KPMP dan Pemda Muna Gelar Seminar Budaya

Peliput: Iman Supa

RAHA, BP – Untuk melestarikan nilai-nilai budaya di Kabupaten Muna, Koalisi Pejuang Merah Putih (KPMP) cabang Muna dan Pemerintah Daerah mengadakan seminar budaya di Aula Galampano Kantolalo, Mingg(21/10).
Wakil Bupati Muna Malik Ditu mengatakan seminar budaya yang digelar merupakan hal yang sangat penting karena membicarakan budaya Kabupaten Muna. Kata dia,seperti halnya perkembangan ekonomi masyarakat Muna dipacu dengan pariwisata.

“Pariwisata tanpa budaya itu tak bernyawa, bila ini menjadi perhatian kita, maka program mai te wuna bisa meningkatkan ekonomi masyarakat,” kata Malik Ditu saat membuka acara seminar.

Ia menambahkan , jangan sampai terjerat dengan perbedaan mempresepsikan nilai budaya, masyarakat harus melihat dari perkembangan waktu mulai dari sebelum kemerdekaan, paska kemerdekaan, dan era saat ini untuk bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan zaman.

“Bila budaya kita diperhatikan, maka pariwisata kita berkembang, dan semua potensi yang lain akan ikut tumbuh seperti sovenir, makanan khas dan lain sebagainya. Tinggal mutu yang baik diperhatikan dan ini harus menjadi perhatian dinas pariwisata,” ungkapnya.

Kata dia, jangan salah kaprah dengan perbedaan perkembangan budaya di Muna, harus disesuaikan dengan zaman, sehingga bisa menjadi peradaban yang lebih baik untuk generasi selanjutnya.

Ditempat yang sama, Ketua adat suku Muna La Ode Sirad Imbo dalam kesempatan yang sama merasa bangga dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut oleh kalangan muda. Dalam mempertahankan adat dan budaya, seminar budaya merupakan cara yang disenangi oleh orang tua terdahulu dan saat ini.

“Generasi saat ini tidak banyak mengimplementasikan materi toba, Maka penting kita pahami toba,” tegasnya.

Sedangkan Ketua KPMP Muna Muhammad Alimin yang juga sebagai koordinator pelaksana kegiatan menuturkan seminar budaya yang dilangsungkan telah digagas 10 tahun silam, dan baru terlaksana tahun ini.

“Landasan kegiatan ini diselenggarakan, akibat banyak praktek dimasyarakat terjadi penyimpangan dan perbedaan pendangan terhadap adat dan budaya kita di muna,” katanya.

“Dari kegiatan ini kami berharap sebagai generasi muda, akan tercipta kesamaan pandangan implementasi adat dan budaya muna, sehingga generasi muda muna tidak meninggalkan entitas adat dan budayanya sebagai orang muna,” ungkap Alimin sapaan akrabnya.

Kegiatan itu juga kata dia, dapat menghasilkan rekomendasi kepada Dewan adat muna, setelah di wacanakan, dan dirembukan menarik satu kesimpulan untuk menjadi pegangan menjalankan adat dan kebudayaan Muna dimasa saat ini dan akan datang.(*)




Mayat Wanita Paruh Baya Gegerkan Warga Muna

Peliput: Iman Supa

RAHA, BP – Mayat seorang wanita paruh baya di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), ditemukan tewas oleh warga setempat, Sabtu (20/10/2018).

Mayat tersebut diketahui bernama Wa Lapa Binti La Hakia (63) warga Desa Oempu, Kecamatan Tongkuno, Kabupaten Muna.

Kasat Rekrim Polres Muna, Iptu Fitrayadi menjelaskan, sekitar pukul 18.00 Wita, seorang warga bernama La Huuni melihat korban dalam posisi terbaring dengan kedaan terlungkup di pinggir jalan.

“Pertama saksi melihat kaki dan badan korban dari jarak 20 meter dari tempatnya dia bekerja, namun belum mengetahui identitas korban, kemudian kembali ke kampung menyampaikan kejadian tersebut kepada temannya La Liu, lalu melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Kampung Dusun Kamonu, La uwi, dan selanjutnya bersama masyarakat kembali ke tempat ditemukannya korban dan melaporkan kepada pihak Polsek Tongkuno,” ungkap Iptu Fitrayadi Minggu (21/10/2018).

Selanjutnya, sekitar pukul 20.00 Wita, personel Polsek Tongkuno dan Dokter Puskesmas Lombe Kecamatan Gu dr. Muh. Ical Badaru bersama sekitar 50 orang masyarakat Desa Oempu mendatangi langsung TKP tempat penemuan mayat.

“Selanjutnya mayat korban dibawa oleh masyarakat ke rumah duka di Desa Oempu Kec. Tongkuno, Kabupaten Muna,” jelasnya.

Sementara itu dari Hasil pemeriksaan dr. Muhammad Ical Badaru tidak menemukan tanda tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Setelah dilihat dari kondisi mayat korban ternyata memiliki riwayat penyakit hipertensi dan diduga korban meninggal karena penyakit stroke Hemoragik, Laterilosasi wajah ke kanan, mencong ke kanan,” terangnya.

Sementara itu pihak keluarga merasa tidak ada keganjilan dalam kematian korban dan menerima bahwa kematian korban tidak ada kaitannya dengan perbuatan orang lain.




Kades Lambiku Diduga Mark Up Anggaran Pengadaan Bibit Ayam

Peliput: Iman Supa

Raha, BP – Kinerja Kepala Desa (Kades) Lambiku Kecamatan Napabalano lagi-lagi mendapat sorotan dari warga. Pasalnya dalam pembagian bantuan bibit ayam super yang dianggarkan melalui Dana Desa (DD) senilai Rp 266.314.000, dalam pengelolaannya tidak transpans hingga ada dugaan mark up anggaran.

Hamdan Salah satu warga Lambiku saat dihubungi, Rabu (17/10) menjelaskan,
seharusnya ayam yang dibagikan kemasyarakat itu adalah ayam super dengan total anggaran Rp 266.314.000. Namun yang direalisasikan pada masyarakat ayam kampung biasa yang belum layak dipelihara.

“Ada dugaan mark up anggaran dalam pengadaan bibit ayam super, karena yang diberikan bibit ayam kampung yang belum layak,” katanya.

Lebih lanjut, semestinya masyarakat juga dibantu untuk biaya kandang sederhana dari anggaran Rp 266.314.000, namun sama sekali tidak berikan.

Hal serupa yang disuarakan oleh Jumatin salah seorang warga desa lambiku yang merasa kecewa dengan Kades atas pembagian bibit ayam. Kegiatan tahun anggaran 2018 yang disetujui dalam rapat awal terdapat berbagai item yang dipilih masarakat diantaranya peternakan

“Bibit ayam yang akan dibagikan kepada masarakat tetapi dalam proses pembagiannya lagi-lagi terdapat ketidaktransparanan oleh pemdes lambiku,” jelasnya.

Ia menambahkan, pendamping desa juga terkesan acuh tak acuh, seakan melakukan pembiaran dengan kinerja buruk Kades Lambiku. Kasus yang disoroti oleh warga Lambiku sama dengan yang terjadi di kegiatan anggaran DD tahun 2016 dan 2017.

“Kegiatan 2016 sampai hari ini tidak pernah tuntas sehingga telah dilaporkan ke Kejari Raha , Inspektorat dan Polres Muna pada tanggal 13 oktober 2017 namun sampai hari ini juga tidak ditindak lanjuti oleh penegak hukum,” keluhnya (*)




Sekda Muna Lepas Tiga Truk Bantuan Korban Tsunami

 

Peliput: Iman Supa

RAHA,BP – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Muna melepas tiga truk fuso bantuan untuk korban bencana tsunami di Palu, Sigi maupun Donggala, Kamis(11/10).

Pelepasan bantuan bagin korban tsunami dilakukan di halaman Kantor BPBD Muna oleh Sekda Muna, Nurdin Pamone.Dalam sambutannya ia sangat mengapresiasi tindakan BPBD Kabupaten Muna untuk membangun posko bantuan bagi korban tsunami.

“BPBD tanggap dalam mengumpulkan bantuan dari masyarakat untuk membantu korban tsunami di Palu,Sigi dan Donggala,” katanya.

Ia berharap bantuan yang diberikan dapat bermanfaat hingga memenuhi kebutuhan masyarakat yang terkena musibah. Ucapan terimaksih juga disampaikannya kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan untuk mengurangi beban korban tsunami di Sulawesi Tengah.

Kepala BPBD Muna, Ikbar Rifai menambahkan bantuan akan dibawa di posko BPBD Sulawesi Tenggara. Selanjutnya BPBD yang mengirim bantuan di Posko bencana Palu, Sigi dan Donggala.

“Ditaksir total bantuan masyarakat Muna berkisar 400 Juta, hal ini terdiri dari bantuan beras, pakaian, kebutuhan anak hingga kebutuhan lain,” kata Ikbar.(*)




As Tamrin Resmikan Baubau Expo – Semangati Masyarakat Bangun Daerah

Peliput: Gustam Editor: Hasrin Ilmi

BAUBAU, BP – Semangat HUT Kota Baubau (Baubau Expo) ke 17 sebagai daerah otonom dituangkan Walikota Baubau Dr H AS Tamrin MH dalam bentuk semangat membangun daerah.

Dalam sambutannya, saat membuka resmi Baubau Expo di Panggung Kotamara, kamis malam (11/10), AS Tamrin mengajak masyarakat untuk ambil andil dalam membangun daerah. Dikatakannya, peran masyarakat dalam mebangun daerah sangat penting.

“Mari bersama kita tingkatkan ekonomi melalui Baubau Expo ini. Ini merupakan momentum pembaharuan semangat bersama dalam membangun Kota Baubau kedepannya,” katanya.

Orang nomor satu di Kota Baubau itu menitip pesan kepada masyarakatnya, untuk terus membangun citra positif guna menjadikan Kota Baubau terkenal di daerah lain.

“Saya menitip pesan kepada masyarakat Kota Baubau, mari kita membangun citra positif di lingkungan kota kita ini,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Doktor Ilmu Pemerintahan itu juga mengucapkan terima kasih kepada samua pihak yang telah mensukseskan Baubau Expo.

“Atas nama pemerintah, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak instansi yang telah bekerjasama menyelenggarakan Baubau Expo ini,” haturnya.

Pantauan media ini, turut hadir Wakil Walikota Tual dan sejumlah pimpinan SKPD dan instansi vertikal lingkup Pemerintah Kota Baubau.

Ribuan masyarakat nampak memadati alun-alun Kotamara guna menyaksikan secara langsung pembukaan Baubau Expo dengan menampilkan artis ibu kota Jenita Janet. (*)




Masyarakat Muna Antusias Peduli Korban Tsunami Palu dan Donggala

 

Peliput: Iman Supa

RAHA,BP – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muna membuka posko untuk menampung pemberian bantuan terhadap korban tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala.

Kepala BPBD Kabupaten Muna, Ikbar Rifai saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (09/10), menjelaskan sejak dibukanya posko untuk korban tsunami di Palu, Donggala maupun di Sigi pada hari Senin lalu, kepedulian masyarakat sangat tinggi. Pemberian bantuan berasal dari masyarakat, sekolah, instansi, kesatuan pramuka maupun para komunitas.

Ia menyebutkan jenis bantuan yang masukn ke posko berupa pakaian, beras, indomie, aqua, maupun untuk kebutuhan anak kecil.

“Yang terkumpul semua terdiri dari 397 Karung pakaian campuran, beras 2 ton, indomie 500 dos, peralatan mandi 20 dos besar , aqua 300 dos, kebutuhan anak kecil 20 dos besar,” jelasnya.

Lanjutnya, Selain bantuan berbentuk barang, ada sebagian masyarakat memberikan dalam bentuk uang tunai.

“Ada yang memberikan bantuan berupa uang, namun kami belanjakan berupa pakaian maupun kebutuhan sembako,” lanjutnya.

Sementara itu, ada beberapa komunitas yang membangun posko ditempat lain. Namun setelah terkumpul bantuannya akan serahkan di posko BPBD.

“Rencananya hari kamis ini Pak Bupati Muna Rusman Emba yang melepas mobil untuk membawa bantuan kepada korban tsunami di Palu, Donggala dan Sigi,” tandasnya. (*)




BKPSDM Muna Membuka Sentra Pelayanan

 

Peliput: Iman Supa

RAHA,BP -Untuk memudahkan pengurusan bagi aparatur sipil negara (ASN), Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Kabupaten Muna membuka sentra pelayanan. Pembukaan sentra pelayanan agar orang yang mengurus administrasi maupun hal-hal berkaitan dengan urusan di BKPSDM lebih mudah.
Plt Kepala BKPSDM, Rustam yang ditemui di salah satu ruangan kepala bidang Pengembangan SDM, mengatakan untuk memberikan pelayanan bagi siapa saja yang mengurus di BKPSDM akan dipusatkan dalam satu ruangan.

“Sebelumnya dalam pemberian layanan bagi ASN tempatnya terpencar, jadi kami berani melakukan perubahan dengan membuka sentral layanan,” jelasnya.

Ia menyebutkan, sentra pelayanan akan disediakan pada satu ruangan dengan tujuan mempermudah bagi yang berurusan.Agar para ASN tidak lagi bingung menanyakan mengenai urusan kenaikan pangkat, pasalnya semua urusan dimudahkan sekaligus mempercepat proses penyelesaian administrasi.

Dalam pengurusan pangkat, lanjutnya ada batas waktu, ketika yang menangani hal itu tidak menunjukkan progres maka pejabat yang menangani hal tersebut akan dievaluasi.

Selain itu kata Kabid Pengembangan SDM Hidayat Ardi Ponto, dalam membuat sentra pelayanan administrasi kepegawaian dengan model pemberian layanan fokus pada satu ruangan.

“Dengan adanya sentra pelayanan administrasi kepegawaian maka memudahkan orang berusaha di BKPSDM Muna, karena pelayanannya dalam satu pintu, satu ruangan dengan menyajikan informasi yang lengkap tentang administrasi maupun semua jenis layanan,” tandasnya.(*)




DPMD Muna Harapkan Penggunaan DD Lebih Dioptimalkan

Peliput: Iman Supa

RAHA, BP – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Muna mengelar Program Inovasi Desa. Dalam kegiatan itu diharapkan 124 desa dalam menggunakan Dana Desa (DD) lebih dioptimalkan, Jum’at (28/09) lalu.

Kepala Dinas DPMD, Darmansyah mengharapkan kegiatan itu bertujuan sebagai ajang untuk mengembangkan inisiatif kemajuan desa. Selain itu pula lebih mengarah untuk pertukaran informasi menuju pengembangan-pengembangan desa serta mengoptimalkan keuangan desa.
Kata dia, agar pemerintah desa lebih fokus pada pembangunan infrastruktur maupun peningkatan kewirausahaan dan pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat lebih dirtingkatkan pada pengelolaan komunitas unggulan jambu mente dan jagung.

“Rumah produksi yang di bangun di Kecamatan Kontunaga digunakan untuk mengelolan jambu mente maupun jagung dengan tujuan pembangunan ini untuk menarik perhatian para investor,” katanya.

Anggota Komisi V DPR RI, Ir. Ridwan Bae dalam kegiatan itu menambahkan kegiatan inovasi desa diharapkan kepala desa dapat berinovasi dalam penggunaan dana desa. Setiap tahun, desa mendapatkan anggaran sebesar Rp 1 Milyar. Saat ditotalkan dari 124 desa di Kabupaten Muna mencapai Rp 180 Milyar dan jika anggaran sebesar itu tidak mampu dikelola atau tidak berinovasi pengelolaan keuangannya tidak berhasil.

“kunci menuju sukses yakni mengenali diri sendiri begitupula dengan desa. Kepala Desa harus bisa mengenali potensi yang ada didesa sehingga masyarakat bisa sejahtera,’ ungkapnya.

Ia mengharapkan masyarakat Muna mendukung kinerja pemerintah demi kemajuan daerah.

Ditempat yang sama Bupati Muna, LM Rusman Emba mengungkapkan kedatangan anggota Komisi V DPR RI dapat memberikan kebijakan dalam mendukung program perencanaan pembangunan di Kabupaten Muna.

“Kedatangan anggota DPR RI dapat memberi kebijakan untuk pembangunan Muna, Dengan adanya kegiatan inovasi desa dapat memberi pengaruh dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat,” Singkatnya. (*)




Pesta Rakyat, Kabupaten Muna Sajikan 17 Jenis Makanan Khas

 

Peliput: Iman Supa – Editor: Fardin JS

RAHA, BP – Kabupaten Muna ikut andil dalam kegiatan pesta rakyat kande-kandea yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Sultra. 17 jenis makanan khas Kabupaten Muna disajikan dalam kegiatan itu.

Ketua TP PKK Sitti Mardiana Hardyanto bersama anggotanya dari desa se-kecamatan Lasalepa, mengatakan pesta rakyat untuk sukuran terpilihnya Gubernur Sultra Ali Mazi dan Wakil Gubernur Lukman Abunawas, kabupaten Muna menyajikan 17 jenis makanan isi haroa.

“Pesta rakyat yang diselenggarakan oleh pemerintah Sulawesi Tenggara, semoga acara Kande-kadea terus dilakukan,” ucapnya.

Dalam penyajian isi haroa, menurutnya tidak memiliki kesulitan namun saja berburu dengan waktu. Proses pengerjaannya sudah dilakukan sejak dini hari hingga siang hari.

“Masakan Muna memiliki rasa dengan cIri khasnya tersendiri. Resep ini yang turun temurun dari orang tua dulu yang bahan kebanyakan dari gula merah dan kaowei (Kelapa Goreng). Masakan isi haroa beda dengan masakan lain, bedanya enak, gurih dan tidak bosan dicicipi.

Kata dia 17 macam makanan yang disajikan yakni Lapa-lapa, Ketupat Gambi (Lapa-lapa yang dilapis empat daun), Ayam Kaowei (Ayam yang dimasak pake santan yang dicampur dengan kaowei (Kelapa Goreng), Kasiu Kandara (Ayam yang dimakan yang campurkan Kaowei sampe kering terus dipangganh), Kadonte Kandara (Daging sapi yang dimasak dengan menggunakan santan lalu dicampung dengan kaowei sampai kering), Telur Singganga (Telur yang direbus lalu dibuka kulitnya kemudian digoreng).

Selain itu juga ada telur rebus, Sirkaya (berbahan dari telur, gula merah dan santan yang disajikan di cangkir), Baje (beras kentang yang dimasak dengan santan dan gula merah yang dimasak sampe kental),Dodol (Tepung kentang yang halus yang dicampur dengan gula merah dengan dikasi panas dengan minyak lalu aduk sampai masak, Ngkea-Ngkea (Pisang yang direbus yang dicampur dengan gula merah dan dicampur tepung), Mbalo-mbalo (Tepung ketang yang dicampur dengan air dengan mentega), Pisang Goreng, Nasi beras, Kadu mina (Beras ketang yang dimasak dengan menggunakan santan dan kunyit setelah masak dimasak ayam goreng) dan terakhir pisang raja. (*)




Akbid Paramata Gelar Seminar Deteksi Dini Kanker

 

Peliput: Iman Supa

RAHA, BP – Yayasan pendidikan Sowite Akademi Kebidanan (Akbid) Paramata Kabupaten Muna menggelar seminar dan workshop kesehatan deteksi dini kanker pada perempuan, Sabtu(15/09)..

Ketua yayasan Akbid Paramata, La Ode Mulisi menjelaskan peserta kegiatan seminar dan workshop tentang deteksi dini kanker pada perempuan dari tiga kabupaten yakni Muna, Mubar dan Buteng. Seminar itu bertujuan dalam menyebarkan informasi tentang deteksi dini kanker pada perempuan.

“Kegiatan seminar sebagai tindak lanjut dari tugas perguruan tinggi diantaranya pengabdian pada masyarakat dengan melakukan seminar,” jelasnya.

Ia berharap dengan mengikuti kegiatan tersebut, peserta mampu mendeteksi dirinya terhadap penyakit kanker.

“Dengan mendeteksi dini penyakit kanker, diharapkan mampu mengatasi penyakit sendiri,” harapnya.

Sementara itu Direktur Akbid Paramata, Rosmina menambahkan kegiatan seminar deteksi dini kanker pada perempuan merupakan kali pertama yang diselenggarakan di Kabupaten Muna.

“Dengan mengikuti seminar ini
bisa mencegah adapun kalau sudah terkena penyakit ini dapat mengetahui jalur pengobatannya,” tambahnya.

Rosmina menegaskan, ini bukan hal yang perlu disembunyikan karena penyakit ini sangat mengancam kehidupan.

Untuk diketaui pemateri dalam seminar diantaranya dr Ahli Kebidanan dan Kandungan dan dokter Ahli Beda. Sementara pemateri dari Provinsi Sultra menghadirkan dokter sub spesialis saluran pencernaan maupun ketua IBI sultra.(*)