Peliput : Alan

LABUNGKARI, BP – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Buton Tengah (Buteng) pada bulan Desember tahun 2017 ini rencananya akan melebur atau menggabung (merger) 4 Sekolah Dasar Negeri (SDN) menjadi 2 Sekolah Dasar Negeri (SDN), dikarenakan dalam rombongan belajar (rombel) siswa tersebut tidak mencukupi 20 orang per robel.

“Sesuai dengan Permendikbud nomor 17 tahun 2017 pasal 32 menekankan, jika salah satu sekolah tidak mencukupi 20 orang per rombel maka sekolah tersebut harus digabung,” tutur Kepala Bidang Sekolah Dasar Disdikbud Buteng, Nafiu saat dikonfirmasi usai membawakan sosialisasi peleburan sekolah di kantor Desa Wasilomata 1 beberapa hari yang lalu.

Dijelaskan, dalam meningkatkan efektifitas kegiatan pembelajaran di sekolah dasar, penggabungan (merger) ini adalah salah satu langkah yang lebih baik, serta dapat berdampak posisif misalnya terkait efisensi anggaran, alokasi dana BOS lebih terarah, pemerataan jumlah murid di beberapa SDN, serta dapat meningkatkan mutu pendidikan karena akan terpenuhinya sarana prasarana yang akan dibutuhkan.

“Penggabungan ini dilakukan sebagai langkah efiseinsi anggaran dan tenaga, sehingga gurunya dapat dialihkan ke sekolah-sekolah yang saat ini kekurangan tenaga pendidik,” terang Nafiu.

Atas itu, Nafiu membeberkan, 4 sekolah yang layak untuk gabung (merger) tersebut yakni Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Lamena digabung dengan SDN 3 Lamena di Kecamatan Mawasangka Timur dan SDN 1 Wasilomata 1 digabung dengan SDN 2 Wasilomata 1 di Kecamatan Mawasangka.

“Dalam kajian kami itu baru 4 sekolah yang kami akan gabung dan realisasinya di bulan ini, serta kita sudah bersurat ke sekolah-sekolah untuk menggunakan nomenklatur baru dan secara dapodik sudah berubah juga, dan tentu akan ada pengukuhan ulang kepala sekolahnya dan itu pengambil kebijakan yang menentukan,” imbuh Nafiu.(*)

Pin It on Pinterest