Operasi Pasar, Tiga Ton Garam Mentah Diamankan di Muna

 

Peliput: Iman Supa

RAHA, BP – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Munda bersama Polres Muna melaksanakan operasi pasar dan berhasil mengamankan tiga ton garam dan puluhan karung terigu tanpa batas kadaluarsa, Selasa(15/05).

Kabid Perdagangan Disperindag Kabupaten Muna Arif Wau saat ditemui dilokasi pengrebekan, mengatakan saat melaksanakan operasi pasar Sentral Laino hingga beberapa distributor, pihaknya menemukan terigu kompas di gudang UD Reshya Sukses Abadi tidak memiliki masa kadaluarsa. Diketahui terigu itu berasal dari Buton, selain itu juga pihaknya menemukan produk garam yang tidak terdaftar di Disperindag, namun didistribusikan di Pasar Sentral Laino.

“Produk Terigu Kompas yang tidak memiliki masa kedaluwarsa telah kami konfirmasi di distributornya, dan pemiliknya akan menginformasikan hal tersebut sama perusahaan,” jelasnya.

Sementara itu, temuan produksi garam yang tidak terdaftar di Disperindag, pihaknya akan melakukan langkah dengan menghentikan sementara pendistribusian yang dilakukan oleh UD Reshya Sukses Abadi. Karena produk itu belum terdaftar di Disperindag hingga beberapa dokumen tidak lengkap.

“Temuan dilapangan pemilik usaha UD Reshya Sukses Abadi belum memiliki dokumen lengkap untuk melakukan aktivitas hingga pendistribusian. Kemasan di bungkusan garam mencantumkan SNI 01-3556-2000 padahal belum memiliki surat dari SNI. Terlebih kecurangan yang dilakukan oleh usaha ini mengurangi isi dari 500 gram yang tercantum dikemasan namun setelah ditimbang hanya 350 gram, ini merupakan pelanggaran keras dan harus hentikan,” tegasnya.

Pihaknya secara penuh menyerahkan proses hukum kecurangan itu ke pihak berwajib untuk ditindak lanjuti.

Hal senada juga dikatakan Kasat Reskrim Polres Muna IPTU Fitrayadi, dalam operasi pasar ditemukan produksi garam dikemasannya bertuliskan berstadar Nasional Indonesia (SNI), namun tidak terdaftar di Disperindag Kabupaten Muna.

“Dari pendalaman dari pedagang Pasar Laino garam diperoleh dari distributor yang beralamat di Abdul Kudus. Setelah pengembangan ditemukan dua orang karyawan memasukan garam dalam kemasan, hingga garam yang ditemukan sama sekali tidak di timbang dan tidak ditemukan alat timbangan,” ungkapnya.

“Tentang apa pelanggarannya masih dalam penyelidikan namun dugaan sementara melanggar Undang-undang tentang perdagangan, dan kami akan memasang garis polisi line hingga pemilik usaha melengkapi surat-surat dalam melakukan aktivitas,” tandasnya. (*)




Polres Muna Musnahkan Minuman Tradisional dan Pabrikan

 

Peliput: Iman Supa

RAHA, BP – Kepolisian Resort (Polres) Muna kembali melakukan pemusnahan barang bukti hasil operasi Cipkon (Cipta Kondisi) berupa minuman tradisional hingga minuman pabrikan.

Pemusnahan yang dipimpin langsung Kapolres Muna AKBP Agung Ramos Paretongan Sinaga turut dihadiri Dandim Muna Idris Hasan, Kepala Pengadilan Negeri (PN) yang diwakili Aldo Adrian Hutapea, Kejari Muna, Ketua DPRD Muna, Mukmin Naini hingga keterwakilan Pemda Muna dan Mubar di Mapolres Muna, Senin (14/5).

Kapolres Muna AKBP Agung Ramos Paretongan Sinaga mengatakan pihaknya berhasil menyita miras tradisional berupa kameko sebanyak 4.766 liter, arak sebanyak 3.299 liter. Sedangkan minuman pabrikan 564 botol

“Atas kinerja yang dicapai oleh anggota Polres Muna dalam memberantas penyakit masyarakat, hasilnya sangat memuaskan karena Polres Muna mendapat rangking 1 karena mampu menyita 8 ton minuman keras (Miras),” jelasnya.

A.R.P. Sinaga Menyebutkan Semua barang bukti yang disita berasal dari 183 pengedar dan 15 pengguna miras.

“Saat ini wilayah hukum Polres Muna baik Muna, Mubar hingga Butur masih dalam keadaan damai dan kondusif,” katanya

Disampaikan itu ia berharap agar suasana seperti ini tetap dipertahankan dan kerja sama dengan intansi terkait, stakeholder, Pemda Muna, TNI, tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk bersama-sama bersinergi demi menjaga situasi kamtibmas yang kondusif.

Ketua DPRD Muna Mukmin Naini sangat mengapresiasi pihak Polres Muna dan jajarannya dalam penanganan penyakit masyarakat ini.

“Peredaran alkohol di Muna itu cukup besar. Kita (DPRD) dan Pemda Muna sudah pernah melakukan duduk bersama merancang peraturan daerah (Perda) tentang minuman beralkohol, namun Perda itu belum ditetapkan karena masih dalam tahap uji publik,” tambahnya. (*)




Terlambat Setor LPJ, Dana Desa Muna Terlambat Dicairkan

 

Peliput: Iman Supa

RAHA, BP – Keterlambatan menyetor Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) penggunaan anggaran Dana Desa (DD) tahun 2107, menjadi penyebab terlambatnya pencairan anggaran DD.

Kabid Keuangan dan Aset Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Muna Drs Budiman Syawal saat ditemui diruangannya, Rabu (9/5) menjelaskan pengajuan proses pencairan DD di Keuangan sekitar 20 Desa lebih. Sementara yang 100 desa lainnya belum mengajukan karena persoalan LPJ belum menyetor.

“Sekitar 20 Desa lebih yang sudah mengajukan permohonan tinggal menunggu proses pencarian, sementara desa lain ketika mengajukan pencairan harus menyetor LPJnya, untuk saat ini yang telah dievaluasi APBDesnya sudah 60 desa,” jelasnya.

Ia menyebutkan, penyebab keterlambatan pencairan DD karena persoalan tahap penyelesaian yang belum tuntas dipihak desa.

“Keterlambatan itu, karena ada sebagian desa menyebrang tahun menyelesaikan kegiatan, sehingga harus menyelesaikan pertanggungjawaban menunggu kegiatan selesai, namun ini dipastikan bulai Mei ini dicairkan semua” katanya.

Lanjut Syawal, Banyak desa yang menyelesaikan kegiatan harus menyeberang tahun, ini disebabkan karena proses pencairan terlambat masuk di rekening desa.

“Kegiatan 2017 bisa dilaksanakan di tahun 2018, namun sisa anggaran harus disilfakan, jadi 2018 tinggal dilanjutkan pekerjaannya,” tandasnya. (*)




Ada Perbuatan Tercela Oknum Jaksa, Dapat di Adukan Melalui Website

 

Peliput: Iman Supa

RAHA, BP – Kunjungan kerja Asisten pengawasan Kejati Sultra terkait pengawasan kinerja Kejaksaan Negeri Muna meperkenalkan website kejati-sultra.go.id. Website itu sebagai akses untuk melaporkan aduan perbuatan tercela yang dilakukan oleh oknum jaksa hingga tata usaha dalam menjalankan tupoksi.

Asisten Pengawasan Kejati Sultra Yeni Andriani, bersama rombongan melakukan pengawasan kinerja Kejaksaan Negeri Muna hingga memperkenalkan program Simpatik (Sistem informasi pengaduan cepat tindakan kejaksaan)

Dalam melakukan inspeksi umum di lingkup kejaksaan Negeri Muna pihaknya mengawasi peningkatan dan kekurangan yang dijalankan.

“Dalam pengawasan, kalau ada kekurangan secara administrati ini yang perlu dibenahi. Selain itu kami (Kejati-red) melakukan pertemuan dengan warga kecamatan Katobu terkait dengan program simpatik (Sistem informasi pengaduan cepat tindakan kejaksaan). Kalau ada perbuatan tercela yang dilakukan oleh oknum kejaksaan maupun tata usaha tinggal diadukan di website kejati-sultra.go.id,” jelasnya.

Ia menuturkan, website ini tidak bisa diakses tanpa ada identitas, hingga bukti-bukti yang akurat dalam aduan perbuatan tercela yang dilakukan oleh oknum kejaksaan,

“Banyak menerima pengaduan yang beruba pengaduan surat kaleng namun hal itu sulit untuk diselesaikan karena pengadunya tidak jelas siapa,” tambahnya. (*)




Tiga Pemakai Sabu di Muna Ditangkap Polisi

 Satu Orang Pelaku Jadi Target Operasi

Peliput: Iman Supa Editor: Hasrin Ilmi

RAHA,BP-Anggota Satuan Reserse (Sat Res) Narkoba Polres Muna terus melakukan penangkapan terhadap tiga orang yang terduga pemakai narkotika jenis Sabu-sabu, sementara 1 pemakai menjadi TO (Target Operasi).

Penangkapan ketiga pemakai barang haram tersebut, dengan tempat berbeda, MR ditangkap sementara melakukan pesta di penginapan Tree D jalan Lumba-Lumba Kecamatan Batalaiworu, EB diamankan dikediamanya jalan kelapa kelurahan Butung Butung, Kecamatan Katobu, sementara AA diamankan di penginapan Anjar Jalan Lumba-Lumba Kecamatan Batalaiworu.

Waka Polres Muna, Kompol Yusuf Mars dalam press rilis yang ditemani Kasat Res Narkoba, AKP. Muh. Ogen Sairi di Rumah Edukasi Anti Narkoba (REAN), Jumat (4/5) Menjelaskan Pada tanggal 2 Mei 2018 Anggota Satuan Reserse
Narkoba melakukan penangkapan terhadap terduga pengedar sabu-sabu,Penangkapan yang dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa penginapan Tree D maupun penginapan Anjar telah terjadi pesta narkoba.

“Dalam penggeledahan ditemukan dalam kamar inisial MR, yang dalam saku celananya ada satu saset yang beratnya 0,30 Gram, selanjutnya dilakukan pengembangan MR didapat Inisial EB dirumahnya di jalan kelapa dan ditemukan dalam kamar barang bukti sabu-sabu seberat 2,50 Gram,”Jelasnya.

Labih lanjut, Yusuf Mars mengungkapkan malam berikutnya Rabu (2/5) malam, berdasarkan informasi yang diperoleh masyarakat bahwa dijalan Lumba-lumba tepatnya di penginapan Anjar ada pesta narkoba sehingga anggota langsung ke TKP, Saat itu temukan Inisial AA dengan barang bukti 0,25 Gram,

“Malam berikutnya, Anggota kembali mengamankan inisial AA dengan barang bukti seberat 0,25 Gram, atas pengembangan barang yang dimiliki AA diperoleh dari RD, yang saat ini RD menjadi TO,”Tambahnya.

Untuk diketahui barang bukti yang didapat dari MR berupa Bong, Saset sabu seberat 0,30 gram , HP, Alat isap, maupun uang senilai 474.000,-. Inisial EB ditemukan Bong yang masih ada isinya, Sabu seberat 2,50 Gram, alat takar, korek, beberapa saset kosong, HP, 4 alat takar, hingga uang senilai 740.000,- , sementara Inisial AA ditemukan bong, HP hingga saset sabu seberat 0,25 gram.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Ketiga pelaku dijerat
pasal 114 Ayat (1) Subs Pasal 112 ayat (1) dan Pasal 127 ayat (1) huruf(a) UU RI. No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun denda paling tinggi 10 Milyar paling renda 1 Milyar. (*)




Rayakan Kelulusan, Siswa SMKN 1 Raha Ditilang

 

Peliput: Iman Supa

RAHA, BP – Banyaknya pelajar SMA sederajat yang merayakan kelulusan dengan melakukan konvoi menggunakan kendaraan, ditilang pihak kepolisian. Puluhan pelajar asal SMK 1 Raha ditilang Satuan Lalu Lintas Polres Muna.

Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Muna yang tengah melakukan operasi patuh Anoa 2018 disimpangan empat jalan Gatot Subroto tepat pada jalan Lampogu Kecamatan Katobu, terpaksa mengamankan puluhan kendaraan yang dipakai konvoi keliling dalam kota Raha.

Kasat Lantas, Iptu Jonathan saat ditemui saat memimpin operasi patuh, Kamis (3/5) menjelaskan pihaknya memberikan penindakan kepada para pelajar yang merayakan kelulusan dengan melakukan konvoi di jalan raya. Pasalnya kata dia sangat membahayakan bagi pengendara jalan lainnya, ditambah lagi kendaraan yang dibawa memakai knalpot racing hingga tidak memiliki surat-surat kendaraan (SIM).

“Para pelajar, tidak memakai helm hingga memakai knalpot racing (Bogar) dengan melakukan konvoi di jalan raya yang berpotensi membahayakan bagi pengendara lain sehingga kami (Satlantas) melakukan tindakan penilangan,” katanya.

Jonathan menyebutkan, sekitar 60 kendaraan yang melakukan konvoi, namun yang berhasil diamankan hanya sekitar 13 kendaraan, selebihnya melarikan diri.

“Motornya kita amankan dulu di kantor, nanti pemiliknya menghadap dikantor lalu diberi surat tilang, Penilangan dilakukan agar para siswa bisa jerah dan tidak ada lagi yang ugal-ugulan dijalan raya yang bisa membahayakan pengendara lainnya,” katanya.

Sementara salah satu siswa STM yang merayakan kelulusan yang sempat dikonfirmasi, Sawaludin mengaku sengaja melintasi jalan yang sementara Satlantas melakukan operasi patuh anoa 2018.

“Sengaja saja melintasi disini (Jalan Lampogu) bersama teman-teman dalam merayakan kelulusan,” singkatnya. (*)




Warga Pasikolaga Tuntut Pengaspalan Jalan Poros Lambelu-Pola

Peliput: Iman Supa Editor: Zaman Adha

RAHA, BP – Warga Kecamatan Pasikolaga menuntut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna untuk segera melakukan pengaspalan jalan poros Lambelu-Pola. Pasalnya kondisi jalan tersebut telah rusak parah.

Puluhan warga Pasikolaga mendatangi kantor Sekretariat Pemkab Muna, Rabu (02/05) yang dipimpin Umul Loga menyuarakan rusaknya infrastruktur jalan yang berada di jalan poros Lambelu-Pola yang telah bertahun-tahun tak kunjung diperbaiki. Padahal dalam berbagai pesta demokrasi baik pada Pilkada maupun Pilcaleg, infrastruktur jalan selalu menjadi prioritas untuk diperbaiki menjadi jualan dalam kampanye.

“Jalan poros Lambelu-Pola sebagai akses untuk menunjang percepatan perekonomian masyarakat. Saat ini kami tidak butuh janji lagi namun realisasikan pengaspalan jalan yang telah bertahun-tahun rusak parah,” ungkap Jenderal Lapangan, Umul Loga dihadapan Wakil Bupati Muna, Ir Abdul Malik Ditu yang didampingi Plt Kadis PU, Ali Basa.

Ia mengungkapkan, pengaspalan Poros Lambelu-Pola telah dijadikan daftar (list) pekerjaan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU). Namun pihaknya menuding, hal ini hanya untuk meredam tuntutan masyarakat.

“List itu bukan jaminan, jangan sampai ini hanya janji manis, saat kami butuhkan komitmen pemda dalam memperbaiki jalan Poros Lambelu-Pola,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Muna, Ir H Abdul Malik Ditu berkomitmen untuk memperbaiki jalan yang berada di Muna timur tersebut. Namun menurutnya, DPRD Muna juga perlu didesak untuk mendukung pengaspalan jalan.

“Anggaran pengaspalan jalan poros Lambelu-Pola senilai Rp 3 miliar melalui APBD tahun ini akan dikerja, warga Pasikolaga melakukan aksi demo, jangan sampai kegiatan tersebut dialihkan,” katanya saat ditemui usai menemui para pendemo.

Wakil Bupati dua periode tersebut menegaskan, dirinya bersama Bupati LM Rusman Emba memiliki jiwa besar untuk terus membangun kabupaten Muna. Namun dirinya tidak menampik keterbatasan anggaran menjadi kendala terealisasinya beberapa program pembangunan

“Tapi ini keadaan keuangan. Namun jalan poros Lambelu-Pola harus diperjuangkan karena ini kebutuhan mendasar,” pungkasnya. (*)




BNN Dadakan Lakukan Tes Urin di KPUD dan Bawaslu Muna

 

Peliput: Iman Supa

RAHA, BP – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Muna secara dadakan melakukan tes urine di Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) maupun Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Muna.

Pemeriksaan yang dipimpin Kepala BNN, La Hasariy bersama rombongan sempat membuat kaget Ketua KPUD, Muh. Amin Rambega hingga beberapa staf, pasalnya pemeriksaan ini sebelumnya tidak ada pemberitahuan, Jumat (27/4).

Ketua KPUD Muna, Amin Rambega yang ditemui usai diperiksa mengaku sempat kaget dengan kehadiran Kepala BNN bersama rombonganya untuk melaksanakan tes urine.

“Saya pikir mungkin ada penguna narkoba di KPUD, sehingga BNN secara dadakan melakukan tes urine, namun setelah melakukan tes pada para anggota Komisioner KPU dan para stafnya sebanyak 15 orang hasilnya negatif bebas narkoba,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua BNN, La Hasariy menambahkan, Pemeriksaan secara dadakan pada penyelenggara pemilu bertujuan untuk memastikan para penyelenggara pemilu bebas dari barang barang tersebut.

“Sebelumnya BNN juga telah memeriksa anggota Bawaslu Muna dan juga stafnya sebanyak 15 orang dan hasilnya sama negatif, semua pemeriksaan tanpa ada pemberitahuan,” tambahnya.

Untuk diketahui, Dua anggota komisinorer yang tidak diperiksa, pertama Yuliana Rita yang masih sementara melaksanakan tahapan seleksi KPU Kabupaten, sementara Andi Arwin, sebelumnya telah diperiksa dan hasilnya negatif. (*)




Si Jago Merah Hanguskan 6 Kios Pasar Sentral Laino

Peliput: Iman Supa

Raha,BP- Penyebab Kebakaran Pasar sentral Laino yang terjadi, Sabtu (28/4) pukul 20:30 wita yang menghanguskan 6 kios
sampai saat belum diketahui.

Kebakaran yang melanda penjual Beras, Sembako, Sandal hingga apotek tersebut ditaksir dengan kerugian ratusan juta.

Rihana (42) Penjual ayam potong yang ditemui di Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang rumahnya di dekat pasar sentral mengetahui kebakaran melihat asap yang membesar yang berada persis di kios jejeran Labora dekat pasar modern yang belum difungsikan.

“Saya liat dari rumah, kita liat asapnya sudah membesar,”Singkatnya

Ia Menambahkan, keenam kios diantaranya penjual beras, Sembako belum lama isi.

“Ya allah kasian pemilik kios bapaknya Rolan yang belum lama dia kiosnya dia isi beras,”Sedihnya.

Sementara pantauan wartawan ini, sekitar 20 menit, dua unit pemadaman kebakaran yang diturunkan berhasil dijinakkan.

Sementara keenam kios tersebut tidak ada yang berhasil diselamatkan.

Sampai berita ini diturunkan pihak kepolisian maupun pemadaman kebakaran belum dimintai kebakaran karena sibuk menjinakkan api. (*)




Ikut Halo Sultra, Pemda Muna Tetap Tampilkan Konsep “Mai Te Wuna”.

 

Peliput: Iman Supa

RAHA, BP – Dalam Mengikuti Halo Sultra Ke-54 Pemerintah Kabupaten Muna tetap menampilkan konsep “Mai Te Wuna” dalam mempromosikan objek wisata unggulan.

Kegiatan Halo Sultra ini dilaksanakan di Kota Kendari dimulai sejak 23- 27 April 2018.

Menurut Kabag Humas dan protokoler Pemkab Muna, Amiruddin Ako mengatakan potensi wisata yang dipamerkan di ajang Halo Sultra ini diusung dengan konsep “Mai Te Wuna” sebagai mana jargon yang saat ini tengah gencar dilakukan oleh pemerintah dalam mempromosikan potensi wisata didaerah tersebut.

“Kita masih mempromosikan dengan gagasan yang sama “Mai Te Wuna” selain itu promosi industri kain tenunan kita juga gencar dilakukan agar bisa bersaing, dan hal inilah yang akan ditampilkan dipameran”Ungkapnya saat ditemui disela-sela persiapan Halo Sultra. Senin (23/4).

Selain potensi wisata lanjutnya, pemkab Muna juga menampilkan sektor pertanian, perikanan bahkan industri kecil,

Pada pagelaran Halo Sultra tahun 2017 lalu, Pemkab Muna menampilkan rumah adat tradisional yang menjadi stand Kabupaten Muna dengan ukuran berkisar 4 X 7 meter dengan konstruksi dari kayu besi sebagai tiang dengan lantai dari bambu, serta atap dari alang-alang sehingga nampak unik. Namun hal itu tidak dilakukan lagi ditahun 2018 ini, Jelas Kabag Humas dan Protokoler Pemkab Muna ini.

“Sekarang ini sudah tidak diperbolehkan, karena stand sudah disiapkan masing masing tinggal disewa,” tutupnya. (*)