Jelang Pemilu, Kemenag Dan KPU Gelar Dialog Bersama Forum Umat Beragama

Peliput: Duriani
WAKATOBI, BP – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wakatobi kerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) menyelenggarakan sosialisai dan dialog dengan mengundang forum umat beragama di Kabupaten Wakatobi.
Kegiatan yang dihadiri langsung Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Sulawesi Tenggara dan Ketua KPU Wakatobi itu mengusung tema dialog forum komunikasi umat beragama tahun 2018 bertempat di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Wakatobi, Sabtu (20/10/2018).

Kepala Kanwil Kemenag Sultra, Abdul Kadir, mengapresiasi kegiatan ini. Ia berharap dengan adanya dialog seperti ini bukan sekedar seremonial melainkan bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita mencoba menghargai perbedaan untuk kita tidak berbeda, dan berbeda itu sebuah realitas yang bisa kita jadikan sebagai potensi untuk menyatukan kita,” ungkapnya usai kegiatan itu.

Dikatakannya, kegiatan itu melibatkan pihak KPU sehingga bisa melihat sisi lain dari anak bangsa sebagai penyelenggara pemilu. dimana penyelenggaraan pemilu bisa berindikasi pada suasana tidak kondusif.
“Suasana harmoni bisa terganggu di kalangan agama. Kita mencoba menghargai perbedaan untuk kita tidak berbeda dan berbeda itu sebuah realitas yang bisa kita jadikan sebagai potensi untuk menyatukan kita,” katanya.
Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Wakatobi, Abdul Rajab, menyatakan dengan kegiatan forum dialog antar umat beragama jelang pemilu ini bernilai positif. Mengingat dialog seperti itu bisa meminimalisir perpecahan atau konflik-konflik hingga permasalahan di masyarakat bisa di selesaikan dengan baik oleh para tokoh-tokoh agama.

“Harapan kami adalah tokoh agama menjadi penetralisir masalah apabila ada konflik horisontal di tengah-tengah masyarakat. Intinya tokoh agama harus menjadi rahmatan lil alaamin,” harapnya.

Amatan Baubau Post, kegiatan itu dirangkai dengan sesi tanya jawab. Sejumlah peserta dengan antusias meminta penjelasan kaitannya dengan penyelenggaraan pemilu maupun perbedaan pendapat dan pilihan dari sisi Agama.(*)




Libur Minggu, Pemkab Wakatobi Tunda Pengumuman Hasil Verifikasi Berkas Pelamar CPNS

Peliput: Duriani

WAKATOBI, BP – Panitia lokal seleksi tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Wakatobi baru akan mengumumkan hasil verifikasi administrasi berkas pendaftaran hari ini Senin (22/10/2018).

Jadwal tersebut molor satu hari dari jadwal yang dikeluarkan pemerintah pusat dalam hal ini Badan Kepegawaian Nasional (BKN) yakni Minggu (21/10/2018).

Ketua panitia seleksi lokal yang juga menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Wakatobi, Muh Ilyas Abibu, mengatakan penundaan itu disebabkan jadwal dari BKN bertepatan dengan hari libur Minggu.

“Karena hari ini libur Minggu, maka pengumuman hasil verifikasi berkas di Wakatobi nanti besok Senin (22/10/2018) baru ditempel di kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM),” kata Muh Ilyas Abibu di Wangi-Wangi, Minggu (21/10/2018).

Terkait pembagian nomor tes peserta tes online, Muh Ilyas Abibu, menjelaskan bahwa pihaknya menunggu pemberitahuan dari BKN.

“Pendaftar yang lulus berkas, kita kirim ke pusat. Setelah itu pusat menerbitkan nomor tes berikut pembagian ruangan. Jadi kita menunggu pemberitahuan dari pusat,” jelasnya.

Menurut Sekda Wakatobi, pihaknya tidak mengetahui pasti berapa jumlah pendaftar yang lulus berkas dikarenakan pendaftar lebih dari 2000 orang. Sehingga harus tunggu pengumuman resmi untuk mengetahui kepastian jumlah pendaftar yang dinyatakan lulus berkas.

“Untuk kepastian berapa yang tidak lulus berkas, saya tidak mengetahui pasti karena harus tunggu p ngumuman resmi besok. Tapi seingat saya, yang tidak lulus berkas itu banyak sekali,” ucap Muh Ilyas Abibu.

Ditanyai permasalahan pendaftar yang tidak lulus berkas, Sekda Wakatobi hanya memberikan gambaran umum bahwa terkadang pelamar saat mendaftar jurusan tidak sesuai dengan spesifikasi ilmunya.

“Yang tidak lulus berkas itu banyak sekali. Terkadang mendaftar di jurusan yang tidak sesuai dengan spesifikasi pendidikannya. Ada juga yang telah lewat batas umurnya. Yang jelasnya nanti besok baru jelas karena akan ditempel,” tutup Muh Ilyas Abibu.




Sosialisasi, KPU Wakatobi Go To School

Peliput: Duriani

WAKATOBI, BP – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) melaksanakan sosialisasi di kampus Sekolah Menengah Umum Negeri (SMUN) sederajat. Diantaranya, SMUN 1 Wangi-Wangi Kamis (18/10/2018).

Sosialisasi dengan mengusung tema KPU go to school itu dikhususkan untuk pemilih pemula jelang pemilu 2019 nanti. Dengan harapan target 75 persen secara nasional untuk pemilih pemuka dapat tercapai.

Amatan Baubau Post, komisioner KPU Wakatobi secara bergantian memberikan materi kepada puluhan siswa peserta sosialisasi yang masuk kategori pemilih pemula. KPU dengan tupoksinya memberikan pemahaman tentang pentingnya berpartisipasi menyalurkan hak pilihnya. Karena hak pilih pemilih pemula ikut menentukan masa depan bangsa.

“Kita berharap bahwa pemilih pemula dapat memahami tata cara pencoblosan dan pentingnya menyalurkan hak pilihnya. Karena pemilih pemula ikut menentukan nasib bangsa kedepannya,” ujar Abdul Rajab Ketua KPU Wakatobi usai sosialisasi itu.

Tampak pula puluhan siswa-siswi SMUN 1 Wangi-Wangi antusias mengikuti kegiatan tersebut. Hal itu bisa dilihat dari sejumlah siswa dengan bergantian bertanya terkait materi yang dibawakan komisioner KPU Wakatobi.

KPU Wakatobi dengan agenda yang sama akan mengunjungi semua SMU sederajat di Wakatobi. Hingga berita ini diturunkan sosialisasi sementara berlangsung. (*)




Hadiri Undangan Pemkab, Ali Mazi Sambangi Wakatobi

Peliput: Duriani

WAKATOBI, BP – Atas undangan Pemkab Wakatobi, Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ali Mazi SH melakukan kunjungan kerja (kunker) disalah satu daerah destinasi pariwisata di indonesia , Kamis (11/10/2018).

Undangan Pemkab Wakatobi tersebut, dalam rangka bersama-sama perwakilan Kementerian untuk mengikuti kegiatan nasional berupa kirab pemuda di Kabupaten Wakatobi 12 Oktober 2018.

“Pak Gub kunker di Wakatobi atas undangan kita mengukuti kirab pemuda 12 Oktober besok. Karena sifatnya ini kegiatan nasional yang melibatkan Kementerian sehingga kita undang untuk bersama-sama,” kata Bupati Wakatobi di Bandara Matahora Wakatobi Kamis (11/10/2018).

Kunker perdana Gubernur Sultra di Wakatobi itu, Arhawi, berharap agar Gubernur bisa melihat langsung kondisi riil Wakatobi. Sehingga ada program provinsi yang bisa sinkronisasi dengan kondisi alam dan program Pemkab Wakatobi.

“Dengan hadirnya Pak Gubernur ini, banyak hal kita harapkan. Meskipun Pak Gubernur sudah seringkali di Wakatobi, namun butuh penajaman sehingga ada sinkronisasi program provinsi dengan program Pemkab,” harap Arhawi.

Kabupaten Wakatobi yang telah ditetapkan pemerintah pusat sebagai salah satu Top Teen Pariwisata, Arhawi, sangat berharap kepada Gubernur Sultra untuk memperhatikan Kabupaten Wakatobi.

“Mudah-mudahan hadirnya Pak Gubernur di Wakatobi akan membawa berkah terhadap percepatan pembangunan di Wakatobi khususnya dibidang pariwisata,” ucap Arhawi.

Untuk diketahui, Ali Mazi yang dijadwalkan berada di Wakatobi selama dua hari akan mengunjungi beberapa titik lokasi yang merupakan pusat kegiatan program fisik baik itu bersumber dari APBN maupun APBD.




Angkatan 94 SMPN 1 Tomia Gelar Reuni Perdana

 

Peliput: Duriani

WAKATOBI, BP – Alumni Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Tomia, Kabupaten Wakatobi angkatan 1994 menggelar reuni perdana. Bertempat di gedung SMPN 1 Tomia, Senin (8/10/2018).

Ketua Panitia Arman Alini mengatakan reuni itu mengusung
tema “Saling Berbagi, Merajut Persaudaraan dalam Kebersamaan”.

“Reuni perdana kali ini bertujuan untuk menggugah lebih 6 ribu alumni SMPN 1 Tomia yang tersebar diseluruh nusantara, untuk urung rembuk dalam gerakan 10.000 untuk SMPN 1 Tomia,” kata Arman Alini.

Dikatakannya, dalam 24 tahun Temu Kangen Angkatan 1994 tahun 2018, pihaknya mendonasikan sebagian rezeki untuk fasilitas tambahan di sekolah yang telah memberikan kontribusi ilmu dalam perjalanan karir setiap alumni.

“Dalam reuni akbar perdana angkatan 1994 ini, kita memberikan bantuan kepada SMPN 1 Tomia berupa Karpet, Jam dinding dan Mukena untuk Mushola SMPN 1 Tomia,” ucap alumni SMPN 1 Tomia Angkatan 1994 itu

.

Ditambahkan jika dalam reuni itu dihadiri para guru senior, dewan guru dan staf SMPN 1 Tomia. Reuni berlangsung selama dua hari yakbi 8 – 9 Oktober 2018 dan dibuka dengan Resmi Kepala SMPN 1 Tomia La Muinu SPd.

Reuni yang bertepatan dengan pelaksanaan Festival Pulau Tomia ini memberi warna baru dan menambah seru kegiatan festival.

Sementara sekretaris panitia, Nur Santi, berharap kegiatan reuni perdana angkatannya bisa berlanjut setiap dua tahun. (*)




Ciptakan Destinasi Wisata Halal Ketua DPRD Wakatobi Puji Masyarakat Desa Timu

Peliput: Duriani

WAKATOBI, BP – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wakatobi, Muhamad Ali, mewakili Bupati Wakatobi H Arhawi meletakkan batu pertama pembangunan Mushola Terapung di Desa Timu Kecamatan Tomia Timur, Senin (8/10).

Peletakkan batu pertama pembangunan Mushola Terapung tersebut dirangkai dengan lounching wisata Halal Desa Timu. Lokasi pembangunan Mushola dan lounching itu bertempat di pantai Desa Timu.

Muhamad Ali, dalam sambutannya mengatakan inisiatif program pemerintah dan masyarakat Desa Timu dalam menciptakan destinasi Wisata Halal di wilayahnya telah maju selangkah dibanding pemerintah dan DPRD Kabupaten Wakatobi.

“Pemerintah dan DPRD Kabupaten Wakatobi kalah satu langkah dari pemerintah dan masyarakat Desa Timu. Karena di Wakatobi yang dikenal dengan pariwisata, wisata Halal adanya hanya di Desa Timu,” kata Muhamad Ali.

Muhamad Ali, berjanji jika pemerintah dan DPRD Kabupaten Wakatobi akan mendukung penuh destinasi Wisata Halal dimaksud. Dukungan itu akan diwujudkan dalam bentuk membersihkan anggaran langkah awal.

“Kewajiban pemerintah dan DPRD Kabupaten Wakatobi akan mendukung penuh program ini. Kita upayakan dalam APBD perubahan tahun ini kita alokasikan sesuai ketersediaan anggaran,” janji Muhamad Ali.

Menurut Muhamad Ali, wisata Halal akan memberikan kontribusi positif terhadap pemerintah dan masyarakat Desa Timu pada khususnya dan Wakatobi pada umumnya. Pasalnya, selain memberikan nuansa tersendiri dimana wisatawan harus menggunakan sarung masuk ke lokasi wisata Halal. Masyarakat juga bisa mendapat nilai ekonomi.

“Ini tentu memberikan nilai ekonomis kepada masyarakat. Karena harus banyak sarung tenun yang disiapkan. Dan wisata ini unik karena pertama di Wakatobi khususnya,” ujar Ketua DPRD Wakatobi.

Amatan Baubau Post, kegiatan dalam rangkaian Festival Pulau Tomia Soea tersebut, dirangkai dengan Peletakkan batu pertama pembangunan Mushola Terapung yang dihadiri tokoh agama, tokoh adat, pemuda dan tokoh perempuan Desa Timu. (*)




Arhawi: FPT Rintisan Pemimpin Sebelumnya

 

Peliput: Duriani

WAKATOBI, BP – Bupati Wakatobi, H Arhawi, mengungkapkan jika pelaksanaan Festival Pulau Tomia (FPT) kini memasuki tahun ke – 3 sejak dilantik menjadi Bupati Wakatobi 2016 lalu. Merupakan rintisan pemimpin sebelumnya.

Hal itu diungkapkannya saat membuka FPT ke – 3 di lapangan Kebangkitan Usuku Kecamatan Tomia Timur, Sabtu (7/10/2018).

Menurut Arhawi, sesuai cita-cita dan visa misi daerah yang mengangkat pariwisata. Tentu setiap kali ada pergantian pemimpin maka sudah menjadi tanggung jawab untuk melanjutkan program dimaksud. Sehingga dasar-dasar tujuan berdirinya suatu daerah bisa tercapai demi kesejahteraan rakyatnya.

“FPT memasuki tahun ke – 3. Kegiatan ini dan juga festival lainnya di Wakatobi merupakan rintisan pemimpin sebelumnya. Dimana saat itu saya menjadi Wakil Bupati Wakatobi mendampingi Bapak IR Hugua. Sehingga wajib dikembangkan dan dilanjutkan karena menjadi tanggung jawab pemimpin berikutnya,” ungkap Arhawi dalam sambutannya.

Kata Bupati Wakatobi, pelaksanaan sejumlah event pariwisata di Wakatobi seperti FPT, meskipun secara kasat mata hanya berbentuk seremonial. Namun tidak disadari bahwa kegiatan budaya memiliki makna yang besar terhadap kelanjutan cita-cita pembangunan dan generasi kedepan.

“Budaya yang diwariskan orang tua terdahulu merupakan rujukan kehidupan kedepan. Karena budaya yang dikemas dalam kegiatan ini tanpa disadari akan memfilter pengaruh budaya asing,” kata Arhawi.

Pariwisata lanjut Arhawi, akan relevan jika budaya masa lampau terus dipertahankan dan dikembangkan. Selain mengembang misi pariwisata, budaya juga akan membentangi generasi kedepan dalam hal meningkatkan nilai-nilai keislaman.

Sementara itu Camat Tomia Timur, Drs Ramai, mengatakan FPT tahun ke – 3 mengangkat tema “Tomia Soea”. Tagline itu kata Camat Tomia, memiliki pemaknaan luas. Dimana antusias masyarakat Tomia Timur dalam FPT itu luar biasa.

“Tomia Soea miliki makna sesungguhnya pulau Tomia itu indah, nyaman, harmonis dan sempurna,” kata Camat Tomia Timur.

Drs Ramli, menambahkan FPT tahun ini mengangkat pemberdayaan dan pariwisata.

Sehingga dalam random acara akan ada kunjungan ke tempat-tempat wisata di Tomia Timur. Seperti hutan bambu di Kahianga, Tadu Sangia Waktu Kolo di Dete dan pengembangan wisata alam di Desa Timu. (*)




Arhawi Wisuda 175 Santri/Santriwati Di Tomia

 

Peliput: Duriani

WAKATOBI, BP – Bupati Wakatobi, H Arhawi, memwisuda 175 santri dan santriwati dari sejumlah Taman Pengajian Al Qur’an (TPQ) yang tergabung dalam Forum Komunikasi Taman Pendidikan Al Qur’an (FKTPA) di Kecamatan Tomia, Minggu (7/10/2018).

Arhawi, dalam sambutannya mengapresiasi keikhlasan semua guru-guru TPQ dan pemerintah kecamatan dalam hal melakukan konsolidasi, pendampingan dan pembelajaran terhadap anak-anak sebagai penerus generasi ke depan.

Dikatakannya, sejak 2016 tepatnya saat dilantik menjadi Bupati Wakatobi secepatnya mengambil langkah evaluasi Peraturan Daerah (Perda) termasuk Perda bebas buta aksara Al Qur’an.

Arhawi, berharap dengan berkembangnya TPQ dalam membudayakan baca tulis Al Qur’an bisa membawa Wakatobi ke arah lebih baik. Dan terhindar dari pengaruh budaya asing serta musibah yang tidak diinginkan.

“Semoga dengan ini bisa membentang negeri kita. Suatu saat jika sebuah negeri tidak positif menata kehidupannya termasuk adanya Tuhan maka suatu saat Tuhan akan memberikan cobaan,” ujar Bupati Wakatobi.

Memperdalam ilmu agama lanjut Arhawi, juga termasuk melaksanakan program yang dicanangkan pemerintah daerah. Dimana terdapat program Wakatobi religius sehingga melalui program Wakatobi religius dapat sinkron dengan pariwisata.
“Wisuda santri dan santriwati ini merupakan harapan program Wakatobi religius. Kita berharap Pariwisata terus maju. Tapi kita juga harap hadirnya pariwisata tidak mengganggu Wakatobi religius,” harapnya.

Arhawi, menambahkan pembinaan akhlak melalui baca tulis Qur’an di Tomia dianggap telah berjalan dengan baik. Semua itu berkat partisipasi semua elemen.

“TPQ di Tomia saya anggap telah berjalan dengan baik. Terimakasih kepada pengasuh taman pengajian. Jika kegiatan ini dianggap baik maka saya harap untuk terus didukung demi masa depan anak kita. Kegiatan keagamaan harus didukung. Terimakasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi gelorakan religius di Tomia,” tutupnya. (*)




Arhawi Wisuda 175 Santri/Santriwati Di Tomia

 

Peliput: Duriani

WAKATOBI, BP – Bupati Wakatobi, H Arhawi, memwisuda 175 santri dan santriwati dari sejumlah Taman Pengajian Al Qur’an (TPQ) yang tergabung dalam Forum Komunikasi Taman Pendidikan Al Qur’an (FKTPA) di Kecamatan Tomia, Minggu (7/10/2018).

Arhawi, dalam sambutannya mengapresiasi keikhlasan semua guru-guru TPQ dan pemerintah kecamatan dalam hal melakukan konsolidasi, pendampingan dan pembelajaran terhadap anak-anak sebagai penerus generasi ke depan.

Dikatakannya, sejak 2016 tepatnya saat dilantik menjadi Bupati Wakatobi secepatnya mengambil langkah evaluasi Peraturan Daerah (Perda) termasuk Perda bebas buta aksara Al Qur’an.

Arhawi, berharap dengan berkembangnya TPQ dalam membudayakan baca tulis Al Qur’an bisa membawa Wakatobi ke arah lebih baik. Dan terhindar dari pengaruh budaya asing serta musibah yang tidak diinginkan.

“Semoga dengan ini bisa membentang negeri kita. Suatu saat jika sebuah negeri tidak positif menata kehidupannya termasuk adanya Tuhan maka suatu saat Tuhan akan memberikan cobaan,” ujar Bupati Wakatobi.

Memperdalam ilmu agama lanjut Arhawi, juga termasuk melaksanakan program yang dicanangkan pemerintah daerah. Dimana terdapat program Wakatobi religius sehingga melalui program Wakatobi religius dapat sinkron dengan pariwisata.
“Wisuda santri dan santriwati ini merupakan harapan program Wakatobi religius. Kita berharap Pariwisata terus maju. Tapi kita juga harap hadirnya pariwisata tidak mengganggu Wakatobi religius,” harapnya.

Arhawi, menambahkan pembinaan akhlak melalui baca tulis Qur’an di Tomia dianggap telah berjalan dengan baik. Semua itu berkat partisipasi semua elemen.

“TPQ di Tomia saya anggap telah berjalan dengan baik. Terimakasih kepada pengasuh taman pengajian. Jika kegiatan ini dianggap baik maka saya harap untuk terus didukung demi masa depan anak kita. Kegiatan keagamaan harus didukung. Terimakasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi gelorakan religius di Tomia,” tutupnya. (*)




Kades dan Lurah Diminta Pro Aktif Lakukan Pendataan Tanah Warga

 

Peliput: Duriani

WAKATOBI, BP – Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Wakatobi, M Rahman, mengatakan program agraria nasional (prona) yang telah berjalan selama ini akan berubah nama menjadi pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTS).

Prona dan PTS kata M Rahman, memiliki perbedaan dalam hal pelaksanaan di lapangan.

Prona lebih kepada menindak lanjuti kebutuhan masyarakat sedangkan PTS pihaknya melakukan pengukuran secara merata. Sehingga pihaknya memiliki data sebagai referensi untuk melakukan pemetaan terhadap seluruh tanah di daerah.

“Ke depan bukan lagi prona tapi PTS. Jadi semua tanah baik itu tanah milik masyarakat, milik adat, kuburan hingga tanah bermasalah akan kita ukur. Tujuannya agar kita miliki data untuk dilakukan pemetaan. Berapa besar tanah bermasalah, tanah masyarakat dan lain sebagainya,” kata M Rahman, di Wangi-Wangi Rabu (3/10/2018).

Terkait kuota Wakatobi untuk prona tahun 2018, M Rahman, yang baru menjabat sekitar dua bulan lalu itu mengungkapkan jika kuota Wakatobi tahun ini lebih sedikit dari tahun-tahun sebelumnya. Hal itu dikarenakan kebutuhan masyarakat tidak mencukupi kuota yang diberikan pemerintah pusat.

“Tahun 2018 ini kuota Wakatobi sebenarnya 2000 bidang. Namun kebutuhan masyarakat hanya 1050 bidang. Sehingga sisanya dialihkan ke Kabupaten lain di Sultra,” ungkap pria asal Kabupaten Muna tersebut.

Dengan fakta itu, Kepala BPN Wakatobi meminta kepala desa dan Lurah di Wakatobi untuk pro aktif melakukan pendataan tanah di wilayahnya. Untuk selanjutnya dilaporkan ke BPN Wakatobi.

“Kita berharap kepala desa dan Lurah bisa pro aktif lakukan pendataan tanah milik warga di wilayahnya, jangan hanya menunggu. Karena bicara kuota tergantung kebutuhan,” ujarnya. (*)