LABUNGKARI, BP – La Ifi, warga Lingkungan Limbo, Kelurahan Tolandona, Kecamatan Sangia Wambulu, Kabupaten Buton tengah (Buteng) nekat mengakhiri hidup dengan menancapkan pisau dapur dibagian dada kirinya, Kamis malam (26/03) sekitar pukul 19.00 wita.

Pria berumur 43 tahun itu, diduga frustrasi akibat penyakit jantung dan gangguan ginjal yang dideritanya selama empat tahun, korban yang dari Maluku Utara itu, sempat dirawat di Rumah Sakit Xanana. Setibanya di Tolandona, sekitar seminggu yang lalu sudah dua kali melakukan percobaan bunuh diri.

Kapolsek Sangiawambulu, IPTU Tri Nugroho

“Dia sakit sudah sekitar empat tahunan, yang bersangkutan diduga frustasi, karena menurut keterangan iparnya, sudah sering kali mencoba bunuh diri,” ungkap IPTU Tri Nugroho, Kapolsek Sangiawambulu saat dikonfirmasi, Jumat (27/03)

Lanjutnya, menurut keterangan Ibu kandungnya, korban meminta pulang ke Tolandona saat dirawat di Rumah Sakit Xanana. Selama di kampung halamannya, korban selalu mengeluhkan dadanya terasa berat dan sakit setiap harinya.

Ibu kandungnya pada saat itu masi didapur, tiba-tiba dipanggil oleh korban yang sementara dalam kamar tidur dan begitu ibunya masuk kedalam kamar, langsung kaget karena melihat korban sudah tertancap sebuah pisau dapur dibagian dada kiri dan mengeluarkan darah.

“Ibu korban langsung mencabut pisau dapur itu dan hendak meminta tolong kepada tetangga namun korban langsung meninggal dunia karna korban terlalu banyak mengeluarkan darah,” jelasnya.

Atas kejadian tersebut, Polsek Sangiawambulu langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan koordinasi dengan pihak Puskesmas Sangia Wambulu. Selain itu, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan pihak keluarga untuk dilakukan visum, namun dari pihak keluarga korban menolak dan menerima kejadian tersebut merupakan murni perbuatan atau kelalaian korban sendiri.

Peliput: Hengki TA

Pin It on Pinterest