Pemkot Baubau Apresiasi Program UHC BPJS Kesehatan

Peliput: Gustam

BAUBAU, BP – Program Universal Health Coverage (UHC) BPJS Kesehatan dalam meningkatkan capaian semesta kepesertaan JKN-KIS, mendapat apresiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau.

Wali kota Baubau Dr H AS Tamrin MH mengungkapkan, UHC merupakan salah satu upaya BPJS Kesehatan dalam menciptakan layanan kesehatan yang baik kepada masyarakat. Untuk itu, program pencapaian semesta kepesertaan JKN-KIS itu, mesti mendapat suport pemerintah.

“Ini merupakan upaya kepedulian pemerintah terhadap jaminan kesehatan masyarakatnya,” ungkap As Tamrin dalam sambutannya pada acara penanda tanganan perjanjian UHC, jumat (19/10).

Untuk itu, orang nomor satu di Kota Baubau itu meminta kepada semua pihak, untuk ikut mendukung program BPJS Kesehatan dalam mewujudkan sistem pelayanan kesehatan yang baik dan terjangkau bagi masyarakat.

“Mari kita bersama-sama, meningkatkan kualitas, sinergitas dalam meningkatkan pelayanan kesehatan yang baik kepada masyarakat,” pungkasnya. (*)

Sementara itu dirilis dari Kominfo Baubau, kehadiran Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) pusat, Fachmi Idris merupakan kali pertama di Kota Baubau. Hal ini pula diapresiasi oleh orang nomor satu di Kota Baubau itu.

“Beliau hadir di Baubau karena kekompakan kita semua, para kepala daerah dan segenap jajaran. Memang penyelenggaran pemerintahan harus dilaksanakan kompak, bersama-sama dengan penuh tanggung jawab, agar masyarakat kita benar-benar mendapat manfaat besarnya,” katanya.

Wali Kota juga mengucapkan apresiasinya kepada Wakil Bupati Buton Utara, Sekda Buton, Sekda Wakatobi, Sekda Muna, Sekda Muna Barat, Sekda Buton Selatan yang berkenan hadir ke Baubau untuk hadir langsung melakukan penandatanganan Universal Health Coverage (UHC) anatara pihak BPJS dan 7 daerah yang dipusatkan Balai Palaigimata Baubau.

Fachmi mengingatkan, meski BPJS hadir untuk memberikan jaminan sosial kesehatan, tetapi ia tetap mengimbau segenap masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan. “Sebab tidak ada yang meminta-minta untuk sakit, jadi jika peserta BPJS tetap sehat, maka dana BPJS juga akan membantu warga lainnya yang mengalami gangguan kesehatan,” imbuhnya.

Dirut BPJS juga mengapresiasi kepemimpinan AS Tamrin yang dinilainya sebagai pamong sejati yang sebanarnya kepemimpinannya di Baubau sekadar mewakafkan dirinya di daerah. “Beliau sebenarnya sagat kenyang pengalaman, jadi di kota ini sekadar mewakafkan diri untuk kemajuan Kota Baubau,” tuturnya. (*)




Wujudkan JKN-KIS Berkesinambungan Tujuh Daerah Kerjasama UHC dengan BPJS

Peliput: Gustam

BAUBAU, BP – Tujuh daerah, yakni Kota Baubau, Kabupaten Buton, Buton Selatan, Buton Utara, Muna, Muna Barat dan Wakatobi menandatangani perjanjian kerjasama Universal Health Coverage (UHC) bersama BPJS Kesehatan. Kegiatan yang di gelar di Aula Kantor Palagimata Kota Baubau, jumat (19/10).
Dalam sambutannya Direktur Utama (Dirut) BPJS Kesehatan Prof Dr dr Fachmi Idris MMKes menjelaskan, UHC merupakan program nasional yang bertujuan meningkatkan capaian semesta kepesertaan JKN-KIS.

Penandatanganan UHC bersama tujuh daerah ini merupakan upaya peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat Sultra secara menyeluruh.

“Program ini adalah program strategis nasional. Ini menunjukkan komitmen dari kepedulian pemerintah terhadap kesehatan masyarakatnya,” jelasnya.

Disebutkan, masyarakat Sultra yang ikut BPJS mencapai 276.374 orang. Menuruntya, angka ini cukup signifikan untuk mencapai 95 persen target dari Presiden RI tentang penggunaan BPJS masyarakat Indonesia.

Lanjutnya, sudah terdapat 125 Kabupaten Kota yang menandatangani UHC dan empat provinsi di Indonesia. “Kami harap Sultra menjadi provinsi kelima yang akan menandatangani UHC ini,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Sultra dr Zuhuddin Kasim MM mewakili Gubernur mengatakan, program UHC sangat tepat, karena merupakan salah satu upaya meciptakan lingkungan yang sehat. Ketujuh daerah tersebut, kata Zuhuddin, merupakan salah satu daerah di Sultra yang berkontribusi meningkatkan jumlah peserta JKN-KIS.

“UHC adalah konsep reformasi pelayanan kesehatan yang berkualitas dengan tujuan mengurangi batasan finansial masyarakat,” tuturnya.

Pihaknya selaku Pemerintah Provinsi mendukung penuh program tersebut. Olehnya kehadiran Dirut BPJS di Kota Baubau dalam kegiatan ini akan semakin meneguhkan Sultra sebagai provinsi yang akan mendorong segenap warganya untuk ber-BPJS, sebagai salah satu jaminan kesejhteraan masyarakat di bidang pelayanan kesehatan.

“Saya atas nama Pemerintah Provinsi mengapresiasi ke tujuh daerah ini yang telah mencapai semesta kepesertaan JKN-KIS,” tandasnya.

Beberapa perwakilan daerah yang menghadiri kegiatan ini diantaranya, Buton Selatan diwakili Asisten II Drs Maharuddin, Muna Barat diwakili Sekda Drs LM Husain Tali MPd, Wakatobi diwakili Sekda Muhammad Ilyas Abibu SE MDM, Muna diwakili Sekda Nurdin Pamode SH MAP, Buton diwakili Kedis Kesehatan H Sumardin SIp MKes, serta Buton Utara diwakili langsung Wakil Bupati Ramadio SE. (*)




Wawali Minta OPD Kuasai TI

Editor: Zaman Adha

BAUBAU, BP – Perkembangan teknologi saat ini menuntut aparatur sipil di daerah harus menguasai Teknologi Informasi (TI). Wakil Wali Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse meminta jajarannya di bidang perencana masing-masing OPD dan juga pengelola pengadaan barang dan jasa lingkup Pemerintah Kota Baubau menguasai perkembangan TI.

Pasalnya, sistem perencanaan termasuk pengelolaan barang dan jasa tidak lagi dikerjakan secara manual tetapi dengan pendekatan teknologi informasi. Demikian diungkapkan La Ode Ahmad Monianse dalam pembukaan Pelatihan Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) versi 2.3 Kota Baubau tahun 2018, Jumat (19/10)

“Para perencana di masing-masing OPD dan pengelola barang dan jasa lebih menguasai dan mengikuti perkembangan TI, sebab ini menyangkut transparansi, kecepatan, keterbukaan dan lebih muda. Karenanya infrastruktur teknologi informasi di kota ini juga harus menjamin pelayanan antar instansi pemerintah,” ujarnya dikutip dari Kominfo Baubau

Dikatakan, pelatihan versi 2.3 ini merupakan pengembangan versi sebelumnya, 2.2 yang dinilai akan mampu memberikan percepatan pelayanan. “Memang perencana dituntut lebih profesional, apalagi versi 2.3 ini masih asing bagi Pengguna Anggaran (PA), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan PPK dan Admin RUP di masing-masing OPD,” tandasnya.

Sebagai pemateri utama di pelatihan ini adalah Himawan Giri Dahlan dari LKPP Pusat. Diikuti oleh seluruh sub bagian perencana di semua OPD dalam wilayah Pemkot Baubau. Pelatihan ini digelar pihak Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Baubau, berlangsung dalam waktu dua hari, yakni Jumat dan Senin mendatang. (**)




Santiago, Ritual Penghormatan Jasa Leluhur

Liputan: Arianto

Santiago, merupakan salah satu tradisi yang dilakukan unsur pemerintah daerah maupun Forkopimda mengunjungi makam Sultan Murhum di kompleks Keraton Buton. Prosesi ini biasanya menjadi salah satu rangkaian dalam kegiatan akbar Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Baubau.

Menurut Wali Kota Baubau, AS Tamrin Santiago merupakan ritual menyiram kubur pahlawan yang telah tiada. Hal itu diyakini sebagai bentuk penghormatan masyarakat kepada jasa para leluhur yang membangun Kota Baubau, hingga kesejahteraan masyarakat dapat terimbas sampai saat ini.

“Ritual itu adalah penghargaan kita kepada Tuhan, termaksud leluhur kita yang meletakan dasar-dasar keberadaan kota Baubau,” jelasnya.

Meski ada beberapa kalangan yang menilai ritual Santiago sebagai kegiatan syirik, karena terkesan menyembah kuburan, hal ini dibantahnya.

Menyiram kubur ialah ritual mengirim doa kepada para leluhur. Sehingga segala rahmat dari sang pencipta dapat terlimpahkan kepada mereka yang terdahulu. Kegiatan itu juga dilakukan dengan cara islam, yaitu dengan menggunakan perangkat masjid sebagai landasannya.

“Intinya, kita menyiram dengan perangkat masjid jadi jangan disalah tafsirkan keyakinan kita,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, ada yang berbeda dari Santiago dengan ziarah kubur pada umumnya. Prosesinya cukup panjang dibandingkan ziarah makam lainnya.

Mengutip rilis Diskominfo, Wali Kota Baubau sebagai pemimpin daerah bersama segenap unsur pimpinan lainnya, memulai perjalanan ziarah dari Kamali Kara atau kawasan kediaman sultan masa lalu di Buton. Yang unik selama perjalanan menuju Baruga Keraton Buton, para pemimpin daerah dikawal oleh penari kesultanan Buton membawakan tari Mangaru. Tidak terkecuali para penari, para unsur pimpinan daerah juga menggunakan baju kebesaran khas Buton.

Dari Baruga Keraton Buton, selanjutnya menuju Makam Sultan Murhum yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Baruga. Pengawal dari pasukan penari Mangaru ini baru berhenti menjalankan aktivitasnya ketika para pemimpin daerah itu, sudah memasuki areal makam Murhum.

Usai prosesi nyekar, umumnya juga mengunjungi ‘batu yi gandangi’ atau orang Buton umumnya menyebut sebagai Batu Wolio. Tak ada prosesi lebih di sana.

Istilah batu Yigandangi dikenal, karena batu ini menjadi tempat menabuh atau membunyikan gendang menjelang pelantikan raja atau Sultan di masa lalu.

Seorang penyimpan naskah-naskah Buton, Al Mujazi Mulku Zahari menuturkan bila Batu Wolio merupakan batu peninggalan Kesultanan Buton yang dipercaya masyarakat sebagai tempat pertama kali ditemukan Putri Wakaka oleh Tentara Kubilai Khan. Batu tersebut juga dijadikan tempat pertama kali putri Wakaka diangkat menjadi Raja Pertama di Pulau Buton. Batu ini juga biasa disebut juga batu Yi Gandangi karena di batu Wolio ini dibunyikan gendang menjelang pelatikan raja atau sultan.

Sehari sebelum sultan dilantik, empat orang Bonto Siolimbona mengambil air di tempat yang dianggap suci lalu memasukkannya ke dalam ruas bambu sebanyak tujuh ruas. Air suci tersebut kemudian ditempatkan di atas batu Wolio. Berkait istilah ‘Santiago’ tidak banyak pendapat yang menjelaskannya secara detail, dari mana asal usul kata ini. Namun prosesi ini umumnya berjalan sekitar dua jam lamanya dari awal hingga akhir. (#)




HUT Baubau Ditutup, Wali Kota: Masa Lalu Sebagai Introspeksi

Malam Puncak Dimeriahkan Gigi Band

Editor: Zaman Adha

BAUBAU, BP – Seluruh rangkaian acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 17 dan hari jadi Kota Baubau ke 477 telah usai. Pemerintah Kota Baubau selaku penyelenggara, mampu mengemas, serta melaksanakan tuntas seluruh rangkaian acara yang dimulai 11 Oktober sampai malam penutupan, Rabu (17/10) malam di Kotamara.

Beberapa rangkaian kegiatan peringatan akbar di Kota Baubau itu diantaranya, karnaval budaya, ritual adat, pemberian penghargaan kepada para tokoh, berbagai lomba, kreasi, juga pameran Baubau Expo, yang menjadi magnet utamanya.

Wali Kota Baubau Dr H AS Tamrin MH dalam sambutannya mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh pimpinan OPD yang menghadiri undangan. Seluruh tamu undangan dari luar daerah, unsur Forkopimda, instansi terkait, pelaku usaha. Terkhusus TNI/Polri yang telah mengamankan Kota Baubau selama ini.

“Melalui sambutan ini tak lupa pula saya berterimakasih atas upaya Pemerintah Daerah (Pemda) baik itu kepton maupun yang dari luar Kepton, beserta tamu kehormatan lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu,” sebutnya.

Tiada pula hentinya Wali Kota yang gemar berpantun diakhir, penutup kata sambutan ini, mengajak masyarakat Kota Baubau untuk bersama memperingati HUT Kota Baubau yang begitu penting. Untuk mengenang masa lalu sebagai intropeksi, untuk peningkatan pembangunan di masa depan.

“Mengenang masa lalu dalam seremoni seperti ini memang perlu, tapi tidak kalah pentingnya dengan bagimana kita mampu mengaktualisasikan warisan masa lalu tersebut ke dalam aksi nyata,” pungkasnya.

Sebagai malam puncak HUT Kota Baubau Gigi band menghibur masyarakat Kota Baubau hingga penghujung acara dengan menyanyikan lagu-lagu Gigi yang telah populer. Perform Gigi berlangsung aman dan damai.

Aksi panggung sang vocalis Arman Maulana, lengkap berpadu skill sang guitarist Dewa Bujana, Basist Thomas, dan gebukan drum Hendy, tak terasa melarutkan pengunjung dalam kegembiraan, persatuan malam tadi.

Salah seorang pengunjung malam puncak (penutupan) Ani mengaku, sangat menikmati perform Band papan atas tersebut. Menurutnya, Band Gigi memiliki cerita tersendiri dengan Kota Baubau, yakni kehadiran band ibu kota ini dalam Kampanye Akbar TAMPIL MANIS dalam perhelatan Pilwali Baubau beberapa waktu lalu.

“Lagu-lagunya kan banyak yang tau, saya juga dengan teman-teman kita ikut nyanyi dengan lompat-lompat,” semangatnya.

Diakhir perform, seluruh personil Band Gigi mengenakan kampurui (sejenis penutup kepala khas tenun Buton/Baubau). Kemudian mengajak ribuan penonton untuk berfoto bareng, dari atas panggung. Mengundang teriakan histeria dari depan panggung. (tribunbuton)




Balitbang Ajak Kemendagri Kaji Perkembangan Baubau

Peliput: Gustam

BAUBAU, BP – Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kota Baubau menggelar Desiminasi Hasil Penelitian di Gedung Arasalana, Kamis (18/10). Narasumber yang dihadirkan perwakilan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) Ilham, dan dua perwakilan Perguruan Tinggi, yakni Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar dan Universitas Haluoleo (UHO).

Saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Kepala Balitbangda Kota Baubau Mustafa Zain mengungkapkan, banyak aspek yang menjadi rujukan guna mengembangkan Kota Baubau. Mulai dari kualitas SDM hingga sarana prasarana.

“Yang paling penting adalah bagaimana setiap penelitian itu bisa terpublikasi. Makanya harus ada jurnal, karena jurnal sangat penting dalam memberikan informasi riset penelitian,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan Kemendagri, Ilham saat memaparkan materi menjelaskan, publikasi mampu mendorong kredibilitas suatu instansi terkhusus pembuat riset.

“Semua hasil kelitbangan, pengkajian, penelitian, dan sebagainya, itu wajib dipublikasikan di jurnal

. Karena arti pentingnya publikasi adalah dapat mengangkat kredibilitas institusi kelitbangan,” jelasnya.

Ilham menegaskan, dalam setiap riset mesti bermanfaan untuk pembangunan daerah. Mengingat, mesti ada timbal balik, anggaran riset dengan hasil pengkajiannya.

“Tentu yang namanya riset penelitian dengan menggunakan anggaran daerah harus menarik dan harus bermanfaan untuk pembangunan daerah,” tegasnya.

Untuk diketahui, kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah perwakilan SKPD, instansi Pengendalian Mutu dan Perguruan Tinggi. (*)




Jambi Sabet Juara Umum di Kejurnas Dayung Pelajar

Peliput: Zaman Adha

BAUBAU, BP – Perwakilan Jambi berhasil keluar sebagai juara umum pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) dayung tingkat pelajar se-Indonesia di Kota Baubau. Penutupan Kejurnas Dayung bersamaan dengan penutupan HUT Kota Baubau ke 17 di Kotamara, Rabu (17/10) malam.

Kejuaraan yang dimulai sejak 13 Oktober ini, hanya mendudukkan perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) di posisi delapan.

Kepala Dispora Sultra Jaya Bakti, dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada peraih juara. Dirinya berharap, iven ini dapat menghasilkan bibit baru dalam kejuraan dayung untuk berlaga di tingkat internasional.

“Semua berjalan lancar dan semua sukses. Semoga dapat menghasilkan atlet-atlet muda bertalenta yang dapat mewakili Indonesia pada iven-iven seperti Sea Games maupun Asian Games,” katanya.

Melalui Dispora Sultra, Pemerintah Kota Baubau memberikan penghargaan kepada Pusat pendidikan Latihan Pelajar (PPLP) yang telah berhasil menyabet peringkat.

Untuk diketahui, pada urutan kedua diraih DKI Jakarta, posisi ketiga Maluku, posisi keempat Kalimantan Tengah dan pada posisi kelima Papua. (**)




Kades Lambiku Diduga Mark Up Anggaran Pengadaan Bibit Ayam

Peliput: Iman Supa

Raha, BP – Kinerja Kepala Desa (Kades) Lambiku Kecamatan Napabalano lagi-lagi mendapat sorotan dari warga. Pasalnya dalam pembagian bantuan bibit ayam super yang dianggarkan melalui Dana Desa (DD) senilai Rp 266.314.000, dalam pengelolaannya tidak transpans hingga ada dugaan mark up anggaran.

Hamdan Salah satu warga Lambiku saat dihubungi, Rabu (17/10) menjelaskan,
seharusnya ayam yang dibagikan kemasyarakat itu adalah ayam super dengan total anggaran Rp 266.314.000. Namun yang direalisasikan pada masyarakat ayam kampung biasa yang belum layak dipelihara.

“Ada dugaan mark up anggaran dalam pengadaan bibit ayam super, karena yang diberikan bibit ayam kampung yang belum layak,” katanya.

Lebih lanjut, semestinya masyarakat juga dibantu untuk biaya kandang sederhana dari anggaran Rp 266.314.000, namun sama sekali tidak berikan.

Hal serupa yang disuarakan oleh Jumatin salah seorang warga desa lambiku yang merasa kecewa dengan Kades atas pembagian bibit ayam. Kegiatan tahun anggaran 2018 yang disetujui dalam rapat awal terdapat berbagai item yang dipilih masarakat diantaranya peternakan

“Bibit ayam yang akan dibagikan kepada masarakat tetapi dalam proses pembagiannya lagi-lagi terdapat ketidaktransparanan oleh pemdes lambiku,” jelasnya.

Ia menambahkan, pendamping desa juga terkesan acuh tak acuh, seakan melakukan pembiaran dengan kinerja buruk Kades Lambiku. Kasus yang disoroti oleh warga Lambiku sama dengan yang terjadi di kegiatan anggaran DD tahun 2016 dan 2017.

“Kegiatan 2016 sampai hari ini tidak pernah tuntas sehingga telah dilaporkan ke Kejari Raha , Inspektorat dan Polres Muna pada tanggal 13 oktober 2017 namun sampai hari ini juga tidak ditindak lanjuti oleh penegak hukum,” keluhnya (*)




WTP Ketiga, Kado Indah di HUT Kota Baubau ke 17

Peliput: Gustam

BAUBAU, BP – Momen hari ulang tahun (HUT) ke 17, Kota Baubau mendapat kado indah. Untuk ketiga kalinya, kota pemilik benteng terluas di dunia itu meraih penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Penyerahan sertifikat WTP ini diberikan Kanwil Dirjen Perbendaharaan Provinsi Sultra Ririn Kadariah SH MSi, mewakili Menteri Keuangan kepada Wali Kota Baubau Dr H AS Tamrin MH.

Ririn Kadariyah mengungkapkan, ada lima daerah di Kepulauan Buton yang meraih WTP tahun ini, yakni Kota Baubau, Kabupaten Buton, Buton Utara, Buton Tengah dan Wakatobi.

Pada kesempatan itu pihaknya mengucapkan selamat bagi Kota Baubau atas torehan prestasinya dalam pengelolaan keuangan daerah.

“Kami mengucapkan selamat atas penghargaan tersebut. Hapannya, semoga perghargaan ini terus ditingkatkan dan dipertahankan,” ungkapnya usai memberikan penghargaan WTP kepada lima kepala daerah tersebut, rabu (17/10).

Kendati demikian, kata Ririn Kota Baubau dan empat daerah tetangganya tersebut, mesti terus memperbaiki sistem pengelolaan keuangannya untuk terus lebih baik.

“Menurut audit Badan Pemeriksan Keuangan (BPK), masih ada beberapa catatan, yang menjadi acuan untuk terus mengelola keuangan dengan baik,” tandasnya.

Sementara itu untuk Kabupaten Buton Tengah (Buteng) merupakan raihan WTP pertama kali sejak menjadi daerah otonom. (*)




Upacara HUT Baubau, Wali Kota Ajak OPD Maksimalkan Kinerja

Wali Kota Baubau AS Tamrin saat memimpin upcara HUT Kota Baubau di Pelataran Kantor Wali Kota Baubau

 

Peliput: Gustam

BAUBAU, BP – Puncak peringatan HUT Kota Baubau ke 17 sebagai daerah otonom, Wali kota Baubau Dr H AS Tamrin MH menjadi inspektur upacara yang diikuti Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menggelar upacara di Pelataran Kantor Wali kota Baubau, rabu (17/10).

AS Tamrin mengajak OPD meningkatkan kinerja guna mewujudkan Kota Baubau yang berdaya saing.

Dikatakan, HUT Kota Baubau merupakan rerfleksi bagi Pemerintah Kota Baubau untuk meningkatkan kinerjanya. Diharapkan pembangunan Kota Baubau lebih baik ke depannya.

“Hari jadi Kota Baubau ini merupakan momentum perubahan, mengingat dampaknya sampai di daerah sekitar. Selain itu juga menjadi pemicu semangat berkarya, bekerja keras dan pantang menyerah,” kata orang nomor satu di Kota Baubau itu.

AS Tamrin menjabarkan beberapa item yang mesti dijadikan patokan dalam mewujudkan pembangunan di Kota Baubau. “Peningkatan SDM, Infratruktur, nilai-nilai budaya dan ekonomi, itu semua harus ditingkatkan,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, AS Tamrin juga mengimbau kepada semua pihak, untuk bahu membahu bersatu membangun daerah, tanpa sekat suku maupun pilihan politik dalam Pilkada beberapa bulan lalu.

“Pada moment ini mari kita satukan sekat-sekat karena politik untuk menuju masyarakat yang maju, sejahtera dan berbudaya,” tutup Doktor Ilmu Pemerintahan itu.

Pantauan Baubau Post upacar peringatan HUt Kota Baubau juga dihadiri oleh Forkopinda Kota Baubau, Bupati Buton La Bakry, Bupati Buton Tengah Sanahuddin SE dan Wakilnya La Ntau, Mantan Wakil Gubernur Sultra H Saleh La Sata, tokoh masyarakat. Selain itu, semua peserta upacara menggunakan pakaian adat buton.(*)