UM Buton dan Polres Baubau Jajaki Kerjasama Tridarma

Peliput: Prasetio M

BAUBAU, BP- Usai melakukan pertemuan silaturahmi dengan Walikota Baubau, Balitbang Kabupaten Buton, selanjutnya Universitas Muhamaddiyah (UM) Buton melakukan silaturahmi di kediaman Kapolres Baubau. Dalam pertemuan tersebut pihak UM Buton dan pihak Polres Baubau membahas tentang peluang kerjasama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Tridarma).

Kapolres Baubau AKBP. Hadi Winarno SIk dalam pertemuan tersebut menyambut baik rencana kerjasama yang ditawarkan Rektor Alzarliani. “Upaya membangun situasi Kota Baubau yang kondusif tidak sekadar menjadi tanggung jawab semata aparat keamanan, namun partisipasi aktif dari seluruh warga masyarakat” kata Kapolres.

Dikatakan, Kota Baubau sebagai pintu gerbang ekonomi di Sulawesi tenggara dan daerah transit menjadikannya sebagai lokasi yang kian berkembang.
sehingga hukum Migrasi pun berlaku, tidak sedikit kemudian warga dari luar Kota Baubau datang mengadu nasib di kota ini. Semakin bertambahnya populasi penduduk kota maka ancaman-ancaman atau gangguan ketertiban umum dan keamanan menjadi keniscayaan.

“Dibutuhkan kajian-kajian akademis untuk kemudian menjadi salah satu rujukan bagi pihak kepolisian termasuk pemerintah daerah dalam menentukan strategi dalam mencegah ancaman-ancaman dan gangguan ketertiban atau keamanan tersebut” tambah Kapolres.

Sebagai salah satu perguruan tinggi di Kota Baubau, UM Buton merasa perlu mengambil bagian penting tersebut. “UM Buton merasa bertanggung jawab untuk mengambil peran dalam merumuskan kajian-kajian akademik terkait penanganan pencegahan gangguan ketertiban dan keamanan kita ini” kata Rektor Alzarliani.

Rektor Alzarliani menambahkan “UM Buton memiliki resources yang ahli di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat termasuk misi dakwah Al Islam Kemuhammadiyahan. Peringkat UM Buton dalam bidang Penelitian oleh Kementerian Ristek dan DIKTI yang berada dalam kluster madya menjadi bukti keahlian tersebut

“Inilah yang menjadi harapan besar dari kepolisian bahwa ada sinergitas antara dunia pendidikan khususnya perguruan tinggi dengan kepolisian dalam menemukan formula yang tepat dalam mencegah dan menanggulangi gangguan-gangguan ketertiban umum dan keamanan di wilayah ini” Tutup Kapolres Hadi Winarno.

Beberapa Rekomendasi atau kesepahaman yang dihasilkan dalam pertemuan ini diantaranya adalah akan dilaksanakannya kerjasama dalam bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan secara bersama-sama antara UM Buton dan Polres Baubau, serta kegiatan-kegiatan lainnya yang bertujuan mempererat tali silaturahmi antara Sivitas Akademika UM Buton dengan Keluarga Besar Polres Baubau seperti kegiatan-kegiatan sosial, olahraga, keagamaan , dan lainnya. Silaturahmi diakhiri dengan penyerahan secara langsung cenderamata oleh Rektor Al Zarliani kepada Kapolres Hadi Winarno. (***)




Iis Eliyanti resmi jabat Wakil Bupati Buton

Laporan: Hasrin Ilmi

KENDARI,BP-Iis Elianti resmi menduduki jabatan Wakil Bupati Buton periode 2017-2022 setelah dilantik Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) H Ali Mazi SH di Aula Bahteramas Kantor Gubernur Sultra selasa (15/01).

Pelantikan Iis Elianti ini berdasarkan SK Mendagri Nomor 132.74- 8827 tahun 2018. Iis Eliyanti, dilantik bersamaan dengan Bupati Kolaka danWakil Bupati Kolaka terpilih periode 2019-2024, H Ahmad Syafei SH MH dan Muh Jayadin SE.

Gubernur Sultra Ali Mazi usali pelantikan dalam sambutannya berpesan agar seluruh kepala daerah yang telah dilantik dapat menjaga amanah dalam menjalankan tugas.

“Tidak ada lagi perbedaan pandangan, dan harus menerima kepala daerah yang baru dilantik. Semua masyarakat Kolaka maupun Buton harus dukung kepala daerah demi kemajuan daerah dan percepatan pembangunan,” ungkapnya.

Khusus untuk Bupati dan Wakil Bupati Kolaka, Ali Mazi menekankan agar keduanya dapat lebih profesional, transparan dan akuntabel dalam memimpin daerah. Selain itu ia juga meminta kepala daerah agar bekerja maksimal di daerahnya termasuk menanggulangi kemiskinan masyarakat.

“Untuk Wakil Bupati Buton semoga secepatnya dapat menyesuaikan diri, dan segera bekerja bersama bupatinya La Bakry. Intinya semua yang baru dilantik agar bekerja dengan baik dan membangun daerah,” tutupnya.

Untuk diketahui Iis Elianti terpilih menjadi Wakil Bupati Buton dilakukan oleh DPRD Buton tanggal 19 november 2018 lalu. Dengan pelantikan ini maka tercatat ia (Iis Elianti-red) sebagai perempuan pertama yang menduduki jabatan tersebut. (***)




Abu Hasan Imbau Perangkat Daerah Gelar Dzikir Saat Tahun Baru

Peliput: Zukman – Editor: Fardin JS

BURANGA, BP – Bupati Buton Utara Abu Hasan mengimbau seluruh perangkat daerah untuk menggelar doa dan dzikir di tempat -tempat ibadah saat pergantian tahun 2019. Demikian disampaikan Abu Hasan saat menghadiri rapat koordinasi TP PKK Kecamatan dengan TP PKK desa/kelurahan se-Kecamatan Kulisusu di Aula Bappeda, Rabu (26/12).

Untuk seluruh kepala desa, lurah dan camat untuk tidak merayakan tahun baru seperti tidak membakar kembang api saat pergantian tahun. Lebih baik kata dia, saat pergantian tahun diisi dengan ibadah untuk berdoa agar terhindar dari musibah.

Menurutnya, perayaan tahun baru dalam Islam hanya ada tiga, yakni hari raya Idul Fitri, hari raya Idul Adha, dan 1 Muharram.

“Bukan karena alasan agama dan ideologi, tetapi ini kita akan mulai meluruskan kebiasaan-kebiasaan yang tidak objektif, “jelasnya.

Untuk mengatur dan mengamankan pergantian malam tahun baru, ia akan memerintahkan pihak kepolisian dan Satpol PP melaksanakan Patroli untuk momentum mengevaluasi diri.

Ia berharap, di tahun 2019 lebih baik dari tahun 2018 dan memohon agar masyarakat Buton Utara dalam keadaan sehat dan diberikan limpahan rezeki serta dijauhkan dari musibah.

“Itu urgensi kita pada malam tahun baru. Semua desa, kelurahan, dan kecamatan mengajak masyarakat ke Mesjid untuk berzikir dan waktunya nanti ditentukan masing-masing, “tandasnya. (#)




Gubernur Instruksikan Bupati/Walikota Anggarkan BPJS Ketenagakerjaan

Editor: Zaman Adha

KENDARI, BP – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi menginstruksikan kepada segenap bupati/walikota se Sultra untuk memperhatikan jaminan kesehatan untuk pegawai non PNS (honorer) maupun aparat desa. Dalam hal ini daerah perlu memporsikan sebagian APBD 2019 untuk JKN BPJS Ketenagakerjaan.

Dikutip dari Kepala Dinas Kominfo Kota Baubau LM Idrus Taufik Saidi, Ali Mazi mengungkapkan, aparatur non PNS lingkup daerah harus mendapatkan jaminan kesehatan ketenagakerjaan dari pemerintah setempat. Ini sebagai wujud kepedulian pemerintah terhadap keselamatan tenaga kerja.

“Saya instruksikan kepada bupati dan walikota agar segera melaksanakan ini, karena ini arahan dari menteri, agar pimpinan daerah serta seluruh gubernur melaksanakan perbaikan program pemerintah tahun 2019,” ujar Ali Mazi dalam Rapat Koordinasi Evaluasi dan Pengendalian Pembangunan antara Provinsi Kabupaten/Kota se-Sultra semester II tahun 2018 dan Penandatanganan Nota Kesepahaman BPJS Ketenagakerjaan dan Bupati/Wali Kota se-Sultra di Kendari, Kamis (14/12).

Selain itu, Ali Mazi juga menjelaskan mengenai penyerahan DIPA tahun 2019 oleh Presiden RI kepada Gubernur Sultra pada 11 Desember 2018 lalu di Istana Negara. Dimaksudkan agar kegiatan yang diselenggarakan pada tahun 2019 segera direalisasikan, termasuk menyangkut aturan presiden No 16/2018 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Sementara itu menurut, Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sulawesi Maluku Sudirman Simamora, tenaga kerja yang sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan mencapai 188.088 orang dari sebanyak 1,07 juta orang pekerja.

“Ini masih sangat kecil,” ujarnya.

Jika dipersentasekan baru sekitar 17 persen yang dijamin BPJS Ketenagakerjaan. Artinya masih ada 83 persen yang belum memiliki perlindungan dari risiko kerja.

Dalam kegiatan itu hadir pula Ketua DPRD Sultra, Kapolda Sultra, Danren 143/Haluoleo, Kejari Sultra, Kepala BNN Sultra, Ketua Pengadilan Tinggi Sultra, Kepala Basarnas Sultra, Kakanwil Ditken Perbendaharaan, Ketua DPRD kabupaten/kota se-Sultra, dan para wakil bupati/wakil walikota se-Sultra. (**)




Atlet Taekwondo Baubau Peroleh Tiga Emas dan Satu Perunggu

Peliput: Fardin JS

KOLAKA, BP – Atlet Taekwondo Kota Baubau berhasil menyumbangkan tiga medali emas dan satu perunggu untuk daerah saat melaksanakan pertandingan di Gedung Antam Sport Center, Kabupaten Kolaka, Rabu malam (12/12).
Pelatih Taekwondo Kota Baubau Hendra Hafid saat dikonfirmasi media ini usai mengikuti pertandingan, mengatakan tiga emas yang berhasil direbut dari kelas under 68, kelas Pomsae Putri dan Kelas under 80. Sedangkan untuk medali perunggu berhasil didapatkan dari kelas Over.

“Persiapan diri secara matang bagi para atlet dengan memfokuskan latihan sejak lama untuk mengikuti Porprov Sultra XIII di Kabupaten Kolaka,” katanya.

Ia mengaku tidak memasang target untuk meraih medali emas saat Porprov Sultra ini. Untuk ia merasa bangga terhadap atlet-atlet taekwondo didikannya yang berhasil mendapatkan medali emas dan perunggu untuk Kota Baubau.

“Kami tidak mengumbar janji, tapi hari ini kami bisa buktikan taekwondo Kota Baubau bisa menyumbangkan tiga medali emas dan satu perunggu,” katanya lantang.

Hendra juga berpesan untuk atlet taekwondo agar lebih giat berlatih dan terus semangat, karena empat tahun lagi pihaknya akan kembali berjuang untuk porprov Sultra ke XIV. Selain itu, lokasi bela diri taekwondo Kota Baubau belum tersedia, meski belum adanya fasilitas pendukung lainnya semangat para atlet terus berkobar.

“Kami berharap pemkot Baubau dapat memberikan kami fasilitas sarana dan prasarana yang lebih memadai,”tandasnya. (**)




Tampil Perdana, Pegulat Baubau Belum Sumbang Emas

Peroleh Tiga Perak dan Enam Perunggu

Peliput: Fardin JS

KOLAKA, BP – Meski baru pertama kali mengikuti pertandingan, Atlet Gulat Kota Baubau berhasil membawa pulang sembilan medali, setelah berjuang selama dua hari mengikuti pertandingan cabor gulat di Stadion Gelora Kolaka.

Pelatih Gulat Kota Baubau Nonong Suwarno saat dikonfirmasi seuasi pertandingan, mengatakan pertandingan gulat ini merupakan pertandingan pertama kalinya atlet Kota Baubau mengikuti ajang Porprov Sultra. Sama halnya dengan atlet-atlet yang diturunkan juga baru pertama kali mengikuti pertandingan gulat.

“Ini pertandingan perdana atlet-atlet kita mengikuti pertangan gulat,” katanya.

Sembilan medali yang berhasil direbut yakni tiga perak dan enam perunggu dari beberapa kelas yang dipertandingkan.

Pelatih gulat kedua Herman Alwi, mengatakan sebelumnya KONI Baubau menginginkan pihaknya untuk memasang target pencapaian medali. Namun pihaknya tidak berani untuk memasang target karena ini pertama kalinya atlet binaannya bertanding.

Namun, pada cabang ini berhasil memberikan perolehan medali untuk Kota Baubau meskipun tidak berhasil meraih medali emas.

“Setidaknya kami bisa menyumbangkan medali meskipun bukan medali emas dan sudah dapat diperhitungkan untuk Porprov Sultra ke XIV nantinya,” ungkapnya.

Ia juga mengaku, pelatihan yang dijalani untuk mempersiapkan atlet mengikuti pertandingan kurang dari dua bulan. Dibandingkan dengan atlet-atlet dari kabupaten/kota lainya, hanya Kota Baubau yang memiliki waktu latihan paling sedikit.

Pasalnya, lokasi untuk melatih atlet tidak tersedia di Kota Baubau, sehingga pihaknya berinisiatif melaksanakan latihan dibeberapa lokasi seperti SMAN 2 Baubau, SMAN 4 Baubau dan Polres Baubau.

Atlet Gulat Kota Baubau Sigit, membenarkan jika pertandingan gulat yang diikutinya ini merupakan pertandjngan perdananya. Saat awal mengikuti pertandingan, ia merasa tenggang dan dengan semangat yang terus diberikan pelatih ia berhasil menjadi yang terbaik kedua di pertandingan perdananya.

Kata dia, saat melawan pegulat dari Kabupaten Wakatobi sangatlah berat dan mengakui jika pegulat Wakatobi sungguh kuat. Teknik yang dipakai pegulat lawannya yakni teknik membanting dari bawah dan sudah sering mengikuti pertandingan, sedangkan Sigit baru pemula di pertandingan gulat.

“Meski pertandingan perdana di Kolaka ini, kita sudah bisa membawa pulang medali untuk dipersembahkan ke Pemerintah Kota Baubau,” tandasnya. (**)




Pelatih Gulat Minta Pemkot Baubau Perhatikan Cabor Gulat

Peliput: Fardin JS

KOLAKA, BP – Cabang Olahraga (Cabor) Gulat Kota Baubau meminta kepada pemerintah kota (Pemkot) agar diperhatikan. Meski atlet masih tergolong muda, namun sudah berhasil membuktikan prestasinya di Porprov Sultra ke XIII.

Pelatih Gulat Kota Baubau Nonong Suwarno, meminta agar pegulat Baubau diperhatikan lebih serius lagi. Pasalnya, pihaknya akan mempersiapkan diri sejak dini untuk menggapai prestasi di Porprov Sultra berikutnya. Meski saat ini pegulat Baubau tidak diperitungkan namun sudah dapat menyumbangkan sembilan medali untuk Kota Baubau.

“Terkhusus untuk KONI Baubau dan Pak Wali kami minta diperhatikan lebih serius agar Porprov ke XIV kami bisa bersaing dengan persiapan lebih matang,” harapnya.

Mengenai fasilitas latihan untuk cabor Gulat di Kota Baubau belum cukup memadai untuk melatih para atlet. Sebelumnya, pihaknya sudah mengusulkan pengadaan matras namun tidak terealisasi karena kurangnya anggaran.

Pihaknya dapat memaklumi hal itu, namun ia meminta adanya perhatian khusus nantinya. Tidak hanya itu, lokasi untuk pegulat Baubau juga belum ada sehingga harus berlatih di beberapa tempat berbeda.

“Tidak adanya fasilitas saja kami sudah bisa berprestasi apalagi jika tersedia lokasi dan fasilitas pendukung lainnya. Kami minta gedung atau lokasi kepada pemerintah Kota Baubau agar kami dapat melatih atlet secara maksimal,” harapnya. (**)




Usai Pertandingan, Puluhan Cabor Bertolak ke Kota Baubau

Peliput: Fardin JS

KOLAKA, BP – Meski secara resmi pelaksanaan Porprov Sultra belum ditutup, banyak kontingen Cabor dari berbagai daerah telah kembali bertolak ke daerah masing-masing. Sama dengan daerah lain, beberapa cabor asal Baubau sudah bertolak ke Kota Babau.

Kembalinya beberapa cabor ke Kota Baubau karena pelaksaan pertandingan telah usai dan akibat kalah saat bertanding sehingga harus kembali ke daerah.

Atlet dari Cabor Baubau yang telah bertolak Baubau dan tidak memperoleh medali emas yakni cabor sepak bola, tenis lapangan, basket, futsal, kempo, voli, karate, tinju, panahan,balap sepeda, balap motor dan bridge.

Sedangkan cabor yang berhasil meraih emas dan kembali ke daerah yakni selam,atletik,renang,biliar,bulutangkis dan silat.
Kemudian cabor yang belum kembali ke Baubau yakni Gulat,catur,Sepak Takrow, Panjat Tebing dan menembak. (**)




Target Baubau 46 Medali Emas di Porprov Sultra Tidak Tercapai

Peliput: Fardin JS

KOLAKA, BP – Target Kota Baubau meraih 46 medali emas di Porprov Sultra ke XIII di Kabupaten Kolaka tidak tercapai.

Sebelumnya pada kegiatan pelepasan Kontingen Baubau untuk mengikuti Porprov Sultra, Ketua Harian KONI Baubau Drs H Masri MPd memaparkan pada perhelatan Porprov, pihaknya menargetkan 46 medali emas untuk dipersembahkan.

Pasalnya pada Poprov Sultra ke XII di Kabupaten Buton Utara, Kota Baubau hanya berhasil mengumpulkan 23 emas. Untuk itu KONI Baubau memasang taget hingga dua kali lipat dari perolehan di Kabupaten Butur.

Hingga hari ketujuh penyelenggaraan Porprov Kota Baubau baru mengumpulkan 119 medali yakni 26 medali emas, 46 perak dan 47 perunggu.

Perolehan medali untuk Kota Baubau akan terus bertambah karena dua Cabor masih dipertandingkan seperti Cabor Taekwondo dan Panjat Tebing. (**)




IPSI Baubau Sumbang Satu Medali Emas

Peliput: Fardin JS

KOLAKA, BP – Kota Baubau terus menambah perolehan medali emas di Porprov Sultra ke XIII di Kabupaten Kolaka. Kini, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Baubau berhasil meraih satu medali emas.

Ketua IPSI Kota Baubau Muslimin Buhim, saat dikonfitmasi media ini, merasa bangga dengan perolehan prestasi yang dihasilkan atlet silat Kota Baubau. Ia mengaku sebelumnya tidak memasang target untuk mendapat juara, namun berhasil mempersembahkan satu keping medali emas.

Tidak hanya emas, pihaknya juga berhasil meraih tiga medali perak dan tiga medali perunggu untuk dipersembahkan kepada Pemerintah Kota Baubau.

“Kami dari keluarga besar dan seluruh perguruan silat yang ada di Kota Baubau yang telah membina pesilatnya, kami ucapkan terimakasih terhadap anak didiknya karena dapat mengikuti Porprov dan berhasil mendapat medali,” ungkapnya

.

Di tempat yang sama, ketua Harian KONI Baubau Drs H Masri MPd, merasa bangga dengan perolehan prestasi yang didapatkan atlet pencak silat Kota Baubau. Dirinya berharap prestasi ini dapat dipertahankan hingga Porprov Sultra berikutnya.

Peraih medali Emas Pencak Silat untuk berat 85-90 Kilogram Muh Wildan, merasa senang dengan prestasi yang diraihnya karena berhasil meraih medali emas. Padahal kata dia, pertandingan ini merupakan pernampilan perdananya selama mengikuti perguruan pencak silat.

“Ini penampilan perdana saya dan alhamdulilah berhasil mendapatkan emas,” tandasnya.(**)