Peliput: Amirul — Editor: Ardi Toris

BATAUGA,BP-Beberapa nama untuk mengisi kekosongan Wakil Bupati Buton Selatan masa jabatan 2017-2020 telah mencuak dipublik. Jika DPP PDIP Pusat sudah menerima dua nama yakni, Laode Muhrim Bay dan La Ode Syahrul. Dua nama itu akan terpilih satu nama untuk diusung menjadi Cawabup.

kader Demokrat Aris Marwan Saputra SH

Sementara ketua DPC Demokrat Kabupaten Buton Selatan Pomili Womal sudah mengeluarkan statment bahwa partainya telah menyusulkan keder partai Demokrat Aris Marwan Saputra untuk formasi mengisi kekosongan masa jabatan Wakil Bupati Busel 2017-2022.

Bahkan dokumen kader partainya itu sudah berada di meja sekretariat DPRD Busel sejak Januari tahun 2020, atau disetor paska pelantikan H. La Ode Arusani menjadi Bupati Buton Selatan, pada akhir Desember 2019.

Kata Pomili Womal, saat ini pihaknya tinggal menunggu rapat pleno pembentukan panitia pemilihan oleh DPRD Busel. Apalagi batas waktu pengisian Kekosongan Wabup Busel hingga bulan Oktober mendatang

“Sudah disetor ke Sekretariat DPRD Busel, pas sesudah H La Ode Arusani dilantik menjadi Bupati Busel defenitif, atau dibulan Januari lalu,” beber Pomili Womal,” ucap Pomili Womal saat dihubungi belum lama ini

Sementara Ketua Harian DPD Golkar La Hijira mengatakan partai Golkar satu paket dengan Demokrat mengusulkan satu nama yakni Aris Marwan Saputra. Bahkan keluarnya nama itu sudah sejak.

Hanya saja dokumen usulan nama itu belum masuk ke meja Sekertaris DPRD Busel karena belum ada pembentukan panitia pemilihan di DPRD Busel.

“Sudah lama, hanya masalahnya pada saat pembentukan panitia pemilihan di DPRD, PDIP lari-lari. ada apa. Sekarang justru PDIP yang ngotot mengusulkan Wakil Bupati, tetapi hal itu kami respek, tetapi PDIP harus konsisten,” ucap La Hijira saat dihubungi via telepon, Selasa (7/7)

Terhitung saat ini, sisa waktu yang dibutuhkan untuk memparipurnakan satu nama mengisi Wakil Bupati Buton Selatan masa jabatan 2017-2022 tinggal tiga bulan lagi. Apalagi saat ini kondisi di DPRD memanas dan terbelah dua, akibat sejunlah anggota DPRD Busel membentuk pansus dugaan ijazah palsu H. La Ode Arusani dan enam DPRD lainnya menolak.

Ketua Harian DPD Golkar La Hijira La Hijira

Kata La Hijira kendati ada pro kontra pembentukan pansus hak angket, tidak akan mengganggu proses pemilihan Wabup, jika eksekutif dan legislatif bisa kompak seiring sejalan.

“Sebenarnya tidak mengganggu proses pemilihan Wabup. Problemnya Ketua PDIP Busel harus jaga sikap tentang pembentukan panitia, anggotanya sering lari-lari ketika paripurna. Satu bulan bisa kok yang penting bupati respek terhadap pemilihan Wabup,” tukasnya.

Diketahui, pasangan Bupati dan Wakil Bupati Busel periode 2017-2022, Agus Feisal Hidayat dan H La Ode Arusani pada Pilkada 2017 lalu di usung empat partai politik. Ke-empat Partai tersebut adalah Golkar, PKS, Demokrat dan PDIP. (*)

Pin It on Pinterest