Peliput: Hengki TA — Editor: Ardi Toris

LABUNGKARI, BP – Bupati Buton Tengah (Buteng) H Samahuddin SE memberikan bantuan berupa kursi roda kepada Wa Namia salah satu warga Desa Matawine, Kecamatan Lakudo, yang penyandang disabilitas. Wanita yang berumur kurang lebih 52 tahun itu, dilahirkan disabilitas dengan kaki yang berkelainan.

Bupati Buteng H Samahuddin memberikan bantuan kursi roda pada ibu penyandang disabilitas Foto Hengky TA–BaubauPost

Ibu satu anak itu tidak kuasa menahan tangis gembira saat diberikan kursi roda yang diserahkan langsung orang nomor satu di Buteng. Sebab, Keseharian Wa Namia untuk beraktivitas harus memfungsikan tangannya menjadi ganda bukan hanya mengengam namun tangannya juga sewaktu waktu di fungsikan menjadi kaki untuk berjalan.

Selama hidup 52 tahun dan menyambung hidupnya, ia hanya mengandalkan warung kecil dengan kurang lebih tiga meter. Tidak ada kata menyerah bahkan mengeluh dalam benak Wa Namia untuk menyambung hidupnya, meski terlahir dengan penyandang disabilitas.

Mendengar kondisi Wa Namia, La Ramo sapaan Samahuddin langsung mendatangi kerumahnya bersama-sama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Buteng. Kedatangan Bupati bersama rombongan, bukan hanya untuk bertemu, melainkan juga memberikan kursi roda untuk bisa membantunya untuk beraktivitas saat keluar rumah.

Rasa syukur dan ucapan terima yang diucapkan Wa Namia kepada Bupati, saat bersalaman ia mencium tangannya dan berdoa agar Bupati selalu diberikan kesehatan.

Sebelumnya, Wa Namia juga mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk menyambung hidupnya, yang diusulkan langsung Kepala Desa Matawine Irwansyah. Tidak hanya itu, sebagai pimpinan desa mengusulkan nama Wa Namia untuk menjadi perhatian pemerintah.

“Menjadi sebuah landasan untuk saya, sebagai seorang kepala desa untuk mengusulkan Wa Namia mendapatkan bantuan,” kata Irwan.

Lanjutnya, berbagai upaya yang dilakukan membantu Wa Namia dengan memasukkan namanya untuk mendapatkan bantuan bahkan pengusulan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) namun usulan itu tidak berjalan mulus seperti BLT.

“Kita akan terus upayakan, karna ia juga harus diperhatikan pemerintah khsusnya pemerintah Desa,” tutupnya. (*)

Pin It on Pinterest