BPBD Butur Keluarkan Status Waspada Banjir

Peliput: Zukman

BUARANGA, BP- Intensitas Musim penghujan kini cukup tinggi mengguyur Kabupaten Buton Utara (Butur), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Butur mengeluarkan status waspada adn memetakan daerah rawan banjir di wilayah utara Pulau Buton tersebut.

Kepala Badan Penanggunalan Bencana Dearah Buton Utara Yurlif Halir saat ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu, mengatakan jika saat ini Kabupaten Butur sedang diguyur hujan dengan intensitas yang cukup tinggi, sehingga ia menyiagakan 1×24 jam pasukan tanggap darurat bencana untuk mengantisipasi bencana banjir datang melanda.Selain itu ia juga telah mengeluarkan stawtus waspada dan memetakan wilayah yang rawan terkena banjir.

“Himbauan kepada warga terkait potensi terjadi banjir sudah disampaikan, terutama yang tinggal didekat aliran sungai. Supaya wasapada. Kurang lebih ada sepuluh desa kami petahkan rawan terkena banjir diantaranya Kambowa, Lambale,Kotawo, Ronta, Rante Gola, dan beberapa desa lainnya,” kata Yurlif Halir

Dikatakan, beberapa aliran sungai yang ada di wilayah Butur harus sudah dinormalisasikan, pasalnya lairan sungai itu sudah sangat dangkal akibat Sedimentasi.Bila terjadi hujan keras dan bertepatan dengan air pasanga , potensi air meluap dan masuk kepemukiman warga sangat besar.

“Butuh anggaran miliaran rupiah untuk normaliasi sungai. Usulan ke Badang Penanggulangan Bencana Pusat telah diserahkan. Hanya terjadi sedikit kendala, bantuan baru bisa turun jika status daerah darurat bencana,” terangnya.

Mantan Kabag Umum Pemkab Butur itu juga mengungkapkan, kini ia sementara melakukan siaga satu terhadap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang di dipimpinnya. “Terkait cuaca, kami berkordinasi dengan BMKG untuk memastikan curah hujan di Butur. Prediksinya (BMKG-red), hujan akan terus mengguyur beberapa hari ke depan. Ini patut diwaspadai,” tambahnya.

Yurlif menambahkan, pihaknya telah mengeluarkan himbauan kepada masyarakat agar tetap waspada, terutama mereka yang bermukin di dekat aliran sungai.
” Masyarakat tetap wasapada. Kami tetap akan terus memantau setiap daerah. BPBD siaga 24 jam,” tutupnya.




Samahuddin Rotasi Pejabatnya Eselon II

Hasan Tali Jadi Kadis Perpustakaan dan Kearsipan
Peliput: Anton

Editor: Hasrin Ilmi

LABUNGKARI, BP – Bupati Buton Tengah (Buteng) H Samahuddin SE melakukan rotasi jabatan kepada kurang lebih 110 pejabatnya yang terdiri dari Eselon II, III dan IV di gedung Azzahra Kelurahan Lakudo, Kecamatan Lakudo, Kamis (31/01).

Pejabat lingkup Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Buteng yang terkena proses rotasi jabatan terdiri dari 14 esolon II, 32 esolon III a dan III b, serta 64 esolon IV a dan IV b.

Bupati Buteng H Samahuddin inginkan agar para pejabatnya selalu loyal pada atasan, pasalnya keharmonisan di lingkup OPD bisa diwujudkan melalui loyalitas antara bawahan dengan atasan.

ia mengangkat para pejabat baru melalui loyalitas dan penilaian kinerja.

“Saya diam, tapi hati-hati, diam sambil menilai, penilaian saya sesuai dengan kinerja dan loyalitas mereka dilingkupi OPD,” kata Samahuddin.

Orang nomor satu di Buteng ini Juga menyebutkan proses pelantikan pejabat baru dilingkup Pemerintahan Kabupaten Buotn Tengah, dilakukan dengan cara yang bersih dan profesional.

“Haram leherku ini jika mengambil uang dari para pejabat yang dilantik, tidak ada pungli,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Samrin Saerani, menjelaskan bahwa untuk posisi jabatan yang mengalami kekosongan untuk sementara masih diisi oleh Pelaksana tugas (Plt) yang merupakan kebijakan Bupati.

“Itu akan berlanjut sambil menunggu lelang jabatan, kita target Maret akan selesai,” ujarnya.

Berikut nama OPD Buteng yang berganti, La Haruni yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), kini ditugaskan sebagai staf ahli. Jabatan pucuk pimpinan lingkup Dishub Kabupaten Buton hingga kini belum terisi.

Sabaruddin Nur, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Ketenagakerjaan kini dipercaya menjadi Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM. Arsidik Patola, jabatan lama sebagai kepala BPMD kini menjadi staf ahli bidang pemerintahan hukum dan politik, sehingga jabatan Kepala BPMD masih kosong .

La Angkata, sebelumnya merupakan staf Sekretariat daerah, namun kali ini ia menjabat sebagai Asisiten II. Asruddin yang sebelumnya menjabat sebagai Kadis Koperasi kini menjadi Asisten III sekretariat daerah.

Nurjanah yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pangan, kini menjadi asisiten I sekretariat daerah pemkab Buteng. Abdullah yang sebelumnya menjabat Kepala BKKBM, kini menjadi Kadis pendidikan mengantikan Hasan tali yang pindah menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Kearsipan.

Malik yang sebelumnya dari staf ahli kini dilantik menjadi Kadis Sosial. Hal ini disebabkan jabatan Kadis Sosial kini memasuki masa pensiun.

Lasaripi sebelumnya menjadi Asisten I Sekretariat daerah kini diangkat menjadi Kepala Dinas Ketenagakerjaan. Siruddin dari Kepala Dinas UKM Dan Koperasi, kini jadi Kepala Dinas Pangan yang dahulunya kosong. LM Mursal zubair dari asisten III dilantik menjadi Kepala BKKBM.

Diadakannya pelantikan ini, mengakibatkan delapan jabatan esolon II kosong diantaranya, Badan Pengelolaan dan Keuangan Negara, Kasat Pol-PP dan Damkar, Dinas Pariwisata, Inspektorat, BPMD, Dinas Koperasi Dan UKM, dan Dinas Pertanian. (*)




238 Calon ASN Butur Lulus Tahap Pemberkasan

Peliput: Zukman

BURANGA, BP– Sebanyak 238 calon Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Buton Utara (Butur) dinyatakan lulus di tahap pemberkasan. Kini 238 calon ASN tersebut sedang menunggu penerbitan Nomor Induk Pegawai (NIP)

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Mutasi dan Kedudukan Hukum, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Butur La Ode Sajali saat dikonfirmasi Baubau Post di ruang kerjanya
, beberapa waktu lalu.

” Sebanyak 238 calon Aparatur Sipil Negara (ASN) di Butur dinyatakan lulus di tahap terakhir yakni tahap pemberkasan, dan kini calon ASN tersebut tinggal menunggu nomor induk pegawai (NIP),” ungkapnya.

Dikatakan, Bupati Buton Utara (Butur) Abu Hasan beberapa waktu lalu memberikan ucapan selamat kepada 238 Calon ASN. Orang nomor satu di Butur menitipkan harapan agar kedepannya para ASN dapat berkerja sesuai dengan formasi masing-masing, dan bertanggung jawab terhadap tugasnya sebagai ASN.

” Kedepan ASN dapat bekerja sesuai dengan formasi masing-masing dan bertanggung jawab,” ungkapnya.

Sajali menuturkan, jika dari ribuan orang yang mengikuti tes,jumlah peserta yang lulus sangat banyak, meskipun beberapa formasi masih ada yang kosong. Ia juga berharap agar para peserta ASN melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh, ikhlas dalam menjalankan tugas dan fungsi menuju Buton Utara yang lebih maju.

” Mereka adalah wajah baru di birokrasi Pemda Kabupaten Butur dan diharapkan dapat melayani masyarakat Butur dengan ikhlas dan sepenuh hati,” Ungkapnya.




Mukmin: Buton Utara Bisa Jadi Segitiga Ekonomi

Peliput: Zukman

BURANGA, BP- Mantan ketua Kesatuan Mahasiswa Indonesia (KMI) Buton Utara (Butur) 2007-2008, Mukmin mengangap Potensi Kabupaten Buton Utara (Butur) kedepan dapat menjadi kan daerah tersebut sebagai kawasan segitiga ekonomi yang menghubungkan Pulau Buton, Kabupaten Wakatobi dan Sulawesi Tenggara.

Hal itu diungkapkan Mukmin SSos MSi

saat ditemui Baubau Post, Rabu (30/01). Posisi Butur yang strategis untuk menghubungkan Kabupaten Wakatobi, Buton secara keseluruhan, dan bisa menjadi titik simpul persinggahan bagi masyarakat menuju Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tenggara,” ujarnya.

Menurutnya, adanya Fery Amolengo-Wakorumba, Kabupaten Butur mengalami kebocoran ekonomi, dengan lewatnya mobil dari Wakorumba – Kota Baubau melewati Pure yang juga merupakan wilayah Kabupaten Muna. Padahal jika pemerintah memperbaiki akses menuju Butur seperti, Ronta Buranga menuju Kota Baubaudengan akses jalannya sudah cukup bagus dan terdapat fasilitas ekonomi seperti Karede yang didesain menjadi tempat peristrahatan, maka bisa saja masyarakat akan tertarik untuk melewati wilayah Butur.

” Tentu untuk ini bisa terjadi, maka perlu akses jalan raya yg baik, semoga tahun ini bisa segera ada perbaikan jalan. Serta pemerintah juga harus segera menentukan kawasan cepat tumbuh, saya tawarkan agar Buranga segera didesain menjadi kawasan cepat tumbuh dalam hal ekonomi,” jelasnya.

Dikatakan, hal tersebut merupakan salah satu peluang agar Butur mampu menarik masyarakat agar singgah, sehingga ada sumbangan ekonomi untuk masyarakat kedepannya. Namun ha tersebut terpulang kepada keseriusan semua pihak untuk menggali dan memanfaatkan potensi yang ada di Butur.

Selain itu ia, juga menawarkan gagasan, agar Pemda Butur segera memutuskan izin trayek dari Kabupaten dan membangun terminal transit di Desa Matta yang berbatasan dengan desa Waoleona Kabupaten Buton. Dan jika masuk diwilayah Butur dan membawa penumpang atas izin trayek diluar Kabupaten Butur, harus dikenakan retribusi. Sehingga akan ada penegasanbatas wilayah administrasi antar Kabupaten, sekaligus memberikan manfaat tambahan PAD untuk Pemda Butur.

” Diterminal itu juga akan ada geliat ekonomi rakyat penjual dan sebagainya,” ungkapnya.

Lanjut, upaya pemerintah saat ini adalah bagai mana meminimalisir kebocoran ekonomi daerah ke wilayah lain, sehingga peningkatan ekonomi masyarakat butur naik.

” Ini yang harus menjadi konsen kita sekarang ini,sehingga dengan adanya ide dan gagasan yang produktif serta kreatif, maka kita akan maju dan berkembang dengan cepat.
” Ungkap Mukmin yang juga mantan dosen di Universitas Darussalam Ambon. (*)




Transparasi Dana Desa, Kades Wajib Pasang Informasi Rincian Anggran

Peliput: Amirul

BATAUGA, BP– Hindari penyalahgunaan Dana Desa (DD) dan sebagai bentuk transparasi informasi yang dapat diawasi oleh semua pihak, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Buton Selatan, mewajibkan seluruh kepala desa untuk memasang rincian penggunaan Dana Desa di kantornya masing-masing.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Buton Selatan Amrin Abdulah beberapa waktu lalu mengatakan informasi rincian penggunaan anggaran dana desa wajib disampaikan oleh seluruh kepala desa di Kabupaten Buton Selatan. Penyampaian tersebut dapat menggunakan media internet, maupun media lainnya. Untuk penyampaian menggunakan Baliho, wajib dilakukan dan di pajang oleh seluruh kepala desa.

“Salah satu bagian kecil transparansi adalah memasang baliho penggunaan dana desa,” kata Amrin Abdulah.

Dikatakan, salah satu kunci kesuksesan dalam mengelolah keuangan pemerintah desa adalah dengan cara penyampaian penggunaan anggaran secara terbuka kemasyarakat. Sehingga masyarakat juga ikut terlibat dalam mengawasi penggunaan anggran dana pemerintah desa, pasalnya melalui penyampaian penggunaan anggran dengan media baliho, masyarakat dapat secara pasti mengetahui peruntukan dana desa tersebut.

“Didalam realisasi kan dilampirkan dengan kegiatan itu mereka lakukan, rincian anggaran penggunaan desa ditampilkan, apa yang telah dibangun, bentuknya mana, di baleho semua harus terperinci, sehingga jelas masyarakat melihat,” ungkapnya.

Hingga saat ini, untuk Kecamatan Batauga, baru desa Lawela yang menyampainkan informasi penggunaan dana pemerintah dengan menggunakan media Baliho. Untuk keseluruhan desa di Buton Selatan berjumlah 60 dan tersebar di tujuh kecamatan. (*)




Polsek Kulisusu Tangkap Tersangka Pencurian Emas dan Uang Warga

Peliput: Zukman

BURANGA, BP- Sat Reskrim Polsek Kulisusu berhasil mengamankan satu tersangka pencurian emas dan uang warga di desa Kadacua pada Senin (08/01). Sementara dua tersangka lainnya masih sementara dalam pengejaran pihak Kepolisian.

Kapolsek kulisusu Kompol ahli saat di konfirmasi Baubau Post di ruang kerjanya, Rabu (30/01) menyatakan jika berdasarkan hasil penyelidikan tersangka pencurian emas dan uang berjumlah tiga orang. Dan pihak Sat reskrim Polsek Kulisusu berhasil menangkap satu tersangka pelaku pencurian atas nama Alis (27) warga desa Tomoahi kecamatan kulisusu kabupaten Buton Utara.

“Penangkapan tersebut berdasarkan laporan polisi Nomor: LP/03/1/2019/Sultra/Res Muna/Sek Kulisusu Tgl 8 Januari 2019 dan surat perintah penangkapan Nomor: SP.KAP/06/1/2019/Reskrim Sek, Tgl 27 Januari 2019,” ujar Kompol Ahli.

Dikatakan, tersangka ditangkap karena telah menggasak uang puluhan juta rupiah, dan perhiasan emas di rumah warga atas nama Rudi di Desa Kadacua, pada selasa 8 januari 2019 sekitar pukul 02:00 Wita

.

” Walaupun sempat melarikan diri bersama dua orang temannya yaitu, Mito dan Iwan yang saat ini dalam pengejaran. Tersangka Alis berhasil di amankan di Mapolsek kulisusu

,” ujarnya.

Dari tangan tersangka Alis, pihak Polsek Kulisusu berhasil mengamankan barang bukti berupa uang senilai 40 Juta rupiah, perhiasan emas dan satu buah telpon genggam. Tersangka dapat dijerat dengan pasal 363 ayat (1) ke-3 dan ke-5 KUHP Subs pasal 362 KUHP Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, tentang tindak pidana pencurian dengan hukuman 7 tahun penjara

.

Sementara, pencurian yang baru saja terjadi senin (29/02) dini hari pukul 04:00 wita, masih dalam proses penyelidikan. ” Diduga para pelaku tersebut masih jaringan termasuk jaringan mereka Alis Bin Muslim,” tutupnya. (*)




Alami Ganguan Mesin, PLN Ereke Lakukan Pemadaman bergilir

Peliput: Zukman

BURANGA, BP- Saat ini PLN unit pelayanan Ereke mengalami ganguan ganguan mesin, sehingga terjadi pemadaman bergiril di wilayah Kabupaten Buton Utara (Butur).

Hal itu diungkapkan oleh Sabaan selaku supervisor teknik kantor pelayanan PLN unit ereke, saat ditemui Baubau Post beberapa waktu lalu.

” Tidak mungkin terjadi pemadaman kalau tidak ada kerusakan, mesin 24 jam sementara mesin yang beroperasi hanya itu saja ada kerusakan otomatis ada pemadaman, kita punya mesin pas2san,” ucapnya.

Dikatakan, PLN unit pelayanan Ereke memiliki empat mesin yang beroperasi, namun saat ini namun mengalami kerusakan. Pihaknya juga meminta suplai listrik dari Kota Baubau, namun tegangan suplai tidak sampai di pihaknya, sehingga pihaknya akan mencari penyebab tidak sampainya suplai listrik tersebut.

” Kita suplai dari Baubau, ternyata tegangan suplay dari Baubau masuk ke ereke tidak bisa masuk, harus dicari dulu gangguanya apa,” ungkapnya.

Selain itu, padamnya listrik secara bergilir, juga dikarenakan adanya kerusakan sistem kelistrikan. Pihaknya saat ini sedang melakukan perbaikan terhadap sejumlah travo dan sistem kelistrikan yang rusak.

Ia berharap agar masyarakat Butur tetap bersabar dan ia memohon maaf atas pemadaman listrik secara bergilir di wiyah Butur.

Karena itu dia berharap kepada seluruh masyarakat agar tetap bersabar dan mohon maaf atas dilakukannya pemadaman listrik bergilir di wilayah Butur. ” Kita tetap berusaha karena kita telah digaji oleh negara, walaupun hanya satu mesin yang bisa beroperasi tetap kita akan nyalakan dari pada tidak ada yang menyala sama sekali jadi mohon bersabar,” tutupnya. (*)




Generasi Muda Buton Utara Harus Miliki Integritas Kuat Kedepannya

Peliput: Zukman

BAUBAU, BP- Mantan ketua Kesatuan Mahasiswa Indonesia (KMI) Buton Utara (Butur) 2007-2008, Mukmin menyatakan generasi muda Kabupaten Buton Utara (Butur) harus memiliki integritas yang kuat, agar Butur kedepannya bisa menjadi daerah yang maju dan berkembang diantara daerah lainya di Sualwesi Tenggara.

Mukmin SSos MSi

saat ditemui Baubau post, beberapa waktu lalu mengatakan, jika ia merasa ada sejumlah hal yang mulai perlahan-lahan hilang ditengah perkembangan daerah saat ini, salah satunya integritas generasi muda. Integritas merupakan suatu hal yang cukup penting , sebab tanpa integritas yang cukup, maka kualitas Sumber Daya manusia (SDM) tidak akan baik kedepannya.

Inti dari berkwalitasnya SDM yaitu adanya integritas yang cukup kuat disetiap individu manusia,” kata Mukmin.

Dikatakan, memiliki integritas yang kuat tidaklah mudah. menurutnya untuk memiliki integritas yang tinggi harus melalui tempaan dan renungan dari setiap yang dialami tiap orang. oleh sebab itu, sudah waktunya generasi muda Butur untuk melakukan pendalaman dan perenungan diri, agar dapat memperoleh hikmah petunjuk dari segala persoalan.

“Kita mesti memiliki kelebihan waktu untuk berpikir produktif serta memperkaya wawasan pengetahuan tentang kemanusian, perdaban, sehingga akan melahirkan pikiran yang solutif bagi daerah Butur,” ungkapnya.

Lanjut, Butur hari ini kata Mukmin, harus benar-benar diletakan pondasi sesuai dengan potensi alam yang dimiliki, seperti potensi pertanian dan perikanan. oleh sebab itu kebijakan dan program dibidang pertanian dan perikanan harus dilakukan secara komprehensif dan tepat sasaran

” Terutama pengalokasian anggran yang tentu tidak boleh tanggung, dan syarat perencanaannya haruslah matang,” ujarnya.

Ia menambahkan, dengan dibentukanya Butur sebagai Kabupaten Organik merupakan langkah yang tepat. Tinggal seluruh stackeholders yang segera mungkin mengaplikasikannya.Sehingga bisa menjadi simbol daerah dan identitas Kabupaten Utara.

” Semoga, para wakil rakyat baik yang masih duduk sekarang, maupun yang akan ikut di pilcaleg, mampu memahami esensi visi dan misi Pemda Butur soal organik tersebut,” tutupnya. (*)




OJK Sultra Ajak BPR Bahteramas Butur Terus Gelar Inovasi Pelayanan

Peliput: Zukman

BURANGA, BP– PD BPR Bahteramas Buton Utara baru saja menggelar Rapat Umum Pemegang Saham, Tahun Buku 2018, di salah satu Hotel di Butur, Minggu (27/1/2019). Disekemapatan itu juga Wakil Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Tenggara (OJK Sultra) Maulana Yusuf, mengajak Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bahteramas untuk terus berinovasi dalam meningkatkan mutu pelayanan, salah satunya dengan memberikan kemudahan akses kepada masyarakat, melalui pemanfaatan teknologi informasi.

Wakil OJK Sultr Maulana Yusuf menuturkan, kemajuan teknologi informasi saat ini sudah ikut mewarnai kehidupan manusia. Tidak terkecuali aktivitas bisnis industri jasa keuangan. Belakangan ini kita mengenal finansial teknologi yang aksesnya dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja sehingga kebutuhan akan efisiensi pelayanan terjawab.

“Itu harus menjadi motivasi BPR untuk melakukan inovasi, agar mudah bersaing dengan bisnis perindustrian keuangan lain, yang semakin ketat persaingannya,” tutur Maulana Yusuf.

Hal senada disampaikan pula Gubernur Sultra, Ali Mazi, dalam sambutannya yang diwakili oleh asisten Bidang Perekonimian dan Pembangunan Setda Provknsi Sultra, Nur Endang Abbas. Kata dia, kegiatan tersebut juga sekaligus dijadikan momentum untuk melakukan perbaikan.

Meski kinerja BPR Bahteramas Butur sudah terbilang baik, tuntutan perbaikan kinerja maupun pelayanan selalu menjadi tantangan yang mesti dijawab. Terkait dengan pelayanan berbasis Teknologi Informasi, menurutnya sudah menjadi tuntutan di era sekarang ini.

“Ini perlu dipertahankan. Kemudian jangan puas dengan capaian ini. Di era milenial, maka pelayanan berbasis teknknologi informasi tentunya satu masukan yang sangat baik,” tuturnya.

Di kesempatan selanjutnya, Bupati Butur Abu Hasan melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik dan Hukum Alifudin Zuhri, menaruh harapan, agar BPR Bahteramas mengambil peran dalam menciptakan perbaikan pelayanan perbankan di Butur. Selain itu, ia berpesan agar sinergitas dengan Pemprov Sultra, Pemda Butur, tingkat kecamatan hingga desa semakin baik.

Sementara itu, dilokasi yang sama Direktur Utama PD BPR Bahteramas Butur Mahmud Sabaena mengungkapkan, pihaknya terus berupaya meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat. Meski pemanfaatan teknologi informasi belum maksimal dilakukan, namun pihaknya akan terus berinovasi demi memberika pelayanan maksimal kepada masyarakat, diantaranya dengan menyediakan berbagai fasilitas pendukung untuk menciptakan kenyamanan para nasabah.

Kata dia, BPR Bahteramas berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja, serta memberikan kemudahan bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Dan alhasil, BPR yang ia pimpin kini berhasil menjangkau masyarakat Butur, hingga ke pelosok.

“Hal itu, tentunya tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan,” ungkapnya. (*)




Mantan Ketua KMI, Ingin Pemuda Butur Kedepannya Benahi Pemahaman Politik

Peliput: zukman

BURANGA, BP- Mantan ketua Kesatuan Mahasiswa Indonesia (KMI) Buton Utara (Butur) 2007-2008, Mukmin melihat potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang cukup kaya, sehingga generasi muda Butur harus memperkaya wawasn dan bijak dalam mengelolah potensi daerah, sehingga berkesinambungan.
Mukmin SSos MSi saat ditemui Baubau post, Minggu (27/01) mengatakan, generasi muda Buton Utara saat ini harus mampu mengembangkan dirinya dan berbenah disegala bidang, khususnya pemahaman Politik yang berorientasi pada kekuasaan diubah menjadi pemahaman untuk memanusiakan manusia dan menjunjung tinggi peradaban manusia.

“Politik harus menjadi alat utk memartabatkan manusia, bukan justru menghancurkan nilai keadaban,” kata mukmin.
Dikatakan, Butur harus tetap diisi dengan aktifitas yang produktif dan bermartabat untuk jangka panjang, serta keberlangsungan hidup yang berkesinambungan untuk masyarakat butur kedepannya.

Mantan Ketua KMI Butur itu juga menyatakan, jika visi misi Pemerintahahan Daerah Buton Utara (Pemda Butur) saat ini, harus di sikapi dengan kreatifitas oleh generasi muda Butur, untuk ikut berpartisipasi mewujudkan visi misi tersebut. Sehingga Butur kedepannya akan memiliki identitas yang jelas.

” Apakah Butur sebagai daerah dengan identitasnya organik sebagai mana visi misi Pemda Butur hari ini atau sebagai daerah dengan identitas lainnya. Itu terpulang kepada kualitas Sumber Daya Manusia generasi Buton Utara hari ini, atau justru menjadi daerah yang tertinggal tanpa kejelasan identitas potensi yang pasti. pilihan itu semua terpulang kepada generasi muda Butur,” tutupnya (*)