BAUBAU, BP- Berdasarkan data Kemeterian Sosial RI, penduduk miskin di Kota Baubau lebih 62 ribu jiwa. Untuk memastikannya Dinas Sosial (Dinsos) perketat pendataan.

Sekretaris Dinsos Baubau La Kaju mengaku, pihaknya intens memverifikasi data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di tiap bulannya. Hal itu guna mencocokan data yang ada di aplikasi sama dengan fakta di lapangan.

Terkait dengan bantuan sosial, mantan Camat Betoambari Kota Baubau itu mengaku, telah diatur oleh Kementerian Sosial. Dinsos hanya menyalurkan ke penerima.

“Kalau untuk bantuan-bantuan itukan dari pusat. Kita hanya memperketat verifikasi datanya, itu kita lakukan hampir tiap bulan,” ungkap La Kaju saat dikonfirmasi di ruangannya beberapa hari yang lalu.

Kuota KPM baubau berjumlah 7010 orang. Namun data tersebut terus diverifikasi, penerima yang sudah dinyatakan mampu, akan digantikan dengan yang belum perna menerima bantuan.

“Misalnya ada orang yang sudah mampu, kita usulkan lagi yang lain, supaya kita penuhi itu (kuota KPM-red),” ungkap La Kaju.

Hal senada juga dijelaskan Kepala Seksi Penanganan Kemiskinan Dinsos Kota Baubau, Afris SSos. Kata dia, jika ada KPM yang sudah dinyatakan mampu, meninggal, atau pindah daerah maka akan digantikan oleh penduduk miskin lainnya yang belum pernah menerima bantuan.

“Misalnya, kuota yang KPM kan ada 7010, kalau jumlahnya berkurang lagi (meninggal, pindah daerah atau dinyatakan mampu-red), kita penuhi lagi kuotanya, jadi tetap saja terpenuhi kuotanya,” jelasnya.

Berdasarkan data Dinsos Baubau, dari kuota 7010 KPM, hanya 6000 lebih yang aktif menerima bantuannya. Selebihnya sudah tidak aktif alias sudah tidak berbelanja, entah pindah daerah atau meninggal. (*)

Peliput: Gustam

Pin It on Pinterest