Hari Anti Korupsi Paket Sembilan dan Islamic Center Jadi Sorotan Mahasiswa

Massa saat menyuarakan aksi demo didepan kantor Kejari Baubau

Peliput : Ady Cacung Editor: Hasrin Ilmi

BAUBAU,BP– Aksi massa sejumlah elemen mahasiswa dalam peringatan hari anti korupsi sedunia di Kejari Baubau Senin (10/12) menyoroti sejumlah kasus korupsi yang belum tuntas. Kasus paket sembilan dan Islamic Center jadi sorotan.

Salah satunya dilontarkan oleh massa dari HMI Cabang Baubau. Dalam orasinya Ketua HMI La Ode Rizki Satria Adi Putra mempertanyakan kasus ini sudah lama bergulir di Kejari Baubau.

“Kami di sini ingin mediasi minta kejelasan Kasus Paket sembilan dan islamic center sudah sejauh mana penanganannya,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan massa lainnya dari LMND, KPK dan Fakultas Hukum Unidayan menuntut kejelasan dari paket sembilan dan islamic center. Selain itu, penghentian kasus pembangunan Kantor Bappeda Kota Baubau juga menjadi perhatian mahasiswa.

Menanggapi aspirasi sejumlah aksi massa tersebut Kepala seksi Itelijen (Kasi Intel) Kejari Baubau, Ruslan SH MH menjelaskan, kasus Paket sembilan belum dikembalikan berkasnya oleh pihak Polres Baubau yang menangani kasus tersebut. Untuk itu, pihaknya masih menunggu berkas dari kepolisian untuk memenuhi petunjuk dari jaksa peneliti.

“Bagaimana kami mau tindaklanjuti berkasnya belum dikembalikan ke pihak kami, sementara itu untuk kasus islamic center, sama sekali belum ada berkasnya yang dilimpahkan ke kejaksaan,” kata Ruslan didampinghi Kasi Pidsus Rubiani SH.

Sedangkan untuk kasus Islmic Center kata Ruslan, hingga saat ini pihaknya belum menerima berkasas apapun dari pihak kepolisian.Pasalnya, kasus Islamic Center masih dalam penyelidikan polisi.

“Kita belum menerima berkas kasus tersebut (Islamic Center-red) karena masih ditangani polisi,”tambahnya.

Terkait Kantor Bappeda Kasi Pidsus Laode Rubiani menjelaskan, dalam kasus ini tidak ada pengembalian kerugian negara. Karena pengembaliannya dapat dilakukan jika sudah ada hasil audit yang menentukan jumlah pasti terkait kerugian negara dari suatu kegiatan.

Selanjutnya, belum selesainya pekerjaan sesuai dengan kontrak namun tidak ada tindakan dari PPK. Untuk itu, pihaknya menemukan dalam penyelidikan bahwa ada perbuatan melawan hukum.

“Kita fokus dalam proses atau tindakan melawan hukumnya,” kata Rubiani.

Lebih lanjut dikatakan, dalam proses penyelidikan jaminan pelaksanaan harusnya dikembalikan kepada negara karena pekerjaan proyek tidak selesai. Selanjutnya, kepala Bappeda saat itu Asmaun sebagai PPK sudah diperiksa BPK, dan Inspektorat karena ada satu kesalahan yang menimbulkan berkurangnya pendapatan daerah yang harusnya ditagih.

Namun dalam proses penyelidikan di Pidsus, PPK sudah menutupi hal tersebut, sehingga perbuatan melawan hukum dilimpahkan dari intelijen ke pidsus.

“Perbuatan melawan hukumnya itu ada tetapi kerugian negaranya menjadi tidak ada sehingga prosesnya dihentikan demi hukum,” tutupnya.

Pantauan Baubau Post, saat massa HMI masuk di area Kantor Kejari Baubau, sempat terjadi bentrok antara mahasiswa HMI dengan pihak Kepolisian dan Kejaksaan. Bentrok ini bermula saat massa berusaha membakar ban, namun dihalau oleh pihak kepolisian. (#)




Dugaan Rangkap Jabatan Ketua DPRD Buton Bawaslu Putuskan La Ode Rafiun Tidak Melanggar

Peliput: Alyakin

PASARWAJO, BP- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Buton memutuskan, La Ode Rafiun Spd tidak melakukan pelanggaran administrasi Pemilu seperti yang dilaporkan Luwis Taher SH. Sebelumnya, Rafiun dilaporkan atas dugaan rangkap jabatan sebagai anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Desa Kancinaa Kecamatan Pasarwajo saat mencalonkan diri sebagai Anggota Legislatif.

Sebelum membacakan putusan, terlebih dahulu Ketua Mejelis Hakim, Maman membacakan hasil kesimpulan para terlapor I dalam hal ini KPU Buton, Terlapor II dan Pelapor Luwi Taher SH serta membcakan fakta-fakta di persidangan di aula Bawaslu, Senin (10/12).

“Hari ini, agenda sidang pembacaan putusan, semua yang dilaporkan oleh pelapor dalam fakta persidangan dan pertimbangan kami sebagai majelis bahwa tidak cukup bukti dan terlapor 1 dan 2 melakukan pelanggaran administratif,” jelasnya.

Lanjutnya, pelaporan Luwi taher SH terkait salah satu calon anggota DPRD tidak memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai calon legislatif oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buton.

“Menurut pelapor salah satu syarat yang tidak terpenuhi dalam PKPU No 20/2018, di pasal 7 ayat 1 huruf N, caleg wajib mengundurkan diri sebagai ASN, TNI/Polri, BUMN, BUMD, Kades, perangkat desa, dan badan lainnya yang bersumber dari negara,” katanya.

Dengan adanya putusan tersebut, pihaknya memberikan waktu selama tiga hari kepada pelapor Luwi Taher untuk melakukan koreksi di Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI. Jika tidak ada koreksi, maka putusan diterima oleh pelapor.

Sementara itu, Kuasa Hukum La Ode Rafiun Spd Aprilludin SH, mengapresiasi putusan Bawaslu Kabupaten, pihak terlapor satu dan pelapor. Karena menurutnya, semua pihak yang terlibat taat hukum.

“Hasil keputusan itu menyatakan penetapan La Ode Rafiun Spd sebagai caleg sudah sesuai UUD. Artinya semua yang dilakukan terlapor I dalam hal ini KPU Buton dalam rangka menetapkan saudara La Ode Rafiun sudah sesuai dengan UU No 7/2017 tentang pemilu dan PKPU No 20/2018,” jelasnya

Lanjutnya, terkait dengan pencalonan BPD tidak wajib mengundurkan diri, karena karena tidak disebutkan dalam UU No 7/2017 khususnya di pasal 240 PKPU no 20 tahun 2018. Selain itu, dalam kasus dugaan pelanggaran adminstrasi Pemilu, dimana kuasa hukum La Ode Rafiun Spd tidak masuk dalam ranah kode etik DPRD maupun undang-undang Desa. (*)




KPU Optimis Tuntaskan DPTHP-2

Peliput: Zul
BAUBAU, BP – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Baubau menggelar rapat pleno terbuka terkait rekapitulasi dan penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Kedua (DPTHP-2) tingkat Kota Baubau pada pemilihan umum sejak tanggal 08 Desember 2019. KPU optimis dapat menuntaskan penetapan DPTH-2 Kota Baubau tepat waktu.
Saat dikonfirmasi Baubau Post Ketua KPU Kota Baubau Edi Sabara, Senin (10/12) mengatakan, pihaknya telah menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi Penetapan DPTHP-2 dimulai pada tanggal 08-10 Desember 2018.”Telah berhasil ditetapkan di hari pertama di tiga kecamatan yakni Bungi, Lea-lea dan Sorawolio,” kata Edi.

Sementara dihari kedua lanjut Edi, pihaknya juga telah menetapkan DPTHP-2 di Kecamatan Kokalukuna. Sehingga di hari terakhir tanggal 10 Desember 2018 tersisa empat kecamatan.
“Yang sudah ditetapkan tadi, Kecamatan Betoambari dan Kecamatan Murhum. Sekarang kami tunda hingga jam 8:00 wita, jadi tinggal Kecamatan Batupoaro dan dan Kecamatan Wolio,” jelasnya.
Ditambahkan, indikator dari penetapan DPTHP adalah Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih), yang berbasis sistem. Pihaknya tinggal mengsinkronkan antara data manual yang ada dengan Sidalih.
“Sekarang data manual sudah ada tinggal disinkronkan saja dengan Sidalih,” tutupnya. (*)




Tidak Etis, Ruang Rapat Dewan Busel Jadi Tempat Karaoke Staf Setwan

Peliput: Amirul

BATAUGA, BP – Ruang rapat anggota DPRD Buton Selatan dijadikan tempat karaoke beberapa staf sekretariat dewan (Setwan). Kegiatan staf sekretariat dewan itu sering terulang dan terjadi pembiaran tanpa ada teguran dari pihak internal DPRD Busel.

Hal itu menjadi salah satu yang disuarakan oleh puluhan mahasiswa dari GMNI Baubau, PMII Buton serta Pospera Busel di Kantor DPRD Busel, Senin (10/12).

Herman selaku Korlap aksi, menyebutkan ulah oknum staf Setwan DPRD Busel menggunakan ruang rapat menjadi tempat olah vokal tidak etis. Pasalnya ruang rapat tersebut merupakan sarana untuk
menentukan arah masa depan.

“Sungguh ironis memang, ruang yang seharusnya untuk merumuskan arah masa depan Busel dicederai dengan aksi sejumlah oknum staf Sekretariat Dewan, sungguh tidak etis dan kami sangat mengecam hal itu,” tegas Herman di ruang rapat DPRD Busel.

Dikatakannya, kejadian tersebut sebenarnya sudah terjadi beberapa kali, dan pekan lalu terulang lagi. Kegiatan ini tampak lazim dilakukan dan ada motif pembiaran karena tanpa ada teguran dari baik
dari Sekwan maupun anggota DPRD Busel.

“Alasannya, karena mereka capek bekerja dan melakukan itu sebagai refresing, Kelakukan ini sangat tidak etis,” tuturnya.

Sementara Kasubag Perundang-undangan La Ode Abas mengakui hal tersebut dilakukan oleh stafnya. Ia memohon maaf atas perbuatan tersebut dan tidak akan terulang kembali.

“Iya, pekan lalu, beberapa staf kami seusai bekerja melakukan refresing dengan memutar musik, kami memohon maaf dan tidak terulang lagi,” ucapnya.

Begitu pula Wakil Ketua I, Pomili Womal mengutuk perbuatan itu dan akan menegur staf setwan agar tidak lagi mengulang perbuatan itu dengan menggunakan ruang dewan sebagai tempat olah vokal. Apa yang dilakukan oleh staf setwan dewan telah mencederai institusi yang terhormat ini di mata masyarakat.

“Memang tidak patut, dan saya kecam ruangan ini sebagai ruang refresing, ruang ini adalah tempat kerja dan mulai hari ini kita tidak akan kehendaki untuk berlanjut hal semacam itu,” tegasnya. (*)




Medali Emas Kota Baubau Lampaui Perolehan Porprov di Butur

Peliput: Fardin JS

KOLAKA, BP – Raihan medali emas Kota Baubau di Porprov Sultra ke XIII sudah melampaui perolehan emas saat Porprov Sultra ke XII di Kabupaten Butur. Empat tahun lalu,

Kota Baubau meraih sebanyak 19 medali emas, 22 medali perak dan 18 perunggu.

Ketua Kontingen Kota Baubau Drs H Masri MPd, mengatakan saat ini perolehan medali emas Kota Baubau telah melampaui emas yang pernah didapatkan saat Porprov Sultra di Kabupaten Buton Utara.

Medali emas yang diperoleh sudah mencapai 24 keping, 35 perak dan 37 perunggu.

Masri optimis, emas untuk Kota Baubau akan terus bertambah karena beberapa cabor kontingen Baubau akan berlaga di babak final.

“Emas saat ini akan terus bertambah karena beberapa cabor akan bertanding di final,” ungkapnya.

Cabor yang akan bertanding di final yakni panjat tebing, pencak silat dan taekwondo. Ia berharap, cabor yang bertanding di final dapat meraih medali emas dan mengarumkan nama baik Kota Baubau. (**)




Gelar EVTA 2018, Disdikbud Siapkan Program Kerja 2019

Peliput: Arianto W

BAUBAU, BP– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Baubau menyelenggarakan Rapat Evaluasi Tahap Akhir (EVTA) 2018, dengan tema Pilar Pendidikan Mewujudkan Pendidikan Berkualitas Maju dan Berbudaya. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengevaluasi sejumlah program kerja sekolah yang telah selesai, agar dapat disinkronkan dengan program 2019/2020.

Hal tersebut diungkapkan oleh Plt Kepala Disdikbud Kota Baubau Aswad saat dikonfirmasi Baubau Post, Senin (10/12).

“Kita mengevaluasi program yang sudah selesai, terus bagaimana agar dapat tersinkronisasi terhadap program 2019,” jelasnya.

Diungkapkan, antusias para kepala sekolah, dewan guru, dan komite sekolah sangatlah tinggi dan bersifat positif. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya saran yang dilontarkan terkait kendala-kendala yang dihadapi pihak sekolah pada saat Proses Belajar Mengajar (PBM) berlangsung di tahun pelajaran 2018/2019.

“Kita dapat mendengar saran yang menjadi kendala-kendala yang dihadapi saat PBM berlangsung pada satu tahun terakhir,” ungkapnya.

Terdapat beberapa penjelasan dari Kepala Bidang SD dan SMP, terkait persiapan pihak sekolah dalam menghadapi Ujian Nasional. Mulai dari penyusunan contoh soal tiap mata pelajaran.

“Termasuk persiapan memasuki tahun pelajaran baru setelah masa liburan siswa,” tutupnya. (#)




Pembangunan Drainase di Pasarwajo Tak Dipasangi Papan Proyek

Peliput: Alyakin

PASARWAJO, BP– Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten tidak memasang papan informasi proyek dalam pembangunan drainase di Kelurahan Wakoko, Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton.

Salah satu pekerja proyek drainase yang tidak mau dikorankan namanya, mengakui sejak masuk bekerja, mereka tidak melihat papan proyek yang dipanjang di lokasi. Bahkan mereka tidak mengetahui pasti siapa kontraktor proyek.

“Kita tidak tahu siapa kontraktornya,” katanya dengan nada kesal sambil menatap tajam wartawan, Sabtu (08/12).

Pihaknya mengarahkan wartawan untuk bertanya kepada kepala tukang. Karena menurutnya, dirinya baru bekerja dua minggu menggantikan pekerja sebelumnya.

“Yang lama sudah istrahat, coba tanya kepala tukangnya, tapi sekarang tidak ada dia,” ujarnya.

Saat masuk bekerja, dirinya hanya melihat papan yang menuliskan keterangan jika proyek ini dalam pengawalan dan pengamanan Tim Pengawalan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri Buton yang disandarkan di dinding rumah warga.

“Hanya itu yang ada,” akunya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabuputen Buton belum dapat dikonfirmasi Baubau Post. Ketika dihubungi telepon selulernya tidak aktif dan kepala tukang saat dikonfirmasi tidak berada di tempat.

Pantauan Baubau Post, pekerjaan drainase di Kelurahan Wakoko, Kecamatan Pasarwajo memiliki panjang sekitar 500 meter. Sebagian telah terselesaikan dan sebagian lagi belum rampung. (*)




Sekolah Harus Ciptakan Output Berprestasi Mengutamakan Moral

 HAS Tamrin: Kecerdasan Intelektual dan Emosional Harus Seimbang

Peliput: Arianto W Editor: Hasrin Ilmi

BAUBAU, BB- Walikota Baubau Dr HAS Tamrin MH berharap sekolah mampu menciptakan generasi penerus bangsa semakin berprestasi dengan mengutamakan moral sebagai penuntun masa depan.

Hal ini disampaikan orang nomor satu di Kota Baubau ini saat menghadiri acara pembukaan Pentas Seni (Pensi) Akbar SMAN 2 Baubau, Sabtu (08/12).

Dikatakan, sekolah harus mampu mencetak output berprestasi dengan mengutamakan moral untuk bisa menjadi generasi penerus bangsa yang diharapkan oleh negara.

“Biar siswa berprestasi namun kalau tidak bermoral maka tidak akan menjadi generasi penerus bangsa yang diharapkan,” jelasnya.
Lebih lanjut dikatakan, saat ini kecenderungan siswa terpengaruh budaya luar dan mudah terjerumus kepada hal-hal negatif cukup menghawatirkan. Sehingga diperlukannya keseimbangan dan kesetaraan, antara kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional, agar generasi muda Kota Baubau tidak hanya berprestasi, namun juga bermoral yang baik.

“Harus ada keseimbangan antara kecerdasan intelektual yang berwujud prestasi, dengan kecerdasan emosional yang berwujud pada tingkah laku, perbuatan, tata krama, dan budi pekerti,” ujarnya.

Diharapkan, kegiatan Pensi Akbar SMAN 2 Baubau dapat terimplementasi dan tersosialisasi pada nilai positif secara masif kepada siswa.

“Sehingga tidak terprovokasi dan tidak memicu hal yang dapat memecah bela persaudaraan kita,” tutupnya. (#)




Hari Keempat, Baubau Sabet 89 Medali di Porprov Sultra

Klasemen Sementara Baubau Diposisi Keempat

Peliput: Fardin JS

KOLAKA, BP- Memasuki hari ke Empat di Porprov Sultra, Kota Baubau telah berhasil meraih 89 medali dari berbagai macam Cabang Olahraga (Cabor). Dengan demikian Kontingen Kota Baubau saat ini berada pada posisi keempat.

Ketua Harian KONI Baubau Drs H Masri, MPd saat dikonfirmasi Baubau Post, Minggu (09/12), mengatakan hari ke empat di Porprov Sultra Kota Baubau telah mendapatkan 89 medali yang terdiri dari 22 emas, 31 perak, dan 36 perunggu.

Pihaknya optimis medali akan terus bertambah karena masih banyak cabang olahraga lain yang belum bertanding. Beberapa cabor lain juga masih dalam proses bertanding

“Masih ada beberapa cabang olahraga lagi yang sementara berjuang, semoga mendapatkan medali” katanya.

Untuk saat ini, cabor penyumbang terbanyak medali emas yaitu cabor selam dan renang dengan masing-masing medali enam keping emas.

“selam dan renang masing-masing sumbang enam emas dan disusul atletik dengan empat emas,” tandasnya. (**)




Warga Wakoko Keluhkan Debu Proyek Drainase

Kesehatan Masyarakat Terganggu

Peliput: Alyakin

PASARWAJO, BP- Pengerjaan proyek drainase di Kelurahan Wakoko Kecamatan Pasarwajo dikeluhkan warga. Sebab, debu dari proyek diduga telah mengganggu kesehatan masyarakat setempat.

Bahkan, salah seorang bayi berusia 10 bulan diserang penyakit gangguan pernapasan. Nenek bayi Wa Isa mengungkapkan, debu proyek drainase yang dikerjakan tersebut masuk hingga ke rumahnya.

“Mana cucu flu terus, anak panas tinggi, dan anak saya, mengantar cucu saya di Puskesmas,” ungkapnya saat ditemui di kediamannya, Sabtu (08/12).

Dirinya yakin, penyakit yang menyerang cucunya Kirana karena sering terpapar debu proyek pengerjaan drainase. Dirinya berharap agar pelaksana proyek rutin menyiram lahan yang dikerjakan agar ketika mobil material melintas, debu tidak bertebaran hingga ke rumah warga.

“Kalau sudah lewat mobil besar yang muat aspal, mobil truk, debu masuk dalam rumah, biar saya kadang jadi batuk-batuk, itu karena debu diterbangkan angin. Saya sudah sakit kepala dan kita mandi debu,” kesalnya.

Untuk meminimalisir debu proyek, anak dari Wa Isa harus menyiram sendiri tanah yang sedang digarap Dinas Pekerjaan Umum ini setiap pagi hari.

Menurut Wa Isa, seorang pekerja proyek pernah menyampaikan kepada warga jika proyek drainase dikerjakan hanya dalam jangka tiga bulan. Namun hingga memasuki bulan keempat proyek tersebut belum juga terselesaikan dengan maksimal.

“Padahal belum kelar-kelar sampai sakarang, barapa bulan ini, sudah mau empat bulan dan barang kali sudah lebih,” katanya.

Kendati demikian, Wa Isa berharap kepada pemilik proyek agar secepatnya menyelesaikan proyek drainase agar kesehatan warga tidak terganggu. Namun warga sekitar tetap mendukung pengerjaan drainase tersebut.

Hal senada dikeluhkan salah seorang warga yang enggan dikorankan namanya. Diakui jika debu yang masuk rumah warga menyebabkan batuk-batuk.

“Debu masuk dalam rumah, mana pung anak sekarang lagi hamil, debu masuk malam su seng bisa tidur, bagaimana mau tidur batuk-batuk terus,” ujarnya dengan sedikit dialeg Ambonnya.

Bukan hanya mengganggu kesehatan, pakaian warga yang sudah dicuci dan dijemur juga harus kotor terkena debu proyek.

Pantauan Baubau Post, alat dan material untuk pembangunan drainase di Kelurahan Wakoko, Kecamatan Pasarwajo seperti batu gunung, batu kerikil, pasir, drum air, dan mesin pencampur semen dan pasir disimpan menutupi sebagian badan jalan. (*)