– Terkait Pembangunan Eks Kantor Bupati Buton

Laporan: Ardi Toris/Hasrin Ilmi

BAUBAUBAU, BP– Mantan Bupati Buton dua Periode LM Syafei Kahar menanggapi pemberitaan yang menyebutkan dirinya dilaporkan oleh seorang pengacara bernama Dian Farizka ke KPK dan Kejagung terkait persoalan pembangunan gedung eks Kantor Bupati Buton yang tidak dilakukan melalui proses lelang.

Bapak Pemekaran Buton itu menanggapi dengan santai adanya laporan dirinya terkait kasus itu. Sjafei Kahar menjelaskan untuk kasus itu menurut ingatannya kemungkinan sudah 10 kali dilaporkan ke penegak hukum mulai dari KPK, Kejaksaan Agung, hingga ke Kejari Pasarwajo.

“Mungkin kasus ini sudah 10 kali dilaporkan. Makanya ketika Dian Farizka saya dengar melaporkan kasus itu saat ini, saya tidak kaget. sejak tahun 2007 sudah ada yang melapor ke Kejati Sultra, lalu pihak Kejati turun mengumpulkan data dan hasilnya tidak ada masalah. Terus tahun 2010 adalagi yang melapor ke Polda Sultra, ke Kejati, dan ke KPK hingga ke Kejagung. Semuanya laporan itu tidak ditindaklanjuti karena tidak ada bukti kerugian negaranya,” jelas Syafei Kahar, Selasa (22/11).

Selanjutnya, tahun 2013, kata Syafei kahar, kasus ini laporkan lagi ke Kejagung, lalu kejagung menugaskan Kejati untuk mengumpulkan data (puldata). Sementara Kejati sendiri menugaskan Kejari Pasarwajo untuk Puldata. Maka, diperiksalah semua saksi yang terkait. Kata Syafei, laporannya memang mempersoalkan bagunan itu dikerjakan dengan penunjukan langsung padahal menurut pelapor itu harus dilakukan dengan proses lelang.

“Padahal itukan kebijakan bupati seorang akan tetapi itu kebijakan bersama antara DPRD dan juga Sekda sebagai kuasa pengguna anggaran. Kebijakan itu kami ambil bersama sekitar tahun 2003-2004 kalau tidak salah. Dan yang saya tahu ketentuan Kepres 80 yang mengatur pengadaan barang dan jasa didalamnya tidak ada ketentuan pidananya. Jadi sepanjang tidak kontraktor yang keberatan pada masa itu, maka pekerjaan itu bisa dilakukan ketika kebijakan bersama itu diambil dengan cara penunjukan langsung. Dan memang ketika itu tidak ada kontaktorlain yang mengajukan keberatan,” tutur Syafei Kahar.

Kalau pun waktu ada kontraktor yang merasa keberatan, lanjutnya, maka disitulah pihaknya akan batalkan lalu akan dilakukan lelang ulang. Jadi sebenarnya, untuk pengadaan barang dan jasa tidak ada masalah bila tidak ada kerugian negara yang ditimbulkannya. menurut Syafei Kahar, untuk kasus seperti ini yang dipidanakan itu bila ada unsur kerugian negara, misalnya pengerjaan tidak sesuai bestek, kerugian bayar dll.

Karena kebijakan bersama yaitu ada persetujuan DPRD dan Sekda sebagai kuasa pengguna anggaran maka pemeriksaan Kejari Pasarwajo itu sampai disitu saja. “Ketua DPRD kala itu Pak Yamin juga sudah diperiksa, lalu Sekdanya juga Pak Ridwan Zakaria, mantan Bupati Butur juga sudah menjalani pemeriksaan, alhasil tidak masalah. Sedikitpun uang itu tidak masuk kekantong saya, karena uang itu di kirim langsung ke rekening pihak ke III yaitu para kontraktor. Apalagi hasil pemeriksaan BPKP tidak ada kerugian negara ditemukan dalam pembangunan eks Kantor Bupati Buton itu,” katanya lagi.

Karena itu, Syafei kahar mengaku tidak kaget dan tidak risau dengan laporan Dian Farika itu, “Apalagi kalau laporan itu bertautan dengan tersangka. Saya tidak mau sebut siapa, kan ini mau cari teman. Kalau orang jahat pasti akan cari teman jahat, tapi kalau orang baik pasti akan cari teman baik. Insya allah kalau itu kita bisa pertanggungjawabkan karena kebijakan itu bukan kebijakan bupati sendiri. Kenapa kita ambil langkah itu, karena masa itu kita tidak punya anggaran membangun kantor besar begitu, caranya cari pengusaha yang mau kerja dulu dan kita akan bayar sesuai dengan kemampuan amggaran daerah,” janjinya.

Dia pun merasa aneh, kenapa baru sekarang lagi dilaporkan padahal kantor itu sudah lebih dari 10 tahun berdiri dengan megahnya, tidak ada kesalahan bestek dalam pengerjaannya, “Tapi saya hanya berdoa kepada Allah SWT agar saya tidak mendapatkan kezaliman. Karena biar kita benar, bisa juga kita mendapatkan kezaliman. (***)

Pin It on Pinterest