Sultra.BP – Pj Sekretaris Daerah La Ode Ahmad P.B mengatakan agar  Pimpinan Opd harus mengedepankan Perbaikan  Kinerjanya dari  pada berkeluh kesah dengan pekerjaan yang  tengah diemban,hal itu diungkapkannya  saat memimpin Ngobrol Kinerja (Ngoki) Ke-7  yang di gelar Di Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan,Perlindungan Anak,Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana,kemarin Rabu,(26/02).

La Ode Ahmad Juga mengatakan perbaikan kinerja ini sangat dibutuhkan untuk mempercepat Program Kerja yang sudah ditetapkan agar bisa maksimal sesuai harapan Visi Misi daerah ,percepatan ini diharapakan mengingat program kegiatan daerah sultra sebagian mencakup pada Visi Misi Pemerintah Pusat.

“Program Kegiatan Pemerintah Provinsi, merupakan setengah dari Program Kegiatan Pemerintah Pusat”,ujar La Ode dalam sambutannya,melalui keterangan Rilis plt Diskominfo Sultra Syaifullah.

Sekda juga menghimbau agar sekiranya Pimpinan OPD Sultra lebih mengedepankan Program Program  Strategis yang telah ditetapkan ,dan juga mampu memprogreskan serta mengaplikasikan kegiatan yang lebih akuntabel dalam setiap kegiatan.diantaranya yang terfokus pada kegiatan yang bisa terdistribusi diwilayah kerja  15 Kabupaten Dua Kota  Se-sultra. 

“Kita selaku pimpinan OPD jangan selalu kekeh dan egois, terhadap  hal hal yang kurang pantas untuk di paksakan sebagai Program dan Kegiatan, Program Strategis Pemerintah Provinsi nyambung dan  terdistribusi di wilayah kerja 17 kabupaten kota,Program Kegiatan Provinsi harus Linear dengan Program Kegiatan 17 Kabupaten Kota”pungkas Sekda Pula.

Dalam kegiatan yang  telah terjadwalkan  ini,tak luput Kepala P3A-PPKB  Andi Tenri,dalam kesempatannya juga mengungkapkan Laporannya,saat ini  Jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang dilaporkan sebanyak 124 kasus, 97 kasus melalui SIMPONI PPA dan 27 Kasus melalui laporan masyarakat pada UPTD PPA.Ia mengatakan,berdasarkan data, kekerasan terhadap anak paling banyak terjadi di Kaupaten . Konawe yaitu sebanyak 19 Kasus (4 kasus anak laki laki dan 15 kasus anak perempuan), kemudian Kota Kendari yaitu 18 kasus (4 kasus pada anak anak laki laki dan 14 kasus anak perempuan).

“ Kekerasan terhadap Perempuan paling banyak di Kota Kendari 11 kasus, Kabupaten Konawe 7 kasus, Kota Bau Bau 6 kasus. Jenis kekerasan yang di alami,Psikis, Fisik, Pelecehan Seksual, Eksploitasi dan Penelantaran”,ujar Andi Tenri dalam laporannya kepada Sekda.

Selain itu Sekda  juga mengharapkan  agar OPD terkait juga mampu mendesain Program Parawisata menjadi lebih baik lagi,mengingat,selain telah menjadi progres utama pemerintah pusat kegiatan ini juga mampu memajukan perkembangan dan pendapatan untuk daerah,nantinya.

“Program Pemerintah Pusat lebih Fokus kepada Program Kegiatan Pariwisata karena lebih cepat menghasilkan dan memajukan untuk daerah,Kepala OPD jangan lebih banyak mengeluh dari pada berkinerja”,ujarnya pula.

diketahui kegiatan ini telah menjadi rutinitas terjadwal yang diikuti oleh Seluruh Pimpinan Dan Kepala Bidang OPD terkait,kegiatan Ngobrol Kinerja (Ngoki ) Kali ketujuh ini dilaksanakan di Dinas P3A -PPKB Propinsi Sulawesi Tenggara dan di Pimpin Langsung Oleh PJ  Sekretaris Daerah,dan Di Ketahui oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sultra  (Sumber Rilis Kominfo).

Pin It on Pinterest