WAKATOBI, BP – Pemerintah Daerah (Pemda) Wakatobi melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Pemerintah Desa (DP3A dan PMD) Wakatobi dinilai mengintervensi Panitia Pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Desa Koroeonowa Kecamatan Wangi-Wangi.

Hal ini diungkap Ketua Panitia Pemilihan BPD Desa Koroeonowa Sarifudin SPd, pada malam senin (18/11). Dijelaskan pihaknya telah mengikuti instruksi dari DP3A dan PMD melalui Kabid PMD Sarimu, yang telah dimulai dari tahap pendaftaran.

“Mulai dari tahap pendaftaran kita didampingi, sampai tadi datang lagi. Setelah saya berdiskusi lama dengan pak Sarimu ini, segala macam petunjuk saya ikuti. Tiba-tiba berapa lama dia mucul kembali, katanya ada petunjuk dari kepala Dinas DP3A dan PMD bahwa kuotanya belum cukup. Sehingga saya sampaikan, bahwa pendaftaran itu kalau sudah dua kali dari kuota pendaftar BPD berarti bisa ditutup kalau sudah tujuh hari,” jelasnya.

Kata Sarifudin, berdasarkan Peraturan Bupati (Perbub) kuota pendaftaran BPD sebanyak 5 orang, dan yang telah mendaftar untuk BPD pada Desa Koroeonawa telah melebihi kuota sebanyak 10 orang, sehingga pihaknya menyimpulkan untuk menutup pendaftran tersebut.

“ Ada salah seorang dari masyarakat yang masih mau mendaftar, namun sudah saya tutup, dan dia ngotot dan melapor kiri kanan kepada Pemdes. Kalo saya buka kembali maka akan melanggar, karena kami sebagai panitia tidak konsisten dengan kebijakan yang dikeluarkan,” tambahnya.

Selain itu, pihaknya menduga hal tersebut mengakibatkan pihak DP3A dan PMD menginginkan pendaftaran BPD tersebut di buka kembali, sehingga menimbulkan ketersinggungan panita pemilihan BPD.

“ Namun setelah sore tadi, mereka meminta maaf. Mereka sampaikan lanjutkan saja hari rabu. Tapi saya sampaikan tidak bisa, panitiaku bubar, karena pernyataan mereka tadi,” tandasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pemdes Sarimu saat dikonfirmasi awak media ini melalui telephone, mengelak adanya interfensi yang dilakukan oleh pihaknya, hal tersebut hanyalah kesalahpahaman, DP3A dan PMD merupakan satu ruh dengan panitia pemilihan BPD.

“ Adapun masalah yang terjadi di desa itu tetap akan bermasalah dengan kami pihak kami, jadi kami datang kemarin itu Karena dengar mau lakukan persiapan pemilihan, sehingga kami datang membenahi administrasinya, maksudnya kita persiapkan itu, jangan sampai masih ada celah yang diambil oleh orang-orang yang berhubungan dengan pemilihan itu,” tanggapnya.

Selain itu, Sarimu mengatakan pihaknya hanyalah memberikan penguatan, namun setelah pihaknya membuka Perbub, ternyata yang dilakukan oleh pihak Panitia telah sesuai prosedural. Pasalnya penutupan pendaftaran yang dilakukan oleh pihak Panita telah memenuhi kuota yang ada.

“ kami sudah sampaikan silahkan lanjut, karna berdasarkan perbu dan yang mendaftar itu sudah 10 orang, sudah 2 kali lipat. Terkadangkala dalam perbub kita berbeda penafsiran sehingga kita buka kembali untuk menyatukan presepsi,” katanya.

Peliput: Zul Ps

Pin It on Pinterest