PASARWAJO, Pertimbangkan sisi kemanusiaan menjadi keputusan Bupati Buton La Bakry mengizinkan kapal Mega Abadi sandar di pelabuhan Banabungi Kabupaten Buton Jumat malam (01/05). Puluhan penumpang itu terombang ambing di lautan karena tidak diizinkan sandar di Pelabuhan Murhum Kota Baubau dan Kabupaten Buton Selatan (Busel).

Sebelumnya, kapal Mega Abadi ini tidak boleh sandar di pelabuhan Murhum Baubau, dikarenakan dugaan adanya salah satu penumpang yang terpapar Covid-19. Hal yang sama dilakukan pada KM Dobonsolo yang juga ditolak sandar di pelabuhan Murhum karena berdasarkan Swab test ada dua ABK terpapar Virus Corona. Sehingga untuk merespon informasi berkembang, Pemkot layangkan surat penolakan ke PT Pelni cabang Baubau agar KM Dobonsolo tidak sandar di Pelabuhan Murhum.

Keputusan itu membuat penumpang yang berasal dari Kota Baubau, Kabupaten Busel, Kabupaten Wakatobi, Kabupaten Buton dan Kabupaten Buteng itu terombang ambing dilautan dengan kondisi logistik yang menipis. Sebelumnya KM Mega Abadi bertolak dari Obi Maluku Utara.

Setelah terombang ambing di lautan, akhirnya puluhan penumpang itu diperbolehkan Bupati Buton La Bakry untuk sandar di Pelabuhan Banabungi, Pasarwajo. Kemudian dilakukan pengecekan suhu tubuh dan hasilnya normal.

“Pada prinsipnya mereka semua itu orang Buton. Kita izinkan turun di Kabupaten Buton karena mempertimbangkan sisi kemanusiaan. Sudah 7 hari 7 malam di laut dan kapalnya kehabisan logistik,” ungkap Bupati La Bakry.

Pemkab Buton sudah menyiapkan tempat untuk karantina sesuai protokol Kesehatan sampai menunggu tindak lanjut Pemda masing-masing.

“Kita sudah siapkan tempat di eks Kantor Bupati lama untuk karantina dan seterusnya sampai dengan batas waktu yang telah ditetapkan protokol kesehatan. Meski begitu tetap mengikuti protokol kesehatan oleh Pemda masing-masing,” sebutnya.

Rencanannya Pemkab Buton Sabtu (02/05) akan melakukan rapid test kepada seluruh penumpang, Namun Pemkot Baubau sekitar pukul 02.30 wita dini hari dengan sigap menyikapi dan menjemput warganya serta warga Busel, Buteng, dan Wakatobi di Kabupaten Buton untuk dibawa ke Baubau.

Sesampainya di Baubau,26 penumpang langsung dicek kesehatannya melalui cek suhu tubuh dab rapid test, tanpa melihat asal daerah. Hasil rapid test menunjukan non reaktif.

Untuk di ketahui, 26 orang tersebut berdasarkan asal daerahnya, yakni, Kota Baubau 1 orang, Kabupaten Buton Selatan 22 orang, Kabupaten Buton Tengah 1 orang dan Kabupaten Muna 2 orang

Peliput: Asmaddin

Pin It on Pinterest