WANGI-WANGI, BP – Beberapa komoditas harga pangan di Kabupaten Wakatobi mengalami kenaikan. Hal ini disebabkan adanya informasi lonjakan harga yang dipicu oleh isu Virus Corona (Covid-19), sehingga membuat sebagian masyarakat lokal melakukan aksi belanja banyak.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Wakatobi Safiuddin menyebutkan, harga beras 50 kg yang sebelumnya berkisar Rp 450 ribu kini melonjak mencapai Rp 600 ribu.

” Cukup bervariasi karena ada merek ada harga. Saya lihat kisarannya per karung 50 Kilogram 530 ribu hingga 600 ribu. Yang tertingginya 600 ribu. Tergantung jenis beras,” ungkapnya beberapa waktu lalu.

Saifudin menilai, kenaikan harga pangan ini disebabkan isu Covid-19 yang bakal membuat stok pangan di Wakatobi menipis.

” Yang jelas sebenarnya info Corona ini sangat berpengaruh besar. Info mengenai Corona bahwa barang akan langka, sehingga membuat masyarakat melakukan aksi beli banyak. Padahal komunikasi kami ke Baubau dan Kendari di sana harga stabil,” tambahnya.

Untuk diketahui, stok beras yang masuk di Wakatobi belum lama ini dari KM Napoleon sebanyak 220 Karung dan feri sebanyak 150 Karung, sehingga totalnya sebanyak 18,7 Ton.

” Stok beras aman, akan lebih murah lagi. Karena bulan 4 ini panen. Namun jelang Ramadan biasanya, sestabil apapun pasti tetap memicu kenaikan,” ulasnya.

Selain itu, untuk komoditas gula juga mengalami lonjakan harga. Hal ini dikarena adanya kenaikan harga dari pihak distributor. Bahkan, berdasarkan hasil pemantauan, kata Saifudin, stok gula di Wakatobi sisa 8 Ton.

” Jangan ada aksi beli besar-besaran karena ini akan memancing kenaikan. Lalu gula hari ini hingga di Jakarta naik. Jadi kalau bisa jangan jual lagi per karung namun enceran. Kalau bawang sudah mulai sampai ada 70 ribuan per kilogram yang biasanya 50 dan 60 ribu per kilogram,” tutupnya.

Peliput: Zul PS

Pin It on Pinterest