guna memaksimalkan pembangunan di segala bidang.

“Untuk masalah anggaran masih terfokus di infrastruktur, sehingga kegiatan yang menyentuh bidang sosial itu sangat dikurangi, untuk saat ini kegiatan pengembangan mutu di kabupaten hampir tidak ada, palingan yang ada hanya program MGMP yang ada di Satker Makassar, program pengembangan diri, karena itu berkaitan dengan kinerja guru-guru di madrasah,” ujarnya.

Muchtar mengharapkan, pemerintah pusat dapat mengucurkan anggaran yang memadai serta mampu menyentuh seluruh elemen maupun komponen kegiatan disegala aspek, baik di bidang pengembangan kualitas SDM, sosial kemasyarakatan, hingga pemenuhan unsur tenaga administrasi di semua instansi maupun satker lingkup kemenag.

Saat ini pihaknya memerlukan tenaga honorer yang memiliki kemampuan di bidang Informasi dan Teknologi (IT).

“Sekarang saja tenaga IT di kantor ini saya lihat masih kurang, karena masih ada bidang yang lowong,” tutupnya. (*)




Pemda Buteng Gelar Sosialisasi Kawasan Tanpa Rokok

Peliput: Anton

LABUNGKARI, BP– Pemerintah Kabupaten Buton Tengah (Pemkab Buteng) menggelar sosialisasi kawasan tanpa rokok yang diikuti oleh para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di aula kantor Bupati, Selasa (04/12).
Kegiatan ini dibuka oleh Kabag Hukum Setda Buteng Akhmad Sabir SH mewakili Bupati.

Akhmad Sabir SH dikionfirmasi usai kegiatan, mengungkapkan sosialisasi tersebut diadakan sebagai tindak lanjut terbitnya Peraturan Bupati (Perbup) Buteng Nomor 21 Tahun 2017 Tentang Kawasan Tanpa Rokok. Penekanan dari Perbup ini, setiap orang wajib tidak merokok di tempat atau area yang telah dinyatakan sebagai kawasan tanpa rokok, kecuali di tempat khusus yang telah disediakan untuk merokok.

“Perbup Buton Tengah Nomor 21 Tahun 2017 tentang kawasan tanpa rokok ini merupakan bentuk pelaksanaan dari ketentuan Pasal 52 Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012, tentang pengamanan bahaya yang mengandung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan,” ungkapnya.

Dijelaskannya, penetapan kawasan tanpa rokok mempunyai beberapa tujuan diantaranya, memberikan perlindungan dari bahaya asap rokok bagi perokok aktif dan atau perokok pasif, memberikan ruang atau lingkungan yang bersih dan sehat bagi masyarakat, melindungi kesehatan masyarakat secara umum dari dampak buruk merokok baik langsung maupun tidak langsung, menciptakan lingkungan yang bersih sehat dan bebas dari asap rokok, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta untuk mencegah perokok pemula.

Akhmad Sabir juga menyebutkan, area yang tidak diperbolehkan untuk merokok nantinya terdapat stiker yang bertuliskan kawasan tanpa rokok. Dalam ketentuan Bab IV Pasal 7 Perbup tersebut juga disebutkan, kawasan tanpa rokok meliputi area Kantor Pemkab Buteng, kantor pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, tempat kerja, tempat umum, serta di tempat angkutan umum.

“Bisa merokok tapi nanti kalau sudah jam istirahat, kemudian nanti akan disediakan area khusus untuk tempat merokok disaat jam istirahat, atau kalau mau merokok sebaiknya di luar pagar kantor agar tidak mengganggu orang lain yang tidak merokok,” pungkasnya. (*)




Wabup Buteng Buka Diklat Personil Damkar

Peliput: Anton

LABUNGKARI, BP – Dalam rangka mewujudkan profesionalitas kerja, puluhan personil Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Sat Pol-PP dan Damkar) Kabupaten Buton Tengah (Buteng), mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) di Balai Pertemuan Kelurahan Watulea, Kecamatan Gu yang dibuka langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Kapten Inf (Purn) La Ntau pada Kamis (29/11).

Kegiatan tersebut terselenggara atas kerjasama antara Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Satpol-PP dan Damkar Kabupaten Buteng dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Baubau selaku unsur pelatih. Materi Diklat tersebut pada intinya membahas tentang berbagai teori persiapan, praktek pelaksanaan proses pemadaman kebakaran, hingga tahap evakuasi korban jiwa maupun material.

Plt Kepala Dinas Satpol-PP dan Damkar Buteng Jamuri SPd MPd saat memberikan sambutan dihadapan puluhan peserta Diklat menegaskan bahwa, tugas pokok dan fungsi personil Damkar adalah dipersiapkan untuk proses pemadaman bila terjadi musibah kebakaran, upaya penyelamatan jiwa maupun materi.

“Tugas kita adalah mencegah, bagaimana caranya kita memadamkan api, kemudian kita selamatkan jiwa manusia maupun harta benda bila bila terjadi musibah kebakaran di masyarakat,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengharapkan agar para peserta Diklat nantinya dapat meningkatkan kualitas kinerja.

“Yang terpenting, mari kita secara sabar, sungguh-sungguh, semaksimal mungkin dan ikhlas, karena tugas kita ini adalah tugas mulia, selalu kita menginspeksi rumah-rumah, kantor-kantor, untuk menghindari kebakaran, kalau meninggalkan rumah sebaiknya padamkan api kompor dan lain sebagainya,” harapnya.

Ucapan terima kasih kepada Wabup La Ntau, Kabid Damkar pak Joni yg mewakili Pemadam Kebakaran Kota Baubau,udah-mudahan kehadirannya bisa memberikan pencerahan kepada anggota kami, sehingga bisa bekerja semaksimal mungkin,

Jamuri menjelaskan pula, Damkar Kabupaten Buteng baru dibentuk pada 2017 kemarin, sehingga segala kebutuhan yang berkaitan erat dengan sarana prasarana juga masih terbatas.

Walaupun demikian, Jamuri menginginkan agar segala ilmu yang diperoleh saat mengikuti Diklat dapat diaplikasikan guna menunjang tugas pokok dan fungsi Damkar di lapangan.

“Supaya jangan hanya teori yg kita dapatkan, tapi kita harapkan kita bisa langsung praktek di lapangan sebentar, sehingga ilmu yg diberikan bisa maksimal,” inginnya.

Mewakili Bupati Buteng H Samahuddin SE, Wakil Bupati Buteng Kapten Inf (Purn) La Ntau sempat menyampaikan, orang yang mendapatkan amanah sebagai petugas Pemadam Kebakaran harus memiliki kecintaan akan profesi yang ditekuni.

“Dalam profesi petugas pemadam kebakaran, terkandung misi sosial kemanusiaan untuk menyelamatkan jiwa raga serta harta benda milik masyarakat,” ujarnya.

Seorang petugas Damkar kata Wabup La Ntau, dituntut harus bekerja dalam tim secara profesional, disiplin, tekun dan penuh kesabaran.

“Tugas kita adalah melayani masyarakat Kabupaten Buton Tengah, untuk itu kita harus tetap siaga, kapanpun dan dimana saja bila dibutuhkan maka kita harus turun lapangan,” ujarnya. (*)




Hadiri Acara Maulid, Wabup Buteng Himbau Warga Amalkan Ajaran Nabi

Peliput: Anton

LABUNGKARI, BP – Pada saat menghadiri acara peringatan Maulid di Masjid Nurul Falah Desa Doda Bahari, Kecamatan Sangia Wambulu pada Senin sore (26/11).

Wakil Bupati Buton Tengah (Wabup Buteng) Kapten Inf (Purn) La Ntau menghimbau kepada masyarakat untuk memgamalkan dan menjalankan ajaran Nabi Muhammad SAW sebagai cerminan dan pedoman hidup umat manusia di muka bumi.

Saat membawakan ceramah pada kesempatan tersebut, Wabup Buteng juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bekerjasama dalam upaya menjaga keamanan, hubungan silaturahmi antar sesama, serta menjadikan akhlak Nabi Muhammad SAW sebagai suri tauladan pada diri sendiri serta mendukung upaya pemerintah dalam program pembangunan daerah demi mewujudkan masyarakat yang sejahtera, adil dan makmur.

“Saya ucapkan penghargaan dan terima kasih sebesar-besarnya atas dukungan moril dari kalangan masyarakat yang sudah mempercayakan kami mengemban dalam amanah,” ucapnya.

Melalui momentum peringatan Maulid, Purnawirawan TNI Angkatan Darat ini juga mengajak seluruh warga Doda Bahari untuk sama-sama menaati segala perintah dan petunjuk Tuhan Yang Maha Esa yang diturunkan melalui wahyu kepada Nabi Muhammad SAW untuk seluruh umat manusia.

“Apa yang menjadi seruan kita dalam meniru kepemimpinan Nabi Muhammad SAW, harus benar-benar diterapkan di masyarakat,” tutur La Ntau.

Lanjut dari itu, Wabup Buteng juga menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi diharapkan dapat memperkokoh silaturahmi sekaligus menanamkan rasa kecintaan pada Rasulullah SAW.

“Meneladani Nabi dalam menjalani kehidupan serta mengamalkan apa yang menjadi ajarannya adalah hal mutlak untuk dicerminkan pada diri setiap individu di lingkungan masing-masing,” lanjutnya.

Diungkapkannya pula, agar mencapai berkah suatu daerah maupun kemakmuran umat, maka masyarakat harus mengawalinya dengan terus menjaga hubungan silaturahmi dan rasa persaudaraan antar sesama.

“Ini menjadi harapan kami kedepan dan mudah-mudahan dapat terus terlaksana, apa yang menjadi ajaran Nabi Muhammad SAW agar diterapkan dengan baik, karena beliaulah yang menjadi penerang bagi semua umat,” pungkas La Ntau.

Untuk diketahui acara tersebut turut dihadiri oleh Kapolsek Sangia Wambulu Ipda Tri Nugroho, para tokoh agama, tokoh adat, serta tokoh masyarakat lainnya.(*)




Polsek Gu Damaikan Perseteruan Dua Keluarga

Peliput: Anton

LABUNGKARI, BP – Dua kelompok keluarga dari Kelurahan Bombonawulu, Kecamatan Gu, Kabupaten Buton Tengah (Buteng), yang terlibat perseteruan dan saling lapor akhirnya berdamai dihadapan Kapolsek Gu AKP Suriadin SSos MH. Setelah digelar rapat pertemuan antara kedua belah pihak di Mapolsek Gu, Sabtu (24/11).

Ketika dikonfirmasi usai rapat pertemuan, Kapolsek Gu AKP Suriadin SSos MH menuturkan bahwa Perseteruan antara dua keluarga berawal saat dua pekan lalu terdapat dua remaja Aj (16) As (18) tiba-tiba memukul Mail (40) di tempat gelap. Usai memukul Mail ternyata kedua pelaku langsung kabur, namun para pelaku sempat dikenal oleh Mail.

Dari peristiwa pemukulan tersebut, keesokan harinya Mail melaporkan kedua pelaku di Kantor Polsek Gu. Anggota Polsek yang bertugas saat itu pun langsung melakukan pencarian, namun sebelumnya para pelaku telah melarikan diri.

Beberapa hari paska kejadian tersebut, Mail yang saat itu sedang makan bersama anak mantu di Desa Walando menemukan pelaku As (18) dan langsung dibawa paksa di Mapolsek Gu untuk proses penahanan.

Kapolsek Gu juga menjelaskan, kuat dugaan As bersikeras tak ingin dibawa ke kantor Polsek, sehingga As pun dipukul oleh Mail dan menantunya. Merasa diperlakukan kasar maka As juga melaporkan Mail bersama anak mantunya di Mapolsek Gu.

Orang tua As yang tidak terima baik mendengar anaknya dipukul langsung mendatangi dan memukul Mail di kediamannya, sehingga Mail pun kembali melaporkan orang tua As ke Mapolsek Gu.

Menyikapi adanya proses saling melapor yang terjadi antara kedua belah pihak, Kapolsek Gu AKP Suriadin SSos MH dengan sigap langsung mengambil langkah mempertemukan kedua belah pihak melalui forum rapat di Mapolsek Gu.

Pantauan Baubau Post, pertemuan berlangsung cukup alot karena masing-masing keluarga dari kedua belah pihak awalnya tetap mempertahankan pendapat dan ingin melanjutkan proses hukum atas perkara hingga ke level yang lebih tinggi. Namun berkat kebijakan yang pro rakyat dan lapang dada menimbang permasalahan tersebut, maka Kapolsek Gu bersama para peserta rapat disaksikan langsung oleh Sekretaris Lurah Bombonawulu menandatangani kesepakatan damai serta tidak mengulangi peristiwa yang serupa dengan persetujuan bahwa As dan ayah Aj masih tetap menjalankan wajib lapor setiap hari jam kerja di Mapolsek Gu.

“Kami berharap, kejadian ini tidak terulang lagi dan tidak terjadi pada warga lainnya. Setiap kasus yang dilaporkan agar dipercayakan kepada pihak Kepolisian dan warga tidak boleh main hakim sendiri,” ujar Kapolsek Gu.

Lanjut dari itu, Kapolsek juga menuturkan bahwa ia telah menerima beberapa usulan dan masukan dari beberapa tokoh masyarakat setempat untuk mendamaikan kedua keluarga yang terlibat perseteruan.

“Saya pun kemudian mengambil inisiatif untuk mempertemukan kedua keluarga yang saling bertikai tersebut untuk didamaikan, karena sebelumnya mereka itu sering bersama-sama,” pungkasnya. (*)




Danrem 143/HO Resmi Tutup TMMD Buteng

Peliput: Anton

LABUNGKARI, BP – Komandan Korem 143 Halu Oleo (Danrem 143/HO) Kendari, Kolonel Arm Dedi Nurhadiman SIP resmi menutup kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 melalui upacara penutupan yang digelar di lapangan J Wayong Kelurahan Watulea, Kecamatan Gu, Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Selasa (13/11).

Upacara penutupan TMMD yang dipimpin langsung oleh Danrem 143/HO tersebut dihadiri oleh Bupati Buteng H Samahuddin SE Wakil Bupati Kapten Inf (Purn) La Ntau, Sekretaris Daerah (Sekda) Drs H La Ode Hasimin, serta seluruh jajaran dan perangkat lingkup Pemerintah Daerah (Pemda) Buteng.

Selain itu turut hadir pula para pejabat tinggi lingkup TNI/Polri diantaranya, Staf Ahli Pangdam XIV Hasanuddin (HSN) Bidang Hukum dan Humaniter Kolonel Kav Saeful Makti, Staf Ahli Pangdam XIV/HSN Bidang Iptek dan Lingkungan Hidup Kolonel CZI Raflan SIP MM, Komandan Pangkalan TNI-AL (Danlanal) Kendari Kolonel Laut (P) I Putu Sudarjatna SE, Perwira LO Kolonel Laut (P) MS Lubis, Kasi Ren Rem 143/HO Letkol Inf Emir Zulkarnain, Kasi Ter Rem 143/HO Letkol Inf Edward, Dandim 1413/Buton selaku Dansatgas TMMD ke-103 Buteng Letkol Inf Davy Darma Putra, Dandim 1416/Muna Letkol Inf Idris Hasan, Dandim 1417/Kendari Letkol Pnb Fajar Wijaya, Dandim 1412/Kolaka Letkol Inf Seniman Zega, Kapolres Baubau AKBP Hadi Winarno SIK, Danpos Den POM Baubau, para Danramil lingkup jajaran Kodim 1413/Buton, para Kapolsek se Buteng, serta Dan Posal Baubau.

Dalam kegiatan tersebut, Perwira Upacara diemban oleh Pasipers Dim 1413/Buton Kapten Inf Muhammad Arvah, sedangkan Komandan Upacara (Danup) adalah Pasiter Dim 1413/Buton Kapten Inf Harlin Ulo.

Dansatgas TMMD Letkol Inf Davy Darma Putra sempat melaporkan hasil pekerjaan yang telah selesai dikerjakan selama satu bulan meliputi pekerjaan fisik seperti pelebaran jalan poros Labungkari, rehabilitasi Masjid di Desa Mone, drainase dan pembuatan deker. Sedangkan kegiatan non fisik meliputi penyuluhan stop kekerasan dalam rumah tangga, serta pencegahan pemakaian narkoba dan lain-lain.

Saat menyampaikan sambutan, Danrem 143/HO Kolonel Arm Dedi Nurhadiman SIP mengatakan bahwa ia sangat mengapresiasi kegiatan TMMD ke-103 yang tuntas dalam waktu kurang lebih selama satu bulan.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan yang sudah terealisasi dapat dimanfaatkan dengan baik,” ucapnya.

Harapan dengan kerja nyata yang sudah dikerjakan kata dia, dapat membentuk kemajuan daerah, khususnya di lingkup pedesaan. Selain itu untuk menyelesaikan program TMMD, prajurit TNI dapat memberikan makna serta mengatasi problema di masyarakat.

“Harapan kami kepada masyarakat, selain prajurit dituntut untuk menyelesaikan tugas, tetapi peran kepada masyarakat terus dilakukan dalam menjamin kenyamanan pada masyarakat tersebut,” harapnya.

Bupati Buteng H Samahuddin SE saat dikonfirmasi di rujabnya mengungkapkan bahwa kegiatan TMMD ini sangat bermnfaat bagi masyarakat, karena dapat meningkatkan pembangunan di daerah Buteng.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat buat masyarakat kami. Saya selaku Bupati Buteng ini menjadi langkah kedepan untuk mewujudkan pembangunan kedepan agar bisa lebih baik lagi,” ungkap Samahuddin.

Sesi istirahat pada upacara tersebut, seluruh tamu undangan disuguhkan pertunjukan tari Mangaru dan Linda, yang dikreasikan dengan perpaduan tari tradisional dan modern dari putra putri yang merupakan pelajar SD lingkup Kecamatan Gu dan SMPN 1 Buteng.

Untuk diketahui, paska pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan proses penandatanganan prasasti antara Bupati Buteng H Samahuddin dan Danrem 143/HO Kendari, pemberian cindera mata dan bingkisan dari Pihak peserta TMMD ke jajaran OPD Buteng serta hidangan menu tradisional khas Buteng, hingga kegiatan peninjauan lokasi TMMD di lingkup kecamatan Gu dan Lakudo. (*)




La Ode Hasimin Pimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan di Buteng

Peliput: Anton

LABUNGKARI, BP – Mewakili Bupati H Samahuddin SE dan Wakil Bupati Kapten Inf (Purn) La Ntau, Sekretaris Daerah Kabupaten Buton Tengah (Sekda Buteng) Drs H La Ode Hasimin MM memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan ke-73 yang digelar Sabtu pagi (10/11/2018), di Pelataran Kantor Sekertariat Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.

Pelaksanaan upacara tersebut berlangsung hikmat. Para peserta upacara terdiri dari barisan TNI/Polri, Sat Pol-PP, Korpri, para pelajar tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK. Selain itu, turut hadir para Asisten Bupati, Staf Ahli, para Kepala OPD, Kapolsek Lakudo, Kapolsek Gu, Kapolsek Sangia Wambulu, Kapolsek Mawasangka Tengah, Kapolsek Mawasangka Timur, para Camat, Kepala Desa dan Lurah.

Dalam pelaksanaan upacara tersebut, Danramil 1413-10/Gu Kapten Inf. Usman bertindak sebagai perwira upacara, sedangkan Komandan Upacara (Danup) diemban oleh Kapolsek Sangia Wambulu, Ipda Tri Nugroho.

Pada salah satu sesi acara, Drs Andi Nursin MSi (Salah satu pejabat lingkup Dinas Sosial Buteng) mendapat kepercayaan membacakan pesan-pesan perjuangan atau kata mutiara dari para pahlawan nasional yang dikutip dari “Pedoman pelaksanaan peringatan hari pahlawan 2018”.

Sekda Buteng La Ode Hasimin yang bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) saat menyampaikan amanat, ia membacakan salinan pidato dari Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos RI), Dr Agus Gumiwang Kartasasmita MSi yang tersebar secara menyeluruh di semua Kabupaten/Kota melalui situs internet.

Dalam penggalan amanatnya, Sekda Buteng memaparkan bahwa prosesi peringatan Hari Pahlawan khususnya upacara pengibaran bendera merah putih serta mengheningkan cipta secara serantak selama 60 Detik, juga dilaksanakan di seluruh pelosok tanah air, bahkan di Perwakilan Negara Republik Indonesia di luar negeri.

“Seluruh rangkaian kegiatan peringatan Hari Pahlawan tersebut bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai kepahlawanan, mempertebal rasa cinta tanah air dan meneguhkan semangat pengabdian bagi bangsa dan negara di hati sanubari bangsa Indonesia,” papar La Ode Hasimin yang mengutip salinan pidato Mensos RI.

Ia juga mengatakan, peringatan Hari Pahlawan bukan semata sebuah acara namun harus sarat makna, bukan hanya sebagai prosesi namun substansi setiap peringatan Hari Pahlawan harus dapat menggali dan memunculkan semangat baru dalam implementasi nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini penting karena nilai kepahlawanan bukan bersifat statis namun dinamis, bisa menguat bahkan dapat melemah.

“Untuk itu, kiranya seluruh rangkaian kegiatan peringatan Hari Pahlawan harus menjadi energi dan semangat baru mewarisi nilai kejuangan dan patriotisme dalam membangun bangsa Indonesia,” ucapnya.

Tema Hari Pahlawan Tahun 2018 adalah “Semangat Pahlawan Di Dadaku”, mengandung makna sesuai fitrahnya dalam diri setiap insan tertanam nilai-nilai kepahlawanan.

“Oleh karenanya siapapun dapat menjadi pahlawan, setiap warga Negara Indonesia tanpa kecuali dapat berinisiatif mengabdikan hal yang bermanfaat untuk kemashlahatan diri, lingkungan sekitar, bagi bangsa dan Negara,” tambahnya.

Dilanjutkannya, negeri ini membutuhkan pemuda yang kokoh dengan jati dirinya, mempunyai karakter lokal yang luhur, percaya diri dan peka terhadap permasalahan sosial sehingga mampu terlibat dalam usaha-usaha kesejahteraan sosial, memberikan pelayanan sosial bagi mereka yang membutuhkan pertolongan sosial.

Negeri ini juga membutuhkan pemuda yang mempunyai pandangan global, mampu berkolaborasi untuk kemajuan bangsa dan mampu memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menjadikan Indonesia diperhitungkan dalam bersaing dan bersanding dengan Negara lain khususnya ketika negeri ini memasuki era revolusi industri 4.0.

“Pada akhirnya melalui momentum Peringatan Hari Pahlawan, saya mengajak marilah kita berbuat yang terbaik bagi bangsa ini. Mari berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Mulai dari yang dapat kita lakukan, mulai dari lingkungan terdekat yang pada akhirnya memberikan kekuatan dan ketahanan bagi bangsa dan Negara,” pungkasnya.(*)