Bupati Wakatobi Harap Pemerintah dan Masyarakat Bersinergi Tingkatkan PAD

Peliput: Redaksi

WAKATOBI, BP– Bupati Wakatobi H Arhawi meminta kontribusi dari seluruh jajarannya dan masyarakat untuk membantu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena kemajuan daerah merupakan hal yang harus dipikirkan dan diwujudkan bersama.

“Kepala OPD, Camat, Kepala Desa, Lurah ,Kolektor, dan seluruh masyarakat Wakatobi harus bekerja sama dalam membantu peningkatan pendapatan asli daerah kita,” katanya.

Arhawi berharap, seluruh jajarannya dapat membina masyarakat untuk mewujudkan Wakatobi menuju daerah maritim dan berdaya saing ke depannya.

Selain itu, PAD merupakan indikator untuk mengukur kemampuan otonomi suatu daerah. Sehingga daerah harus menentukan kebijakan perencanaan dan pelaksanaan, maupun pembiayaan program yang matang.

“Keberhasilan menggali sumber keuangan merupakan salah satu faktor yang menentukan tetapan otonomi daerah yang bersumber dari PAD,” ungkap Kepala Dinas Pajak dan Retribusi Daerah Wakatobi Syamsul Bahri.

Pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan PAD Wakatobi, sehingga perlunya kesatuan gerak dan langkah, baik dari kalangan Kolektor, Camat, Kepala Desa, dan masyarakat. Dengan demikian kata Syamsul, kewajiban pajak maupun retribusi daerah harus ditaati. (**)




Ketua DPRD Wakatobi: Desa Timu Layak Disebut Desa Santri

Peliput: Duriani

WAKATOBI, BP – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wakatobi, Muhamad Ali SP.MSi, mengungkapkan Desa Timu Kecamatan Tomia Timur telah layak jika disebut Desa Santri.

Hal itu disebabkan Desa Timu atas gagasan pemerintah Desa dan masyarakatnya menciptakan destinasi wisata halal. Selain itu juga lanjut Muhamad Ali, Desa Timu merupakan wilayah administratif keberadaan Pondok Pesantren di pulau Tomia.

“Sebagai desa destinasi wisata halal yang terletak di pantai Tiroau, dan memiliki pondok pesantren maka perkampungan di Tiroau mau tidak mau disebut Desa Santri sebagai pendukung wisata halal,” sebut Ketua DPRD Wakatobi saat peletakan batu pertama pembangunan Mushola Terapung di pantai Desa Timu beberapa waktu lalu.

Desa Timu kata Muhamad Ali, satu-satunya desa di pulau Tomia dan mungkin di Wakatobi yang menurut data Kepolisian khususnya Polsek Tomia Timur memiliki tingkat kerawanan terendah.

“Data Polsek, di pulau Tomia tingkat kerawanan terendah bahkan kejadian miras dalam kurun satu tahun adalah Desa Timu,” kata Muhamad Ali.

Selain itu juga Muhamad Ali, menyebut jika pihak Kepolisian tidak pernah melakukan penangkapan terhadap pelaku tindak kriminal. “Dan untuk kriminal polisi tidak pernah melakukan penangkapan di Desa Timu termasuk miras nol persen,” ungkap Ketua DPRD Wakatobi saat itu.

Dengan beberapa bukti dukungan prestasi yang dimiliki Desa Timu tersebut, Muhamad Ali, mengajak pemerintah Desa Timu dan masyarakatnya agar anggaran pembangunan yang masuk di desa hendaknya diarahkan untuk menunjang kegiatan infrastruktur yang baru ernuansa Islam.

“Kalau sudah begitu maka tugas kita bagaimana ADD dan DR melalui kades dan Pemda serta Kemenag dalam satu tekad bahwa pariwisatanya harus bernuansa Islam,” pungkas Muhamad Ali. (*)




Genjot Infrastruktur Pariwisata, Pemkab Wakatobi Intens Berkomunikasi ke Pusat

Peliput: Duriani

WAKATOBI, BP – Kabupaten Wakatobi setiap tahun tidak pernah terlewatkan dengan hadirnya berbagai program pemerintah pusat. Baik itu berupa program fisik maupun pemberdayaan. Semua itu tentu tidak terlepas dari peran serta seluruh elemen di daerah.

Bupati Wakatobi, H Arhawi SE, mengungkapkan jika tahun 2019 nanti Wakatobi berpeluang lagi mendapat kucuran dana pusat untuk berbagai program dari sejumlah Kementerian. Bahkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seringkali menghadiri undangan beberapa Kementerian untuk memperbaiki dokumen usulan program.

“Insya Allah, saat penetapan APBN 2019 di awal November ini sudah ada kepastian program apa saja masuk di Wakatobi. Karena selama beberapa minggu terkahir ini, ada beberapa OPD diundang berbagai Kementerian untuk memperbaiki dokumen usulan program yang masuk dalam RKPD,” ungkap Arhawi, di Wangi-Wangi Sabtu (27/10).

Menurut Arhawi, Wakatobi membutuhkan penataan infrastruktur kaitannya dengan dukungan terhadap pariwisata. Sehingga semua OPD yang dipimpinnya sudah menyampaikan hasil rumusan masing-masing kaitannya dengan program 2019 nanti.
“Semua OPD sudah disampaikan bahwa semua usulan rencana program 2019 harus dikawal. Dan mudah-mudahan yang diusulkan itu bisa dipastikan lolos dalam penetapan APBN 2019. Dan kita harus optimis bahwa usaha-usaha untuk mempercepat pembangunan infrastruktur bisa tercapai,” ucap Arhawi.

Arhawi, menambahkan jika pemerintah Kabupaten Wakatobi akan terus menggenjot pembangunan khususnya infrastruktur kaitannya dengan pariwisata. Hal itu dikarenakan Wakatobi masuk dalam kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN).

“Karena Wakatobi ini masuk dalam KSPN, maka tentu percepatan pembangunan infrastruktur menjadi tujuan utama. Kita akan berupaya agar DAK pariwisata dari pusat bisa bertambah dari tahun ke tahun. Termasuk membangun komunikasi dengan pemerintah provinsi Sulawesi Tenggara kaitannya dengan APBD Provinsi,” ujar Bupati Wakatobi.




Dermaga Fery Kaledupa Ditarget Operasi Awal Tahun 2020

Peliput: Duriani

WAKATOBI, BP – Pelabuhan penyebrangan kapal Fery di pulau Kaledupa Kabupaten Wakatobi ditargetkan beroperasi awal tahun 2020.

Dermaga kapal Fery yang akan menghubungkan pulau Kaledupa, Wangi-Wangi dan Lasalimu Kabupaten Buton itu, saat ini sementara proses pengerjaan. Dan direncanakan tuntas dalam dua tahap atau dua tahun anggaran.

“Pelabuhan Fery Kaledupa itu direncanakan dua tahap. Dan target pemerintah daerah dan pusat siap operasi minimal awal tahun 2020,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Wakatobi, Drs Hariadin, di Wangi-Wangi Jumat (26/10).

Terkait tuntas dan tidaknya target pengoperasiannya, Hariadin mengatakan jika itu tergantung kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Yang pasti bahwa target pemerintah Kabupaten Wakatobi dan pemerintah pusat awal tahun 2020 sudah mulai operasi,” kata Hariadin.

\

Ditanyai terkait kepastian rute pelayaran, Hariadin menjelaskan jika saat ini fokus diproses penyelesaian pembangunan dermaga. Nanti setelah pembangunan dermaga tuntas, baru direncanakan rutenya.

“Kita belum tahu pasti bahwa dermaga Fery di Kaledupa ini akan dijadikan pelabuhan terakhir atau seperti apa. Namun yang jelas bahwa terkait rute itu urusan dibelakang setelah pembangunan dermaga tubtas,” jelasnya.

Untuk memastikan semua pulau di Wakatobi dilalui rute penyebrangan kapal Fery, Hariadin menambahkan jika tahun 2019 pemerintah pusat kembali membangun dermaga Fery di pulau Tomia dan Binongko.

“Pemerintah telah merencanakan semua pulau di Wakatobi akan dilayani kapal Fery. Sehingga pembangunan dermaga Fery di pulau Tomia dan Binongko akan dimulai tahun 2019. Dengan begitu, masyarakat dengan mudah melakukan perjalanan laut menggunakan fasilitas pemerintah yang tentunya lebih praktis dan murah,” tutup Hariadin. (*)




BPN: Kebutuhan Prona Wakatobi 1050 Bidang

Peliput: Duriani

WAKATOBI, BP – Kuota Wakatobi untuk program agraria nasional (prona) tahun ini lebih sedikit dari tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, kebutuhan masyarakat tidak mencukupi kuota yang diberikan pemerintah pusat.

“Tahun 2018 ini kuota Wakatobi sebenarnya 2000 bidang. Namun kebutuhan masyarakat hanya 1050 bidang. Sehingga sisanya dialihkan ke Kabupaten lain di Sultra,” ungkap Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Wakatobi, M Rahman.

Pihaknya meminta kepala desa dan lurah di Wakatobi untuk pro aktif melakukan pendataan tanah di wilayahnya. Untuk selanjutnya dilaporkan ke BPN Wakatobi.

“Kita berharap kepala desa dan Lurah bisa pro aktif lakukan pendataan tanah milik warga di wilayahnya, jangan hanya menunggu. Karena bicara kuota tergantung kebutuhan,” pintanya.

Dijelaskan, Prona yang telah berjalan selama ini akan berubah nama menjadi pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTS).

Prona dan PTS kata M Rahman, memiliki perbedaan dalam hal pelaksanaan di lapangan.

Prona lebih kepada menindak lanjuti kebutuhan masyarakat, sedangkan PTS pihaknya melakukan pengukuran secara merata. Sehingga pihaknya memiliki data sebagai referensi untuk melakukan pemetaan terhadap seluruh tanah di daerah.

“Ke depan bukan lagi prona tapi PTS. Jadi semua tanah baik itu tanah milik masyarakat, milik adat, kuburan hingga tanah bermasalah akan kita ukur. Tujuannya agar kita miliki data untuk dilakukan pemetaan. Berapa besar tanah bermasalah, tanah masyarakat dan lain sebagainya,” pungkasnya. (*)




Jelang Pemilu, Kemenag Dan KPU Gelar Dialog Bersama Forum Umat Beragama

Peliput: Duriani
WAKATOBI, BP – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wakatobi kerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) menyelenggarakan sosialisai dan dialog dengan mengundang forum umat beragama di Kabupaten Wakatobi.
Kegiatan yang dihadiri langsung Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Sulawesi Tenggara dan Ketua KPU Wakatobi itu mengusung tema dialog forum komunikasi umat beragama tahun 2018 bertempat di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Wakatobi, Sabtu (20/10/2018).

Kepala Kanwil Kemenag Sultra, Abdul Kadir, mengapresiasi kegiatan ini. Ia berharap dengan adanya dialog seperti ini bukan sekedar seremonial melainkan bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita mencoba menghargai perbedaan untuk kita tidak berbeda, dan berbeda itu sebuah realitas yang bisa kita jadikan sebagai potensi untuk menyatukan kita,” ungkapnya usai kegiatan itu.

Dikatakannya, kegiatan itu melibatkan pihak KPU sehingga bisa melihat sisi lain dari anak bangsa sebagai penyelenggara pemilu. dimana penyelenggaraan pemilu bisa berindikasi pada suasana tidak kondusif.
“Suasana harmoni bisa terganggu di kalangan agama. Kita mencoba menghargai perbedaan untuk kita tidak berbeda dan berbeda itu sebuah realitas yang bisa kita jadikan sebagai potensi untuk menyatukan kita,” katanya.
Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Wakatobi, Abdul Rajab, menyatakan dengan kegiatan forum dialog antar umat beragama jelang pemilu ini bernilai positif. Mengingat dialog seperti itu bisa meminimalisir perpecahan atau konflik-konflik hingga permasalahan di masyarakat bisa di selesaikan dengan baik oleh para tokoh-tokoh agama.

“Harapan kami adalah tokoh agama menjadi penetralisir masalah apabila ada konflik horisontal di tengah-tengah masyarakat. Intinya tokoh agama harus menjadi rahmatan lil alaamin,” harapnya.

Amatan Baubau Post, kegiatan itu dirangkai dengan sesi tanya jawab. Sejumlah peserta dengan antusias meminta penjelasan kaitannya dengan penyelenggaraan pemilu maupun perbedaan pendapat dan pilihan dari sisi Agama.(*)




Libur Minggu, Pemkab Wakatobi Tunda Pengumuman Hasil Verifikasi Berkas Pelamar CPNS

Peliput: Duriani

WAKATOBI, BP – Panitia lokal seleksi tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Wakatobi baru akan mengumumkan hasil verifikasi administrasi berkas pendaftaran hari ini Senin (22/10/2018).

Jadwal tersebut molor satu hari dari jadwal yang dikeluarkan pemerintah pusat dalam hal ini Badan Kepegawaian Nasional (BKN) yakni Minggu (21/10/2018).

Ketua panitia seleksi lokal yang juga menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Wakatobi, Muh Ilyas Abibu, mengatakan penundaan itu disebabkan jadwal dari BKN bertepatan dengan hari libur Minggu.

“Karena hari ini libur Minggu, maka pengumuman hasil verifikasi berkas di Wakatobi nanti besok Senin (22/10/2018) baru ditempel di kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM),” kata Muh Ilyas Abibu di Wangi-Wangi, Minggu (21/10/2018).

Terkait pembagian nomor tes peserta tes online, Muh Ilyas Abibu, menjelaskan bahwa pihaknya menunggu pemberitahuan dari BKN.

“Pendaftar yang lulus berkas, kita kirim ke pusat. Setelah itu pusat menerbitkan nomor tes berikut pembagian ruangan. Jadi kita menunggu pemberitahuan dari pusat,” jelasnya.

Menurut Sekda Wakatobi, pihaknya tidak mengetahui pasti berapa jumlah pendaftar yang lulus berkas dikarenakan pendaftar lebih dari 2000 orang. Sehingga harus tunggu pengumuman resmi untuk mengetahui kepastian jumlah pendaftar yang dinyatakan lulus berkas.

“Untuk kepastian berapa yang tidak lulus berkas, saya tidak mengetahui pasti karena harus tunggu p ngumuman resmi besok. Tapi seingat saya, yang tidak lulus berkas itu banyak sekali,” ucap Muh Ilyas Abibu.

Ditanyai permasalahan pendaftar yang tidak lulus berkas, Sekda Wakatobi hanya memberikan gambaran umum bahwa terkadang pelamar saat mendaftar jurusan tidak sesuai dengan spesifikasi ilmunya.

“Yang tidak lulus berkas itu banyak sekali. Terkadang mendaftar di jurusan yang tidak sesuai dengan spesifikasi pendidikannya. Ada juga yang telah lewat batas umurnya. Yang jelasnya nanti besok baru jelas karena akan ditempel,” tutup Muh Ilyas Abibu.




Sosialisasi, KPU Wakatobi Go To School

Peliput: Duriani

WAKATOBI, BP – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) melaksanakan sosialisasi di kampus Sekolah Menengah Umum Negeri (SMUN) sederajat. Diantaranya, SMUN 1 Wangi-Wangi Kamis (18/10/2018).

Sosialisasi dengan mengusung tema KPU go to school itu dikhususkan untuk pemilih pemula jelang pemilu 2019 nanti. Dengan harapan target 75 persen secara nasional untuk pemilih pemuka dapat tercapai.

Amatan Baubau Post, komisioner KPU Wakatobi secara bergantian memberikan materi kepada puluhan siswa peserta sosialisasi yang masuk kategori pemilih pemula. KPU dengan tupoksinya memberikan pemahaman tentang pentingnya berpartisipasi menyalurkan hak pilihnya. Karena hak pilih pemilih pemula ikut menentukan masa depan bangsa.

“Kita berharap bahwa pemilih pemula dapat memahami tata cara pencoblosan dan pentingnya menyalurkan hak pilihnya. Karena pemilih pemula ikut menentukan nasib bangsa kedepannya,” ujar Abdul Rajab Ketua KPU Wakatobi usai sosialisasi itu.

Tampak pula puluhan siswa-siswi SMUN 1 Wangi-Wangi antusias mengikuti kegiatan tersebut. Hal itu bisa dilihat dari sejumlah siswa dengan bergantian bertanya terkait materi yang dibawakan komisioner KPU Wakatobi.

KPU Wakatobi dengan agenda yang sama akan mengunjungi semua SMU sederajat di Wakatobi. Hingga berita ini diturunkan sosialisasi sementara berlangsung. (*)




Hadiri Undangan Pemkab, Ali Mazi Sambangi Wakatobi

Peliput: Duriani

WAKATOBI, BP – Atas undangan Pemkab Wakatobi, Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ali Mazi SH melakukan kunjungan kerja (kunker) disalah satu daerah destinasi pariwisata di indonesia , Kamis (11/10/2018).

Undangan Pemkab Wakatobi tersebut, dalam rangka bersama-sama perwakilan Kementerian untuk mengikuti kegiatan nasional berupa kirab pemuda di Kabupaten Wakatobi 12 Oktober 2018.

“Pak Gub kunker di Wakatobi atas undangan kita mengukuti kirab pemuda 12 Oktober besok. Karena sifatnya ini kegiatan nasional yang melibatkan Kementerian sehingga kita undang untuk bersama-sama,” kata Bupati Wakatobi di Bandara Matahora Wakatobi Kamis (11/10/2018).

Kunker perdana Gubernur Sultra di Wakatobi itu, Arhawi, berharap agar Gubernur bisa melihat langsung kondisi riil Wakatobi. Sehingga ada program provinsi yang bisa sinkronisasi dengan kondisi alam dan program Pemkab Wakatobi.

“Dengan hadirnya Pak Gubernur ini, banyak hal kita harapkan. Meskipun Pak Gubernur sudah seringkali di Wakatobi, namun butuh penajaman sehingga ada sinkronisasi program provinsi dengan program Pemkab,” harap Arhawi.

Kabupaten Wakatobi yang telah ditetapkan pemerintah pusat sebagai salah satu Top Teen Pariwisata, Arhawi, sangat berharap kepada Gubernur Sultra untuk memperhatikan Kabupaten Wakatobi.

“Mudah-mudahan hadirnya Pak Gubernur di Wakatobi akan membawa berkah terhadap percepatan pembangunan di Wakatobi khususnya dibidang pariwisata,” ucap Arhawi.

Untuk diketahui, Ali Mazi yang dijadwalkan berada di Wakatobi selama dua hari akan mengunjungi beberapa titik lokasi yang merupakan pusat kegiatan program fisik baik itu bersumber dari APBN maupun APBD.




Angkatan 94 SMPN 1 Tomia Gelar Reuni Perdana

 

Peliput: Duriani

WAKATOBI, BP – Alumni Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Tomia, Kabupaten Wakatobi angkatan 1994 menggelar reuni perdana. Bertempat di gedung SMPN 1 Tomia, Senin (8/10/2018).

Ketua Panitia Arman Alini mengatakan reuni itu mengusung
tema “Saling Berbagi, Merajut Persaudaraan dalam Kebersamaan”.

“Reuni perdana kali ini bertujuan untuk menggugah lebih 6 ribu alumni SMPN 1 Tomia yang tersebar diseluruh nusantara, untuk urung rembuk dalam gerakan 10.000 untuk SMPN 1 Tomia,” kata Arman Alini.

Dikatakannya, dalam 24 tahun Temu Kangen Angkatan 1994 tahun 2018, pihaknya mendonasikan sebagian rezeki untuk fasilitas tambahan di sekolah yang telah memberikan kontribusi ilmu dalam perjalanan karir setiap alumni.

“Dalam reuni akbar perdana angkatan 1994 ini, kita memberikan bantuan kepada SMPN 1 Tomia berupa Karpet, Jam dinding dan Mukena untuk Mushola SMPN 1 Tomia,” ucap alumni SMPN 1 Tomia Angkatan 1994 itu

.

Ditambahkan jika dalam reuni itu dihadiri para guru senior, dewan guru dan staf SMPN 1 Tomia. Reuni berlangsung selama dua hari yakbi 8 – 9 Oktober 2018 dan dibuka dengan Resmi Kepala SMPN 1 Tomia La Muinu SPd.

Reuni yang bertepatan dengan pelaksanaan Festival Pulau Tomia ini memberi warna baru dan menambah seru kegiatan festival.

Sementara sekretaris panitia, Nur Santi, berharap kegiatan reuni perdana angkatannya bisa berlanjut setiap dua tahun. (*)