BAUBAU, BP – Hingga Oktober 2019, sedikitnya terdapat 67 kasus kekerasan anak dan perempuan yang telah ditangani Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Baubau. Seluruh kasus ini telah diselesaikan oleh dinas terkait.

Kepala DP3A Kota Baubau Wa Ode Soraya mengatakan, kasus kekerasan yang menimpa perempuan dan anak di Kota Baubau terdiri dari kekerasan fisik, psikis, hingga pelecehan. Pihaknya mengetahui perihal kasus tersebut, setelah para korban melaporkannya ke DP3A Kota Baubau.

“Kami punya hotline, mereka telepon,” katanya kepada Baubau Post saat ditemui dalam kegiatan puncak peringatan Hari Ibu di Aula Kantor Wali Kota Baubau, Sabtu (28/12).

Ketika korban melapor, pihaknya langsung melakukan penjemputan menggunakan mobil operasional. Dalam menangani para korban kekerasan, DP3A memiliki Satuan Tugas (Satgas) pendampingan dalam hal psikologi.

Kita punya satgas pendampingan, ada psikolog. Jadi kapan ada telepon misalnya korban kekerasan fisik, mereka langsung dijemput,” terangnya.

Dalam pendampingan ini, DP3A dalam memfasilitasi para korban untuk melapor ke pihak kepolisian jika diinginkan. Namun pihaknya lebih mengedepankan jalur mediasi untuk penyelesaiannya.

“Kasus kekerasan perempuan dan anak ini menjadi perhatian serius,” ujarnya.

Ditanya mengenai langkah pemerintah Kota Baubau untuk meminimalisir tindak kekerasan perempuan dan anak, Soraya mengatakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi, pelatihan hingga literasi, agar kasus-kasus serupa tidak terjadi kembali.

Peliput: Zaman Adha

Pin It on Pinterest