PASARWAJO, BP – Sebagai Ketua Tim Penggerak Pembedayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) yang juga Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Buton, Ny Delia Montolalu La Bakry, meninjau sentra Industri Kecil Menengah (IKM) pengolahan hasil laut Desa Koholimombono, dan Sentra IKM Kerajinan Tenun Desa Wabula, Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton, beberapa waktu lalu.

Istri orang nomor satu di Kabupaten Buton itu, mengacungi jempol akan kemegahan IKM Koholimombono, bagaimana tidak, IKM tersebut telah dilengkapi mesin pembuatan pakan ternak, pengemasan produk baik fakum maupun non fakum, Cold Stroge untuk kapasitas es 20 ton hingga pengolahan air limbah. Sedangkan IKM Wabula sudah dilengkapi dengan mesin tenun dan gedung pemasaran.

Dengan apa yang telah dimiliki itu, PKK berjanji akan berbuat maksimal untuk memasarkan hasil-hasil sentra IKM. ” Kedepan rapat-rapat atau kegiatan PKK akan kita gelar di sentra IKM. Usai rapat atau kegiatan para anggota PKK atau dekranasda langsung mencicipi atau membeli produk IKM. Tidak usah lagi pesan di luar. Kita akan berusaha untuk memasarkan hasil-hasil produk Sentra IKM,” kata Delia.

Delia mengatakan, produk IKM Koholimombono itu telah diakui Balai POM, sedangkan Tenunan produk IKM Wabula telah berhasil meraih juara di pameran yang diselenggarakan Dekranas maupun di ivent lainnya.

“Ini menunjukan bahwa produk pengrajin tidak kalah dengan daerah lain,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Buton, Ir Sadisu MSi mengatakan, Buton kini telah memproduksi abon ikan yang diberi label Lipacu. Lipacu merupakan nama tempat di Koholimombono.

“Selain itu produk yang dihasilkan IKM Koholimombono yakni kerupuk ikan dan bakso. Kita datangkan pelatih dari Surabaya untuk melatih masyarakat dan kelompok yang tergabung di IKM ini,” katanya.

Lanjut kata dia, IKM Wabula menghasilkan sarung khas Buton yang warnanya berasal dari alam. “Kita kembangkan pewarna yang bahan-bahanya diperoleh langsung dari alam. Masyarakat atau kelompok penenun tidak perlu lagi kita latih. Mereka sudah terampil. Tinggal kita poles sedikit mengenai corak dan bahan pewarna,” terangnya.

Peliput: Asmaddin

Pin It on Pinterest