Kepala Bappeda Wakatobi Mengundurkan Diri

Peliput: Duriani
WAKATOBI – Beberapa hari terakhir ini berhembus kabar jika Kepala Badan Perencana, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kabupaten Wakatobi, DR Saediman, mengundurkan diri dari jabatannya.  Kabar pengunduran itu dibenarkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Kabupaten Wakatobi, La Ode Sahrumu. Menurutnya, meskipun pengunduran diri secara resmi belum ada. Namun yang bersangkutan telah berniat dan telah mendapat respon balik pihak Pemkab Wakatobi.
“Yang bersangkutan belum mengajukan pengunduran diri secara resmi, namun niat itu telah direspon Pemkab Wakatobi,” ungkap La Ode Sahrumu, ditemui di kantornya Selasa (15/5/2018). Niat pemgunduran diri itu, La Ode Sahrumu mengatakan belum mengetahui secara pasti apa sebabnya. Namun pihak Pemkab Wakatobi sangat menyayangkan dikarenakan yang bersangkutan merupakan putra daerah yang memiliki kompetensi terlebih berasal dari dunia pendidikan (Kampus, red).
“Kita juga belum tau apa alasan pengunduran diri beliau. Namun sangat disayangkan karena beliau adalah putra daerah yang punya kompetensi terlebih dari dunia kampus dengan gelar Doktor,” ujar Plt Kepala BKSDM Wakatobi.
La Ode Sahrumu, berharap sebagai putra daerah harusnya ikut bersama-sama berkontribusi membangun daerah. Namun jika alasannya itu juga untuk membangun daerah sudut pandang lain maka itu harus dihargai.
“Orang seperti Pak Saediman diharapkan untuk bersama-sama membangun daerah, namun jika pilihannya seperti itu maka kita juga harus menghargainya. Tidak bisa kita tahan-tahan karena itu haknya,” jelas La Ode Sahrumu. Saat itu lanjut La Ode Sahrumu, pihaknya sedang menunggu surat pengunduran diri resmi untuk kemudian diproses. Agar Pemkab Wakatobi bisa mengambil langkah selanjutnya. “Kita sedang tunggu surat pengunduran resmi untuk kemudian kita proses penggantinya entah melalui lelang jabatan atau penunjukkan Plt,” ucap La Ode Sahrumu.
Untuk diketahui, DR Saediman menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappeda Wakatobi terhitung mulai Januari 2017. Kurang lebih hampir satu tahun, DR Saediman mengikuti proses lelang jabatan dilingkup Pemkab Wakatobi. Dan akhir Desember 2017, DR Saediman dilantik menjadi Kepala Bappeda devinitif Kabupaten Wakatobi.




Kepala Bappeda Wakatobi Mengundurkan Diri

Peliput: Duriani
WAKATOBI – Beberapa hari terakhir ini berhembus kabar jika Kepala Badan Perencana, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kabupaten Wakatobi, DR Saediman, mengundurkan diri dari jabatannya.
Kabar pengunduran itu dibenarkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Kabupaten Wakatobi, La Ode Sahrumu. Menurutnya, meskipun pengunduran diri secara resmi belum ada. Namun yang bersangkutan telah berniat dan telah mendapat respon balik pihak Pemkab Wakatobi.
“Yang bersangkutan belum mengajukan pengunduran diri secara resmi, namun niat itu telah direspon Pemkab Wakatobi,” ungkap La Ode Sahrumu, ditemui di kantornya Selasa (15/5/2018).
Niat pemgunduran diri itu, La Ode Sahrumu mengatakan belum mengetahui secara pasti apa sebabnya. Namun pihak Pemkab Wakatobi sangat menyayangkan dikarenakan yang bersangkutan merupakan putra daerah yang memiliki kompetensi terlebih berasal dari dunia pendidikan (Kampus, red).
“Kita juga belum tau apa alasan pengunduran diri beliau. Namun sangat disayangkan karena beliau adalah putra daerah yang punya kompetensi terlebih dari dunia kampus dengan gelar Doktor,” ujar Plt Kepala BKSDM Wakatobi.
La Ode Sahrumu, berharap sebagai putra daerah harusnya ikut bersama-sama berkontribusi membangun daerah. Namun jika alasannya itu juga untuk membangun daerah sudut pandang lain maka itu harus dihargai.
“Orang seperti Pak Saediman diharapkan untuk bersama-sama membangun daerah, namun jika pilihannya seperti itu maka kita juga harus menghargainya. Tidak bisa kita tahan-tahan karena itu haknya,” jelas La Ode Sahrumu.
Saat itu lanjut La Ode Sahrumu, pihaknya sedang menunggu surat pengunduran diri resmi untuk kemudian diproses. Agar Pemkab Wakatobi bisa mengambil langkah selanjutnya. “Kita sedang tunggu surat pengunduran resmi untuk kemudian kita proses penggantinya entah melalui lelang jabatan atau penunjukkan Plt,” ucap La Ode Sahrumu.
Untuk diketahui, DR Saediman menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappeda Wakatobi terhitung mulai Januari 2017. Kurang lebih hampir satu tahun, DR Saediman mengikuti proses lelang jabatan dilingkup Pemkab Wakatobi. Dan akhir Desember 2017, DR Saediman dilantik menjadi Kepala Bappeda devinitif Kabupaten Wakatobi.




TNC Gelar Training Coral Finder di Kampus AKKP Wakatobi

 

Peliput: Duriani

WAKATOBI, BP – Sejumlah dosen yang dinilai berkompeten pada citivitas Akademi Konservasi Kelautan dan Perikanan (AKKP) Wakatobi serta perwakilan instansi terkait mengikuti Training of Trainer Coral Finder. Yang dilaksanakan The Nature Conservancy (TNC), 6 – 9 Mei 2018.
Kegiatan yang juga melibatkan trainer dosen fakultas perikanan dan ilmu kelautan Institut Pertanian Bogor (IPB) itu dimaksudkan sebagai wujud komitmen TNC terkait peningkatan kapasitas pemantauan biodisversity dan sekolah konservasi di Wakatobi.
Coral Finder merupakan sebuah alat bantu mengidentifikasi genera karang. Alat tersebut dikembangkan oleh Russell Kelley dari Coral Identification Capacity Building Program.
Beginer Subhan, dosen FPIK-IPB mengungkapkan pelatihan yang diikuti sejumlah dosen AKKP Wakatobi itu, peserta diberikan kunci dasar yang simple sehingga membantu dalam mengidentifikasi karang.
“Bagi para dosen dan pengajar lingkup AKKP Wakatobi, metode ini pada akhirnya juga bisa lebih mudah untuk diajarkan dan dipahami oleh taruna dan taruni Program Studi Konservasi dan Program Studi Pariwisata Bahari,” ungkap Beginer Subhan.
Sementara itu, Rizya Ardhiwijaya, Coral Reef Conservation Specialist – TNC mengatakan bahwa pada intinya selain para dosen bisa mengajarkan kepada taruna dan taruninya. Peserta training juga bisa terlibat dalam pengamatan terumbu karang dengan semakin sering terjadinya pemutihan karang (coral bleaching) di kawasan segi tiga karang dunia.
“Kemampuan identifikasi genus karang dibutuhkan untuk menilai terumbu karang yang rentan atau tahan terhadap kenaikan suhu permukaan laut,” katanya.
Siti Aisyah Saridu, salah seorang peserta dan dosen AKKP Wakatobi terkesan dengan pelatihan ini. Menurutnya, pelatihan Coral Finder itu sangat menarik dan metode penyajiannya sangat efektif. Karena cara penyampaian materinya mudah dicerna dan tidak monoton.
“Ini adalah pertama kalinya saya mendengar tentang Coral Finder dan ternyata cukup mudah jika dicermati dan diikuti work flownya (alur kerja identifikasi karang). Dari sama sekali tidak paham, sekarang saya bisa membedakan sampai pada level genus karang dengan Coral Finder,” ujar Sitti Aisyah Saridu.
La Ode Muhammad Norsa, mewakili koordinator AKKP Wakatobi menyampaikan terimakasih kepada TNC yang telah berusaha mewujudkan salah satu misi kampus untuk pendekatan ilmu pengetahuan dan teknologi serta fungsi penelitian dan pendidikan sehingga kedepannya baik pengelola maupun taruna dan taruninya mempunyai standar kompetensi yang lebih baik.
Diakhir pelatihan itu, peserta mendapatkan sertifikat, paket video Coral Finder dan buku Coral Finder oleh TNC dengan harapan bisa menjadi panduan identifikasi karang di Kampus AKKP Wakatobi, BTNW, DKP Wakatobi dan Forum Pulau Wakatobi.
Untuk diketahui pula, sejumlah peserta terlihat semangat mengikuti training selama empat hari itu. Pelatihan terdiri dari dua hari dalam kelas dan dua hari di lapangan plus satu hari membedah toolkit Coral Finder secara sederhana agar mudah untuk diajarkan dan dipahami dengan baik oleh taruna dan taruni AKKP Wakatobi maupun parapihak lainnya.
Pelaksanaan kegiatan materi dalam kelas dilakukan di Kampus AKKP Wakatobi, sementara praktek lapangan dan diving dilakukan di Waha Tourism Center (WTC) Desa Waha Kecamatan Wangi-Wangi.
Pengalaman pelatihan-pelatihan Coral Finder sebelumnya menunjukkan peningkatan lebih dari 80 persen kemampuan peserta dalam identifikasi genera karang. Peningkatan kapasitas dalam identifikasi genera karang diharapkan dapat meningkatkan akurasi hasil monitoring kesehatan karang yang akhirnya berguna sebagai dasar pengelolaan terumbu karang yang adaptif.
Dalam kegiatan itu, tingkat pemahaman peserta dan kemampuan mengidentifikasi karang rata-rata meningkat 73 persen dan peningkatan kemampuan individu mencapai 93 persen. (*)




Petugas Sampah Tidak Maksimal, Warga Buang Sampah di Tengah Jalan

 

Peliput: Duriani

WAKATOBI, BP – Warga Kabupaten Wakatobi yang beraktivitas pagi-pagi di jalan raya dalam kota dikejutkan dengan pemandangan yang tidak lazim. Berupa tumpukan tong sampah berserakan di tengah jalan, Kamis (10/5/2018).
Tong sampah yang berserakan di tengah jalan itu tepatnya di jalan poros Pasar Sentral – Patuno, tepatnya di depan Kantor Danramil Wangi-Wangi. Dimana di lokasi itu merupakan pusat kota dan berada disekitar Pasar Pagi Wangi-Wangi.
Informasi dihimpun Baubau Post, tumpukkan tong sampah berserakan ditengah jalan itu akibat tidak maksimalnya tenaga dan mobil pengangkut sampah. Sehingga masyarakat disekitar tumpukkan tong sampah merasa tidak nyaman dan membuangnya ke tengah jalan.
Salah seorang warga disekitar jalan raya yang penuh dengan tumpukkan tong sampah itu mengungkapkan jika awalnya tong sampah itu berada di pinggir jalan. Tepatnya depan pertokoan Pasar Pai Wangi-Wangi. Namun karena sudah berhari-hari tidak diangkut maka dipindahkan ke tengah jalan agar jadi perhatian instansi terkait.
“Pagi-pagi tadi tong sampah ini saya lihat di pinggir jalan. Namun menurut informasi, sudah seminggu tenaga dan mobil pengangkut sampah tidak mengangkutnya sehingga pemilik toko membuangnya ke jalan,” ungkap salah seorang warga yang enggan menyebutkan namanya ditemui di dekat tumpukkan sampah tersebut.
Amatan Baubau Post, sekitar pukul 11.30 Wita, mobil pengangkut sampah baru tiba di lokasi untuk melakukan pengangkutan sampah yang telah berserakan dan menjadi perhatian warga yang melintas di jalan raya.
Hingga berita ini diturunkan, instansi yang menangani persampahan belum bisa ditemui dikarenakan Kamis (10/5/2018) merupakan hari libu nasional. (*)




Wisata Pantai Waha Akan Diresmikan BI

 

Peliput: Zul Editor: Zaman Adha

WAKATOBI BP – Lembaga Waha Tourishing Community yang bergerak di bidang ekowisata berbasis konservasi, membangun destinasi Wisata, di Desa waha Raya. Anggaran pembangunan diperoleh dari Bantuan Sosial (Bansos) Bank Indonesia (BI) melalui program pengembangan Wisata Anggaran 2017.

Saat diwawancarai Baubau Post, Ketua Lembaga Waha Tourishing Community Sudirman mengungkapkan, pembangunan ini mendapat dukungan penuh dari pihak BI, setelah melakukan peninjauan.

“Pihak BI berkeliling melakukan observasi di Wakatobi, setelah melihat wisata ini, mereka katakan cocok diberikan Bansos pengembangan wisata. Terlebih lembaga ini merupakan lembaga mandiri yang berbasis ekowisata.” ungkapnya.

Fasilitas yang disiapkan dari tempat wisata Pantai Waha terdapat lima alat diving, lima alat snorkelling dan satu perahu boat. Tempat wisata pantai waha ini akan diresmikan pihak BI.

“Persemian tempat wisata pantai waha akan diresmikan akhir Juni oleh pihak BI.” ujarnya.

Pihaknya berharap, pengembangan wisata lebih meningkat agar lebih menyentuh pada masyarakat. Selain itu agar potensi wisata Desa Waha dijaga dan dikelola dengan baik.

“Pemerintah Daerah agar selalu meningkatkan dukungan terhadap pelaku usaha,” tutupnya. (#)




Pemda Wakatobi Dukung Perluasan Bandara Matahora

 

Peliput: Zul
Editor: Zaman Adha

WAKATOBI,BP – Pemerintah Daerah (Pemda) Wakatobi selalu memberi respon positif bila terdapat perpanjangan Bandara Matahora. Khusunya pembukaan lahan yang dibutuhkan.

Hal ini diungkapkan Kepala Bandara Matahora melalui Kasub Seksi Tehnik Operasi Keamanan dan Pelayanan Darurat Kamaludin saat ditemui, Kamis (03/05). Pihaknya telah beberapa kali mengusulkan pembukaan lahan untuk pembangunan bandara.

“Pemda selalu merespon baik, terkhusus untuk persiapan lahan, kami sudah usulkan beberapa kali namun belum terakomodir,” ungkapnya.

Pihaknya tetap akan selalu mengajukan program perpanjangan Bandara untuk tahun anggaran 2019 karena selalu mendapat dukungan dari Pemda.

“Berbeda dengan Baubau maupun Muna walaupun mengiginkan perkembangan kemungkinan besar akan terbentur dengan lahan,” tutupnya. (#)




Bandara Wakatobi Siapkan Rute Baru Manado dan Denpasar

Peliput: Zul Editor: Zaman Adha

WAKATOBI, BP – Bandara Matahora Kabupaten Wakatobi tidak lama lagi akan didarati pesawat jenis Boeing. Pasalnya Bandara kelas III ini akan melayani rute baru Manado-Wakatobi-Denpasar.

Kepala Bandara Wakatobi Samin Melalui Kasub Seksi Tehnik Operasi Keamanan dan Pelayanan Darurat Kamaludin mengungkapkan, persiapan yang tengah dilakukan berupa pelebaran landasar pacu (runaway). Anggarannya berasal dari APBN.

“Pekerjaan sementara berjalan kemungkinan akan rampung pada November dan akan terbang pada Desember tahun ini,” ungkapnya pada koran ini, Kamis (03/05).

Awalnya, landasan pacu Bandara Matahora memiliki lebar 30 meter. Akan ditambah hingga 45 meter dan pengerjaannya sudah berjalan akhir April 2018.

Pihaknya berharap, rute baru ini dapat memberi respon kepada pemerintah setempat untuk lebih meningkatkan fasilitas transportasi udara, darat dan laut untuk menunjang perkembangan daerah. Termasuk mendukung sektor Pariwisata di daerah yang dikenal dengan keindahan lautnya ini.

“Bukan Wanci saja yang terdapat tempat wisata namun Kaledupa, Tomia dan Binongko juga punya destinasi wisata menarik,” tutupnya. (#)




DPC-PDIP Wakatobi Gelar Try Out SBMPTN

– Diikuti 222 Siswa SMA Sederajat

Peliput: Duriani

WAKATOBI, BP – Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC-PDIP) Kabupaten Wakatobi menggelar pelatihan ujian try out seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN). Kegiatan yang diikuti ratusan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat itu bertempat di Wangi-Wangi Selatan, Minggu (29/4/2018).
Ketua DPC-PDIP Kabupaten Wakatobi, Haliana SE, dalam sambutannya mengatakan pelatihan ujian try out itu dilaksanakan secara serentak oleh seluruh kepengurusan PDIP diseluruh Indonesia.
“Kegiatan seperti ini dilakukan serentak diseluruh kepengurusan PDIP yakni di 34 provinsi dan 400 kabupaten/kota seluruh Indonesia,” kata Haliana, dalam sambutannya.
Kata Haliana, kegiatan itu merupakan program strategis DPP PDIP bidang pemuda dan olah raga. “Program ini dicanangkan Ketua Umum PDIP, Ibu Megawati Soekarniputri pada rakernas III PDIP di Bali pada 23-25 Februari 2018 lalu,” kata Haliana.
Program itu lanjut Haliana, bertujuan menambah wawasan kepada siswa SMA yang akan menghadapi tahun ajaran masuk perguruan tinggi (PT). Terkhusus gambaran soal-soal tes untuk menghadapi SBMPTN tahun 2018.
“Siswa yang ingin melanjutkan ke PT favoritnya diharapkan bisa mendapat bekal berupa pengalaman setelah mengikuti kegiatan seperti ini,” ucap Haliana.
Sementara itu ditempat yang sama Ketua Panitia, Asrianto SE, mengungkapkan jika kegiatan itu diikuti sebanyak 222 siswa setingkat SMA. “Kegiatan ini awalnya ada 231 siswa terdaftar, namun saat pelaksanaan kegiatan tersisa 222 siswa,” ungkap Asrianto.
Menurut Asrianto, try out seperti itu merupakan tanggung jawab moral partai politik dalam membantu dunia pendidikan di Indonesia. “Pelatihan seperti ini adalah tanggung jawab moral parpol termasuk di PDIP. Sehingga adik-adik yang akan masuk PT tidakgrogi saat mengikuti tes,” ujar Asrianto, yang juga kader DPC-PDIP Kabupaten Wakatobi.
Asrianto, menambahkan dalam kegiatan itu peserta tidak dikenakan bayaran. Peserta bahkan mendapat fasilitas berupa beasiswa bagi peserta yang mendapat nilai terbaik untuk empat perguruan tinggi.
“Try out ini dilaksanakan karena besarnya animo pelajar untuk masuk PT, sehingga kita berharap kegiatan ini bisa membantu pelajar yang memiliki mimpi masuk pergutuan tinggi favoritnya,” tambah Asrianto.
Kegiatan itu turut hadir Sekretaris DPC-PDIP Kabupaten Wakatobi, Sudirman A Hamid SP, serta beberapa Anggota Fraksi PDI Perjuangan dan jajaran Struktur DPC PDI Perjuangan Kabupaten Wakatobi. (*)




Lagi, PDAM Wakatobi Keciprat APBN Rp 20 Miliar

 

Peliput: Duriani

WAKATOBI, BP – Perhatian pemerintah pusat atas peningkatan dan pembenahan jaringan perpipaan serta sarana prasarana lainnya pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Wakatobi terus berlanjut dari tahun ke tahun.
Tahun 2018 ini, PDAM Kabupaten Wakatobi kembali mendapatkan bantuan puluhan milyar bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang melekat pada pagu anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RI.
Bantuan itu berupa penambahan sarana prasarana demi menunjang pengoperasian PDAM Wakatobi. Dengan bantuan itu, diharapkan bisa meminimalisir kendala yang dihadapi pihak PDAM dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat pelanggan.
Direktur Utama (Dirut) PDAM Kabupaten Wakatobi, Subardin Bau, mengungkapkan bantuan puluhan milyar dari pemerintah pusat tahun anggaran 2018 ini. Selain sarana prasarana lapangan, terdapat juga bantuan berupa rumah opersional (kantor).
“Tahun 2018 ini PDAM Wakatobi kembali mendapat bantuan pemerintah pusat sebanyak Rp 20 Milyar lebih. Seperti solar sell, rumah jaga, pipa transmisi untuk mengubungkan mata air ke bak penumpungan, resevoar kapasitas 300 kubik, pipa distribusi serta rumah operasional atau kantor PDAM,” ungkap Subardin Bau, di Wangi-Wangi Selasa (17/4/2018).
Selain itu juga lanjut Subardin Bau, PDAM Wakatobi mendapat bantuan pemerintah pusat untuk peningkatan PDAM unit pulau Binongko berupa pembangunan solar sell, pipa transmisi serta pompa. “Untuk pulau Binongko ini terpisah anggarannya dengan RP 20 Milyar. Namun ini ditangani satker provinsi. Dan dibawah pengawasan balai wilayah Sulawesi IV,” ucap Dirut PDAM Wakatobi.
Bukan hanya itu lagi, Subardin Bau, menambahkan terdapat juga bantuan pemerintah pusat berupa hibah air minum perkotaan. Dan program ini, tahun 2017 lalu PDAM Wakatobi ikut keciprat.
“Tahun ini ada juga hibah air minum perkotaan sebanyak 473 sambungan rumah (SR). Dan diperuntukan kepada masyarakat berpengahsilan rendah. Tahun lalu, program ini, PDAM Wakatobi mendapat 500 SR. Selain kita bangun jaringan, kita juga setiap saat mencoba memperjuangkan sambungan rumah,” ujar Subardin Bau.
Subardin Bau, berharap ketika program ini telah selesai proses pengerjaannya dan selanjutnya dioperasikan diharapkan bisa menekan kendala yang dihadapi PDAM Wakatobi dalam melakukan pelayanan kepada mmasyarakat. Pasalnya, selama ini masih banyak kekurangan yang dihadapi PDAM khususnya sarana prasarana.
“Kita berharap dengan bantuan ini secara perlahan bisa mengatasi kendala yang kita hadapi di lapangan. Semoga tahun depan (2019, red) PDAM Wakatobi bisa mendapatkan bantuan serupa sehingga PDAM Wakatobi tidak lagi mengalami gangguan dalam melakukan pengioperasian dan pelayanan,” harap Subardin Bau.
Untuk diketahui, PDAM Wakatobi dalam kurun beberapa tahun terakhir langganan mendapat bantuan pemerintah pusat. Bahkan tahun lalu (2017), PDAM Wakatobi mendapat bantuan sekitar Rp 20 Milyar. Namun proses pekerjaannya dilakukan satuan kerja (satker) provinsi Sultra. (*)




Lagi, PDAM Wakatobi Keciprat APBN Rp 20 Miliar

 

Peliput: Duriani

WAKATOBI, BP – Perhatian pemerintah pusat atas peningkatan dan pembenahan jaringan perpipaan serta sarana prasarana lainnya pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Wakatobi terus berlanjut dari tahun ke tahun.
Tahun 2018 ini, PDAM Kabupaten Wakatobi kembali mendapatkan bantuan puluhan milyar bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang melekat pada pagu anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RI.
Bantuan itu berupa penambahan sarana prasarana demi menunjang pengoperasian PDAM Wakatobi. Dengan bantuan itu, diharapkan bisa meminimalisir kendala yang dihadapi pihak PDAM dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat pelanggan.
Direktur Utama (Dirut) PDAM Kabupaten Wakatobi, Subardin Bau, mengungkapkan bantuan puluhan milyar dari pemerintah pusat tahun anggaran 2018 ini. Selain sarana prasarana lapangan, terdapat juga bantuan berupa rumah opersional (kantor).
“Tahun 2018 ini PDAM Wakatobi kembali mendapat bantuan pemerintah pusat sebanyak Rp 20 Milyar lebih. Seperti solar sell, rumah jaga, pipa transmisi untuk mengubungkan mata air ke bak penumpungan, resevoar kapasitas 300 kubik, pipa distribusi serta rumah operasional atau kantor PDAM,” ungkap Subardin Bau, di Wangi-Wangi Selasa (17/4/2018).
Selain itu juga lanjut Subardin Bau, PDAM Wakatobi mendapat bantuan pemerintah pusat untuk peningkatan PDAM unit pulau Binongko berupa pembangunan solar sell, pipa transmisi serta pompa. “Untuk pulau Binongko ini terpisah anggarannya dengan RP 20 Milyar. Namun ini ditangani satker provinsi. Dan dibawah pengawasan balai wilayah Sulawesi IV,” ucap Dirut PDAM Wakatobi.
Bukan hanya itu lagi, Subardin Bau, menambahkan terdapat juga bantuan pemerintah pusat berupa hibah air minum perkotaan. Dan program ini, tahun 2017 lalu PDAM Wakatobi ikut keciprat.
“Tahun ini ada juga hibah air minum perkotaan sebanyak 473 sambungan rumah (SR). Dan diperuntukan kepada masyarakat berpengahsilan rendah. Tahun lalu, program ini, PDAM Wakatobi mendapat 500 SR. Selain kita bangun jaringan, kita juga setiap saat mencoba memperjuangkan sambungan rumah,” ujar Subardin Bau.
Subardin Bau, berharap ketika program ini telah selesai proses pengerjaannya dan selanjutnya dioperasikan diharapkan bisa menekan kendala yang dihadapi PDAM Wakatobi dalam melakukan pelayanan kepada mmasyarakat. Pasalnya, selama ini masih banyak kekurangan yang dihadapi PDAM khususnya sarana prasarana.
“Kita berharap dengan bantuan ini secara perlahan bisa mengatasi kendala yang kita hadapi di lapangan. Semoga tahun depan (2019, red) PDAM Wakatobi bisa mendapatkan bantuan serupa sehingga PDAM Wakatobi tidak lagi mengalami gangguan dalam melakukan pengioperasian dan pelayanan,” harap Subardin Bau.
Untuk diketahui, PDAM Wakatobi dalam kurun beberapa tahun terakhir langganan mendapat bantuan pemerintah pusat. Bahkan tahun lalu (2017), PDAM Wakatobi mendapat bantuan sekitar Rp 20 Milyar. Namun proses pekerjaannya dilakukan satuan kerja (satker) provinsi Sultra. (*)