Peliput: Iman Supa

Kapolres Muna, AKBP Agung Ramos Paretongan Sinaga. Foto Iman Supa Baubau Post.

RAHA,BP- Kejanggalan penemuan mayat Sitti Asnani (21) di tempat kejadian perkara (TKP) Desa Pola Kecamatan Pasir Putih yang terjadi Minggu (07/01) pekan lalu akhirnya terungkap. Satreskrim Polres Muna berhasil mengungkap dan menangkap pelaku pembubuhan yang tidak lain adalah suami korban HS alian LZ alias Z (21).

Aksi pelaku ini dibilang sadis karena menghilangkan nyawa istrinya yang tengah mengandung dua bulan. Bahkan, ,ayatnya langsung di buang ke sumur tua dekat ruamh korban.

Kapolres Muna AKBP Agung Ramos Paretongan Sinaga yang ditemui diruangannya, Kamis (11/01) mengatakan, setelah menangkap pelaku atau suami korban berinisial HS alian LZ alian Z (21) tegah membunuh istrinya sendiri Sitti Asnani (21) sebagai IRT yang bersembunyi di dalam hutan di Pulau Bakealu, Desa Bakealu, Kecamatan Pasir Putih, Rabu (10/1/2018) sekitar pukul 13.00 Wita.

“Dari pengungkapan pelaku, mereka ini sering bertengkar dan ada juga masalah ekonomi. Kemudian pada saat bertengkar sama istrinya, pelaku kaget kalau istrinya hamil dan tidak bisa menghidupi, karena tidak memiliki pekerjaan yang tetap,”tegasnya

Agung menambahkan, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan terungkap motif di balik pembunuhan pelaku terhadap istrinya sendiri.

Lanjutnya Pada Minggu (7/1/2018) sekitar pukul 19.30 Wita pelaku menyuruh adik kandung dan anaknya untuk segera tidur. Ia kemudian pergi ke sumur untuk membuka penutup sumur dari balok dan papan. Pelaku lalu pergi ke rumah tetangga memesan kopi. Setelah minum kopi pelaku kembali ke sumur.

“Korban kemudian datang menghampiri pelaku yang sedang berada di sumur, dan mengajak suaminya masuk ke rumah untuk istrahat. Tetapi di situ terjadi pertengkaran, dan pelaku langsung memeluk, mengangkat, dan membuang korban ke dalam sumur,” tutur Kapolres.

Saat pelaku mendorong korban di dalam sumur, adik pelaku berinisial W mendengar teriakan di bagian sumur. Saat mengecek ke luar, W tidak melihat orang karena pelaku sudah melarikan diri dan korban berada di dalam sumur.

“Kalau kita liat, pembunuhan ini ada motif perencanaan,”ujarnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 40 KUHP subsider pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup atau 20 tahun kurungan penjara, subsider 15 tahun kurungan. (*)

Pin It on Pinterest