Belum Ada Anggaran, DPMD Muna Bolehkan Desa Kerjakan Kegiatan Fisik

Peliput: Iman Supa

RAHA, BP – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Muna memperbolehkan desa untuk mengerjakan kegiatan fisik walaupun anggaran Dana Desa (DD) tahap tiga belum cair.

Kepala Bidang (Kabid) Keuangan dan Aset Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Muna, Budiman Sawal, menjelaskan proses pencairan DD tahun 2018 tahap ketiga mengalami keterlambatan.Keterlambatan itu disebabkan beberapa desa tidak dicantumkan volume output dan capaian output, sehingga memberitahukan kepala desa untuk melengkapi laporan realisasi penggunaan tahap satu dan dua.

“Kebanyakan desa hanya dicantumkan laporan realisasi penggunaan uangnya. Hal ini menjadi penyebab keterbatasan pencarian tahap tiga dengan jumlah anggaran DD keseluruhan tahap tiga berkisar 40 Milyar,” katanya.

Budiman memastikan proses pencarian anggaran Dana Desa (DD) tahap ketiga pada akhir bulan november. Saat ini pihaknya masih melakukan penginputan laporan realisasi penggunaan Dana Desa (DD) tahap satu dan kedua. Dari laporan kepala Desa ada yang kurang dan tidak dicantumkan volume output dan dan capaian output.

Ia menyampaikan, dalam pelaporan saat ini mengunakan aplikasi sama halnya dengan laporan penggunaan anggaran DAK, sehingga kembali meminta desa untuk melengkapi laporan pertanggungan jawaban.

Sementara itu, ia memperkirakan dengan waktu satu bulan pengerjaan tahap ketiga tidak akan menyebrang tahun. Sebab sebagian desa telah mengerjakan pekerjaan tahap ketiga walaupun anggarannya belum ada.

“Banyak desa telah mengerjakan pekerjaan tahap ketiga walaupun anggarannya belum cair. Entah bagaimana mereka mengerjakan, walaupun mereka mengutang dulu bahannya, itu tidak masalah,”tandasnya. (*)




Distanhorbun Muna Fokus Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat dan PAD

Peliput: Iman Supa – Editor: Fardin JS

RAHA, BP – Sesuai dengan arahan Bupati Muna Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Muna fokus untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pendapatan Asli daerah (PAD).
Plt Distanhorbun Anwar Agigi ditemui diruang kerjanya, Senin (12/11), mengatakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat maupun PAD, pihaknya memberikan suport kontribusi dibidang pertumbuhan ekonomi dan PAD melalui Bidang pangan, Hortikultura, maupun Perkebunan.

“Sesuai arahan Pak Bupati, Kami mengambil langkah pertumbuhan ekonomi dengan melalui peningkatan produksi intensitas,rehabilitasi dan pengerjaan,” ungkapnya.

Anwar menyebutkan, peningkatan produksi melalui pangan fokus dalam tanaman komoditi jagung, pagi, kedelai. Sementara hortikultura pada tanaman bawang merah, cabe dan tomat, sedangkan di perkebunan diantaranya kakao, mente, kelapa, maupun kopi.

“Bukan berarti tanaman kangkung, kol maupun kacang panjang dikesampingkan,” katanya.

Pemerintah fokus melakukan penanaman dibeberapa komoditi sebab setelah dikaji tanaman komunitas merupakan faktor penentu yang kuat dalam meningkatkan pendorong pertumbuhan ekonomi.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, pihaknya akan melakukan rapat persiapan musim tanam bersama Penyuluh. Sehingga Setiap musim tanam akan dilakukan evaluasi dengan penyuluh guna konsultasi lahan, komoditinya dan petani.

“Sejauh ini kendala dipersiapkan musim tanam terkendala dialat. Namun hal itu sudah ditangani, sementara untuk peningkatan produksi dengan menggunakan teknologi pemupukan hibrida sehingga hasilnya sesuai dengan target,” jelas Anwar.

Beberapa wilayah yang memiliki potensi untuk penanaman jagung kuning diantaranya Kabawo, Parigi, Kabangka, Napabalon, Tongkuno maupun Maligano.

“Setelah ada hasil tanaman akan dilakukan lagi konsultasi dengan penggiat bisnis bidang pertanian,”tandasnya.(*)




37 CPNS Muna Dinyatakan Lulus SKD

Peliput: Iman Supa

RAHA, BP – Dari 2.421 peserta Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) tahun 2018 Daerah Kabupaten Muna yang mengikuti tahap Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), hanya 37 peserta yang dinyatakan memenuhi passing grade.

Plt BKPSDM Muna, Rustam yang ditemui belum lama ini menjelaskan bahwa minimnya kelulusan passing grade yang diikuti 2.421 peserta dan hanya 37 peserta yang dinyatakan memenuhi passing grade, membuat Pemerintah Daerah (Pemda) Muna menyurat di Kemenpan-RB dan BKN RI. Persentase kelulusan diperkiran hanya 10 persen yang didominasi tehknisi dan administrasi.

“Kami sudah bersurat di Kemenpan-RB dan BKN RI, karena persentase kelulusan CPNSD diperkirakan hanya 10 Persen yang didominasi Teknisi maupun administrasi, sementara formasi yang disediakan 290,” ungkapnya.

Lanjutnya, pengumuman peserta ujian tes SKD CPNS merupakan kewenangan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas), yang rencananya bakal diumumkan secara resmi pada tanggal 18 November 2018 mendatang.

“Panitia seleksi daerah hanya menampilkan kelulusan passing grade, termasuk seleksi Kompentensi Bidang sistem CAT, dengan bobot penilaian 20 persen,” katanya

Sementara itu, untuk kelulusan Honorer Kategori Dua (KII) dengan Sayarat passing grade 260.

“TIU harus 60, persoalan TWK dan TKP, yang terpenting memenuhi poin 260, bagi guru sudah memiliki sertifikat profesi maka tidak mengikuti SKB lagi” jelas Rustam.

Berikut nama-nama yang lulus seleksi SKD tahun 2018 di Kabupaten Muna

1. Wa Ode Yuniarti Utami, TWK=110, TIU=80, TKP=144 Total Skor 334.

2. Wahyudi, TWK=95 , TIU =90 , TKP=144, total 329

3. La Musaha, TWK=90 , TIU =80, TKP=143 skor 313.

4. Dhita Dyaksary, TWK=80 , TIU =85, TKP=153, total skor 318.

5. Wa Ode Nur Haisa, TWK= 85, TIU = 80, TKP = 143 total = 308.

6. Anasrudin, TWK = 110, TIU = 95, TKP = 150, total = 355.

7. Asdar, TWK = 110, TIU.= 85, TKP = 152 total 347.

8. Disman Naba TWK; 115, TIU;90 dan TKP ;149. total 354.

9. Safridayanti, TWK=85, TIU=100, TKP=145 total 330.

10. Muhammad Haris, TWK=100, TIU=85, TKP=144 Skor 329.

11. Ismawati, TWK=80 , TIU =90, TKP=144, total skor 314.

12. Muhammad Jamhir Asyhadi, TWK=105, TIU=110, TKP=147 total Skor 362.

13. Irma, jurusan S1 Bahasa Inggris, dengan nilai TWK = 100, TIU = 95 dan TKP = 149, total Skor = 344.

14. Siti Ramlia Lende, TWK = 90, TIU = 105, TKP = 144 towtal nilai 339.

15. Rusman Salwah, TWK =95, TIU = 85, TKP=148 total 328.

16. Safiani S.PD, TWK= 85, TIU = 90 TKP = 145 total 320.

17. Kartini Waasiu Widyawati, TWK = 100, TIU = 85, TKP = 148 total 333.

18. LM. Syah Yusuf, TWK; 110, TIU;85 dan TKP ;143 skor 338.

19. Sulsamar Kaimudin, TWK = 100, TIU = 95, TKP =147. Total 342

20. Nurmala Bahar, TWK = 110, TIU = 95, TKP = 144.

21. Aswan Malik, TWK, 90,TIU 90, TKP = 145.

22. Sabar Umar = 100, TIU = 105, TKP.= 146.

23. Asmin Nur Aeni S. GZ, TWK = 80, TIU = 80, TKP = 145.

24. Hatijah, TWK = 95, TIU = 110, TKP = 143.

25. Harni Kombawa, TWK=90 , TIU =80 , TKP=143, total skor 313 (Lulus)

26. Muhammad Saleh Akbar, TWK 120 , TIU =90 , TKP=143, total skor 353

27. Umrana, TWK=100, TIU =90, TKP=144, total skor 334 (Lulus)

28. La Ode Hasanudin, TWK, 115, TIU, 95, TKP 152 jumlah 362.

29. Dwi Nirlailani Maimun , TWK 95, TIU 85, TKP 147 total skor 327.

30. Wa Ode Irda Tilah, jurusan Matematika, dengan nilai TWK , 105, TIU, 96 TKP, 146, total Skor = 347

31. Muliani jurusan S1 Apoteker + Profesi, nilai TKW, 95 , TIU, 90 , TKP, 149, total skor 334.

32. La Ode Muh. Suhardiman, TWK; 80, TIU;80 dan TKP ;154 jumlah 314.

#Untuk formasi CPNS Kategori Dua (KII)#

33. Anton Mulion, TWK = 80, TIU = 95, TKP= 129 total 304.

34. Heni Jay, TWK=90 , TIU =90, TKP=101, total skor 281.

35. Damrana, TWK=75 , TIU =80, TKP=139 total 294.

36. Wa Ode Muspiani, TWK=80 , TIU =70, TKP=145, total skor 295.

37. Muhamad Asrian Mirza, TWK = 75, TIU = 100, TKP = 132 tot.(*)




Ridwan Bae Harapkan Kemenpan-RB Evaluasi Soal CPNSD

Peliput: Iman Supa

RAHA, BP – Anggota DPR RI Ridwan Bae angkat bicara setelah mendapat informasi para peserta CPNS banyak yang gugur karena sulitnya soal yang dikerjakan. Untuk itu ia berharap agar Kemenpan-RB untuk mengevaluasi soal yang ada dan tinggginya ketentuan passing grade.

Mantan Bupati Muna dua periode ini secara kebetulan pulang di tanah kelahirannya dan melakukan kunjungan di tempat pelaksanaan tes di SMAN 1 Raha, Selasa (6/11). Ia kaget mendapat informasi terkait pelaksanaan CPNS yang dilaksanakan di hari kedua Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan jumlah peserta yang ikut 420 hanya 1 peserta yang dinyatakan memenuhi passing grade.

“Memasuki sesi keempat, Kabupaten Muna yang lulus passing grade hanya satu peserta. Melihat kondisi ini Kemenpan-RB harus mengevaluasi kembali soal-soal CPNSD dan waktu yang diberikan terlalu pendek,” ungkap Ridwan.

Kata dia, peserta CPNS dari berbagai perguruan tinggi tentu lulus dengan angka yang baik, namun karena sulitnya soal yang diberikan sehingga tidak mampu meluluskan diri mencadi CPNS. Ia menilai Kemenpan-RB tidak mampu membac sejauh manan kemapuan para lulusan perguruan tinggi dalam menyelesaikan soal.

“peserta yang baru selesai mengikuti tes, kesulitan dalam menyelesaikan soal dan waktu yang pendek. Kemenpan-RB hanya memberi waktu 53 detik per satu soal sementara membaca saja sudah membutuhkan waktu berapa detik,” katanya
“Ketika berada di Jakarta saya akan bertemu Kemenpan-RB akan menyampaikan persoalan ini, bahkan kalau perlu mendatangi langsung untuk bicara persoalan ini,” tambahnya.

Ia menyebutkan persoalan ini sama halnya dengan yang dialami di Papua maupun daerah Seram. Kedua daerah itu juga mengeluhkan soal yang diberikan terlalu sulit dan waktu yang diberikan sangat sedikit. (*)




Hari Pertama Tes SKD di Muna, Tiga Orang Lulus Passing Grade

Peliput: Iman Supa

Raha, BP – Hari pertama tes seleksi kompetensi dasar (SKD) yang diikuti 419 orang hanya tiga orang peserta yang dinyatakan memenuhi passing grade.
Plt Kepala BKPSDM, Rustam saat ditemui melakukan pemantau proses pelaksanaan CPNS di SMAN 1 Raha, mengatakan dari 419 peserta yang mengikuti tes SKD di tiga tempat hanya 3 peserta yang dinyatakan lulus.

“Ya hanya 3 peserta yang dinyatakan lulus dari 419 yang ikut,” singkatnya

Ia menyebutkan, pelaksanaan CPNS dilaksanakan di SMAN 1 Raha, SMPN 2 Raha maupun SMAN 4 Raha.Tiga orang yang lulus Passing Grade hari pertama yakni Dwi Nirlailani Maimun dengan perolehan nilai TWK 95, TIU 85, TKP 147 Total 327, kemudian Wa Ode Irda Tillah dengan perolehan nilai TWK 105, TIU 96, TKP 146. Total 347 dan
Muliani dengan perolehan nilai TWK 95, TIU 90, TKP 149. Total 334.

Rustam berharap memasuki hari kedua pelaksanaan CPNS yang diikuti 560 peserta dan dibagi 4 sesi, peserta yang lulus bisa melebihi hari pertama.

Selain itu salah seorang pemantau pelaksanaan CPNS dari BKN Pusat Lardi mengatakan, pelaksanaan tes SKD di Kabupaten Muna cukup baik walaupun dihari kedua sempat terjadi mati lampu.

“Sempat mati lampu, tapi itu sebelum pelaksanaan tes. Sejauh ini pantauan pelaksana CPNS cukup baik di Muna ini,” tandasnya. (*)




Rusman Emba: Kelulusan Tes CPNS Ditentukan Kemampuan

Peliput: Iman Supa

RAHA, BP – Bupati Muna LM Rusman Emba saat memantau peserta tes CPNS mengatakan penerimaan sebagai abdi negara tidak ada permainan, namun kelulusan ditentukan berdasarkan kemampuan setiap peserta.

Pelaksanaan Seleksi Kompetisi Dasar (SKD) yang diikuti 80 peserta untuk sesi pertama dibagi menjadi dua ruangan yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Raha, Senin (5/11).

Rusman Emba mengungkapkan banyaknya daerah yang mengikuti seleksi CPNS tidak memperoleh nilai yang memenuhi passing grade. Ia berharap Kabupaten Muna dapat memenuhi 290 formasi yang telah disediakan.

“Kemampuan SDM setiap daerah tentunya berbeda-beda, Semoga yang mengikuti tes CPNS bisa lulus memelebihi daerah lain,” harapnya.

Dengan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT)
hingga kelulusan berdasarkan passing grade, pihaknya tetap menyesuaikan dengan kebijakan pusat.Diharapkan peserta dapat menjawab soal yang disediakan dan mencapai nilai passing grade.
Selain itu kata dia, jangan pernah ada keraguan dalam mengikuti tes SKD, sebab pelaksanaan CPNS tahun ini tersistematis dan kelulusan ditentukan kemampuan masing-masing, tidak ada lobi ke oknum tertentu.

“Sangat disayangkan kalau formasi yang disediakan tidak terisi, sebab kebutuhan guru, tenaga kesehatan sangat besar,” ucapnya




Diyrun Harapkan BLUD Muna Mampu Kelola Manajemen Sendiri

Peliput: Iman Supa

RAHA, BP – Wakil Ketua DPRD Muna, La Ode Diyrun mengharapkan pengelolaan menajeman di BLUD Muna dapat dikelola secara mandiri. Selain itu juga, agar tidak mengharapkan anggaran dari Pemerintah Daerah (Pemda).

La Ode Diyrun yang ditemui diruang kerjanya, belum lama ini menjelaskan Jika RSUD yang telah berstatus BLUD masih mengandalkan anggaran daerah maka terancam dikembalikan.

“Saat ini RSUD kini tahap percobaan atau pembinaan setelah statusnya menjadi BLUD. Jika mereka (Manajemen) tidak mampu mengelola menajemennya maka bakal dikembalikan ke Daerah,” jelasnya.

Keberadaan BLUD di Kabupaten Muna merupakan satu-satunya sehingga dituntut agar terus meningkatkan kinerja dan pelayanan prima kepada masyarakat sebagai sentra terbaik.

“Pengelolaan menajeman (RS) harus dikelolah secara mandiri,” harapnya.

Mengenai para honorer yang belum terbayar dana insentifnya agar lebih bersabar dahulu. Sebab pembahasan APBD Perubahan baru selesai pada tanggal 31 oktober.

“Dewan telah setujui terkait pembayaran insentif honorer di RS melalui anggaran APBD-P” tutupnya.(*)




DPRD Muna Didesak Honorer K2 Agar Diperjuangakan di Kemenpan

Peliput: Iman Supa

RAHA, BP – Puluhan honorer kategori dua (K2) yang tergabung dalam forum pergerakan K2 Kabupaten Muna mendesak DPRD untuk memperjuangkan nasib mereka di kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KEMENPAN-RB), Selasa(30/10).

Puluhan honorer K2 yang menyuarakan aspirasinya itu mengeluhkan adanya batas usia untuk mendaftar CPNS. Pasalnya para honorer K2 telah mangabdikan diri puluhan tahun di intansi pemerintahan di Kabupaten Muna.

Koordinator Forum Pergerakan K2 Kabupaten Muna Mega Wati, mengatakan pihaknya mendesak pemerintah pusat segera mengeluarkan kebijakan khusus dan strategi dalam bentuk Peraturan Pemerintah (Perpu) terkait undangan-undangan ASN nomor 5 tahun 2014, juga ditolak terkait P3K. Selain DPRD, tenaga honorer meminta kepada Pemerintah Kabupaten Muna untuk memberikan dukungan moril terhadap perjuang tenaga honorer.

“Kami telah mengabdikan diri untuk negara yang kita cintai sudah puluhan tahun sehingga kami meminta hak kami sebagai honorer untuk dipenuhi,” ucapnya

Melalui kesempatan itu, pihaknya juga meminta pemerintah pusat dalam hal ini presiden RI untuk mengeluarkan regulasi landasan hukum bagi penerimaan Honorer K2 secara keseluruhan tanpa dibatasi usia.

“Mestinya tidak ada batasan usia, kami bekerja lebih dari pegawai yang memiliki Nip, rupanya pemerintahan pusat tidak ada pengakatan K2,” kesalnya.

Ketua komisi I, Awal Jaya Bolombo saat menerima para demonstran mengatakan, pihaknya telah melakukan konsultasi di Menpan Rb dan BKN Regional Makasar dan pihak terkait sedang mecari solusi terbaik.

“Kami sudah konsultasi di Mempan RB dan BKN regional Makasar. Mereka sudah bosan melihat wajah kami di Mempan sana, alasanya mereka berdasarkan acuan UU ASN alasanya batasan usai, Mempan saat ini mencari solusinya,” katanya.

Ia menambahkan, setelah pembahasan APBD-P, dalam waktu dekat pihak akan kembali menemui DPR RI, yang membidangi Haonrer K2.

“Setelah pembahasan APBD-P Saya akan menyampaikan sesuai tuntutan teman K2. Sebab demo tidak hanya di Muna, tetapi seluruh indonesia. Sementara Pengakatan P3K tapi belum ada regulasinya, besar kemungkinan ada kebijakan pusat,” tambahnya.(*)




Rusman Emba: APBD Perubahan Akan Segera Dituntaskan

Peliput: Iman Supa

RAHA, BP – Bupati Muna LM Rusman Emba memastikan pembahasan APBD Perubahan akan segera dituntaskan. Percepatan pembahasan dilakukan karena Pemerintah Daerah Muna terancam tidak akan mendapat jatah alokasi dana APBD-P tahun 2018.

Rusman Emba yang ditemui usai mengelar upacara hari sumpah pemuda dihalaman Sekretariat Daerah Pemda Muna, Senin (29/10), menjelaskan telah menerima surat dari Provinsi atas deadline batas waktu penyetoran draf RAPBD-P sampai 31 September 2018. Sehingga dalam menyikapi surat dari provinsi dalam waktu dekat pembahasan APBD akan dilakukan.

“Ada batasan waktu dari Propinsi atas penyerangan dokumen pembahasan APBD Perubahan sampai 31 September. Saat ini telah berjalan dan berhadap ada titik temu antara TPAD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) dan pihak DPRD dalam rentang waktu satu dua hari guna membahas APBD-P,” terangnya.

Ia menjelaskan, pembahasan APBD-P yang baru dimasukan pada dua hari lalu di DPRD merupakan persoalan teknisi, selain itu keterbatasan menunggu Dana Bagi Hasil (DBH) dari Provinsi .

“Kemarin DBH baru keluar tanggal 15 finalisasi dari provinsi sehingga akan diramu semua. Ketika kita bahas khususnya dalam penambahan penganggaran harus paripurna,” jelasnya.

Dalam ketentuan undang-undang pembahasan APBD-P seharusnya bulan juli, namun karena faktor kebiasaan, APBD-P dibahas dibulan november. Selain itu juga ada kaitannya dengan menunggu dana pinjaman.

Anggaran APBD-P dialokasikan pada kegiatan yang urgensi terutama terkait pembayaran tunjangan honorer RSUD maupun kegiatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

“Karena ada surat dari propinsi sehingga pembahasan APBD-P akan dipercepat,” tandasnya. (*)




Tidak Sesuai Kualifikasi Pendidikan, 149 Pelamar CPNS di Muna Gugur

Peliput: Iman Supa

RAHA, BP – Sebanyak 2.556 CPNS yang mendaftarkan diri di badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Muna, hanya 149 pelamar yang dinyatakan gugur.CPNS yang gugur dikarenakan pelamar tidak sesuasi dengan kualifikasi pendidikannya.
Plt Kepala BKPSDM, Rustam saat dikonfirmasi,Rabu (24/10),menjelaskan dari 2.556 jumlah pendaftar yang telah melakukan registrasi di situs sscn.bkn.go.id dinyatakan 2.407 pelamar lulus untuk mengikuti tahap selanjutnya.

“149 Pelamar CPNS dinyatakan tidak lulus berkas, meraka (pelamar) disebabkan karena kualifikasi pendidikan dan jabatan yang dilamar tidak sesuai,” jelasnya.

Pengumuman berkas tersebut berdasarkan surat keputusan jumlah peserta. Peserta yang lolos berkas semua dilampirkan dan saat ini pengumuman sudah dapat dilihat di situs sscn.bkn.co.d serta dilihat di BKPSDM melalui papan informasi.

“Untuk pelaksanaan tes CPNS, pihak BKPSDM sudah menyiapakan fasilitas bangunan pendidikan diantaranya SMAN 1 Raha, SMPN 2 Raha dan SMAN khusus cadangan SMPN 4 Raha. Berdasarkan jumlah fasilitas yang tersedia paling lama satu minggu salama proses tes CPNS,” ungkapnya.(*)