CATATAN-Sederet-Sehelai 100 HARI BAUBAU MELEJIT

 

Oleh: ARDI. S.Si, Apt
KOMISARIS HARIAN BAUBAU POST

TAK bisa dipungkiri prestasi Pemerintah Kota Baubau dibawah kepemimpinan pasangan Dr HAS Tamrin MH-La Ode Ahmad Monianse SPd dalam 100 hari kerjanya telah membuktikan bahwa pasangan ini memang benar-benar serius ingin melayani masyarakat dan memajukan Kota Baubau. Membingkai kinerja dalam 100 hari pertama dalam memimpin Kota Baubau memang bukan finalisasi untuk menilai kinerka pemerintah Kota Baubau sudah maksimal tapi paling tidak keseriusan pasangan yang dikenal dengan akronim TAMPIL MANIS itu sudah memperlihatkan keseriusan akan merealisaskikan janji-janji politiknya yaitu dengan mendekatkan pelayanan publik dan terus mempopulerkan Kota Baubau di tingkat regional, tingkat nasional, bahkan di tingkat internasional.

Akronim TAMPIL MANIS (Tertib, Aman, Maju, Populer, Indah, Lancar dan Makin Mensejahterakan Rakyat) terus dilanjutkan dan makin nyata terlihat kerjanya. Sejak dilantik tanggal 27 September 2018, Pasangan ini memang terlihat serasi menjalankan roda pemerintahan di Kota Baubau, Kota Pemilik Seribu Benteng. Bukti kionerja yang nyata itu misalnya belum lama menjalankan roda pemerintahan Kota Baubau kembali menorehkan prestasi dibidang lingkungan hidup yaitu dengan mendapatkan piala adipura yang ke empat kalinya secara berturut-turut dari Kementrian Lingkungan Hidup RI.

Prestasi lainnya yang membanggakan yaitu Pemerintah Kota Baubau juga meraih kembali penghargaan Kota Peduli HAM yang keempat kalinya dari Kemenkum HAM RI, sama dengan piala adipura yang memang diharapkan semua daerah di Indonesia. Penghargaan yang paling terbaru yaitu Walikota Baubau Dr HAS Tamrin diberi penghargaan sebagai Pembina Karang Taruna terbaik dari Kementrian Sosial RI. Prestasi tingkat nasional ini tentu barang langkah dan tidak mudah mendapatkan penghargaan itu bila tidak ada prakondisi yang diciptakan dalam Akronim TAMPIL MANIS. Tentu semuanya dilakukan dalam rangka mempopulerkan nama Kota Baubau dikancah nasional.

Itu untuk prakondisi mempopulerkan Kota Baubau. Berkaitan dengan mendekatkan dan melancarkan pelayanan kepada masyarakat, pemerintahan TAMPIL MANIS melanjutkan membangun sarana dan prasarana publik seperti membangun gedung-gedung pemerintah yang bentuknya cukup megah. Sebagai contoh dalam pekan ini dua kantor pemerintah yaitu Kantor Pemerintah Kecamatan Murhum dan Kantor Puskesmas Lowu-lowu diresmikan pembangunannya. Selama 15 tahun, Kantor Kecamatan Murhum terlihat tidak semegah yang baru saja diresmikan. Demikian pula, bagi masyarakat Lowu-lowu, kelurahan paling ujung di Kota Baubau itu akhirnya bisa merasakan pelayanan kesehatan yang sebelumnya dirasa sangat jauh bila memeriksakan kesehatan ke Puskesmas yang ada Kecamatan Bungi.

Infrastruktur Pasar Wameo juga terus ditata rapi termasuk menertibkan lalulintas di Kawasan Pasar wameo. Konsep TERTIB adminsitrasi, TERTIB berlalulintas, dan TERTIB-TERTIB lainnya terus diterobos agar daerah ini terus mengukir prestasi dan bisa mensejahterakan rakyatnya. Gambaran kinerja 100 hari merupakan takaran kita semua untuk bisa menilai keseriusan pemerintahan ini sampai masa jabatan Pasangan Dr HAS Tamrin-La Ode Ahmad Monianse berakhir optimis akan bisa merealisasikan janji politiknya mensejahterakan rakyat.

Meski pun demikian, keseriusan pemerintah daerah harus mendapat dukungan dari masyarakat dan stakeholder lainnya agar cita-cita menuju Baubau yang maju, sejahtera, dan berbudaya bisa terwujud. Karena kebersamaan itulah bisa melahirkan prestasi-prestasi dan pelayanan publik yang nyaman. Kedepan masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan, akan terasa ringan bila kebersamaan itu tetap terpupuk, terbina, dan terjalin dengan baik. Semoga di bawah kepemimpina Dr HAS Tamrin-La Ode Ahmad Monianse, Baubau makin maju, makin sejahtera, dan makin berbudaya, Amin. (***)




Pemkot Rawat Wanita Lumpuh Tanpa Identitas di Tampuna

Wakil Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse SPd (2)

Monianse: Kami Berhasil Pertemukan dengan Keluarganya

Peliput: Prasetio M

BAUBAU, BP- Penemuan wanita lumpuh tidak beridentitas di Kelurahan Tampuna, yang viral di media Sosial beberapa waktu lalu, berhasil diidentifikasi asal usulnya. Wanita yang bernama Wa Satia alias Wa Odji tidak hanya dipertemukan dengan keluarganya, namun juga mendapatkan perawatan kesehatan yang intensif dari Pemerintah Kota Baubau di BLUD RS Palagimata.
Wakil Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse SPd saat di hubungi Baubau Post, Sabtu (02/02) mengatakan, setelah Pemerintah Kota Baubau mengetahui informasi adanya wanita tanpa identitas dan mengalami penyakit lumpuh di wilayahnya, dengan segera pihaknya melakukan tanggap darurat terhadap wanita tersebut.

” Sesuai dengan intruksi Walikota Baubau, saya ( Monianse-red) beserta instasnsi terkait melakukan tanggap darurat terhadap Wa Satia,” kata Monianse.

Dikatakan, Wa Satia sempat di rujuk kerumah Sakit Jiwa Kota kendari untuk di periksa kondisi kejiwaannya, namun wanita tersebut tidak mengidap gangguan jiwa, sehingga dikembalikan di Kota Baubau dan pemerintah segera merawat dan mengobati penyakit Wa Satia. Pihak Pemerintah tersebut juga melacak identitas keluarga Wa Satia, yang diduga berasal dari pulau Muna.

” Dari setitik informasi, dan ditindak lanjuti Allhamdulilah keluarga Wa Satia yang berada di Kabupaten Muna Barat ditemukan. Pemerintah Sangat berterimah kasih atas kinerja Dinas Sosial Kota Baubau,” ungkapnya.

Sementara itu Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial Kota Baubau, Hasruddin Mukmin mengatakan saat menerima informasi tentang Wa Satia, pihaknya melakukan penelusuran dan menemukan bahwa wanita tersebut bukanlah warga Kota Baubau, namun pihaknya tidak menutup mata salah satunya dengan dibuatkannya identitas Wa Satia yang masuk dalam salah satu Kartu Keluarga (KK) Warga Tampuna, sehingga dapat dibuatkan kartu BPJS.

” BPJS itukan harus punya kartu keluarga,” ujarnya.

Dengan adanya kartu BPJS Wa Satia, pihaknya bisa merujuknya untuk dilakukan pengecekan atas kejiwaanya, dan pihak Rumah Sakit Jiwa Kota Kendari, dan pihak rumah sakit menyatakan jika Wa Satia tidak mengalami gangguan Jiwa. Dan saat tiba di Kota Baubau, pihak Dinas langsung menangani Wa Satia dengan memberikan tumpangan di Rumah Persinggahan Traima Center (RPTC) yang juga merupakan fasilitas dari Pemerintah Kota Baubau.

” Jadi saat Wa Satia di pulangkan dari kendari, kami sempat membawa yang bersangkutan di RPTC utnuk menginap satu malam dan besoknya kami langsung merujuk di RS Palagimata untuk diperbaiki kondisi kesehatannya, dan saat itu juga pak Wakil mempertanyakan kepada kami apa langkah yang sudah kami lakukan terhadap kepulangan Wa Satia dari Kota Kendari,” jelasnya.

Dan untuk biaya pengobatan dan perawatan Wa Satia sepenuhnya ditanggulangi oleh Pemerintah Kota Baubau. Tidak hanya merawat, namun pihaknya juga bertekad untuk mempertemukan Wa Satia dengan keluarganya yang telah lama berpisah, sehingga pihaknya mencari tahu asal usulnya.

” Wa Satia ini tidak diketahui asal usulnya, namun dia merespon jika berbicara dengan menggunakan bahasa Muna, dari situ kita melakukan koordinasi dengan teman atas nama Hasifu yang juga orang Muna dan bekerja di Dinas Sosial Buton Selatan. Kebetulan teman yang bekerja di Dinas Sosial Buton Selatan bersebelahan kampung dengan Wa Satia ini dan Nama Asli Wa Satia itu Wa Odji,” ucapnya.

Direncanakan Wa Satia akan di bawa pulang oleh keluarganya di kampung halamannya, Minggu (03/02) dan pihak Dinas Sosial akan mengantar hingga ke Kampung Wa Satia yang berada di Desa Katobu, Kecamatan Lawa, Kabupaten Buton Selatan.

Anak Kedua Wa Satia Rahmat saat di temui mengatakan, ia tidak mengetahui jelas kronologis ibunya sampai di Kota Baubau, namun selama hilangnya Wa Satia, pihak keluarga terus mencari keberadaannya, dan baru-baru ini dia mendapatkan informasi jika ibunya berada di Kota Baubau.

” Ia, selama ini kita terus mencari,” ungkapnya singkat.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kota Baubau dan semua pihak yang mau merawat dan mempertemukan ia bersama ibunya. ” Untuk pihak-pihak yang sudah membantu ini, saya sangat berterimakasih sekali, karena saya tidak tau mau membalasnya seperti apa. Yang bisa saya ucapkan, semoga apa yang semua dilakukan oleh teman-teman semua ini, dapat dibalaskan sama yang maha kuasa,” ujar Rahmat.

Ia menginginkan agar ibunya dapat segera dibawa pulang ke kampung halamannya di Desa Katobu. (***)




Pemkot Warning Masyarakat Kaisabu Tidak Membagi Kaveling Hutan Konservasi

Peliput: Gustam

BAUBAU, BP- Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau memperingati masyarakat komba-komba Kelurahan Kaisabu untuk tidak membagi-bagi tanah kaveling hutan konservasi.

Peringatan tersebut muncul setelah ada dugaan masyarakat komba-komba membagi-bagi kaveling hutan konservasi yang mengalami penurunan status karena telah mengalami kerusakan.

Melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BPBD), Pemkot Baubau berencana melakukan pelestarian kembali kawasan hutan Kelurahan Kaisabu Kecamatan Sorawolio.

“BPBD Kota Baubau memperingatkan kepada masyarakat komba komba Kelurahan Kaisabu bahwa hutan konservasi yg mengalami penurunan status tidak boleh dibagi-bagi langsung oleh warga,” tegas Kepala BPBD Kota Baubau Muslimin Hibali melalui pesan singkat WhatsApp.

Seyogianya, jelas Muslimin Hibali, tanah tersebut dikelola oleh pemkot. Masyarakat tidak berhak untuk membagi-bagikan kaveling tanpa regulasi yang jelas.

“Harusnya diatur kembali oleh Pemkot Baubau, karena harus dianalisa untuk tetap memperhankan kelestarian alam. Pemerintah yang mempunyai hak untuk mengaturnya, bukan atas perintah seseorang apalagi ada kepentingan lain didalamnya,” jelasnya.

Kata Muslimin, dengan melakukan kajian pelestarian hutan, Pemkot Baubau optimis akan kembali menjadikan kawasan hutan tesebut hijau.

“Pokoknya semua yang atur peruntukannya adalah Pemkot Baubau, hal ini berkaitan dengan dampak kelestariannya kedepan,” pungkas Plt Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Baubau itu. (*)




Resmikan Puskesmas Lowu-lowu Sekda Puji Kemegahan Bangunannya

Peliput: Zaman Adha

BAUBAU, BP – Gedung baru puskesmas Low-lowu Kecamatan Lea-lea diresmikan penggunaannya oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Dr Roni Muhtar, Sabtu (02/02). Gedung berlantai dua ini cukup megah dan mewah dari puskesmas lainnya di Kota Baubau.

“Dari luar gedungnya itu mentereng dan mewah. Tadi saya sempat masuk ke dalam memperhatikan interior di dalam ternyata sama mewahnya,” ungkap Sekda Baubau dalam sambutannya.

Menurut Roni, bangunan gedung yang mewah ini harus dibarengi dengan peningkatan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Aparatur Puskesmas Lowu-lowu diminta untuk menjalankan amanat negara dalam meningkatakan kesehatan masyarakat.

“Gedung megah ini tidak ada gunanya jika tidak dibarengi dengan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Dengan pelayanan yang baik masyarakat akan selalu bersyukur dengan peran kita sebagai orang yang ditugasi negara agar masyarakat dapat hidup sehat,” ujarnya.

Selain itu, Sekda juga berpesan agar para pegawai Puskesmas maupun masyarakat dapat menjaga dan merawat bersama gedung puskesmas. Dirinya berharap dibangunnya gedung Puskesmas Lowu-lowu yang baru dapat menjadi kebanggan masyarakat setempat.

Pembangunan gedung ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan sarana maupun prasarana kesehatan di Kota Baubau.

Roni menambahkan, Pemerintah Kota Baubau akan menganggarkan perawatan fasilitas di setiap Puskesmas di daerah ini. Puskesmas-puskesmas lain yang juga butuh perbaikan akan diupayakan pemerintah daerah tahun ini untuk direalisasikan. (**)




Komunitas HEbAT Baubau Edukasi Anak Tentang Sampah

Gandeng Relawan Hijau Kota Baubau

Peliput : Ady Cacung

BAUBAU, BP– Komunitas Home Education Based on Ahlak and Talent (HEbAT) Kota Baubau mengadakan kegiatan edukasi sampah, tujuannya untuk memberikan pemahaman sejak dini kepada anak tentang bahaya sampah yang dihasilkan terhadap lingkungan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Wakonti, Minggu (03/02). Peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 20 anak.

Koordinator Based on Ahlak and Talent (HEbAT) Kota Baubau di Komunitas HEbAT Nur Faizah Husen SPi, mengatakan pendidikan yang diajarkan kepada peserta mengenai pengenalan tentang sampah dan bagaimana sampah itu bisa merusak lingkungan. Sampah organik dan non organik diperkenalkan untuk memberikan pengetahuan sejak dini kepada anak yang didampingi langsung orang tuanya masing-masing.

“kita harapkan orang tua ayah bunda bersama-sama mendidik anak dari dalam rumah, untuk memiliki ahlak dan talenta sesuai bakat dan keunikan anak masing-masing,” ungkapnya saat ditemui di di Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Baubau sebelum melakukan tour ke TPA Wakonti.

Lanjutnya, sebelum menuju TPA Wakonti, pihaknya telah memberikan pengenalan awal melalui rekaman video pendek tentang sampah yang dapat merusak lingkungan dan ekosistem laut, baik hewan maupun terumbu karang.

“Sampah plastik yang bertebaran di laut mengakibatkan sampah itu dimakan oleh hewan laut, lalu mereka mati sendiri dengan perlahan karena sampah yang bersarang di dalam perut hewan itu,” kata Nur Fauziah.

Sambung Nur Fauziah, dalam kegiatan ini juga diperlihatkan bahwa, hutan hijau tempat berlindungnya hewan dikorbankan untuk tempat pembuangan akhir sampah yang dihasilkan oleh masyarakat Kota Baubau.

“Kita memberikan fasilitas, mereka yang akan bertanya sendiri dengan apa yang mereka saksikan, namun fasilitator dari TPA kami sudah siapkan untuk memberikan jawaban kepada anak tentang pertanyaan yang mereka ingin tahu,” tandasnya.

Dikatakan, kegitan ini ditargetkan akan diadakan setiap minggu, namun masih dalam agenda ke depan, karena jika anak-anak lebih ingin tahu, maka pihaknya akan memfasilitasi minat anak-anak untuk mengenal bahaya sampah dengan mengundang mentor yang memberikan pengarahan kepada mereka.

Hal senada diungkapkan Kordinator HEbAT wilayah Sulawesi dan Maluku Rahmaniar Azi SSos yang juga hadir menyaksikan langsung kegiatan tersebut memberikan apresiasi positif. Untuk itu, pihaknya berharap anggota komunitas terus melakukan inisiatif dan program yang bisa memberikan pelajaran anak sehingga bisa menumbuhkan kemandiran dalam beraktifitas.

“Saya kira ini langkah yang harus kita dukung bersama. Apalagi, pengenalan sampah dan pengelolaannya dapat dipraktekan langsung oleh anak dilapangan,”katanya.

Sementara itu, Kordinator Relawan Hijau Kota Baubau Yamin mengatakan, pihaknya menyambut baik program yang dilakukan Komunitas HEbAt Kota Baubau yang mengenalkan sampah kepada anak sejak awal. Selain itu, dengan kegiatan ini isu sampah atau lingkungan ini menjadi isu bersama untuk lingkungan.

“Kita berharap dengan pengenalan awal tentang sampah ini dapat dimengerti dan tertanam dalam jiwa anak sejak dini,”katanya.

Pantauan Baubau Post, dalam kegiatan ini peserta langsung melakukan praktek kerja untuk memilah sampah. Selanjutnya, ;angsung meninjau lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Wakonti. (#)




Samahuddin Rotasi Pejabatnya Eselon II

Hasan Tali Jadi Kadis Perpustakaan dan Kearsipan
Peliput: Anton

Editor: Hasrin Ilmi

LABUNGKARI, BP – Bupati Buton Tengah (Buteng) H Samahuddin SE melakukan rotasi jabatan kepada kurang lebih 110 pejabatnya yang terdiri dari Eselon II, III dan IV di gedung Azzahra Kelurahan Lakudo, Kecamatan Lakudo, Kamis (31/01).

Pejabat lingkup Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Buteng yang terkena proses rotasi jabatan terdiri dari 14 esolon II, 32 esolon III a dan III b, serta 64 esolon IV a dan IV b.

Bupati Buteng H Samahuddin inginkan agar para pejabatnya selalu loyal pada atasan, pasalnya keharmonisan di lingkup OPD bisa diwujudkan melalui loyalitas antara bawahan dengan atasan.

ia mengangkat para pejabat baru melalui loyalitas dan penilaian kinerja.

“Saya diam, tapi hati-hati, diam sambil menilai, penilaian saya sesuai dengan kinerja dan loyalitas mereka dilingkupi OPD,” kata Samahuddin.

Orang nomor satu di Buteng ini Juga menyebutkan proses pelantikan pejabat baru dilingkup Pemerintahan Kabupaten Buotn Tengah, dilakukan dengan cara yang bersih dan profesional.

“Haram leherku ini jika mengambil uang dari para pejabat yang dilantik, tidak ada pungli,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Samrin Saerani, menjelaskan bahwa untuk posisi jabatan yang mengalami kekosongan untuk sementara masih diisi oleh Pelaksana tugas (Plt) yang merupakan kebijakan Bupati.

“Itu akan berlanjut sambil menunggu lelang jabatan, kita target Maret akan selesai,” ujarnya.

Berikut nama OPD Buteng yang berganti, La Haruni yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), kini ditugaskan sebagai staf ahli. Jabatan pucuk pimpinan lingkup Dishub Kabupaten Buton hingga kini belum terisi.

Sabaruddin Nur, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Ketenagakerjaan kini dipercaya menjadi Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM. Arsidik Patola, jabatan lama sebagai kepala BPMD kini menjadi staf ahli bidang pemerintahan hukum dan politik, sehingga jabatan Kepala BPMD masih kosong .

La Angkata, sebelumnya merupakan staf Sekretariat daerah, namun kali ini ia menjabat sebagai Asisiten II. Asruddin yang sebelumnya menjabat sebagai Kadis Koperasi kini menjadi Asisten III sekretariat daerah.

Nurjanah yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pangan, kini menjadi asisiten I sekretariat daerah pemkab Buteng. Abdullah yang sebelumnya menjabat Kepala BKKBM, kini menjadi Kadis pendidikan mengantikan Hasan tali yang pindah menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Kearsipan.

Malik yang sebelumnya dari staf ahli kini dilantik menjadi Kadis Sosial. Hal ini disebabkan jabatan Kadis Sosial kini memasuki masa pensiun.

Lasaripi sebelumnya menjadi Asisten I Sekretariat daerah kini diangkat menjadi Kepala Dinas Ketenagakerjaan. Siruddin dari Kepala Dinas UKM Dan Koperasi, kini jadi Kepala Dinas Pangan yang dahulunya kosong. LM Mursal zubair dari asisten III dilantik menjadi Kepala BKKBM.

Diadakannya pelantikan ini, mengakibatkan delapan jabatan esolon II kosong diantaranya, Badan Pengelolaan dan Keuangan Negara, Kasat Pol-PP dan Damkar, Dinas Pariwisata, Inspektorat, BPMD, Dinas Koperasi Dan UKM, dan Dinas Pertanian. (*)




Berkas CPNS Baubau Rampung

Asmaun: Masuk Tahap Penginputan

Peliput: Gustam

BAUBAU, BP- Pemberkasan CPNS Kota Baubau akhirnya rampung. Setelah hampir dua minggu masa waktu pengumpulan, tepat tanggal 31 Januari kemarin, semua berkas terkumpul.

Kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Baubau Asmaun mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah melakukan penginputan data berkas CPNS untuk kemudian disetor ke Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Sudah selesai pemberkasan, semua sudah masuk berkasnya. Sekarang masuk tahap penginputan. Setelah pengimputan, baru dikonsultasikan ke BKN,” ungkapnya.

Kepada sejumlah awak media di kantornya, jumat (01/02), Asmaun menjelaskan, jika ada berkas yang tidak lengkap, maka segera dikembalikan ke peserta CPNS untuk dilakukan perbaikan.

“Kalau misalnya ada (berkas-red) yang tidak lengkap, kita kembalikan agar diperbaiki,” jelasnya singkat.

Meski tidak ada target dan batasan waktu, Asmaun tetap memaksimalkan penginputan berkas CPNS tersebut. “Tetap kita upayakan secepatnya,” pungkasnya. (*)




DPRD Baubau Setujui Dua Perubahan Perda Retribusi

Peliput: Gustam Editor: Hasrin Ilmi

BAUBAU, BP- DPRD Kota Baubau menyetujui pengajuan atas dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yakni Raperda perubahan atas Perda No 4 Tahun 2007 tentang retribusi pelayanan kesehatan RSUD Kota Baubau dan Perda No 32 Tahun 2012 tentang retribusi tempat rekreasi dan olahraga.

Penetapan dua perda tersebut dilakukan dalam sidang paripurna DPRD Kota Baubau jum’at (01/02) yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kota Baubau La Bara yang dihadiri langsung Walikota Baubau Dr HAS Tamrin MH.

Sidang paripurna diawali dengan pandangan gabungan komisi yang dibacakan oleh H Murhanto. Adapun hasil telaah gabungan komisi menytakan dalam proses pembahasannya dalam sesi tanya jawab dengan pemerintah, dimulai dari Raperda perubahan atas Perda No 4 Tahun 2007 tentang retribusi pelayanan kesehatan RSUD Kota Baubau. Dengan mempertimbangkan kemampuan pendapatan masyarakat, dalam hal ini bagi masyarakat tidak mampu dikenakan biaya sepertiga dari tarif dasar kelas dua.

“Kemudian pada Raperda perubahan atas Perda No 32 Tahun 2012 tentang retribusi tempat rekreasi dan olahraga dewan meminta penjelasan kepada pemerintah terkait dasarnya,” katanya.

Setelah diskusi dengan mempertimbangkan aspirasi masyarakat, lanjut Murhanto, permandian buatan yang dikelola pribadi dinyatakan dihapus. Besaran tarif objek rekreasi rata-rata Rp 5 ribu untuk dewasa dan Rp 2 ribu anak-anak.

“Pada pelayanan jenis peminjaman panggung, tarifnya sebesar Rp 200 ribu per kegiatan,” jelasnya.

Persetujuan atas rapaerda tersebut dipertegas dengan pembacaan putusan dewan oleh Sekwan Kota Baubau Wa Raja.

“Pimpinan DPRD Kota Baubau menyetujui penetapan Raperda perubahan atas Perda No 4 Tahun 2007 tentang retribusi pelayanan kesehatan RSUD Kota Baubau dan Perda No 32 Tahun 2012 tentang retribusi tempat rekreasi dan olahraga,”kata Sekwan Wa Radja SE.

Sementara itu, Walikota Baubau Dr HAS Tamrin MH menyampaikan terima kasih kepada dwan atas kerja sama dalam penindak lanjutan perda tersebut.

“Hal ini membuktikan bahwa ditengah kesibukan dewan, tetap komitmen untuk masyarakat dan daerah,” kata AS Tamrin.

Pantauan media ini, tiap-tiap fraksi dewan menyampaikan tanggapannya. Semuanya menyetui dan memberi pandangan positif atas dua raperda tersebut. (*)




Terbukti Lakukan TPP, Status Pencalegannya Dapat Dibatalkan

Peliput: Prasetio M

BAUBAU, BP- Calon Legislatif (Caleg) dapat dikenai diskualifikasi pencalegannya jika, Caleg tersebut terbukti melakukan Tindak Pidana Pemilu (TPP).

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Bawaslu Kota Baubau Wa Ode Frida Vivi Oktavia SH saat dihubungi via Handphone, Kamis ( 01/02).

” Terbukti melakukan TPP, status pencalegannya dapat dibatalkan setelah ada putusan pengadilan yang inkrach,” ujarnya.

Dikatakan, pembatalan status pencalegan dikarenakan terbukti melakukan TPP, telah diatur pada Pasal 285 UU 7 tahun 2017 yang menerangkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap terhadap penyelenggaraan, sebagai mana dimaksud dalam pasal 280 dan pasal 284 yang dikenai kepada pelaksana Kampanye Pemilu anggota DPR, DPD DPRD Provinsi, dan DPRD kabupaten/kota, digunakan sebagai dasar KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten Kota untuk mengambil tindakan berupa, pembatalan nama calon anggota DPR DPD, DPRD Provinsi, DPRD kabupaten/kota dari daftar tetap. Atau pembatalan penetapan calon anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, DPRD kabupaten/Kota sebagai calon terpilih.

Untuk diketahui, sejak tahapan kampanye hingga saat ini total delapan dugaan pelangaran Pemilu yang ditemukan oleh Bawaslu Kota Baubau, Delapan temuan tersebut yakni, tiga dugaan TPP, dan empat dugaan pelanggaran administrasi serta satu dugaan pelanggaran hukum lainnya (netralitas ASN-red).

” Tiga kasus TPP, satu dugaan diberhentikan karena tidak cukup bukti, yang ke dua, penyidik dan jaksa berpendapat tidak memenuhi unsur, namun Bawaslu berpendapat berbeda, menurut Bawaslu unsur telah terpenuhi, dan TPP yang ketiga sementara penyidikan dengan terlapor HU,” terangnya.

Untuk diketahui, dari tiga dugaan TPP yang ditangani oleh Bawaslu Baubau, temuan TPP dengan terlapor Hartati Ude telah memasuki tahap Penyidikan oleh sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu). (***)




Maling Kembar Dipenjara Satu Tahun Setengah, JPU Banding

Peliput : Ady Cacung

BAUBAU,BP– Maling kembar Aldo (14) dan Aldi (14) sejak tanggal 19 Desember 2018 lalu di Kelurahan Lipu Kecamatan Betoambari di kos-kosan Ar-Raihan kini divonis penjara satu tahun enam bulan oleh majelis hakim. Mendengar keputusan hakim tersebut Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak terima dan akan kirim memori banding di Kendari.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Baubau Awaluddin Muhammad SH kepada Baubau Post saat ditemui diruang kerjanya Jumat (01/02) mengatakan, pihaknya telah menuntut kedua terdakwa dengan hukuman penjara tiga tahun, namun diputus dalam persidangan Kamis (31/01) lalu itu jauh, setengah dari tuntutan.

“Mendengar itu, saya masi pikir-pikir dulu karena terlalu ringan, paling kalau hukuman satu setengah tahun itu hanya delapan bulan saja dijalanikarena mereka masih kategori anak dia akan bebas bersyarat” ungkap Awal.

Dia mengatakan, sebelumnya kepada kedua terdakwa saat mendengar keputusan hakim dengan putusan hukumannya, mereka sempat ingin banding karena mereka anggap hukuman satu tahun enam bulan yang diberikan itu terlalu berat. Namun sontak pengacara yang mendampingi mereka saat persidangan kaget dengan keinginannya itu.

“Pengacaranya kaget, padahal hukuman yang dijatuhinya itu sudah ringan,” kata Awal menjelaskan situasi persidangan.

Dikatakan, Pihaknya mengambil sikap pikir-pikir dan akan mengirim memori banding perkara ini karena bukan membenci anaknya. Tapi perbuatan tindak pidana yang mereka lakukan itu meresahkan masyarakat.

“Kita akan lakukan banding yang berkas memori bandingnya akan dikirim ke kendari untuk ditindaklanjuti berkasnya,” tandasnya.

Lanjutnya, terdakwa saat ini masi tetap ditahan di Lapas Kelas IIa Baubau untuk sambil menunggu putusan dari sidang di Kendari. Semua sudah tertuang dalam memori banding yang akan dikirim nanti termaksud alasan kenapa JPU mau melakukan banding.

“Saya pikir kemarin itu dijatuhi hukuman dua tahun, dalam persidangan yang dibuktikan itu adalah pasal 363 ayat 1 ke 3 dan ke 4 yang intinya pencurian yang dilakukan dimalam hari secara bersekutu. Makanya dia masuk kategori pencurian dan pemberatan, yang pemberatannya karena mencuri dimalam hari dengan mengguanakan sebilah bambu untuk mengait barang curiannya itu,” tutupnya. (#)