Sambut Bulan Suci, Relawan Ali Mazi Baubau Bagi-Bagi Nasi Kotak

Peliput : Prasetio M

Baubau, BP – Dalam rangka memetik berkah di Bulan suci Ramadhan 1439 Hijiriyah, relawan Alimazi Kota Baubau, melakukan kegiatan bagi-bagi Nasi Kotak menjelang waktu buka puasa kepada seluruh masyarakat Kota Baubau di beberapa lokasi pusat keramaian Kota Baubau.

Salah satu relawan Ali Mazi SH di Kota Baubau, H Ali Janna saat ditemui awak media mengatakan, dirinya sebagai relawan dan masyarakat Kota Baubau yang memiliki niat untuk memberikan buka puasa, bersama masyarakat Kota Baubau.

Dikatakan, untuk dananya sendiri murni berasal dari dana pribadi relawan dan tidak ada sangkutpautnya dengan yang politik apalagi kampanye, terbukti pembagian buka puasa kepada masyarakat tidak ada embel-embel kandidat Paslon maupun Partai pengusung.

” Ini murni niat simpatisan dan relawan Ali Mazi SH. saya lihat banyak ade-ade di sini(Kotamara, red) makanya saya singah dan membagikan kepada masyarakat nasi Kotak untuk buka puasa,”kata Ali Janna.

Melihat antusiasme dan penerimaan masyarakat sangat baik, maka kedepan, ia akan melakukan kegiatan yang sama dilokasi yang berbeda selama bulan suci Ramadhan.

Sementara itu, salah satu koordinator kelompok kegiatan bersih-bersih lingkungan, Yamin yang juga mendapatkan menu buka puasa mengatakan, pihaknya tidak menyangka dan merencanakan akan mendapatkan menu buka puasa dari salah satu kelompok yang menyediakan buka puasa secara gratis.

” Kami tidak menyangka disini ada juga kelompok yang menyediakan buka puasa secara cuma-cuma kepada masyarakat pengunjung Kotamara,” kata Yamin.

Dikatakan, pihaknya juga sudah menyediakan buka puasa seadanya untuk para anggota kelompok bersi – bersih lingkungan, namun dengan adanya kepedulian berbagi buka pusa ini pihaknya sangat bersyukur dan berterimakasih.




Arusani Resmi Jabat Plt Bupati Busel

Laporan: Fardhyn JS

BAUBAU, BP – Pasca penangkapan Bupati Buton selatan Agus Feisal Hidayat oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Wakil Bupati Buton Selatan La Ode Arusani kini resmi menjabat sebagai Pelaksana tugas (Plt) Bupati Buton Selatan.

Resminya Arusani menjadi Plt Bupati ditandai dengan penyerahan surat tugas yang diserahkan Pj Gubernur Sultra Teguh Setya Budi, di Kendari Jum’at (25/05).

Seperti yang dilansir dari Antara Sultra, La Ode Arusani mendapat tugas dari mendagri sebagai Plt Bupati setelah penetapan Bupati Buton Selatan Agus Feisal Hidayat sebagai tersangka Kasus Suap oleh KPK.

Pj Gubernur Sultra Teguh Setyabudi meminta kepada La Ode Arusani agar segera melakukan koordinasi dengan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompimda) dan anggota DPR Busel.

“Saya harapkan pelaksana tugas jangan kendor semangat dalam memimpin roda pemerintahan di Kabupaten Buton Selatan,” katanya.

Teguh juga mengingatkan kepada masyarakat Buton Selatan jika kasus yang menimpa beberapa kepala daerah dan harus berurusan dengan KPK di Sultra tidak terulang lagi.
Sementara itu, Plt Bupati Busel La Ode Arusani, mengaku siap menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten Buton Selatan agar proses pelayanan tetap kondusif dan tetap pada porosnya. Selain itu, sebagai Plt, ia juga akan tetap pada batas-batas kewenangan sebagai pelaksana tugas.

“Saya pastikan proses pemerintahan di Buton Selatan berjalan normal. Saya akan senantiasa berkoordinasi dengan Forkopimda agar semua pelayanan kepada masyarakat berjalan lancar,” katanya.(**)




Waspada Penyakit Difteri, Satu Pasien Masuk di RSUD Palagimata

Peliput: Gustam

BAUBAU, BP – Penyakit mematikan difteri kini mulai menular di wilayah Kepulauan Buton. Penderitanya, seorang anak asal Kabupaten Buton Selatan (Busel) Kecamatan Sampolawa Fila (9) yang terpaksa dirawat di ruangan isolasi RSUD Palagimata Kota Baubau, kamis (24/05).

Dibenarkan oleh Dirut BLUD RSUD Palagimata Kota Baubau melalui bidang humas, Arsan. Dijelaskannya, Fila dibawah di RSUD Palagimata pada pagi hari, namun siangnya pasien paksa pulang.

“Namum malamnya pasien masuk lagi, sekarang ada di ruangan isolasi, karena penyakit itu kan menular,” jelasnya saat dikonfirmasi di ruangannya, jumat (25/05).

Pembenaran juga diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Baubau dr Edy Natsir MMKes. Dikatakannya, pihaknya telah melakukan langkah maksimal. Semua petugas yang menangani pasien tersebut telah divansinasi.

“Setelah diperiksa pasien itu, didiagnosa menderita difteri. Sehingga semua petugas yang kontak dengan pasien itu kita vaksinasi,” katanya.

Edy menjelaskan, difteri merupakan penyakit menular yang mematikan. Untuk itu, penangan dini berupa vaksinasi perlu dilakukan.

“Penyakit ini menyerang saluran nafas, jadi pasien bisa meninggal karena sesak nafar, makanya harus cepat ditangani,” tutupnya. (*)




Kampanye Rapat Umum Paslon Dilaksanakan Usai Idul Fitri

Peliput : Prasetio M

BAUBAU, BP – Komisi Pe.ilihan Umum (KPU) Kita Baubau telah menetapkan jadwal kampanye rapat umum (Kampanye Akbar, red) tiap Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Baubau. Agenda kegiatan tersebut akan diselenggarakan selama lima hari sejak tanggal 19 Juni 2018 hingga 23 Juni 2018.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua KPU Kota Baubau Dian Anggraini saat di temui Baubau Post benerapa waktu lalu di kantor KPU Kota Baubau.

” Kampanye rapat umum juga itu sudah teragenda untuk masing-masing pasangan calon. Sudahbditetapkan berdasarkan hasil koordinasi bersama, jadi pasangan calon sudah mempunyai jadwal, sudah disepakati itu mulai dari tanggal 19 Juni sampai 23 Juni 2018,” kata Dian.
Dikatakan, pihak KPU hanya mengatur jadwal kampanye Paslon Walikota dan Wakil Walikota Baubau, sementara untuk jadwal kampanye Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Provisnsi Sultra diatur oleh KPU Provisi Sultra. Adapun persoalan ingin kampanye bersama antara Paslon Walikota dan Gubernur pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada para Paslon.

” Yang pasti kita hanya mengatur kampanye Paslon Walikota dan Wakil Walikota Baubau,” ujarnya.

Lanjut, pelaksanaan jadwal kampanye dialogis di bulan Ramadhan tidak ada perubahan dari waktu pelaksanaan kampanye dialogis sebelum bulan Ramadhan. Waktu batas kampanye dialogis tiap Paslon berakbir hingga pukul 18.00 wita dan hal teraebut berdasarkan hasil kesepakatan bersama antara KPU, Panwas, Kepolisian dan LO Paslon.

Ia berharap kepada semuapa Paslon dalam berkampanye memperhatikan semangat Bulan Ramadhan dengan saling menghargai dan menghormati serta tidak melakukan kampanye dirumah-rumah ibadah yang memang bukan lokasi untuk dilakukannya kampanye.(*)




Kampanye Dimedia Massa Panwas Harapkan Berimbang Beritakan Seluruh Paslon

Peliput : Prasetio M

BAUBAU, BP – Jelang pelaksanaan kampanye di media massa pada tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Baubau, Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Baubau mengharapkan agar pemberitaan Paslon Walikota dan Wakil walikota berimbang kepada semua Paslon.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Panwaslu Kota Baubau M Yusran Elfargani kepada awak media beberapa waktu lalu.

” Menjelang kampanye di media massa itu akan kita mulai dari 10 Juni sampai 23 Juni 2018, regulasinya akan diatur terutama media cetak diusahakan agar semua berimbang dan proposional,” kata Yusran.

Dikatakan, keberimbangan media dalam memberitakan Paslon sudah di atur dalam regulasi, termasuk lokasi kewenangan kepada media untuk memberitakan para Paslon. Dalam hal ini pihaknya menjaga agar salah satu media tidak hanya mempublikasikan keberhasilan salah satu Paslon dan tidak memberitakan Paslon yang lain sehingga pemberitaan jelang Pilkada menjadi tidak berimbang.

” Kalau seandainya itu terjadi, selain itu melanggar tentang regulasi Pilkada, tetapi saya lebih melihatnya kepada media massa yang bersangkutan. Dia akan kehilangan oplah, dia akan kehilangan pasar, misalnya dia hanya mengekspolitir pasangan A, maka orang yang tidak medukung pasangan A akan lari dari media massa yang bersangkutan,” ungkapnya.

Jika pihaknya menemukan adanya media massa yang tidak berimbang dalam memberitakan sejumlah Paslon, pihaknya akan segera melakukan peneguran, pasalnya dalam regulasi PKPU dan Perbawaslu dan UU 10 2016 sudah mengatur agar semua media Massa bersikap netral pada semua Paslon.

” Untuk Kota Baubau belum ada, kalau ada secara sedikit-sedikit kawan-kawan media Massa dapat mengkoreksi secara internal,” tutupnya.(*)




Terindikasi Menjual Obat Kepada Pasien Peserta JKN-KIS

BPJS Kesehatan Layangkan Surat Teguran Terhadap RSUD Palagimata

Peliput: Gustam

BAUBAU, BP – Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan melayangkan surat teguran kepada BLUD RSUD Palagimata Kota Baubau, karena terindikasi melakukan penjualan obat kepada pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

“Hasil evaluasi BPJS Kesehatan bahwa peserta JKN-KIS keluhkan tidak adanya obat yang tidak tersedia di apotik RSUD Palagimata, sehingga pasien harus membeli obat di luar. Ini surat tegurannya ada disini,” kata seorang Dewan Pengawas RSUD Palagimata Amrin Taone sambil memperlihatkan surat teguran tersebut, jumat (25/05).

Jika hal itu terbukti, kata Amrin, RSUD Palagimata harus bertanggung jawab penuh, karena telah melanggar Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 28 Tahun 2014 Bab V terkait iuran peserta JKN-KIS.

“Berdasarkan Permenkes Nomor 28 Tahun 2014 Bab V dijelaskan bahwa, fasilitas kesehatan tidak diperbolehkan meminta iuran kepada peserta selama peserta mendapatkan haknya,” jelasnya.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kota Baubau melalui Kepala Bibang Pelayanan Rujukan Rusydi membenarkan hal itu. Dikatakannya, surat teguran tersebut bertujuan untuk mengevaluasi diri.

“Memang benar adanya surat teguran itu. Hal itu merupakan bentuk evaluasi supaya kedepannya ada perbaikan,” katanya.

Surat teguran dilayangkan BPJS Kesehatan Cabang Baubau, setelah mendapat laporan dari seorang peserta JKN-KIS. “Ada laporan masuk ke kami, bahwa pasien peserta JKN-KIS, saat mengambil obat di apotik, padahal obatnya kosong, sehingga peserta harus membeli di luar,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Dirut BLUD RSUD Palagimata Kota Baubau melalui humasnya Arsan mengatakan, pihaknya tidak pernah melakukan penjualan obat. Pasien yang membeli obat diluar, uangnya akan digantikan oleh pihak RSUD.

“Kami tekankan tidak ada penjualan obat. Hanya kendalanya kami di sini, kekurangan obat. Saat pemesanan, kadang kami harus menunggu berbulan-bulan,” jelasnya.

Kendati demikian, kata Arsan, pihaknya menerima surat teguran tersebut untuk dijadikan bahan rujukan memperbaikan pelayanan.

“Tapi kami upayakan untuk pelayanan yang optimal, Teguran itu kami terima untuk evaluasi diri,” pungkasnya. (*)




Hindari Penipuan Status Calon Pengantin

Kemenag Busel Gandeng Discapilduk
Peliput : Amirul
BATAUGA,BP-Kementerian Agama kabupaten Buton Selatan menduga telah terjadi penipuan status calon pengantin, guna menghambat laju penipuan status tersebut maka akan menggandeng kerjasama dengan Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan Kabupaten Buton Selatan

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buton Selatan Drs La Rija MPdi melalui kepala Seksi Bimbingan masyarakat Islam Muhammad Ilham Ibnu Wahid S. Sos.I mengatakan saat ini nomor Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK) itu sangat penting, bahkan sudah terintegrasi dengan berbagai macam sistem pemerintahan
Di Kantor Kementerian Agama Busel telah memiliki aplikasi Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) yang suah terintegrasi dengan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) sehingga memudahkan aparatur Kemenag Busel dilapangan untuk mengecek status calon pengantin belum menikah atau telah menikah sebelumnya

“Jadi sekarang semakin sulit bagi kita mengecek status bersangkutan, apakah masih bujang atau sudah menikah, karena data dari SIMKAH itu sudah terintegrasi dengan SIAP. yang menjadi persoalan adalah, ada beberapa masyarakat, atau beberapa oknum yang setelah menikah tidak mencatatkan atau tidak melaporkan perkawinannya itu untuk mendapatkan kartu keluarga dan perubahan status KTP dari belum kawin menjadi kawin,” Muhammad Ilham, di gedung Lamaindo beberapa waktu lalu dalam kegiatan sosialisasi kependudukan

Lanjutnya, ditingkat pusat Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama telah melakukan kerjasama terkait integrasi SIAP dan SIMKAH. Untuk itu dari Kementerian Agama Busel mencoba menawarkan kerjasama dengan Discapilduk sehingga persoalan-persoalan yang muncul ditengah-tengah masyarakat dapat diatasi

“kami tawarkan kalau bisa ada MoU, perubahan status KTP dan pengurusan KK itu difasilitasi oleh teman-teman dari kantor urusan agama yang kemudian melaporkan ke catatan sipil sehingga mereka (calon pengantin atau pengantin) dalam waktu yang tidak terlalu lama untuk mendapatkan perubahan status KTP dan pengurusan KK itu bersamaan dengan keluarnya buku nikah,” ucap Muhammad Ilham
Ditambahkannya, tujuan kegiatan itu agar mempercepat pencatatan keluarga dalam SIAP sekaligus menghambat terjadinya penipuan status calon pengantin

“Jangan sampai yang bersangkutan sudah menikah tetapi belum diubah status di KTPnya, yang kemudian pergi menikah lagi ditempat lain dan kalau dicek di SIMKAH statusnya belum kawin. Ini menghindari persoalan-persoalan yang terjadi ditengah-tengah masyarakat,” tukasnya
Sementara Kepala Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan Busel Nadir, berterima kasih atas tawarannya antara Kemenag Busel dan Discapilduk membuat MoU sehingga kegiatan pencatatan data atau statsu kependudukan masyarakat dapat terdata dengan valid

Kata Nadir, sebelumnya Discapilduk melalui Sekda Busel telah mengirim surat ke Kantor Kementerian Agama Busel beberapa waktu lalu untuk diberikan informasi tentang masyarakat yang statusnya sudah kawin tetapi kesulitan mendapatkan itu. Dari data base Kepala Keluarga (KK) di discapilduk Busel tercatat ada 23.891 KK yang terdiri dari kurang lebih 4000 KK perempuan dan 19.000 KK laki-laki

“Akan tetapi dalam jumlah ini masih banyak penduduk kita yang sudah melakukan perkawianan tetapi belum melaporkan status perkawinannya, ini kesulitan kita maka memang perlu antara kemenag Busel dan Discapilduk melakukan kerjasama,” katanya

Dari data Organisiasi Pengurusan Perempuan Kepala Kelaurga, masih banyak warga Buton Selatan yang sudah berkumpul bersama-sama (menikah siri) bahkan sudah memiliki anak tetapi statusnya belum mendapatkan pengakuan dari negara. Misalnya memiliki Kartu Keluarga, begitula status anaknya

“ini juga menyulitkan kami untuk menerbitkan. Bahkan kita telah telah menfasilitasi beberapa Kepala Keluarga yang sudah berkumpul bersama belum surat nikah itu untuk mengadakan sidang Isbat dan saat itu juga kami terbitkan Kartu Keluarga. Namun memang masih banyak yang belum melaporkan status dari belum kawin menjadi kawin,” katanya

Ditambahkannya, Discapilduk Busel akan sangat berterima kasih jika MoU ini direncanakan untuk dilanjutkan tetapkan

“Syaratnya untuk mendapatkan Kartu keluarga dan perubahan status KTP yakni yang bersangkutan harus menyertakan kartu keluarga orang tuanya lak-laki, Kartu Keluarga dari perempuan sehingga kita bisa terbitkan sekaligus tiga dokumen, perubahan KK dari orantua laki-laki, perubahan KK dari orang tua perempuan dan KK baru yang bersangkutan, sekaligus merubah status KTPnya,” tukasnya




KPK Tetapkan Bupati Buton Selatan Sebagai Tersangka

JAKARTA,BP-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meningkatkan status Bupati Buton Selatan Agus Feisal Hidayat menjadi tersangka.

Dikutip dari CNN Indonesia, KPK menetapkannya setelah mendapat beberapa barang bukti termasuk uang sebesar Rp409 juta.

“Meningkatkan status pemeriksaan, dengan dua orang tersangka sebagai diduga penerima yaitu AFH dan sebagai diduga pemberi TK sebagai kontraktor swasta,” ujar Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam jumpa pers, Kamis (24/5).

Selain Agus Feisal Hidayat, KPK juga menetapkan TK alias Tony Kongres merupakan kontraktor swasta sebagai tersangka. Dia diduga membantu Agus dalam menjalani aksinya. Tony berperan sebagai koordinator dan pengepul dana ke Agus. Agus diduga menerima uang Rp409 juta dari kontraktor berkaitan proyek-proyek di daerah yang ia pimpin.
Penetapan Agus Feisal Hidayat dan Tony Kongres adalah lanjutan penyidikan KPK terhadap dugaan korupsi di Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara.

Dalam operasi tangkap tangan, KPK mencokok 11 orang, tujuh di antaranya di bawa ke Jakarta untuk dimintai keterangan lebih jauh. Jumlah itu mengerucut kepada Agus dan Tony sebagai tersangka.

Selain uang tunai Rp409 juta yang ditemukan dalam beberapa pecahan rupiah, penyidik KPK juga mendapatkan barang bukti berupa buku tabungan, barang elektronik, catatan proyek Kabupaten Buton Selatan, dan seperangkat alat kampanye salah satu calon wakil gubernur Sulawesi Tenggara.

Agus sebagai penerima uang terancam terjerat Pasal 12 ayat huruf a atau b, atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 Tipikor. Sementara Tony yang diduga berperan sebagai pemberi terancam kena jerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Nomor 31/2009 tentang Tipikor.(***)




KPK Boyong Bupati Busel Ke Jakarta

Peliput : Amirul

BATAUGA,BP-Setelah Tim Satuan Tugas (Satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI memeriksa Bupati Buton Selatan Agus Feisal Hidayat bersama sejumlah pihak di Sat Reskrim Mako Polres Baubau selama kurang lebih 12 jam

Akhirnya tepat pukul 05.00 wita Bupati Busel bersama 5 orang lainnya yakni pengusaha dengan inisial TK atau AC, ajudan bupati YN, kemudian MP diketahui politisi PDI-P, bendahara Setda Busel ES dan NS, meninggalkan Sat Reskrim Polres Baubau diantar menggunakan lima unit mobil menuju Bandar Udara Betoambari yang dikawal Brimob dan satuan Sabhara bersenjata lengkap

Bupati Busel yang menjabat baru satu tahun setelah dilantik ini mengenakan baju coklat muda dan celana panjang jeans coklat tua berpenutup mulut diketahui menumpangi mobil avanza putih bernomor polisi DT 1292 AC

Amatan wartawan Baubaupost, rombongan terperiksa bersama tim Satgas KPK dengan pengawalan ketat aparat, tiba dibandara sekitar pukul 05.30 wita. Mereka masuk menggunakan jalur pintu khusus di bagian selatan Bandar Udara Betoambari Kota Baubau dengan pemeriksaan manual keberangkatan oleh pihak bandara

Setelah pemeriksaan pihak bandara, sekitar pukul 06.00 wita, tiga mobil mengantar tim satgas dan terperiksa mendekati sisi kanan pesawat Wins Lion group ATR 72-600 untuk ditumpangi. Satu persatu terperiksa naik ke pesawat dan pukul 06.20 wita pesawat meninggalkan landadasn menuju Makassar dan selanjutnya ke Jakarta

Dilokasi parkir kendaraan bandara, tampak hadir sejumlah kolega terperiksa, bahkan sejumlah pejabat Busel hadir menyaksikan kepergian bupati defenitif Busel ke gedung KPK di Jakarta guna pemeriksaan lebih lanjut atas dugaan kasus yang menjeratnya. Telihat Kadis Kesbangpol Sadikin, Kadis Pendidikan La Ode Darmin, Kadis Pariwisata dan Ekonimo Kreatif Mukmin serta beberapa pegawai busel baik PNS maupun honorer

Sebelumnya, sekitar pukul 17.00 wita (23/5)tim Satgas KPK mengamankan Bupati Busel Agus Feisal Hidayat di rujab Bupati Busel di Batauga, namun diketahui sebelum mengamankan Bupati, KPK lebih dulu mengamankan TK sebagai pengusaha. Rujab disegel, dan dibeberapa ruang lainnya. Selama 2 jam dilakukan penggeledahan disejumlah ruangan sebelum akhirnya bupati digiring ke Sat Reskrim Mako Polres Baubau guna dilakukan pemeriksaan
Juru bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi media Rabu malam (23/5) membenarkan penangkapan tersebut. Selain Bupati Buton Selatan, KPK juga mengamankan sejumlah pihak, antara lain oknum pns, konsultan lembaga survey dan pihak swasta

“Tadi sudah saya cek, memang benar ada kegiatan tim penindakan di Sultra, Sekitar 10 orang diamnakan termasuk Bupati, PNS, konsultan lembaga survey dan pihak swasta.” katanya

KPK juga diketahui mengamankan barang bukti sejumlah uang senilai Rp 400 juta. Diduga kuat hasil transaksi fee proyek di Busel. (*)




Rujab dan Ruang Kerja Bupati Busel Disegel KPK

Laporan: Hasrin Ilmi
BATAUGA,BP-Buntut dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan tim satgas KPK terhadap Bupati Busel Agus feisal Hidayat rabu(23/05) sekitar pukul 17.00 wita, tim KPK menyegel rumah jabatan dan ruang kerja bupati. Penyegelan ini dilakukan untuk pengembangan kasus OTT.
Pantauan Baubau Post, selain rumah rujab dan ruang kerja bupati, ruang kerja Bendahara Sekretariat Kabupaten Buton Selatan, Kantor Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan ruangan kerja Unit Layanan Pengadaan (ULP)Kabupten Buton Selatan juga ikut disegel.

“Penyegelan dilakukan sejak kemarin oleh KPK,”kata salah seorang Pol PP yang berjaga.
Sebelum diberangkatkan di jakarta kamis pagi (24/05) sekitar pukul 06.00 wita via pesawat di Bandara bentoamabri, Agus Feisal hidayat dan beberap orang yang ikut ditangkap masih diamankan di gedung Satreskrim Polres Baubau untuk dilakukan pemeriksaan awal.

Setelah diperiksa maraton di Mapolres Baubau bupati Busel dan beberapa orang yang diamnakan langsung diterbangkan di jakarta di gedung KPK untuk pemeriksaan lebih lanjut.(***)