• Hardin: Stok Aman Hingga Agustus

BATAUGA,BP- Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan UKM Buton Selatan (Busel) La Hardin berjanji akan menindak tegas oknum penimbun Sembilan Bahan Pokok (Sembako), serta menaikan harga, yang memanfaatkan dampak Covid-19, di Busel.

Kata Hardin, walau belum ada temuan adanya oknum yang melakukan penimbunan dan mempermainkan harga, ia meminta seluruh warga untuk berperan aktif mengawasi jika ada pihak yang melakukan penimbunan atau menaikkan harga kebutuhan pokok dengan tidak wajar.

“Dengan keterbatasan pihak Disperindag dalam memantau hal tersebut maka diharapkan masyarakat juga harus berperan aktif dilapangan, laporkan kepada kami kalau ada penimbunan kebutuhan pokok,” tegasnya kepada awak media belum lama ini.

Menurut Hardin terjadinya kenaikan harga sembako dalam beberapa pekan terakhir ini akibat pengaruh masyarakat panik pembelian terhadap kebutuhan pokok dampak dari wabah Covid-19. Namun sebenarnya masyarakat tidak terlalu panik karena fakta dilapangan stok kebutuhan pokok masih sangat tersedia.

Hasil pemantauan dan monitoring oleh Disperidag Busel pada disejumlah pasar dan agen serta kios yang tersebar di Busel, stok kebutuhan pokok masih sangat banyak.

“Jadi stok kebutuhan pokok masih aman sampai Agustus masih cukup. Sebenarnya kenaikan itu salah satu dampaknya akibat kepanikan warga, ” katanya.

Ia mengatakan, dampak Covid salah satunya kepanikan yang berlebihan warga. sementara stok kebutuhan pokok masih banyak.

“Harga beras Bulog Rp 8450 perkilogram. Paling tinggi Rp 9550 tidak bisa melebihi angka harga jual itu,” ujarnya.

Kata dia, jika ditemukan harga diatas sesuai standar Bulog itu atau terjadi ada penimbunan beras oleh oknum dan diketahui maka akan dilakukan penindakan secara tegas.

Ditambahkannya, upaya yang dilakukan Pemkab Busel saat ini adalah melakukan intervensi dalam melayani stok kebutuhan Sembako melalui kebijakan pasar murah sesuai instruksi TPID. Tetapi hal itu belum dapat dilakukan, karena akan terjadinya ada kerumunan orang yang seharusnya dihindari sesuai imbauan pemerintah.

“Karena ada larangan social distance. Sebenarnya kita sudah ada komunikasi dengan pihak Lippo untuk pasar murah, namun karena ada larangan social distance maka tidak ada lagi pasar murah, yang jelas harga kebutuhan kita stok barang masih banyak, ” ujarnya.

” Sembako kita masih cukup. Kita masih bergantung dengan harga Sembako Baubau, kalau Baubau sudah naik maka kita juga naik,” tambahnya.

Sesuai data Disperindag Busel jumlah ketersediaan kebutuhan Sembako untuk ketahanan pangan daerah untuk beras hingga saat ini ada stok 50 ton. Gula pasir 2 ton, minyak goreng mentega 2 ton. Telur ayam satu ton. Minyak tanah 32 ton. Premium 64 ton.

Peliput : Amirul

Pin It on Pinterest