Peliput: Darson

BURANGA, BP – Petani di Buton Utara (Butur) mengeluhkan produktivitas petani jambu mete yang cukup menurun bahkan gagal panen. Penyebab jambu mete gagal panen disebabkan cuaca buruk dan unsur hara pada tanah yang berkurang.

Persoalan itu, banyak masyarakat menyoroti ataupun bertanya tentang kinerja dari Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan setempat.

Selain itu, masyarakat menginginkan penjelasan secara real atas penyebab kegagalan panen jambu mente itu. Selain itu, dinas terkait bisa memberikan solusi atas persoalan tersebut.

“Kami ingin penjelasan dari Dinas Pertanian, atas persoalan menurunnnya produktivitas ataupun gagal panennya jambu mete,” tanya salah satu petani dari Kambowa, Hayato.

Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Butur, Yusuf merespon perihal banyakanya tanaman jambu mete di wilayah daerah itu yang mengalami kegagalan panen di sepanjang tahun 2017 ini.

Persoalan itu menurut Yusuf, terjadi tidak lain karena disebabkan oleh persoalan cuaca dan masalah unsur hara pada tanah yang sudah mulai berkurang.

“Soal jambu mete yang banyak mengalami gagal panen itu karena, masalah cuaca dan unsur hara tanah yang sudah mulai berkurang sehingga berdampak pada hasil panen,” terang Yusuf ketika dikonfirmasi di kediamannya, kemarin.

Dua penyebab gagal panennya jambu mete itu, tambah mantan sekretaris Badan Lingkungan Hidup Butur itu, sesuai hasil penelitian tim akademisi dari Institut Teknologi Bandung yang didatangkan pemerintah Butur belum lama ini.

Sebagaimana diungkapkan Yusuf, di Butur untuk tanaman jambu mete ada sebanyak 7.700 hektar. Semua tanaman itu tersebar di enam kecamatan.

Untuk tanaman jambu mete di wilayah selatan meliputi, Kecamatan Kambowa, Bonegunu dan Kulisusu, dan Kulisusu Barat sesuai hasil penelitian kegagalan panen disebabkan pengaruh curah hujan rendah sehingga terjadi stres air. “Akibatnya gagal berbuah,” ucapnya.

Untuk daerah utara meliputi, Kulisusu Utara dan Wakorumba Utara disebabkan karena masalah sudah mulai berkurangnya unsur hara pada tanah.

“Disana kalau soal iklim cocok, hanya masalah unsur hara tanah,” imbuhnya.

Untuk dua permasalahan tersebut, ujar Yusuf sesuai hasil penelitian direkomendasikan agar untuk wilayah selatan mesti ada embung. Sementara untuk wilayah utara perlu pemupukan dan penanggulangan hama.

“Ada juga solusi lain. Seperti melakukan peremajaan tanaman. Sebab rata-rata tanaman jambu mete di Butur ini sudah tua-tua. Nah ini yang akan kita sosialisasikan ke masyarakat mulai awal 2018 nanti ini,” tuturnya (*)

Pin It on Pinterest