BAUBAU, BP- Forum Silahturahmi Keraton Nusantara (FSKN) berencana membuat undang-undang (UU) tentang keraton. Aturan ini digenjot untuk dapat segera diselesaikan dan dapat penguatan hukum agar pelestarian budaya tidak menjadi hambatan.

“Salah satunya rekomendasi kita yang lain adalah masalah rencana membuat UU tentang keraton karena ini sangat penting di era modernisasi, karena keraton-keraton saat ini sudah mulai hampir tergerus,” kata Ketua FSKN Sultan Sepuh ke 14 Keraton Pasuhan Cirebon Pangeran Raja Adipati Arif Madati Ninggrat SE, ditemui Selasa (19/11).

Dijelaskan, keraton merupakan pusat kebudayaan. Sehingga UU keraton sangat penting untuk menjaga benteng pelestarian kebudayaan.

“Keraton-keraton ini adalah pusat-pusat budaya, dan keraton-keraton ini adalah benteng terakhir untuk pelestarian budaya kita. Kita tahu bahwa tulisan di burung garuda pancasila kita adalah bineka tunggal ika,” ungkapnya.

Terkait dengan kelembagaan sudah memiliki payung hukum, hal ini juga sebagai upaya dari FSKN untuk membuat UU tentang keraton.

“Kalau budaya kita hilang, karaton ini hilang tentunya bineka tunggal ika sudah tidak ada lagi, oleh karena itu kita perlu payung, pemuda sudah ada UU KNPI, pengusaha sudah ada UU, Ormas ada UU Ormasnya,” jelasnya.

Untuk perencanaan pembuatan UU keraton ini pihaknya akan membangun komunikasi dengan salah satu Universitas untuk dibahas dan dilakukan kajian mendalam sebelum dilimpahkan ke DPR RI maupun DPD RI.

“Nantinya kami akan intensif dengan bapak presiden, dengan DPR RI, kemudian dengan DPD RI dan tentunya dengan akademisi perguruan-perguruan tinggi intensif bagaimana membuat draf UU ini,” tuturnya

Pihaknya inginkan secepatnya untuk melakukan pembuatan UU tentang keraton dan ini juga perlu kajian panjang dengan pihak akademis untuk bagaimana pembuatan UU keraton ini.

“Kalau inginya secepatnya, tetapikan itu tidak mudah, kita harus ada uji akademis dulu nanti kita membuat drapnya dulu kita uji akademsi dulu perguruan-perguruan tinggi dan kemudian kita masukan kepada legisilatif dan eksekutif,” pungkasnya. (#)

Peliput: LM Syahrul

Pin It on Pinterest