Peliput: Amirul — Editor: Ardi Toris

BATAUGA,BP-Dinas Pendidikan Kabupaten Buton Selatan memutuskan akan menerapkan belajar tatap muka mulai Senin 13 Juli 2020 bagi Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan paket B. Pemberlakuan jam belajar tatap muka di kelas ini dilakukan dengan wajib mematuhi standar protokol kesehatan Covid19 dan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

Kepala Dinas Pendidikan Buton Selatan La Makiki

Kepala Dinas Pendidikan Busel La Makiki menjelaskan untuk penerapan belajar tatap muka disatuan pendidikan selama darurat penyebaran Covid-19 prosesnya akan dilakukan pertahap.

Pada tahap I diaktifkan atau diperbolehkan melakukan proses belajar mengajar bagi SMP, MTs dan paket B dimulai pada hari Senin 13 Juli 2020

Ditahap kedua, diaktifkan, diperbolehjan melakukan proses belajar mengajar bagi Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat dan paket A, dimulai bulan September

” Sementara pada tahap III dikatifkannya proses belajar mengajar dikelas bagi satuan pendidikan taman kanak-kanak (TK) sederajat atau kelompok belajar akan dimulai bulan November” ucap La Makiki, saat ditemui belum lama ini

Lanjutnya, satuan pendidikan taman kanak-kanak (TK), SD, MI atau bentuk lain yang sederajat, selama menunggu waktu yang ditentukan diimbau untuk tetap menggunakan metode belajar dari rumah.

Kata dia, untuk satuan pendidikan SMP, MTs dan sederajatnya akan menerapkan skenario dibagi perkelas atau pertahapan.

“Kita memberlakukan sistem shift,sehingga tidak ada kerumunan dalam jumlah banyak. Yang pasti harapan kita protokol kesehatan wajib dipatuhi. Seluruh guru juga wajib memantau siswanya,” ujarnya

Aturan protokol kesehatan dengan pemberlakuan jarak tempat duduk antara siswa-siswi tiap sekolah harus diatur sehingga tidak saling berdekatan

La Makiki menegaskan, bagi SMP, MTs dan sederajat di Busel wajib menyediakan sarana tempat cuci tangan. Sehingga sebelum masuk kelas dan belajar para siswa ini dipantau untuk patuh mencuci tangan di air mengalir dengan sabun.

“Sudah ada pos anggarannya di dana BOS jadi sekolah wajib menyediakan tempat cuci tangan, handsanitaizer, ” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya sudah menyampaikan kepada para Kasek untuk melakukan sosialisasi kepada orang tua siswa sehingga dapat dipahami bersama. Sebab menurutnya, para siswa juga ini sudah sekitar 4 bulan tidak efektif belajar akibat pandemik Covid19.

Ia berharap kepada orang tua siswa dan siswi dapat memahami secara bersama untuk terus memberikan sosialisasi kepada anaknya mematuhi protokol kesehatan.
“Protokol kesehatan ini harus sudah menjadi kebiasaan diterapkan ditengah-tengah masyarakat kita dimasa pandemik ini,” tukasnya. (*)

Pin It on Pinterest