Peliput: Risnawati — Editor: Ardi Toris

SULTRA, BP- Gubernur Sulawesi Tenggara H Ali Mazi SH melepas perdana ekspor serabut kelapa dengan tujuan langsung ke Wheifing, Tiongkok. Pelepasan perdana ini dilakukan di New Port Bungkutoko Kendari, Selasa (07/07)

Gubernur Ali Mazi didampingi Ibu Agista Ariany, seluruh kepala OPD, dan pejabat Forkopimda, kecuali Ketua DPRD Sultra yang tidak hadir dan diwakili oleh Wakil Ketua I DPRD SultraHeri Asiku, . Juga hadir Dirut Pelindo-IV Makassar Prasetyadi dan Kepala Balai Karantina Besar Makassar Andi Pangeran Muda Yusmanto.

Gubernur Sultra Ali Mazi melepas perdana ekspor serabut kelapa ke Tingkok

New Post Bungkutoko Kendari adalah fasilitas yang baru saja rampung dan dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia IV (PT. Pelindo-IV) yang merupakan BUMN Indonesia yang bergerak di bidang jasa kepelabuhan.

New Port Bungkutoko Kendari saat ini berstatus pelabuhan origin bagi beragam komoditi ekspor asal Sultra dengan tujuan berbagai negara di dunia.

Dikatakan oleh Gubernur Ali Mazi, “Ekspor perdana hari ini dan dukungan pelabuhan yang telah selesai dibangun oleh PT Pelindo-IV, maka semua komoditi Sultra yang bernilai ekspor di pasaran luar negeri, tidak lagi bergantung pada pelabuhan ekspor di luar wilayah Sultra, tetapi sudah wajib melalui New Port Bungkutoko Kendari dan langsung ke negara tujuan.”

Gubernur Ali Mazi sangat mengapresiasi dan menyambut gembira capaian ini. Gubernur Sultra berharap dengan meningkatnya kegiatan ekspor di Sultra, maka akan memicu peningkatan investasi bidang lainnya selain tambang yang kini mendominasi komoditi ekspor Sultra.

Potensi komoditi non tambang yang sudah diekspor selama ini adalah hasil laut dan perkebunan, walau hasilnya belum begitu dirasakan oleh masyarakat Sultra, sebab semua komoditi ekspor masih harus melalui pelabuhan di luar Sultra seperti Makassar dan Surabaya.

Kadis Perindustrian dan Perdagangan Sultra Hj Sitti Saleha mengatakan volume ekspor perdana serabut kelapa oleh PT. Weda Indocoir Prima ini baru mencapai 18 ton. Perusahaan tersebut masih akan mengirim 50 ton serabut kelapa pada bulan ini dengan negara tujuan yang sama.

Tidak serabut kelapa saja yang akan diekspor dalam waktu singkat. Komoditas lain seperti komoditi perkebunan (Kopra, Kakao, dan Jambu Mete) dan sarang Burung Walet, akan diekpor menuju Tiongkok.

Dalam perhitungan Kepala Karantina Pertanian Kendari, Prayatno Ginting, ekspor komoditas serabut kelapa ini adalah angin segar bagi ekspor non migas Sultra. Sebelumnya, Sultra memiliki Cocoa Butter sebagai komoditas ekspor unggulan, namun pandemi Covid-19 membuat produksi komoditas itu terhenti. Namun Sultra masih memproduksi Kopra, Kakao, Beras, Jambu mete, Cengkeh, Jagung, Lada, Kemiri dan Sarang Burung Walet. Saat ini sekian komoditas unggulan Sultra itu lebih banyak dikirim ke pasar domestik terlebih dahulu, sebelum diekspor dari wilayah lain.

Serabut kelapa yang kemarin dilepas perdana itu telah diperiksa dan dinyatakan bebas Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Pemeriksaan fisik dan administrasi juga dilakukan terhadap komoditas ini.(*)

Pin It on Pinterest