Akibat Cuaca Buruk Tiga Rumah di Butur Roboh

Peliput: Darson

BURANGA, BP – Tiga rumah di Kabupaten Buton Utara (Butur) roboh akibat diterjang cuaca buruk berupa angin kencang dan adanya pohon tumbang.

Satu rumah warga di Kelurahan Bone Lipu, Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara (Butur), rata dengan tanah karena tertimpah pohon akibat angin kencang, Selasa, (22/5).
Pohon Mangga yang tumbang itu juga menimpa pemilik rumah atas nama Wa Deo. Meskipun demikian, Wa Deo selamat, hanya terkena puing-puing rumah di bagian kakinya.

Korban angin kencang ini bukan hanya dialami warga Bone Lipu saja, akan tetapi sehari sebelumnya juga kerusakan rumah terjadi di Desa Lantagi Kecamatan Kulisusu. Rumah di Desa Lantagi terbongkar sebagian atap, dan bergeser dudukannya akibat angin ribut.

Sebelumnya, hari bersamaan dengan kejadian di Lantagi, pagi harinya angin kencang disertai hujan merobohkan satu unit rumah di Desa Bira, Kecamatan Kulisusu Utara.

Kepala Desa Bira, Zahirudin membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan, peristiwa itu terjadi sekira pukul 10.00 Wita, Senin Kejadiannya pun, berlangsung cukup singkat.

Dalam peristiwa ini tak ada korban jiwa. Sejauh ini, pihaknya juga belum memastikan, berapa kerugian materi yang dialami warganya.

Kepala Badan Penanggulangan (BPBD) Butur, Yurif Halir mengatakan, pihaknya sudah turun lapangan melihat langsung rumah yang tertimpa pohon, dan rumah yang roboh diterjang angin kencang, sekaligus memberikan bantuan kepada korban bencana.

Yurif mengaku, telah menyalurkan bantuan berupa pakaian, sarung, serta lampu cas. Perihal kerusakan rumah, masih akan menghitung besaran kerugian yang telah dialami warga. “Bantuan dananya nanti akan kita rinci, berapa yang akan disalurkan,,” jelasnya.

Sejauh ini, BPBD Butur telah mencatat sudah tiga unit rumah yang terdampak angin kencang, yakni di Lantagi, Desa Bira, dan Kelurahan Bone Lipu. (*)




Selama Puasa Tempat Hiburan Malam di Butur Ditutup

 

-ASN Diharap Tidak Bermalas-malasan

Peliput: Darson

BURANGA, BP – Memasuki bulan suci Ramadhan, Pemerintah Kabupaten Buton Utara (Butur) bakal menertipkan atau menutup tempat hiburan malam (THM) yang ada di daerah tersebut. Melalui Satpol PP, Bupati Butur Abu Hasan itu memerintahkan untuk memastikan tak ada satu pun kafe remang-remang yang beroperasi selama umat islam menunaikan ibadah puasa selama sebulan penuh.

“Tempat hiburan dan kafe ditutup. Umat islam dihimbau untuk memakmurkan masjid dengan ibadah wajib mau pun sunna h selama Bulan Suci Ramadhan,” kata Abu Hasan ketika ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Kebijakan menutup tempat hiburan malam, tegas Abu Hasan lazim dilakukan ketika memasuki bulan puasa. Menurutnya, itu terjadi bukan hanya di Butur, tetapi hampir semua kabupaten/kota.
Abu Hasan menjelaskan, menunaikan ibadah puasa bukan alasan untuk bermalas-malasan terutama aparatur sipil negara dalam mejalankan tugas sebagai abdi negara.

“Kedisiplinan pegawai tetap dievaluasi selama sebulan penuh. Jangan malas-malasan berkantor hanya karena menahan lapar dan dahaga,” ujarnya. (*)




Dituding Ingkar Janji, Abu Hasan Didemo FKUU

Peliput: Darson

BURANGA,BP – Sekelompok pemuda yang mengatasnamakan Forum Kajian Undang-undang (FKUU) Kabupaten Buton Utara (Butur), menuding Bupati dan Wakil Bupati Butur Abu Hasan-Ramadio, ingkar janji. Olehnya itu, Senin (7/5) mereka mendatangi kantor DPRD setempat guna menagi janji dari pemimpin daerah paling utara Pulau Buton itu.

Sekolompok pemuda itu menilai pemerintahan Abu Hasan-Ramadio sejauh ini sudah gagal dalam menjalankan sebagian besar apa yang sudah menjadi visi misi keduanya. Diantara janji politik dimaksud, salah satunya soal pembukaan lapangan kerja. Dalam janjinya, bakal dibangun Badan Latihan Kerja untuk menampung pengangguran sebanyak 1.000 orang pertahun.

Dewan Pembina FKUU Butur, Julman Hijrah mengungkapkan, sampai saat ini janji tersebut belum juga terealisasi sedikitpun.

“Janji itu dari tahun pertama sampai menjabat hari ini, belum pernah di realisasikan Abu Hasan dan Ramadio. Bahkan, dalam Musrembang hal itu tidak pernah dibahas. Belum lagi janji-janji mereka lainnya,” kata Julman saat menyampaikan orasinya depan kantor DPRD Butur.

Bukan hanya itu, menurut Julman, Abu Hasan juga dianggap membangkang terhadap Undang-undang nomor 14 tahun 2007 tentang ibu kota Butur di Buranga. Dimana, janji Abu Hasan dalam kampanye akan memfungsikan Buranga, namun kenyataannya tak terealisasi.

Pihaknya, tambah Julman sengaja melakukan aksi tersebut untuk mengingatkan Abu Hasan-Ramadio agar tidak terlena dan tidak lupa dengan semua janji itu. Apa yang mereka lakukan itu, jelas dia bukan gerakan pokitik untuk kepentingan kelompok-kelompok tertentu.

“Bukan pula gerakan untuk menjatuhkan Abu Hasan dan Ramadio. Akan tetapi murni gerakan sosial yang dibangun untuk mengingatkan pemerintahan sekarang untuk segera memenuhi janji-janjinya,” tegasnya.

Sayangnya, hingga aksi berakhir tidak ada satupunanggota dewan yang menemui pihak pendemo.

Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Butur, La Nita mengatakan, saat ini para anggota dewan sedang melakukan perjalanan dinas keluar daerah. “Yang ada di Butur itu saat ini hanya pa Harwis. Tapi dia sekarang lagi ada acara keluarga juga sehingga tidak masuk kantor,” tutur La Nita.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Bupati Butur Abu Hasan membantah jika dirinya dan Ramadio dianggap gagal dalam menjalankan tugas dan visi misinya.

Abu Hasan berujar, soal visi misi sudah termuat dalam RPJM kurun waktu lima tahun lamanya. Saat ini apa yang menjadi visi misi mereka sebagian justru sudah dijalankan.

“Kalau mau dianggap itu gagal tentunya tidak tepat. Karena saya dan pak Ramadio ini baru terhitung dua tahun menjabat. Kalau belum optimal yah mungkin bisa jadi,” ujarnya

Mantan Karo Humas Pemprov Sultra itu menuturkan, apa yang menjadi visi misinya bersama Ramadio adalah mewujudkan Butur yang aman, berbudaya, dan religius.

Pada aspek keamanan, dia sesumbar kurun waktu dua tahun ini Butur justru relatif aman. Tidak ada konflik di Butur yang mengganggu kehidupan masyarakat secara ekstrim baik itu konflik vertikal maupun horizontal.

“Kalau ada dinamika itu terkait aksi-aksi. Tapi itu tidak mengganngu keamanan dan stabilitas Buton Utara,” jelasnya.

Kemudian pada aspek berbudaya. Abu Hasan menyebut juga sudah berbuat. Pada konteks materil misalnya, dia dan Ramadio sudah melakukan pembenahan pada sejumlah aset-aset budaya yang ada.

“Contoh terkait pembenahan kareton, itu kita sudah lakukan. Kita juga sudah membangun dua rumah adat di Butur. Di Kulisusu dan Kulisusu Barat. Prinsipnya nilai-nilai budaya juga terus kita hidup-hidupkan,” akunya.

Selanjutnya pada aspek religius. Pada konteks ini dia dan Ramadio juga menaruh perhatian yang tinggi. “Saya sudah tunjukan di masyarakat Sultra dengan menghadirkan kegiatan mtq di butur. Kita juga membenahi tempat-tempat ibadah,” jelasnya.

Sementara itu, soal pembukaan lapangan kerja dia mengaku sudah punya rencana untuk dilakukan di tahun ke tiga masa pemerintahaannya. “Kalau soal yang itu Insya Allah workshop balai latihan kerja, tahun depan sudah akan kita lakukan,” imbuhnya. (*)




Kerap Cium Bau Busuk Sampah, Warga Minta Bupati Butur Evaluasi DLH

 

Peliput: Darson

BURANGA,BP – Bupati Buton Utara (Butur) Abu Hasan diminta untuk mengevaluasi kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat. Lantaran, instansi yang dipimpin Tayeb itu dianggap tidak becus menangani persoalan sampah.

Warga merasa sudah jenuh tiap hari mencium bau tak sedap dari sampah yang berhamburan di bahu jalan di beberapa tempat di Ereke. Misalnya saja di Kelurahan Wandaka, Saraea, dan Wasalabose, sejumlah pengendara sepeda motor dan pejalan kaki merasa tergganggu dengan banyaknya sampah yang sudah hampir menutupi ruas jalan.

Salah seorang warga Kelurahan Wandaka, AG namanya ingin diinisialkan namanya mengatakan, terkadang sampah tersebut dibiarkan dan sesekali saja diangkat oleh petugas pengangkut sampah. Atas kondisi itu, ia merasa tidak nyaman dan risih dengan tumpukan sampah, apa lagi menyebarkan bau busuk.

“Kita sudah bolak balik memasang tanda larangan dan menyampaikan pihak Dinas Lingkungan Hidup untuk mengatasi sampah itu. Sepertinya mereka hanya tutup mata,” katanya.

Olehnya itu, AG mengharapkan kepada bupati untuk mengevaluasi kinerja pimpinan DLH. “Hanya persoalan sampah saja tidak bisa diatasi. Padahal Ereke ini kan tidak luas. Makanya kami harap bupati dapat mengevaluasi instansi ini,” herannya.

Sementara itu, kepala DLH Butur Tayeb melalui Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan La Ubo, mengaku saat ini mengalami kekurangan armada untuk mengangkut sampah. “Kita memiliki empat armada, satu armada lagi dalam perbaikan dan yang satunya rusak di parkir di belakang kantor, serta duanya lagi beroperasi.” ujarnya.

Sebelumnya, puluhan honorer instansi tersebut mengadu di Polsek Kulisusu karena gajinya mereka selama 4 bulan tak pernah diberikan. La Ubo mengaku, tak diangkutnya sampah-sampah tersebut bukan karena kekurangan personil. “Kendalanya kekurangan di armada, sementara personil pengangkut sampah cukup,” pungkasnya. (*)




Lantaran Belum Terima Gaji Selama 4 Bulan, Puluhan Honorer DLH Butur Mengadu di Polsek Kulisusu

 

Peliput: Darson

BURANGA, BP – Sebanyak 47 orang dari 104 tenaga honorer lingkup Dinas Lingkungan Hidup (DLK) Kabupaten Buton Utara (Butur), belum menerima gaji sepersen pun tahun 2018 ini. Berdasarkan pengecekan di Bank, upah perbulan mereka yang bervariasi dari Rp 500 ribu hingga, Rp 1,2 juta dengan total kurang lebih Rp 85 juta, sudah dicairkan, bahkan saldonya sudah nihil.

Atas kondisi itu, puluhan pegawai magang itu mendatangi Kantor Polsek Kulisusu, Rabu, (2/5) dengan didampingi langsung Sekretaris DLH Butur, Muh Martin Nasir . Para petugas kebersihan ini datang mengadu untuk dicarikan solusi perihal gaji mereka itu yang tak kunjung dibayarkan.

Salah seorang tenaga honorer Saldin saat diwawancarai sejumlah awak media menerangkan, dirinya belum menerima gaji sedikit pun dari jerih payahnya yang tiap hari bertugas sebagai petugas penyapu jalan. “Saya bekerja sejak pukul 04.00 hingga 06.30 Wita. Kami harus meninggalkan rumah demi menunaikan tugas membersihkan sampah di jalan. Tapi, dari bulan Januari hingga saat ini belum terima gaji saya sebesar Rp 1 juta per bulan,” ujarnya dengan raut wajah sedih.

Mendapat laporan dari puluhan pegawai magang itu, Kapolsek Kulisusu Kompol Ahali berjanji bakal segera menindaklanjuti persoalan ini. Untuk bahan laporan dan bahan penyelidikan, pihaknya masih akan mengumpulkan bukti-bukti atau bahan keterangan, sesuai dengan laporan yang diterimanya itu.

“Kalau memang setelah dilakukan penyelidikan awal, kuat dugaan tindak pidana korupsi, kita koordinasi dengan Polres,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala DLH Butur Tayeb saat ini belum dapat dikonfirmasi. Saat awak media ini bertandang ke kantornya, bersangkutan tak ada. Sedangkan dihubungi melalui melalui selulernya lagi di luar jangkauan alias tak aktif. (*)




Lagi, Distan Butur Dapat Bantuan Tiga Unit Alsinta dari Kementan

 

Peliput: Darson

BURANGA, BP – Dinas Pertanian (Distan> Kabupaten Buton Utara (Butur) kembali mendapatkan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsinta) dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian RI. Sebanyak 3 unit hand tractor didapatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dinahkodai Yusuf itu untuk menggenjot pertanian organik di daerah otoritas Abu Hasan ini.

Alsinta tersebut kini sudah tiba di Butur, bahkan sudah diserahkan secara simbolis dengan diterima langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Yusuf, Selasa (1/5). Sehingga dengan demikian, alat tersebut resmi menjadi aset Distan Butur.

Yusuf dikonfirmasi melalui pesan whatsapp mengatakan, dengan adanya bantuan itu, diharapkan bisa membantu petani mengolah lahannya. “Dulu harus antri meminjam hand tractor di kelompok tani, sekarang pelan pelan kebutuhan kelompok tani terpenuhi. Kemudian, masa persiapan tanam yang singkat bisa diantisipasi dengan alat-alat ini,” katanya.

Untuk pemanfaatannya, sambung mantan Camat Kambowa ini menggunakan model brigade. Dimana, akan berpindah-pindah tempat.

“Kelompok tani yang membutuhkan harus mengajukan usulan peminjaman. Sepanjang dimanfaatkan tetap di kelompok. Tidak dimanfaatkan kita pindahkan ke kelompok lain,” terangnya.

Distan Butur terus mendapat bantuan Alsinta dari Kementerian Pertanian. Hal itu tentunya sebagai dukungan atas pengembangan pertanian organik.

Luas lahan baru yang bakal dibuka tahun ini 5 ribu hektar. Menurut Yusuf, dengan luas lahan itu hasil pertanian sudah bisa swasembada beras, bahkan surplus.

Sebetulnya, Kementan memberikan peluang kepada Distan Butur untuk bisa membukan lahan baru seluas 21 ribu hektar. Akan tetapi, target itu tak bisa direaliasikan semuanya. Kendalanya, tak ada bantuan subsidi untuk pembersihan lahan. (*)




ASN di Butur Direkomendasikan ke KASN untuk Diberikan Sanksi

Peliput: Darson

BURANGA, BP – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Buton Utara (Butur) merekomendasikan ASN bertugas sebagai guru di wilayah Kecamatan Bonegunu atas nama Salmudin ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Rekomendasi itu dikeluarkan lantaran Salmudin melalui akun miliknya bernama Salmu Din memposting status di Facebook (FB) di grup Butur Perubahan yang mengandung unsur politik.

Ia memposting status terkait prediksinya akan perolehan kursi Legislatif Butur 2019, (18/4) lalu . Kemudian, esok harinya salah satu masyarakat melaporkan hal itu kepada Panwaslu Butur.

Berdasarkan hasil kajian Panwaslu Butur menyatakan Salmudin melanggar asas netralitas. Atas dasar itu, lembaga penyelenggara pemilu itu mengeluarkan rekomendasi ke KASN untuk diberikan sanksi.

Komisioner Panwaslu Butur, Musliman melalui sambungan selulernya, kemarin mengatakan, kasus itu sudah diteruskan ke KASN. Pihaknya sudah melakukan kajian awal.

Kemudian, dilakukan pemeriksaan ketersediaan formil materil dan menyatakan sarat formil kemudian diregistrasi.

“Kita registrasi karena didalam statusnya adalah prediksi atau perolehan sementara kursi pemilihan 2019 mendatang, maka kita gunakan Undang-Undang No 7 Tahun 2017 tentang pemilihan umum. Kemudian peraturan Bawaslu No 7 Tahun 2018 tentang penanganan pelanggaran,” katanya.

Musliman mengungkapkan, Panwaslu memiliki 7 hari dalam memproses kasus itu setelah mendapat laporan dari pihak terlapor. Bisa 14 hari apabila kita meminta keterangan tambahan dari si pelapor.

“Jadi sebelum kita simpulkan dan merekomendasikan, kami meminta konfirmasi kepada pelapor,” ujarnya.

Dengan langkah itu, sambung Kordinator Divisi Hukum, Penyelesaian Sengketa dan Penanganan Pelanggaran Panwaslu Butur itu, maka disimpulkan dan putuskan diduga kuat pihak terlapor itu melanggar netralitas ASN. Selanjutnya, direkomendasikan ke Komisi ASN, Menpan RB dan ke Bupati Butur sebagai pembina kepegawaian di daerah.

“Kami sudah mengumumkan di papan informasi tentang status laporan itu bahwa sudah diteruskan ke KASN. Jadi, kami tinggal menunggu balasan surat dari KASN, karena kami tidak berhak menentukan sanksi apa yang akan diberikan KSAN kepada pelanggar netralitas. Kita tunggu saja sanksi apa yang akan diberikan kepada terlapor,” jelasnya. (*)




Polsek Bonegunu Lakukan Operasi Berantas Penyakit Masyarakat

Amankan Ratusan Liter Miras Tradisional Konau
Peliput: Darson
BURANGA- Ratusan liter minuman keras (Miras) tradisional jenis Konau diamankan oleh Satuan Polsek Bonegunu, Minggu (29/4) dari tangan seorang petani dari Desa Lahumoko Kecamatan Kambowa, Buton Utara (Butur) atas nama Pajeron alias Nyoman Lintar (63).

Giat yang dinamakan kegiatan Kepolisian yang ditingkatkan (K2YD) tersebut, jajaran baju coklat itu berhasil mengamankan 660 liter Miras Konau. Operasi untuk memberantas penyakit masyarakat itu dilakukan dari pukul 10.00 Wita hingga pukul 14.30 Wita.

Hanya membutuhkan beberapa jam, personil sebanyak 8 orang yang dipimpin langsung Kapolsek Bonegunu Ipda Sunarton berhasil menyita ratusan liter Konau yang disimpan dalam jerigen sebanyak 33 buah berukuran 20 liter.

“Informasi keberadaan miras tradisional ini dari masyarakat,” kata Sunarton melalui press releasenya.

Setelah menerima informasi tersebut, mantan Kanit Intel Polsek Kulisusu itu langsung ke TKP. Meskipun, harus melakukan perjalanan yang cukup jauh, berhubung lokasinya ada di pinggir Hutan Lahumoko.

“Tidak sia-sia. Kita temukan puluhan jerigen Miras jenis Konau disembunyikan di semak belukar dan di bawah pohon pisang,” ujarnya.

Sunarton mengungkapkan, barang bukti ratusan liter miras itu kemudian diangkut di mobil patroli untuk diamankan di Kantor Polsek Bonegunu. Sementara pemiliknya hanya dilakukan pembinaaan.

“Karena pemiliknya sudah agak tua, kita hanya lakukan pembinaan supaya tidak lagi melakukan aktivitas yang berhubungan dengan Miras,” tegasnya. (*)




Berbagai Produk Unggulan Butur Dipromosikan di Stand Pameran Halo Sultra

 

Peliput: Darson

BURANGA, BP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Utara (Butur) menjadikan event Halo Sultra sebagai ajang untuk mempromosikan berbagai produk pertanian organik. Dimana, pada stand pameran berbagai macam produk unggulan pertanian organik dipampang seperti beras organik yang sudah berlisensi dan jagu kuning.

Selain produk pertanian organik, Pemkab Butur ikut memamerkan hasil kekayaan laut yang dimiliki yakni kepiting bakau besar dan akuarium terumbu karang beserta biota lautnya. Pada ajang pameran pesona Halo Sultra yang rencananya digelar dari tanggal 23 hingga 27 April 2018, Butur yang mendapatkan stand nomor urut 21.

Pameran pembangunan dalam rangka Hari Ulang Tahun ke 54 Sulawesi Tenggara (Sultra) ini melibatkan kabupaten/kota se Sultra yang dibuka secara resmi oleh Pj Gubernur Sultra Teguh Setyabudi di tugu religius eks MTQ Sultra, Senin, 23 April 2018, malam.

Bupati Buton Utara Abu Hasan ditemui diselah pemeran mengatakan, daerah yang dipimpinnya itu memiliki potensi kekayaan laut. Misalnya saja terumbu karang yang cukup menarik.

“Terumbu karang itu bukan hanya ada di daerah Lian, tetapi itu ada di Buton Utara yang terumbu karangnya dijamin tidak kalah menarik,” katanya.

Kemudian, potensi kekayaan yang dimiliki yakni kepiting bakau besar yang saat ini jarang dijumpai di derah lain. Menurutnya, tempat hidupnya kepiting bakau itu hanya yang memiliki mangrove besar, dan itu ada di Butur.

Dijelaskannya, populasi kepiting bakau itu secara alami terus dijaga dan dilestarikan baik dengan tidak mengganggu mangrove yang ada.

“Tapi juga sudah ada yang membudidayakan dan itu berhasil. Sehingga saya jamin kepiting bakau Buton Utara ini akan dilestarikan dengan jumlah yang banyak,” tuturnya. (*)




Polsek Kulisusu Amankan Senpi Rakitan Jenis Revolver

 

Peliput: Darson

BURANGA, BP – Polsek Kulisusu mengamankan satu pucuk senjata api rakitan jenis revolver dari tangan La Ode Disman (37). Warga Desa Loji Kecamatan Kulisusu, Buton Utara (Butur) ini mengaku senjata rakitan tersebut didapatkan pada saat kerusuhan di Poso tahun 2006 silam.

Kapolsek Kulisusu, Kompol Ahali mengungkapkan, pada hari Kamis, (19/4) sekira pukul 11.30 Wita, anggotanya mendengar kabar dari warga kalau ada seseorang yang menguasai senjata rakitan.

“Pemilik senjata ini sempat bercerita kalau ada senjatanya. Mendengar hal itu, anggota langsung menemui pemilik senjata rakitan ini,” terang dia.

Setelah ditemui, anggotanya melakukan pendekatan dengan meminta pemilik itu untuk memperlihatkan senjatanya. Usai dilihat senjata tersebut, maka anggota mulai melakukan penggalangan dengan memberikan pengertian tentang bahaya perihal penyalagunaan Senpi ini.

“Hanya diberikan pengertian akan bahaya penyalagunaan senjata rakitan ini, serta dampak yang timbulkan dari senjata tersebut. Maka pemilik langsung menyerahkan senpi ini,” ujarnya.

Berdasarkan pengakuan yang bersangkutan, senjata rakitan tersebut didapatkan pada saat kerusuhan di Poso pada tahun 2006 yang lalu. Untuk selanjutanya, senjata tersebut akan langsung dikirim di Polres Muna. (*)