Wali Kota Baubau AS Tamrin didampingi Plt Kepala DKP Baubau Sitti Munawar berpose di TPI Higienis Wameo

BAUBAU, BP- Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Baubau menargetkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor perikanan melalui Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Higienis.

Plt Kepala DKP Baubau Siti Munawar optimis, PAD akan terus meningkat dalam waktu yang tidak begitu lama. Namun hal ini pula tidak terlepas dari peran camat maupun lurah setempat.

“Bukan hitungan satu bulan, tapi hitungan dua minggu karena kita baru lakukan kurang lebih dua minggu ini, itu pun atas kerja sama dengan lurah, camat dan teman-teman yang ada di TPI Wameo,” jelasnya.

Selain penyimpanan ikan, sumber retribusi lain yang diperoleh untuk peningkatan PAD yakni produksi es balok. Para nelayan dapat membeli es balok dengan harga yang cukup terjangkau, juga kualitas airnya sudah sesuai dengan prosedur yang ditetapkan.

“Satu es baloknya itu kurang lebih Rp 25 ribu,” katanya.

Lanjutnya, dengan adanya TPI Higienis ini pemasaran ikan yang masuk ke Kota Baubau akan lebih tertib, karena melalui sistem satu pintu. Hal itu dimaksudkan agar higienitas dan mutu ikan tidak diragukan lagi oleh masyarakat.

Masyarakat tak perlu khawatir dengan kemungkinan ikan berformalin. Sebab ikan yang masuk dalam TPI Wameo akan disortir dengan baik.

“Jumbo ikan itu yang tadinya mungkin agak semerawut, ada yang di Pasar Karya Nugraha, ada yang di pelataran depan pasar wameo, itu sekarang harus satu pintu di TPI Higienis,” ujarnya.

Sementara untuk karyawan yang bekerja di TPI Higienis Wameo ada puluhan orang. Baik yang non PNS maupun yang PNS.

“Karyawannya itu kurang lebih 30 orang non PNS, kalau untuk PNS itu ada kepala UPTD dan sekretaris, tetapi dibantu oleh pemungut-pemungut retribusi pegawai dari dinas perikanan,” ulasnya. (#)

Peliput: LM Syahrul

Pin It on Pinterest